Langsung ke konten
Kesehatan (RS, Faskes, Farmasi)

Pelatihan korporat untuk rumah sakit, faskes, dan farmasi yang menjaga akreditasi, patient safety, dan kepatuhan data

Akreditasi STARKES KARS, kepatuhan UU 17/2023 Kesehatan, rekam medis elektronik Permenkes 24/2022, perlindungan data pasien UU PDP, dan CPOB BPOM membentuk pagar regulasi yang berlapis. Neksus mendesain program dari TNA per unit (rawat inap, IGD, farmasi, IT) sehingga setiap pelatihan menutup celah audit dan menjaga keselamatan pasien.

  • 4,9/5 ยท 287 ulasan
  • 300+ klien nasional
  • 2.000+ trainer
  • 1 sampai ratusan peserta
  • Standar ยท Premium ยท Privat 1-on-1
Standar akreditasi RS
STARKES KARSStandar akreditasi RS
Landasan hukum sektor
UU 17/2023 KesehatanLandasan hukum sektor
Standar farmasi
CPOB PerBPOM 34/2018Standar farmasi
Perlindungan data
UU 27/2022 PDPPerlindungan data

2.000+ trainer dan expert

Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.

Lihat dokumentasi kelas

Trainer Anda terlihat dulu

Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.

4,9 dari 5

287 ulasan peserta.

300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.

Satu orang sampai ratusan

Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.

Tiga tingkat anggaran

  • Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
  • Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
  • Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Sebutkan anggaran Anda
Jawaban singkat

Neksus menyiapkan pelatihan korporat untuk rumah sakit, klinik, fasilitas kesehatan, dan industri farmasi di Indonesia. Program selaras dengan UU 17/2023 Kesehatan, STARKES KARS, Permenkes 24/2022 rekam medis, UU PDP 27/2022, dan CPOB BPOM. Pelatihan dirancang dari training-needs analysis per unit, dengan fokus terukur pada patient safety, ALOS, infection rate, dan kesiapan akreditasi.

Mulai TNA

Klien & Dokumentasi

Sebagian institusi yang sudah kami latih

Foto dari sesi yang sudah berjalan, dengan nama institusinya tertulis apa adanya.

Lihat dokumentasi kelas (123 foto)
Konteks Sektor

Cara kami melihat sektor kesehatan & farmasi

Sektor kesehatan Indonesia mencakup rumah sakit umum dan khusus, klinik utama dan pratama, laboratorium, fasilitas kesehatan primer, hingga industri farmasi (manufaktur obat dan rantai distribusi). Bebannya berlapis: melayani pasien dengan aman, memenuhi standar akreditasi nasional dan internasional, melindungi data sensitif, dan mengelola tenaga medis serta non-medis yang terus berkembang regulasinya. Neksus mendesain pelatihan dari realita unit, IGD, rawat inap, kamar operasi, instalasi farmasi, IT, hingga manajemen, agar setiap modul menjawab risiko nyata di unit tersebut.

  • Pelatihan dirancang per unit (klinis, penunjang, administrasi, IT, manajemen)
  • Modul akreditasi selaras STARKES KARS edisi terbaru untuk RS, dan standar akreditasi FKTP untuk klinik & puskesmas
  • Modul data & keamanan selaras UU PDP 27/2022, Permenkes 24/2022 rekam medis, dan praktik baik ISO 27799
  • Modul farmasi selaras CPOB PerBPOM 34/2018, CDOB, dan acuan ICH untuk industri yang berorientasi ekspor
Akreditasi STARKES menggeser banyak fokus klinis

Standar Akreditasi RS STARKES KARS menekankan kelompok standar manajemen, pelayanan pasien, sasaran keselamatan pasien (SKP), peningkatan mutu, dan PPI. Banyak RS terjebak menyiapkan dokumen tanpa membangun budaya keselamatan di unit. Pelatihan harus menutup gap di tingkat perawat, dokter, dan kepala unit.

