Langsung ke konten
Sertifikasi & Kepatuhan

Pelatihan Kesiapan Sertifikasi & Internal Auditor

Neksus membangun kompetensi tim untuk memahami standar dan menjalankan audit internal sesuai ISO 19011. Audit sertifikasinya dilakukan lembaga sertifikasi independen, dan kami menyiapkan orang-orang Anda untuk menghadapinya.

  • 4,9/5 ยท 287 ulasan
  • 300+ klien nasional
  • 2.000+ trainer
  • 1 sampai ratusan peserta
  • Standar ยท Premium ยท Privat 1-on-1

2.000+ trainer dan expert

Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.

Lihat dokumentasi kelas

Trainer Anda terlihat dulu

Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.

4,9 dari 5

287 ulasan peserta.

300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.

Satu orang sampai ratusan

Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.

Tiga tingkat anggaran

  • Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
  • Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
  • Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Sebutkan anggaran Anda
Jawaban singkat

Neksus menyiapkan tim Anda menghadapi audit dan sertifikasi standar ISO, dari awareness sampai internal auditor. 6 jalur aktif, masing-masing disesuaikan dengan pengalaman peserta dan jadwal audit Anda.

6
Jalur sertifikasi
ISO
Standar yang diaudit pihak ketiga
Custom
Disesuaikan jadwal audit Anda
Bukti
Sertifikat resmi dari issuer
Awareness + Internal Auditor

ISO 14001:2015, Sistem Manajemen Lingkungan

Pelatihan untuk HSE Manager, Kepala Pabrik, tim QHSE, dan auditor internal, memahami klausul 4โ€“10, mengidentifikasi aspek dampak signifikan, dan menjalankan audit internal lingkungan sesuai ISO 19011 sebelum badan sertifikasi datang.

Awareness + Internal AuditorLihat detail
Awareness + Internal Auditor

ISO 22301:2019, Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis (SMKB)

Pelatihan untuk BCM Manager, Risk Officer, IT Operations, Compliance, dan auditor internal, memahami klausul SMKB, melakukan Business Impact Analysis, menyusun BCP & rencana pemulihan, dan menjalankan audit internal sesuai ISO 19011.

Awareness + Internal AuditorLihat detail
Awareness + Internal Auditor

ISO/IEC 27001:2022, Sistem Manajemen Keamanan Informasi

Pelatihan untuk CISO, IT Manager, GRC officer, tim auditor internal, dan pemilik proses bisnis, memahami klausul SMKI 4โ€“10, menerapkan 93 kontrol Annex A, dan menjalankan audit internal sesuai ISO 19011 sebelum badan sertifikasi datang.

Awareness + Internal AuditorLihat detail
Awareness + Internal Auditor

ISO 37001:2016, Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP)

Pelatihan untuk Direksi, Komisaris, Compliance Officer, Internal Auditor, dan Procurement, memahami klausul SMAP, menjalankan uji tuntas mitra, dan menyiapkan organisasi untuk Stage 1 audit. Selaras dengan arahan SMAP Kementerian BUMN 2020.

Awareness + Internal AuditorLihat detail
Awareness + Internal Auditor

ISO 45001:2018, Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja

Pelatihan untuk HSE Manager, Safety Officer, P2K3, tim QHSE, dan auditor internal, memahami klausul 4โ€“10, mengidentifikasi bahaya & menilai risiko K3, dan menjalankan audit internal sesuai ISO 19011 sebelum badan sertifikasi datang.

Awareness + Internal AuditorLihat detail
Awareness + Internal Auditor

ISO 9001:2015, Sistem Manajemen Mutu

Pelatihan untuk HR, QA Manager, Management Representative, dan tim auditor internal, memahami sepuluh klausul standar, menjalankan audit internal sesuai ISO 19011, dan masuk Stage 1 dengan dokumentasi yang siap diuji.

