Langsung ke konten
Middle ยท Marketing

Pelatihan Marketing Manager yang Memadukan Strategi Merek, Disiplin Data, dan Eksekusi Lapangan

Marketing Manager modern memikul empat beban paralel: kesehatan merek (brand power), perjalanan pelanggan (CDJ), performa kanal (GA4 / GTM / Meta Business), dan ROI kampanye yang dipertahankan di hadapan direksi. Program Neksus 10โ€“12 minggu membangun kompetensi terintegrasi untuk Marketing Manager, Brand Manager, dan Growth Manager di korporat, BUMN, dan B2B enterprise.

  • 4,9/5 ยท 287 ulasan
  • 300+ klien nasional
  • 2.000+ trainer
  • 1 sampai ratusan peserta
  • Standar ยท Premium ยท Privat 1-on-1
Target peserta
Marketing Manager ยท Brand Manager ยท Growth Manager ยท Digital Marketing LeadTarget peserta
Durasi tipikal
10โ€“12 minggu (cohort)Durasi tipikal
Fokus inti
Brand ยท CDJ ยท Performance ยท ABM ยท LeadershipFokus inti
Format
Hybrid: workshop + campaign lab + peer-coachingFormat

2.000+ trainer dan expert

Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.

Lihat dokumentasi kelas

Trainer Anda terlihat dulu

Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.

4,9 dari 5

287 ulasan peserta.

300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.

Satu orang sampai ratusan

Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.

Tiga tingkat anggaran

  • Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
  • Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
  • Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Sebutkan anggaran Anda
Jawaban singkat

Pelatihan Marketing Manager Neksus membangun lima fondasi: strategi merek berbasis Kotler 4P/7P, kerangka McKinsey Customer Decision Journey untuk merancang full-funnel campaign, disiplin data (GA4, GTM, Meta Business Suite, brand power tracking), Account-Based Marketing untuk konteks B2B enterprise, dan kepemimpinan tim marketing. Program 10โ€“12 minggu dengan workshop, campaign lab di brand klien, dan peer-coaching mingguan.

Konteks Peran

Mengapa Marketing Manager modern memikul beban yang berbeda dari era one-way broadcast

Peran Marketing Manager di korporat Indonesia bergeser dari pembuat kampanye menjadi arsitek pengalaman pelanggan ujung-ke-ujung. McKinsey Customer Decision Journey memetakan ulang funnel klasik AIDA menjadi loop dinamis: trigger โ†’ initial consideration โ†’ active evaluation โ†’ moment of purchase โ†’ post-purchase experience โ†’ loyalty loop. Bersamaan, kanal meledak: GA4 menggantikan Universal Analytics, GTM jadi standar tagging, Meta Business Suite mengelola iklan multi-platform, dan untuk B2B enterprise, Account-Based Marketing (ITSMA benchmark) menjadi disiplin baru. Marketing Manager modern bertanggung jawab atas kesehatan merek (brand power Millward Brown / Kantar), perjalanan pelanggan, performa kanal, dan ROI yang dapat dipertahankan ke CFO. Program Neksus mengintegrasikan empat domain ini dengan campaign lab di brand klien (de-identified) dan praktik di KPI tim yang sebenarnya.

  • Kotler 4P (Product, Price, Place, Promotion) + 7P (People, Process, Physical evidence) tetap kerangka strategis dasar; sebagian besar Marketing Manager hanya operasional di P4
  • McKinsey Customer Decision Journey membuktikan funnel klasik AIDA sudah tidak akurat untuk perilaku pelanggan digital
  • GA4 (sunsetted Universal Analytics Juli 2023) memerlukan re-skilling event-based measurement bagi tim marketing
  • Forrester CX Index dan brand power Millward Brown adalah dua kerangka utama mengukur kesehatan merek yang dapat dipertahankan ke direksi
  • ITSMA Account-Based Marketing benchmark memberi ROI 3โ€“5x lebih tinggi dari demand-gen klasik untuk B2B enterprise
Promosi performance specialist tanpa transisi peran = brand decay + churn tim

Performance marketing specialist terbaik sering dipromosikan jadi Marketing Manager tanpa kerangka brand strategy. Akibatnya: budget bergeser 100% ke performance, brand power turun pelan-pelan, dan tim creative pergi karena tidak ada arah strategis. Riset WARC 2024 menunjukkan korporat yang shift > 70% budget ke performance mengalami penurunan brand power 8โ€“15 poin dalam 24 bulan.