UU PDP mengubah peta tanggung jawab data pasien

UU 27/2022 menempatkan rumah sakit dan industri farmasi sebagai pengendali data pribadi yang sensitif (data kesehatan). Pelatihan kesadaran data, pengelolaan persetujuan, dan respons insiden menjadi mandatori untuk seluruh staf, tidak terbatas tim IT.

Pengiriman onsite + e-learning blended

Untuk RS dan industri farmasi yang menjalankan shift 24/7, format blended (onsite untuk simulasi & praktik, e-learning untuk pengetahuan dasar) sering paling realistis. Neksus mengikuti rotasi shift unit dan menyediakan rekap kompetensi per individu.

Realitas Pasar

Realitas sektor kesehatan Indonesia

Konteks pasar yang membentuk kebutuhan pelatihan korporat di sektor ini

โ‰ˆ 3.100
Rumah sakit aktif

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan jumlah rumah sakit aktif (umum + khusus) berada di kisaran tiga ribuan, dengan distribusi sangat tidak merata antar wilayah. Setiap RS dituntut akreditasi berkala.

โ‰ˆ 10.300
Puskesmas & FKTP

Puskesmas menjadi tulang punggung FKTP. Akreditasi puskesmas berbasis Permenkes terbaru, dengan fokus mutu pelayanan, manajemen, dan UKM/UKP.

โ‰ˆ 1,5 juta
Tenaga kesehatan

Tenaga kesehatan terdaftar mencakup dokter, perawat, bidan, apoteker, dan profesi terkait, semua tunduk pada standar profesi dan pelatihan berkelanjutan.

โ‰ˆ 230 perusahaan
Industri farmasi nasional

Industri farmasi nasional terdaftar di BPOM dengan kewajiban sertifikat CPOB. Sertifikasi diperbarui berkala dengan inspeksi rutin BPOM.

Regulasi & Standar

Regulasi & standar yang harus disentuh program pelatihan kesehatan

Modul kami dirancang sejalan dengan landasan hukum dan standar berikut

UU No. 17 Tahun 2023, Kesehatan
UU 17/2023

Omnibus law sektor kesehatan. Menetapkan kerangka tenaga kesehatan, fasyankes, transformasi sistem kesehatan, dan kewajiban mutu. Pelatihan kepatuhan menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban fasyankes.

STARKES KARS, Standar Akreditasi RS
Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), edisi STARKES yang berlaku

Acuan akreditasi nasional untuk RS. Mencakup kelompok standar manajemen RS, pelayanan pasien, SKP (sasaran keselamatan pasien), PMKP, PPI, MFK. Pelatihan harus menutup gap per kelompok standar.

JCI (Joint Commission International), Hospital Standards
JCI Accreditation Standards for Hospitals, edisi terbaru

Standar akreditasi internasional yang dipilih sebagian RS swasta premium. Fokus serupa STARKES, namun bahasa & bukti audit perlu disiapkan dalam standar JCI.

Permenkes No. 24 Tahun 2022, Rekam Medis
Permenkes 24/2022

Memberi dasar implementasi rekam medis elektronik (RME). Wajib bagi seluruh fasyankes. Pelatihan harus mencakup tata kelola, keamanan, hak akses, retensi, dan integrasi dengan SATUSEHAT.

UU No. 27 Tahun 2022, Pelindungan Data Pribadi (PDP)
UU 27/2022

Data kesehatan termasuk data pribadi spesifik. RS dan farmasi wajib menerapkan kewajiban pengendali data: persetujuan, prinsip pemrosesan, hak subjek data, dan respons insiden. Pelatihan kesadaran data menjadi kontrol utama.

ISO 27799:2016, Health Informatics Information Security
ISO 27799:2016

Pedoman penerapan ISO/IEC 27002 spesifik untuk informasi kesehatan. Dipakai sebagai best practice keamanan SIMRS dan RME, terutama saat RS berorientasi sertifikasi keamanan informasi.