Awareness + Internal AuditorLihat detail

Di mana pelatihan mengambil peran dalam sertifikasi ISO

Sertifikat ISO untuk sebuah organisasi diterbitkan lembaga sertifikasi, sesudah auditornya memeriksa bahwa sistem manajemen organisasi itu berjalan sesuai standar. Neksus tidak menerbitkan sertifikat ISO. Peran kami ada sebelum dan di sekitar audit itu: menyiapkan orang-orang di dalam organisasi supaya memahami standarnya, menjalankannya dalam pekerjaan sehari-hari, dan mampu memeriksanya sendiri lewat audit internal.

Bagian ini sering terlewat. Banyak organisasi menyiapkan dokumen dengan rapi, lalu kaget ketika auditor bertanya langsung kepada staf di lantai kerja dan jawabannya tidak sesuai dengan prosedur yang tertulis. Sistem manajemen hidup di kebiasaan orang, dan kebiasaan itu dibangun lewat pemahaman yang sama di semua tingkat.

Karena itu pelatihan di halaman ini terbagi dua. Pelatihan awareness untuk orang yang menjalankan sistem, dan pelatihan internal auditor untuk orang yang memeriksanya dari dalam. Keduanya diselenggarakan tanpa izin khusus, sebab yang kami lakukan adalah melatih; penilaian kesesuaian tetap menjadi pekerjaan lembaga sertifikasi.

Standar mana yang biasanya dikejar, dan oleh siapa

Ringkasan ini membantu Anda melihat standar yang paling dekat dengan kebutuhan organisasi. Ketuk nama standar untuk membuka halaman lengkapnya.

ISO 9001, sistem manajemen mutu

Biasanya dikejar oleh
Hampir semua jenis organisasi: pabrik, penyedia jasa, rumah sakit, sekolah dan kampus, serta instansi yang ingin pelayanannya terukur.
Pemicu yang paling sering
Pelanggan atau tender yang mensyaratkannya, keluhan yang berulang, dan keinginan pimpinan agar cara kerja tidak bergantung pada satu atau dua orang.
Yang dilatih
Cara kerja berbasis proses, pengendalian dokumen dan catatan, penanganan ketidaksesuaian, dan perbaikan berkelanjutan.

ISO 14001, sistem manajemen lingkungan

Biasanya dikejar oleh
Pabrik, perusahaan energi dan pertambangan, logistik, serta perusahaan yang memasok ke pembeli dengan tuntutan lingkungan.
Pemicu yang paling sering
Syarat dari pembeli atau investor, kewajiban pelaporan lingkungan, dan temuan terkait limbah atau emisi.
Yang dilatih
Mengenali aspek dan dampak lingkungan dari kegiatan sehari-hari, kewajiban kepatuhan, dan cara mengendalikannya dalam prosedur kerja.

ISO 45001, sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja

Biasanya dikejar oleh
Organisasi dengan risiko kerja fisik: manufaktur, konstruksi, energi, logistik, dan fasilitas kesehatan.
Pemicu yang paling sering
Kecelakaan atau nyaris celaka, syarat klien, dan keinginan menyatukan program keselamatan ke dalam satu sistem.
Yang dilatih
Identifikasi bahaya dan penilaian risiko, partisipasi pekerja, investigasi insiden, dan audit internal sistemnya. Pelatihan K3 bersertifikat Kemnaker diselenggarakan lembaga berizin PJK3, dan kebutuhan itu kami hubungkan dengan penyelenggaranya.

ISO/IEC 27001, sistem manajemen keamanan informasi

Biasanya dikejar oleh
Perbankan dan jasa keuangan, perusahaan teknologi, penyedia layanan data, dan instansi yang mengelola data warga.
Pemicu yang paling sering
Syarat dari klien atau mitra, audit keamanan, insiden kebocoran, dan kewajiban melindungi data pribadi.
Yang dilatih
Penilaian risiko informasi, pengendalian yang dipilih dan alasannya, kebiasaan aman bagi seluruh staf, dan audit internal atas pengendalian itu.