Kerangka acuan program

Modul Neksus mengintegrasikan Kotler 4P/7P, McKinsey Customer Decision Journey, Forrester CX Index, brand health Millward Brown / Kantar BrandZ, HubSpot inbound methodology, GA4 + GTM event architecture, Meta Business Suite, ITSMA Account-Based Marketing benchmark (untuk B2B). Latihan kepemimpinan mengikuti Marketing Leadership Playbook (HBR) dan Storytelling with Data.

Marketing leadership adalah disiplin terukur

Brand power, CAC, LTV, dan share of search adalah angka yang bisa di-track triwulanan. Marketing Manager yang memimpin tanpa baseline angka memimpin dengan asumsi. Program Neksus dimulai dari baseline empat KPI marketing: brand power, CAC, LTV:CAC ratio, dan share of search.

CMO Indonesia sudah siap percakapan strategis

CMO modern di Indonesia sudah familier dengan kerangka McKinsey CDJ, Forrester CX, dan ITSMA ABM. Marketing Manager yang fasih bicara brand power, CDJ stage, attribution model, dan ABM tier berbicara di gelombang yang sama dengan CMO mereka.

Kemampuan Awal

Profil TNA yang paling sering kami temukan pada Marketing Manager

Pola berikut konsisten muncul dari diagnostik awal di klien Neksus, lintas korporat, BUMN, FMCG, perbankan, dan B2B enterprise.

Gap
Strategi merek hanya operasional di Promotion

Gejala: Marketing Manager fokus pada eksekusi kampanye (creative, media buying); diskusi Product, Price, Place absent dari kalender tim.

Dampak bisnis: Brand power turun karena tidak ada strategic intervention; kompetitor merebut category leadership.

Gap
Belum menerapkan CDJ untuk full-funnel campaign

Gejala: Campaign masih dirancang per kanal (TV, OOH, social, search) tanpa orchestration berdasarkan stage CDJ pelanggan.

Dampak bisnis: Budget tersebar; setiap kanal optimal sendiri-sendiri; cross-channel attribution mustahil.

Gap
GA4 + GTM belum dipasang dengan event architecture yang benar

Gejala: GA4 dipasang dengan default events; conversion tracking tidak konsisten antar kanal; GTM tag tidak ter-version.

Dampak bisnis: Data tidak dapat dipercaya; attribution model rusak; ROI campaign tidak dapat dipertahankan ke CFO.

Gap
Brand power tidak diukur secara terstruktur

Gejala: Brand health survey absent atau ad-hoc; share of search tidak di-track; brand consideration tidak ada baseline.

Dampak bisnis: Marketing tidak dapat membuktikan kontribusi long-term value; budget marketing rentan dipotong saat downturn.

Gap
Performance vs brand budget split tidak terkelola

Gejala: Budget mingguan/bulanan didorong oleh urgensi sales; brand budget tergerus pelan-pelan; 60:40 short-long rule (Binet & Field) tidak dikenal.

Dampak bisnis: Sales jangka pendek terjaga, brand jangka panjang erosi; spiral downward dalam 18โ€“24 bulan.

Gap
1-on-1 berubah jadi creative review

Gejala: Marketing Manager yang baru dipromosikan masih dominan di creative direction; junior tidak diberi ruang tumbuh.

Dampak bisnis: Talent creative pergi; tim bergantung pada satu titik kegagalan; suksesi macet.

Masalah Sehari-hari

Pain point yang dirasakan Marketing Manager di lapangan

CEO menanyakan "berapa ROI marketing tahun ini?", Marketing Manager kesulitan menjawab

Akar: Attribution model tidak ada; performance dilaporkan per kanal; brand contribution tidak diukur.

Yang kami lakukan: Modul 'Marketing ROI Storytelling for the Boardroom', Marketing Mix Modeling (MMM) ringan, multi-touch attribution untuk digital, dan brand contribution proxy via share of search + brand power lift.

Tim creative dan tim performance saling menyalahkan

Akar: Kedua tim diukur dengan KPI berbeda yang konflik (impression vs CPA); tidak ada full-funnel framework.