CPOB, PerBPOM No. 34 Tahun 2018
PerBPOM 34/2018 tentang Cara Pembuatan Obat yang Baik

Standar GMP nasional untuk industri farmasi. Mencakup mutu, personalia, bangunan-fasilitas, peralatan, produksi, pengawasan mutu, dan dokumentasi. Pelatihan dasar CPOB wajib bagi semua personel operasional.

ICH Guidelines, Q7, Q9, Q10
International Council for Harmonisation, ICH Q7/Q9/Q10

Standar internasional GMP untuk API, manajemen risiko mutu, dan sistem mutu farmasi. Dipakai industri farmasi Indonesia yang berorientasi ekspor atau bekerja dengan prinsipal global.

Hasil yang Diharapkan

Hasil terukur yang biasanya dikejar program kesehatan

Target keberhasilan disepakati pada saat TNA, diukur memakai metrik mutu pelayanan

Patient safety (SKP)
Tingkatkan kepatuhan terhadap 6 Sasaran Keselamatan Pasien (identifikasi, komunikasi efektif, obat high-alert, site marking, hand hygiene, risiko jatuh) terukur lewat audit klinis berkala.
BOR, ALOS, TOI, BTO
Optimalkan Bed Occupancy Rate, Average Length of Stay, Turn Over Interval, dan Bed Turn Over melalui pelatihan manajemen unit rawat inap dan koordinasi multi-disiplin.
Infection rate (HAI)
Turunkan angka Healthcare-Associated Infection (PLABSI, VAP, ISK terkait kateter) lewat pelatihan PPI, bundle care, dan kepatuhan hand hygiene.
Skor akreditasi
Naikkan skor survei STARKES KARS atau JCI lewat persiapan dokumen dan simulasi tracer methodology di setiap kelompok standar.
Insiden keamanan data
Turunkan insiden kebocoran/akses tidak sah data pasien lewat pelatihan kesadaran data, manajemen hak akses RME, dan respons insiden sesuai UU PDP.
Kesiapan inspeksi CPOB
Pastikan kesiapan inspeksi BPOM (sertifikat CPOB) dan/atau audit prinsipal asing lewat pelatihan dokumentasi mutu, deviation management, dan CAPA.
Alat Bantu Keputusan

Memilih pendekatan pelatihan untuk fasilitas kesehatan

Bandingkan tiga pendekatan utama. RS dan industri farmasi biasanya mengombinasikan ketiganya.

KriteriaWorkshop tunggal (one-shot)Program berkelanjutan + simulasi
โ˜…
E-learning mandiriBlended onsite + e-learning
Cocok untuk Sasaran Keselamatan Pasien (SKP)Kurang, perubahan perilaku butuh repetisiSangat cocok, simulasi unit + audit perilakuCocok untuk pengetahuan dasar sajaCocok, teori online, simulasi onsite
Cocok untuk shift 24/7 RSSulit, banyak staf tidak terjangkauCocok, batch per shift, modularSangat cocok, diakses kapan sajaSangat cocok, fleksibel + kontak nyata
Cocok untuk pelatihan CPOB farmasiKurang, dokumentasi audit terbatasSangat cocok, drill praktik + studi kasusCocok untuk modul awareness CPOBCocok, praktik onsite, refresher online
Bukti dokumentasi untuk akreditasiTerbatas, daftar hadir sajaLengkap, silabus, asesmen, observasiCukup, log akses + skorLengkap, kombinasi bukti onsite + log digital
Biaya untuk populasi besarMahal, per pesertaEfisien, per batchMurah per pesertaSeimbang, disesuaikan TNA
Alur Kerja Sama

Alur kerja sama Neksus dengan fasilitas kesehatan

Enam tahap dari penjajakan sampai program berjalan, biasanya 4โ€“10 minggu

  1. 1

    Penjajakan awal & pengisian brief

    โ‰ค 5 hari

    Tim Direksi / HR / Komite Mutu / Komite Etik menyampaikan prioritas: persiapan akreditasi, penurunan insiden keselamatan, implementasi RME, atau kesiapan inspeksi BPOM untuk farmasi.