ISO 37001, sistem manajemen anti penyuapan

Biasanya dikejar oleh
BUMN dan anak usahanya, instansi pemerintah, serta perusahaan yang sering berhubungan dengan pengadaan.
Pemicu yang paling sering
Arahan induk usaha atau pimpinan instansi, syarat mitra, dan keinginan menunjukkan tata kelola yang bersih.
Yang dilatih
Mengenali risiko penyuapan dalam proses kerja, uji tuntas mitra, saluran pelaporan, dan audit internal kepatuhan.

ISO 22301, sistem manajemen keberlangsungan usaha

Biasanya dikejar oleh
Perbankan, penyedia layanan teknologi, logistik, dan organisasi yang layanannya tidak boleh berhenti lama.
Pemicu yang paling sering
Gangguan besar yang pernah terjadi, syarat klien, dan kebutuhan menunjukkan kesiapan menghadapi bencana atau gangguan sistem.
Yang dilatih
Analisis dampak bisnis, strategi keberlangsungan, rencana pemulihan, latihan dan uji coba, serta audit internal sistemnya.

Perjalanan menuju sertifikat, langkah demi langkah

Urutan ini berlaku umum untuk sertifikasi sistem manajemen. Lamanya tiap langkah bergantung pada ukuran organisasi dan seberapa jauh sistemnya sudah berjalan.

  1. 1

    Menetapkan standar dan ruang lingkup

    Pimpinan memutuskan standar mana yang dikejar, dan bagian atau lokasi mana yang masuk ruang lingkup. Keputusan ini menentukan siapa saja yang perlu dilatih.

  2. 2

    Memetakan jarak dari keadaan sekarang

    Organisasi melihat apa yang sudah berjalan dan apa yang belum ada dibanding persyaratan standar. Hasilnya menjadi daftar pekerjaan, termasuk kebutuhan pelatihan.

  3. 3

    Membangun pemahaman bersama

    Pelatihan awareness untuk pimpinan, pemilik proses, dan staf, supaya semua orang paham kenapa sistem itu dijalankan dan apa bagian masing-masing.

  4. 4

    Menjalankan sistem dalam pekerjaan

    Prosedur dipakai, catatan dibuat, dan ketidaksesuaian ditangani. Sistem perlu berjalan cukup lama sebelum audit, supaya ada bukti yang bisa diperiksa.

  5. 5

    Menyiapkan dan menjalankan audit internal

    Tim internal auditor yang sudah dilatih memeriksa sistem dari dalam, melaporkan temuan, dan memantau perbaikannya. Pedoman audit sistem manajemen yang lazim dipakai adalah ISO 19011.

  6. 6

    Tinjauan manajemen

    Pimpinan meninjau hasil audit internal, kinerja sistem, dan peluang perbaikan, lalu memutuskan tindak lanjutnya.

  7. 7

    Memilih lembaga sertifikasi

    Organisasi memilih lembaga sertifikasi yang terakreditasi untuk standar dan bidang usaha yang bersangkutan. Di Indonesia, akreditasi lembaga sertifikasi diberikan Komite Akreditasi Nasional (KAN).

  8. 8

    Audit sertifikasi dan sesudahnya

    Audit sertifikasi biasanya berjalan dua tahap: pemeriksaan kesiapan dan dokumen, lalu pemeriksaan penerapan. Sesudah sertifikat terbit, lembaga sertifikasi melakukan audit pengawasan berkala selama masa berlaku sertifikat, yang lazimnya tiga tahun.

Siapa yang perlu ikut pelatihan yang mana

Pelatihan awareness ditujukan untuk orang yang menjalankan sistem: pimpinan yang menetapkan arah, pemilik proses yang menulis dan menjaga prosedur, dan staf yang bekerja dengan prosedur itu setiap hari. Untuk pimpinan, sesinya biasanya singkat dan menekankan tanggung jawab serta keputusan yang diminta standar. Untuk staf, sesinya menekankan apa yang berubah di pekerjaan mereka dan bagaimana menjawab pertanyaan auditor dengan jujur.