Yang kami lakukan: Modul 'Full-Funnel Campaign Architecture', CDJ stage mapping, brand-to-demand handoff, KPI berbeda per stage tapi terhubung satu funnel.

CFO memotong brand budget saat target sales tidak tercapai

Akar: Brand contribution tidak ter-quantify; Marketing Manager tidak dapat mempertahankan brand investment dengan data.

Yang kami lakukan: Modul 'Defending Brand Investment with Data', kerangka Binet & Field 60:40, share of search sebagai leading indicator, brand power lift study.

B2B enterprise sales menuntut leads kualitas, marketing hanya bisa kuantitas

Akar: Tim marketing menjalankan demand-gen klasik untuk B2B; ABM tier strategy absent.

Yang kami lakukan: Modul 'Account-Based Marketing for B2B Enterprise', ITSMA framework, tier 1/2/3 account selection, personalization at scale, sales-marketing service-level agreement.

GA4 migration kacau, dashboard rusak, leadership tidak percaya angka

Akar: GA4 dipasang tanpa event taxonomy design; GTM workspace tidak ter-govern; data layer tidak konsisten.

Yang kami lakukan: Modul 'GA4 + GTM Event Architecture', event taxonomy design, data layer governance, GTM workspace + version control, GA4 โ†’ Looker Studio dashboard untuk leadership.

Brand identity inconsisten antar-divisi (B2C, B2B, corporate brand)

Akar: Tidak ada brand book yang hidup; setiap divisi punya agency sendiri tanpa governance.

Yang kami lakukan: Modul 'Living Brand Governance', brand book modular, brand council triwulanan, agency review checklist, brand asset management system.

Tangga Kemampuan

Tangga kapabilitas Marketing Manager, 12 bulan pertama

Setiap tahap menyebutkan kompetensi inti dan sinyal KPI yang menandakan tahap berikutnya siap dijajaki.

1
Bulan 1โ€“3: Identitas peran + baseline KPI marketing
12 minggu
  • Menginternalisasi shift dari executor kampanye ke arsitek pengalaman pelanggan
  • Memetakan stakeholder map: Sales, Product, CX, Customer Service, CFO, agency
  • Membangun 1-on-1 mingguan dengan setiap anggota tim marketing
  • Menginstrumentasi baseline empat KPI: brand power, CAC, LTV:CAC ratio, share of search
100% anggota tim punya 1-on-1 mingguan; dashboard baseline berjalan minimal 30 hari
2
Bulan 4โ€“6: Strategi merek + CDJ + GA4/GTM
12 minggu
  • Menyusun brand strategy berbasis 4P/7P dengan competitive positioning
  • Memetakan customer decision journey untuk 2โ€“3 segmen utama
  • Mendesain GA4 event taxonomy + GTM data layer untuk full-funnel measurement
  • Mengkalibrasi performance vs brand budget split dengan Binet & Field 60:40
GA4 + GTM dashboard real-time berjalan; CDJ map per segmen disetujui; brand-performance split ter-monitor mingguan
3
Bulan 7โ€“9: Full-funnel orchestration + ABM
12 minggu
  • Memimpin campaign full-funnel dengan KPI per CDJ stage
  • Menerapkan ABM untuk tier 1/2/3 account (jika konteks B2B)
  • Membangun sales-marketing SLA dengan handoff yang jelas
  • Mengelola agency dengan brand governance + performance scorecard
Minimal 1 campaign full-funnel berjalan; ABM pipeline contribution terukur; agency scorecard kuartalan terbit
4
Bulan 10โ€“12: Marketing org as a system
12 minggu
  • Mendesain marketing career ladder dual-track (creative + performance)
  • Membangun marketing operating cadence: weekly sync, monthly performance review, quarterly brand review, annual planning
  • Mempresentasikan dampak marketing ke direksi dengan storytelling angka
  • Menyiapkan suksesor (manager-once-removed thinking)
Tim marketing dapat beroperasi 2โ€“3 hari tanpa manager hadir; satu Senior Specialist siap promosi ke Marketing Manager
KPI yang Diukur

KPI yang seharusnya berubah saat program ini berjalan

Pilih 3โ€“5 KPI dari daftar berikut sebelum program mulai, agar dampak terukur dengan angka konsisten.