  2. 2

    Training-Needs Analysis per unit

    2โ€“3 minggu

    Wawancara kepala unit (rawat inap, IGD, kamar bedah, farmasi, IT), tinjauan indikator mutu, dan observasi singkat. Output: peta kompetensi per profesi dan prioritas modul.

  3. 3

    Desain kurikulum & seleksi trainer klinis / GMP

    2โ€“3 minggu

    Kurikulum disusun per profesi (dokter, perawat, apoteker, IT, manajemen). Trainer dipilih dengan kualifikasi klinis untuk RS, atau apoteker industri / QA berpengalaman untuk farmasi.

  4. 4

    Proposal komersial + dokumen procurement

    5โ€“10 hari

    Proposal mencantumkan KPI mutu, durasi, format, jumlah batch, dan kelengkapan dokumen RS (PKS, NDA, PO, PPN/faktur, BPJS-faktur jika relevan).

  5. 5

    Eksekusi pelatihan (onsite + blended)

    Sesuai roadmap

    Sesi berjalan mengikuti shift unit, dengan simulasi keselamatan pasien dan tracer audit untuk persiapan akreditasi. Untuk farmasi, drill GMP + dokumentasi deviasi.

  6. 6

    Evaluasi Kirkpatrick + tracer audit pasca-program

    2โ€“6 minggu pasca-program

    Laporan evaluasi mencakup L1โ€“L4. Untuk RS, ditambah simulasi tracer pasca-program. Untuk farmasi, ditambah mock inspeksi internal sebagai indikator kesiapan eksternal.

Peran Sasaran

Peran sasaran di RS, faskes, dan industri farmasi

Pelatihan dirancang berbeda untuk tiap profesi dan tiap tingkat tanggung jawab

Direktur Utama / Direktur RS
Eksekutif

Bertanggung jawab atas akreditasi, pendapatan BPJS, dan kepatuhan UU 17/2023. Butuh modul tata kelola RS dan kepemimpinan transformasi mutu.

Komite Mutu & Keselamatan Pasien
Manajerial

Mengelola PMKP & SKP. Butuh pelatihan analisis akar masalah klinis (RCA), grading insiden, dan tracer methodology untuk persiapan survei.

Komite PPI (Pencegahan & Pengendalian Infeksi)
Manajerial

Menurunkan HAI. Butuh pelatihan IPCN/IPCLN lanjutan, surveilans HAI, dan bundle care.

Kepala Unit / Karu (Rawat Inap, IGD, OK, ICU)
Supervisi

Lapisan kritis yang menjalankan SKP dan koordinasi multi-disiplin. Butuh first-line leadership + komunikasi efektif klinis.

Perawat & Bidan
Operasional

Populasi terbesar di RS. Butuh refresher SKP, bundle care, dan kompetensi keperawatan sesuai standar profesi.

Apoteker / Asisten Apoteker
Operasional

Mengelola obat high-alert, double-check, dan rekonsiliasi obat. Pelatihan medication safety dan farmasi klinis menjadi prioritas.

Manajer Operasional Industri Farmasi
Manajerial

Bertanggung jawab atas sertifikat CPOB dan inspeksi BPOM. Butuh pelatihan QRM (ICH Q9), validasi proses, dan deviation/CAPA management.

IT & Manajer SIMRS

Mengelola RME, integrasi SATUSEHAT, dan kepatuhan UU PDP. Butuh pelatihan keamanan informasi kesehatan dan manajemen hak akses.