Pelatihan internal auditor ditujukan untuk sekelompok kecil orang yang akan memeriksa sistem dari dalam. Mereka biasanya dipilih dari bagian yang berbeda-beda, supaya tidak ada yang memeriksa pekerjaannya sendiri. Di pelatihan ini mereka berlatih menyusun rencana audit, mewawancarai, mengumpulkan bukti, menulis temuan yang jelas, dan memantau perbaikannya.

Pelatihan lead auditor untuk menjadi auditor lembaga sertifikasi adalah jalur lain, dengan skema dan penyelenggara tersendiri. Halaman ini tidak mencakupnya.

Peran pimpinan, dan kenapa pimpinan ikut dilatih

Standar sistem manajemen ISO yang disusun dengan kerangka bab yang sama menaruh satu bab khusus untuk kepemimpinan. Di situ pimpinan diminta menunjukkan komitmen: menetapkan kebijakan, memastikan sasaran sejalan dengan arah organisasi, membagi peran dan wewenang dengan jelas, menyediakan sumber daya, dan meninjau kinerja sistem secara berkala.

Dalam audit sertifikasi, auditor biasanya mewawancarai pimpinan secara langsung. Pertanyaannya sederhana dan sulit dijawab tanpa persiapan: apa sasaran sistem ini tahun ini, bagaimana pimpinan tahu sasaran itu tercapai, dan keputusan apa yang diambil dari tinjauan manajemen terakhir. Jawaban yang hanya merujuk ke wakil manajemen atau konsultan menjadi tanda bahwa sistem belum menjadi bagian dari cara organisasi dipimpin.

Karena itu kami menyarankan sesi awareness singkat khusus untuk pimpinan, terpisah dari sesi staf. Isinya tanggung jawab yang diminta standar, cara membaca laporan audit internal, dan cara menjalankan tinjauan manajemen yang menghasilkan keputusan. Sesi ini biasanya cukup dua sampai tiga jam, dan dampaknya terasa di seluruh sistem, sebab staf mengikuti apa yang dianggap penting oleh pimpinannya.

Apa isi pelatihan awareness dan internal auditor

Garis besar ini membantu Anda menilai apakah sebuah program menjawab kebutuhan organisasi. Urutan dan kedalamannya disesuaikan dengan standar dan proses kerja Anda.

Pelatihan awareness

Tujuan
Semua orang di ruang lingkup memahami kenapa sistem dijalankan, apa yang diminta standar dari bagiannya, dan bagaimana pekerjaannya sehari-hari menjadi bukti bagi auditor.
Yang dibahas
Maksud standar dan istilah pokoknya, kebijakan dan sasaran organisasi, proses dan prosedur yang menyangkut peserta, catatan yang harus dibuat, cara melaporkan masalah atau ketidaksesuaian, serta apa yang terjadi saat auditor datang dan bertanya.
Cara belajarnya
Contoh dari proses kerja peserta sendiri, latihan menjawab pertanyaan audit dengan bukti, dan diskusi tentang kebiasaan kerja yang perlu berubah. Untuk pimpinan, porsinya lebih banyak pada tanggung jawab dan keputusan yang diminta standar.

Pelatihan internal auditor

Tujuan
Sekelompok orang di organisasi mampu memeriksa sistem dari dalam dengan cara yang adil, terencana, dan berbasis bukti, lalu menulis temuan yang bisa ditindaklanjuti.
Yang dibahas
Persyaratan standar dari sudut pandang pemeriksa, prinsip audit menurut ISO 19011, menyusun program dan rencana audit, membuat daftar periksa, teknik wawancara dan pengamatan, mengumpulkan dan menilai bukti, menulis temuan, rapat penutupan, serta memantau tindakan perbaikan sampai tuntas.
Cara belajarnya
Simulasi audit atas proses yang mirip pekerjaan peserta, latihan menulis temuan dari bukti yang disediakan, dan umpan balik atas cara peserta bertanya. Peserta biasanya diminta menyusun rencana audit untuk bagian di organisasinya sendiri.