Brand power (Kantar BrandZ / Millward Brown framework)
Naik 5โ€“10 poin dalam 12 bulan

Indikator kesehatan merek paling dipertahankan ke direksi dan investor.

Share of search
Naik 10โ€“25% relatif terhadap kompetitor utama dalam 6 bulan

Leading indicator brand power; lebih murah diukur dan ter-update mingguan.

CAC (customer acquisition cost) blended
Turun 15โ€“25% dalam 6 bulan (sambil menjaga brand power)

Indikator efisiensi akuisisi; harus dibaca bersama LTV agar bermakna.

LTV:CAC ratio
โ‰ฅ 3:1 untuk B2C; โ‰ฅ 4:1 untuk B2B enterprise

Indikator sustainability ekonomi unit; di bawah 3:1 = warning sign.

Pipeline contribution dari marketing (B2B)
โ‰ฅ 30% dari total pipeline (ABM tier 1 โ‰ฅ 50%)

Bukti marketing berkontribusi langsung ke revenue, dengan brand sebagai pendukung jangka panjang.

Retensi senior marketing specialist 12 bulan
โ‰ฅ 85% (baseline industri marketing ~75โ€“80%)

Marketing Manager langsung adalah faktor #1 retensi talent creative dan performance.

Forecast accuracy marketing spend ke ROI
โ‰ฅ 85% akurasi (deviasi 12-bulan rolling)

Memberi CFO kepastian budget marketing dapat dipertahankan dalam siklus anggaran.

Alat Bantu Keputusan

Workshop 2 hari vs Cohort 10โ€“12 minggu vs Embedded coaching

Tiga bentuk intervensi dengan profil ROI berbeda. Cohort 10โ€“12 minggu adalah rekomendasi default Neksus untuk Marketing Manager.

KriteriaWorkshop 2 hariCohort 10โ€“12 minggu
โ˜…
Embedded coaching
Tingkat anggaranStandarStandar atau PremiumPremium, atau Privat 1-on-1 untuk CMO
Campaign lab di brand klien (de-identified)Tidak adaYa, 30-hari working caseYa, 90-hari deep engagement
Skalabilitas ke 15+ Marketing ManagerTinggi, bisa serentakTinggi dengan format cohortRendah, terbatas kapasitas coach senior
Praktik di campaign + dashboard nyataTidak adaYa, assignment + dashboard build liveYa, di setiap campaign besar selama engagement
Kapan paling cocokAwareness CDJ / GA4 untuk direksiDefault untuk Marketing Manager + Brand ManagerCMO / Head of Marketing transisi ke peran C-level
Alur Kerja Sama

Alur kerja sama 10โ€“12 minggu, dari kickoff hingga sustaining

  1. 1

    Diagnostik awal & assessment marketing

    Minggu 0

    Pre-assessment online (brand strategy maturity, CDJ readiness, GA4/GTM technical assessment, ABM readiness untuk B2B) + interview 1:1 dengan setiap peserta + walkthrough brand book + GA4 setup klien terkini. Output: baseline empat KPI marketing + heatmap kapabilitas tim.

  2. 2

    Kickoff workshop 3 hari onsite

    Minggu 1โ€“2

    Hari 1: identitas peran Marketing Manager + Kotler 4P/7P + brand power foundations. Hari 2: McKinsey CDJ workshop + full-funnel campaign architecture. Hari 3: GA4 + GTM event architecture + Marketing ROI storytelling. Tugas: setiap peserta menyusun rencana 90-hari.

  3. 3

    Campaign lab di brand klien (de-identified)

    Minggu 2โ€“4

    Tim Neksus + Marketing Manager klien bekerja pada satu campaign full-funnel (de-identified) untuk: design CDJ stage map, define KPI per stage, setup GA4 event taxonomy, dan build dashboard MVP. Output: campaign blueprint siap eksekusi.

  4. 4

    Live workshop tematik (bi-weekly, 3 jam)

    Minggu 3โ€“10

    Topik bergulir: Defending Brand Investment with Data, Account-Based Marketing for B2B Enterprise, Living Brand Governance, Performance vs Brand Budget Calibration, Sales-Marketing SLA Design. Setiap sesi dengan assignment praktik 2 minggu.