Topik Pelatihan

Topik pelatihan paling relevan untuk RS, faskes, dan farmasi

Daftar pilihan kurator Neksus untuk sektor kesehatan Indonesia

Literasi Data & Analitik Bisnis

Membangun literasi data lintas fungsi: dari membaca dashboard hingga analitik prediktif, agar keputusan bisnis berbasis bukti, bukan intuisi.

Lihat detail

Keamanan dalam Proses Rilis Software

Pelatihan DevSecOps in-house: shift-left, SAST/DAST/SCA, SBOM, supply-chain, dipandu NIST SP 800-218 SSDF, OWASP DevSecOps Maturity Model (DSOMM), dan SLSA framework.

Lihat detail

Membawa Model AI ke Pemakaian Sehari-hari

Pelatihan MLOps & Production AI Engineering in-house: feature store, model registry, drift monitoring, dipetakan ke Google MLOps Practitioners Guide, Microsoft MLOps maturity, NIST AI RMF 1.0, ISO/IEC 42001:2023.

Lihat detail

Kesadaran Keamanan Siber Karyawan

Program kesadaran keamanan siber untuk seluruh karyawan: phishing, rekayasa sosial, keamanan data, simulasi serangan, dan kepatuhan regulasi.

Lihat detail

Kepemimpinan untuk Manajer Lini Pertama

Transisi dari kontributor individu ke pemimpin tim: coaching, delegasi, manajemen kinerja, dan percakapan sulit untuk supervisor dan manajer baru.

Lihat detail

Manajemen Perubahan Organisasi

Memandu organisasi melewati perubahan besar (merger, sistem baru, restrukturisasi) memakai model ADKAR/Kotter, dengan rencana komunikasi dan manajemen resistensi.

Lihat detail

Dasar Cloud untuk Tim IT

Pelatihan cloud foundation in-house: AWS / Azure / GCP essentials, dipandu AWS Well-Architected 6 pilar, FinOps Framework, NIST SP 800-145, CIS Benchmarks, dan Cloud Adoption Framework.

Lihat detail

Kubernetes untuk Tim IT

Pelatihan Kubernetes & Docker untuk tim engineering: kubectl, Helm, ArgoCD, Pod Security Standards, CIS Kubernetes Benchmark, NIST SP 800-204C, dan kompetensi CKAD/CKA.

Lihat detail

Asisten AI yang Menjawab dari Dokumen Perusahaan

Pelatihan engineering membangun retrieval-augmented generation end-to-end di atas corpus perusahaan: chunking, embedding, vector DB (Pinecone/Weaviate/Qdrant/pgvector), orkestrasi LangChain/LlamaIndex, evaluasi RAGAS & TruLens, dan hardening OWASP LLM Top 10 2025 + NIST AI RMF GenAI Profile + UU PDP.

Lihat detail

Menulis Perintah AI yang Menghasilkan

Pelatihan prompt engineering mendalam untuk knowledge worker korporat: pola Chain-of-Thought (Wei et al. 2022), Tree-of-Thoughts (Yao 2023), ReAct, Self-Consistency, structured output JSON Schema, eval harness, dan tata kelola NIST AI RMF GenAI Profile (NIST AI 600-1) + UU PDP.

Lihat detail

Coaching untuk Manajer

Pelatihan manager-as-coach selaras 8 ICF Core Competencies & ICF Code of Ethics, model GROW (Whitmore) & CLEAR (Hawkins), praktik STAR, dengan boundary tegas antara coaching, mentoring, training, dan manajemen kinerja.

Lihat detail
Pola Hasil Tipikal

Pola hasil tipikal di sektor kesehatan (ilustratif, bukan klaim klien)

Tiga skenario umum tempat program pelatihan korporat memberi dampak pada mutu pelayanan

Konteks

RS swasta tipe B menghadapi survei reakreditasi STARKES dalam 6 bulan, dengan banyak temuan minor pada SKP.

Intervensi

Tracer audit simulasi per unit, refresher SKP untuk perawat & dokter, pelatihan RCA klinis untuk komite mutu, dan persiapan dokumen per kelompok standar.