Kalau organisasi mengejar lebih dari satu standar

Banyak organisasi menjalankan beberapa standar sekaligus, misalnya mutu, lingkungan, dan keselamatan kerja. Standar-standar sistem manajemen ISO yang baru disusun dengan kerangka bab yang sama, sehingga kebijakan, pengendalian dokumen, audit internal, dan tinjauan manajemen bisa dijalankan sebagai satu sistem terintegrasi.

Untuk pelatihan, ini berarti satu tim internal auditor bisa dilatih untuk memeriksa beberapa standar dalam satu audit, dan pelatihan awareness bisa disusun per proses kerja, sehingga bagian yang sama di beberapa standar cukup diajarkan sekali. Sebutkan semua standar yang sedang atau akan dikejar di percakapan awal, supaya programnya tidak mengulang materi yang sama tiga kali.

Pertanyaan yang biasa diajukan auditor kepada staf

Auditor lembaga sertifikasi membaca dokumen, lalu berjalan ke tempat kerja dan bertanya kepada orang yang menjalankan proses. Pertanyaan di bawah ini contoh yang lazim, dan pelatihan awareness yang baik melatih staf menjawabnya dengan jujur dan dengan bukti.

  • Apa kebijakan organisasi untuk standar ini, dan apa artinya bagi pekerjaan Anda sehari-hari?
  • Apa yang Anda lakukan kalau menemukan produk, layanan, atau keadaan yang tidak sesuai?
  • Di mana catatan pekerjaan ini disimpan, dan siapa yang memeriksanya?
  • Bagaimana Anda tahu prosedur yang Anda pakai adalah versi yang berlaku?
  • Risiko apa yang paling penting di bagian Anda, dan bagaimana mengendalikannya?
  • Kapan terakhir kali Anda mengikuti pelatihan untuk pekerjaan ini, dan apa buktinya?
  • Kalau ada masalah atau insiden, kepada siapa Anda melapor, dan apa yang terjadi sesudahnya?

Hal yang sering membuat audit sertifikasi tersendat

Dokumen ditulis rapi oleh satu orang atau konsultan, lalu staf yang menjalankan pekerjaan tidak mengenali isinya. Saat auditor bertanya di lantai kerja, jawabannya berbeda dari prosedur. Jalan keluarnya pemahaman bersama lewat awareness, dan prosedur yang ditulis bersama orang yang menjalankannya.

Audit internal dijalankan sebagai formalitas menjelang audit sertifikasi, dengan daftar periksa yang hanya mengecek ada tidaknya dokumen. Akibatnya temuan nyata baru muncul di depan auditor eksternal. Internal auditor yang terlatih memeriksa penerapan dan bertanya kepada orang yang bekerja.

Tindakan perbaikan berhenti di koreksi. Barang yang salah diperbaiki, tetapi sebab masalahnya tidak dicari, sehingga temuan yang sama muncul lagi di audit berikutnya. Pelatihan yang baik melatih cara mencari akar masalah dan menutup temuan dengan bukti.

Tinjauan manajemen tidak tercatat, atau dilakukan tanpa masukan yang diminta standar. Pimpinan sebenarnya sudah membahas kinerja di rapat rutin, hanya saja tidak dikaitkan dengan sistem. Bagian ini sering selesai dengan menyesuaikan agenda rapat yang sudah ada.

Sistem belum berjalan cukup lama sebelum audit, sehingga catatan dan bukti penerapannya masih sedikit. Menjadwalkan pelatihan lebih awal memberi waktu bagi sistem untuk menghasilkan bukti itu.

Format dan lama pelatihan yang lazim

Awareness untuk staf lazimnya berjalan setengah hari sampai satu hari, dan bisa diulang per gelombang supaya pekerjaan tidak berhenti. Untuk pimpinan, sesi yang lebih singkat sering cukup. Pelatihan internal auditor lazimnya berjalan dua sampai tiga hari, karena simulasi audit dan latihan menulis temuan membutuhkan waktu.