  5. 5

    Peer-coaching pods (4 manager per pod)

    Minggu 3โ€“11

    Pertemuan mingguan 60 menit antar-peserta dengan kerangka peer-coaching (problem framing, GROW peer-question, accountability check). Difasilitasi remote oleh coach Neksus untuk 3 sesi pertama, kemudian self-running.

  6. 6

    Mid-program check-in dengan CMO / Direktur Marketing

    Minggu 6

    Peserta + CMO + coach Neksus dalam sesi 60 menit. Review rencana 90-hari, baseline KPI marketing, dan kalibrasi ekspektasi brand vs performance balance.

  7. 7

    Capstone presentation, marketing org transformation

    Minggu 11

    Setiap peserta mempresentasikan: baseline empat KPI marketing โ†’ 90-day target, satu campaign full-funnel yang sudah jalan, satu CDJ map per segmen, satu dashboard GA4 untuk leadership, dan rencana career ladder untuk timnya.

  8. 8

    Sustaining: quarterly clinic + brand review

    Minggu 12 โ†’ 12 bulan

    Klinik triwulanan 90 menit dengan coach Neksus untuk membahas kasus terkini (brand power tracking, campaign performance, GA4 governance). Akses ke alumni network Marketing Manager Indonesia.

Siapa yang Memutuskan

Pemangku keputusan dalam program marketing leadership

Lima rangkaian stakeholder yang harus selaras sebelum program berhasil.

CMO / Direktur Marketing
Sponsor + Mid-program check-in

Justifikasi ROI program marketing, koneksi ke roadmap brand korporat, dan kepastian percakapan dengan CFO tentang budget.

Head of Brand / Head of Growth
Co-design

Konsistensi praktik marketing antar-tim, standar dual-track career ladder (creative + performance), dan kesiapan suksesi Senior Specialist โ†’ Marketing Manager.

Head of Sales / Sales Director (B2B)
Co-coach modul ABM

Kualitas pipeline contribution dari marketing, sales-marketing SLA, dan ABM coordination untuk tier 1 account.

L&D / Training Manager
Owner program

Operasional logistik, evaluasi Kirkpatrick, integrasi LMS, dan reporting ke CHRO.

CFO / Finance Director
Beneficiary + reviewer KPI

Marketing ROI yang dapat dipertahankan, brand vs performance budget split, dan attribution model yang dapat di-audit.

Procurement
Process owner

Vendor scoring, kontrak, e-procurement (BUMN/pemerintah dengan SPSE LKPP) untuk pengadaan multi-cohort.

Catatan Desain Program

Catatan desain, mengapa kami merancang seperti ini

  • Format hybrid (live + campaign lab + async)
    50% live cohort, 30% campaign lab di brand klien, 20% async assignment
    Marketing leadership perlu praktik di campaign nyata. Workshop teori tanpa campaign lab menghasilkan awareness yang menguap dalam 30 hari.
  • Ukuran cohort
    8โ€“14 Marketing Manager / Brand Manager per cohort
    Cukup kecil untuk campaign lab mendalam, cukup besar untuk diversitas pengalaman lintas-segmen (B2C, B2B, corporate, sektor).
  • Durasi total
    10โ€“12 minggu (modul brand + CDJ + GA4 + ABM perlu praktik berulang)
    Riset Kirkpatrick L3 menunjukkan dampak nyata muncul setelah minimum 8 minggu praktik dengan feedback; marketing memerlukan latensi tambahan untuk satu siklus campaign full-funnel berjalan.
  • Fasilitator
    Fasilitator dengan minimum 12 tahun pengalaman marketing leadership lapangan + sertifikasi salah satu: Google Analytics, Meta Blueprint, HubSpot, atau CIM Diploma
    Pengalaman lapangan memberi kredibilitas; sertifikasi platform memberi disiplin metode terstandar.
  • Bahasa pengantar
    Bilingual ID/EN, jargon digital marketing tetap bahasa Inggris (CDJ, GA4, ABM, attribution); diskusi strategi merek dan creative brief dalam Bahasa Indonesia
    Marketer Indonesia berbahasa campuran sehari-hari; memaksa semua jargon ke Indonesia menambah friction. Diskusi strategi merek lebih dalam dalam bahasa ibu.
  • Pengukuran efektivitas
    Kirkpatrick L1 (kepuasan) + L2 (kompetensi) + L3 (perilaku, 3-bulan pasca) + L4 (brand power + CAC + pipeline contribution, 6-bulan pasca)
    L4 untuk marketing leadership terukur jelas via brand power, CAC/LTV, dan pipeline contribution; program marketing leadership memiliki sumber bukti dampak yang transparan.
Informasi Pengadaan