Hasil indikatif

Skor self-assessment naik secara bertahap; temuan minor menurun pada survei mock kedua sebelum survei resmi.

Konteks

Industri farmasi nasional menghadapi inspeksi BPOM rutin dengan riwayat temuan pada deviation management.

Intervensi

Pelatihan QRM (ICH Q9), deviation/CAPA management, dan refresher dokumentasi CPOB untuk operator dan QA.

Hasil indikatif

Backlog deviasi terbuka berkurang, dokumentasi CAPA lebih konsisten, dan kesiapan inspeksi meningkat.

Konteks

RS daerah baru mengimplementasi RME dengan resistansi dari tenaga medis senior.

Intervensi

Pelatihan kesadaran data UU PDP, manajemen perubahan untuk Karu, dan modul RME operasional untuk perawat.

Hasil indikatif

Adopsi RME meningkat, jumlah insiden akses tidak sah turun, dan dokumentasi rekam medis menjadi lebih lengkap.

Informasi Procurement

Informasi procurement untuk RS, faskes, dan farmasi

Hal-hal yang biasanya ditanyakan tim purchasing dan komite mutu saat mengevaluasi vendor pelatihan

  • Bentuk badan hukum & dokumen vendor
    Neksus siap proses vendor. Dokumen perusahaan lengkap diserahkan langsung ke tim pengadaan untuk proses onboarding RS dan industri farmasi.
  • Perjanjian Kerja Sama (PKS) & NDA
    Kami terbiasa menandatangani PKS standar RS dan NDA terkait data klinis / formula obat sebelum TNA berlangsung.
  • Faktur pajak & PPN
    Penerbitan e-Faktur PPN sesuai Peraturan DJP yang berlaku, dengan NPWP RS / industri farmasi. Pencatatan biaya disesuaikan dengan kebutuhan finance dan akreditasi.
  • Skema pembayaran
    Mendukung PO standar RS / industri, termin disepakati di kontrak (umumnya 30โ€“60 hari setelah faktur). Down payment dimungkinkan untuk program besar atau multi-bulan.
  • Model harga
    Harga ditetapkan setelah TNA. Pilihan model: flat per program, per sesi, per peserta (untuk populasi perawat besar), atau bertingkat berdasarkan jumlah batch. Kuotasi final tidak diumbar pra-TNA.
  • Kualifikasi trainer
    Trainer dipilih dari jaringan trainer Neksus, dengan latar belakang klinis (dokter/perawat senior, praktisi PPI berpengalaman) untuk RS, dan apoteker industri / QA berpengalaman CPOB untuk farmasi. CV trainer dilampirkan.
  • Kepatuhan kerahasiaan data klinis
    Sesi tidak merekam data pasien identifiable. Studi kasus klinis dianonimkan. Pelatihan kesadaran data internal staf Neksus mengikuti praktik UU PDP.

Pertanyaan Umum

Ya. Kami menyiapkan tracer audit simulasi per unit, pelatihan refresher SKP, pelatihan RCA klinis untuk komite mutu, dan asistensi dokumen per kelompok standar (manajemen RS, pelayanan pasien, SKP, PMKP, PPI, MFK). Sertifikasi akreditasi tetap diterbitkan oleh KARS, Neksus menyiapkan kesiapan internal menjelang survei akreditasi.

Kami menjalankan sesi dalam batch kecil 15โ€“25 peserta mengikuti rotasi shift unit. Materi pengetahuan dasar bisa diberikan via e-learning sehingga staf shift malam tetap terjangkau, sementara simulasi & praktik tetap dijalankan onsite di area kerja. Pilihan format ditentukan saat TNA agar tidak mengganggu pelayanan pasien.