Pelatihan bisa diadakan di kantor Anda, secara daring, atau gabungan keduanya. Simulasi audit paling hidup bila dijalankan tatap muka di lokasi yang prosesnya bisa diamati, sementara awareness untuk banyak cabang sering lebih praktis secara daring. Untuk beberapa standar sekaligus, programnya disusun supaya materi yang sama tidak diulang.

Contoh rangkaian program untuk organisasi yang baru memulai

Rangkaian ini contoh, dan bentuk sebenarnya disusun dari ruang lingkup, jumlah orang, dan jadwal audit Anda.

  1. 1

    Sesi pimpinan

    Dua sampai tiga jam bersama direksi atau pimpinan unit: tanggung jawab pimpinan menurut standar, sasaran yang ingin dicapai, dan cara tinjauan manajemen akan dijalankan.

  2. 2

    Awareness pemilik proses

    Satu hari bersama kepala bagian dan penulis prosedur: membaca persyaratan, memetakan proses masing-masing, dan menyepakati catatan yang akan dibuat.

  3. 3

    Awareness staf per gelombang

    Setengah hari per gelombang, supaya pekerjaan tetap berjalan: apa yang berubah di pekerjaan sehari-hari dan cara menjawab pertanyaan auditor dengan bukti.

  4. 4

    Pelatihan internal auditor

    Dua sampai tiga hari untuk tim yang dipilih dari beberapa bagian, dengan simulasi audit atas proses organisasi sendiri.

  5. 5

    Audit internal pertama

    Tim menjalankan audit internal pertamanya. Bila diminta, sesi tinjauan sesudahnya membahas temuan dan cara menutupnya dengan bukti, sebelum tinjauan manajemen.

Menjaga sistem sesudah sertifikat terbit

Sertifikat menandai awal masa pengawasan. Selama masa berlakunya, lembaga sertifikasi datang untuk audit pengawasan, dan di akhir masa berlaku ada audit sertifikasi ulang. Di antara kunjungan itu, sistem tetap harus berjalan dan diperiksa dari dalam.

Tiga hal biasanya membutuhkan pelatihan lanjutan. Staf baru perlu dikenalkan dengan sistem sejak awal masa kerjanya. Tim internal auditor perlu diperbarui ketika anggotanya pindah atau berhenti. Dan ketika standar terbit dalam versi baru, organisasi perlu memahami perubahannya sebelum masa transisi berakhir.

Cara memilih penyedia pelatihan ISO

Pertama, tanyakan siapa trainernya dan dari mana pengalamannya. Trainer yang pernah menjalankan atau mengaudit sistem manajemen di organisasi nyata bisa menjawab pertanyaan peserta dengan contoh, dan itu yang membuat materi terasa dekat dengan pekerjaan.

Kedua, minta gambaran simulasi dan latihannya. Pelatihan internal auditor yang hanya berisi penjelasan persyaratan tanpa simulasi audit jarang menghasilkan auditor yang siap bertanya di lantai kerja.

Ketiga, pastikan materinya memakai versi standar yang berlaku dan disesuaikan dengan proses organisasi Anda. Contoh kasus dari pabrik kurang membantu staf rumah sakit, begitu pula sebaliknya.

Keempat, perjelas peran penyedia. Penyedia pelatihan melatih orang-orang Anda; lembaga sertifikasi yang menilai dan menerbitkan sertifikat. Penyedia yang menjanjikan kelulusan audit sertifikasi sedang menjanjikan sesuatu yang berada di luar kewenangannya.