Ya. Dokumentasi pelatihan kami siapkan dalam format yang biasa diminta auditor / inspektor: silabus, daftar hadir bertanda tangan, foto sesi, pre-post asesmen, sertifikat partisipan, dan rekap kompetensi. Untuk RS, bukti masuk ke kelompok standar manajemen & pelayanan pasien. Untuk farmasi, bukti masuk ke aspek personalia & pelatihan CPOB.

Sesi pelatihan Neksus tidak memakai data pasien yang dapat diidentifikasi. Studi kasus klinis sepenuhnya dianonimkan: nama dihapus, nomor RM dihapus, tanggal digeser. Hal ini sejalan dengan UU PDP 27/2022 dan Permenkes 24/2022. NDA ditandatangani sebelum TNA untuk memberi lapis perlindungan tambahan.

Trainer dipilih sesuai topik. Untuk modul klinis (SKP, PPI, RCA klinis), trainer adalah dokter atau perawat senior dengan pengalaman komite mutu. Untuk modul farmasi (CPOB, QRM, validasi), trainer adalah apoteker industri atau QA yang sudah lama menangani inspeksi BPOM. CV trainer dilampirkan di proposal.

Pelatihan RME dirancang dalam tiga lapis: kesadaran data & UU PDP untuk semua staf, operasional RME untuk perawat & dokter, dan tata kelola data & integrasi SATUSEHAT untuk tim IT/SIMRS. Komponen manajemen perubahan ditambahkan agar resistansi dari tenaga medis senior dapat dikelola secara terstruktur.

Untuk farmasi yang berorientasi ekspor atau bekerja dengan prinsipal global, kami menyiapkan pelatihan selaras ICH Q7 (API), Q9 (manajemen risiko mutu), dan Q10 (sistem mutu farmasi). Materi disusun dalam Bahasa Inggris bila diperlukan, dan trainer dipilih dengan rekam jejak audit prinsipal asing.

Kami memakai kerangka Kirkpatrick L1โ€“L4. Level 1 (reaksi) lewat survei, Level 2 (pembelajaran) lewat pre-post asesmen, Level 3 (perilaku) lewat audit klinis / tracer audit pasca-program, dan Level 4 (dampak) lewat indikator mutu RS (kepatuhan SKP, infection rate HAI, ALOS) yang disepakati di TNA. Untuk farmasi, indikator yang dipakai adalah backlog deviasi, ketepatan CAPA, dan hasil mock inspeksi internal.

Modul dirancang ulang untuk skala FKTP. Akreditasi puskesmas berbasis Permenkes terbaru memakai bahasa berbeda dengan STARKES, sehingga TNA akan menyesuaikan kelompok standar mutu, manajemen, dan UKM/UKP. Kami terbiasa menjalankan program untuk klinik utama, klinik pratama, dan dinas kesehatan yang membina FKTP.

Praktisi Kesehatan (RS, Faskes, Farmasi)? Kami merekrut trainer di kota-kota ini

Neksus mencari trainer dan konsultan yang pernah bekerja di sektor ini. Pilih kota tempat Anda tinggal atau yang sanggup Anda datangi.

Mari rancang program pelatihan untuk RS / faskes / industri farmasi Anda

Diskusikan kebutuhan dengan tim Neksus. Kami akan menjadwalkan training-needs analysis singkat sebelum menyusun proposal.

  • Konsultasi gratis sebelum kuotasi diberikan
  • Trainer berlatar klinis (untuk RS) atau apoteker industri (untuk farmasi)
  • Dokumentasi siap untuk akreditasi STARKES KARS, JCI, dan inspeksi BPOM
  • Studi kasus klinis dianonimkan, NDA + UU PDP ditegakkan
  • Evaluasi Kirkpatrick L1โ€“L4 + tracer / mock-inspeksi pasca-program

Enam isian saja untuk memulai. Tim korporat kami yang membaca dan membalasnya.

Detail tambahan (opsional)

Isi kalau sudah ada gambarannya. Semua isian di bagian ini boleh dilewati, dan tim kami akan menanyakannya saat sesi analisa kebutuhan.