Bahan yang membantu sebelum percakapan pertama soal standar

  • Standar yang dikejar, dan apakah organisasi sudah tersertifikasi atau baru memulai.
  • Ruang lingkup: bagian, lokasi, atau layanan yang masuk sertifikasi.
  • Jadwal audit sertifikasi atau audit pengawasan berikutnya, bila sudah ada.
  • Jumlah orang per kelompok: pimpinan, pemilik proses, staf, dan calon internal auditor.
  • Hasil audit internal atau audit sertifikasi terakhir, bila ada, supaya pelatihan menjawab temuannya.
  • Dana yang tersedia untuk tahun sertifikasi ini, supaya urutan pelatihannya bisa diatur mengikuti dana itu.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah Neksus menerbitkan sertifikat ISO untuk organisasi kami?

Tidak. Sertifikat ISO untuk organisasi diterbitkan lembaga sertifikasi sesudah audit sertifikasi. Neksus menyiapkan orang-orang di organisasi Anda lewat pelatihan awareness dan internal auditor, sebelum dan di sekitar audit itu.

Organisasi kami belum berniat sertifikasi. Apakah pelatihan ini tetap berguna?

Berguna. Banyak organisasi memakai standar ISO sebagai kerangka untuk merapikan cara kerja, tanpa mengejar sertifikat. Pelatihan awareness membantu tim memahami kerangka itu, dan pelatihan internal auditor membuat organisasi mampu memeriksa prosesnya sendiri secara teratur. Kalau suatu hari pelanggan atau induk usaha meminta sertifikat, sebagian besar fondasinya sudah berjalan.

Kapan sebaiknya pelatihan diadakan, dibanding jadwal audit?

Pelatihan awareness paling berguna di awal, sebelum sistem mulai dijalankan. Pelatihan internal auditor sebaiknya selesai cukup jauh sebelum audit sertifikasi, supaya tim sempat menjalankan audit internal dan pimpinan sempat melakukan tinjauan manajemen.

Organisasi kami sudah tersertifikasi. Apakah pelatihan masih perlu?

Sering perlu, terutama saat auditor internal berganti, ada temuan berulang di audit pengawasan, staf baru masuk, atau standarnya terbit dalam versi baru.

Bisakah pelatihan disesuaikan dengan bidang usaha kami?

Bisa. Contoh kasus dan latihan audit disusun dari proses kerja organisasi Anda, sehingga pabrik, rumah sakit, dan instansi menerima latihan yang berbeda walau standarnya sama.

Berapa orang internal auditor yang dibutuhkan?

Bergantung pada ruang lingkup dan jumlah proses. Prinsip yang dipegang: auditor tidak memeriksa pekerjaannya sendiri. Karena itu tim internal auditor biasanya diambil dari beberapa bagian, supaya setiap proses bisa diperiksa oleh orang dari bagian lain.

Bisakah seluruh pelatihan diadakan secara daring?

Awareness bisa berjalan baik secara daring, terutama untuk banyak cabang. Pelatihan internal auditor juga bisa daring, dengan simulasi memakai dokumen dan rekaman proses. Kalau memungkinkan, satu sesi simulasi tatap muka di lokasi kerja membuat latihan mengamati dan bertanya jauh lebih hidup.

Standar kami baru terbit dalam versi baru. Apa yang perlu dilakukan?

Pelajari perubahannya lebih dulu, lalu sesuaikan sistem sebelum masa transisi yang ditetapkan berakhir. Pelatihan pembaruan biasanya lebih singkat, karena berfokus pada bagian yang berubah dan dampaknya pada prosedur organisasi.

Bagaimana dengan pelatihan K3 bersertifikat Kemnaker?

Pelatihan K3 bersertifikat diselenggarakan lembaga yang berizin sebagai PJK3, dan sertifikatnya diterbitkan menurut skema Kemnaker. Ceritakan kebutuhan itu kepada tim kami, dan kami menghubungkannya dengan penyelenggara yang berizin.

Berapa biaya pelatihannya?

Biayanya ditentukan oleh jumlah orang yang dilatih, berapa standar yang dikejar, dan berapa gelombang awareness yang diperlukan. Harga tidak kami cetak di halaman. Ceritakan dana yang tersedia, lalu kami susun urutan pelatihan yang muat di dalamnya, dengan rincian di proposal tertulis.