Informasi procurement

  • Format kontrak
    Inhouse cohort tetap (10โ€“12 minggu), program berkelanjutan multi-cohort (3โ€“4 cohort per tahun), atau pendampingan jangka panjang (12 bulan dengan refresh berkala + quarterly clinic).
  • Lokasi
    Onsite di kantor klien, regional onsite untuk BUMN dengan lokasi multi-kota, hybrid (kickoff onsite + sesi bi-weekly online), atau full online.
  • Bahasa pengantar
    Bilingual ID/EN (default); full English untuk korporat multinasional; full Bahasa Indonesia untuk konteks BUMN/pemerintah tertentu.
  • Materi & sertifikat peserta
    Modul, workbook, template CDJ map + GA4 event taxonomy + ABM tier framework + sales-marketing SLA + RACI, akses 12 bulan ke alumni resource hub Marketing Manager Indonesia, sertifikat partisipasi Neksus. Sertifikasi lanjutan (Google Analytics, Meta Blueprint, HubSpot) tersedia jalur terpisah.
  • Dokumentasi pajak & e-procurement
    Faktur pajak PPN, kwitansi, BAST. Dukungan e-procurement BUMN/pemerintah (SPSE LKPP) tersedia. Vendor scoring document lengkap untuk evaluasi internal.
  • Termin pembayaran
    Uang muka saat kontrak, termin pasca-kickoff + campaign lab, pelunasan pasca-capstone. Besaran tiap termin disepakati di kontrak mengikuti ketentuan pengadaan klien.
  • Pendampingan opsional
    Coaching 1-on-1 personal untuk Head of Marketing / CMO (paket terpisah berbasis jam) + executive briefing 90 menit untuk CMO / Direksi / Komite Brand mengenai roadmap marketing capability.
  • NDA & confidentiality
    NDA standar atau klien-spesifik; tim Neksus terbiasa bekerja dengan brand strategy konfidensial (FMCG, perbankan, telekomunikasi, B2B enterprise).

Pertanyaan Umum

Ya, sebagian besar peserta cohort kami adalah Marketing Manager dengan masa jabatan 3โ€“18 bulan. Program disesuaikan agar materi kepemimpinan dasar (1-on-1, GROW, delegasi) tercakup, sambil tetap memberi rigour brand strategy, CDJ, GA4/GTM, dan ABM yang dibutuhkan peran middle-management.

Sertifikasi platform fokus pada "penguasaan tool spesifik". Program ini fokus pada "bagaimana memimpin tim marketing yang menggunakan tool itu di konteks strategi merek + bisnis", brand strategy, CDJ orchestration, ROI storytelling, sales-marketing alignment. Keduanya saling melengkapi; banyak peserta kami sudah punya sertifikasi platform.

Untuk satu peserta, kami merekomendasikan embedded coaching berbasis jam (paket terpisah). Manfaat utama cohort, peer-coaching dengan Marketing Manager dari sektor berbeda, campaign lab antar-peserta, dan workshop tematik bersama, memerlukan minimum 6 peserta. Sweet spot 8โ€“14 manager per cohort.

Ya. Modul ABM diperdalam untuk konteks B2B enterprise; modul brand power + CDJ diperdalam untuk konteks B2C consumer. Cohort campuran B2B + B2C juga berjalan baik karena cross-pollination memperkaya diskusi (B2C learn ABM precision; B2B learn brand power discipline).

Sertifikat partisipasi Neksus diberikan ke semua peserta yang menyelesaikan capstone. Untuk kredensial internasional (Google Analytics, Meta Blueprint, HubSpot Inbound, CIM Diploma), ujian dan sertifikatnya diurus peserta langsung dengan lembaga penerbitnya; program ini membekali kompetensi yang diujikan di sana.

Bagi 12 Marketing Manager, campaign lab menjadi penentu utama, sebab lab yang memakai brand dan data kampanye perusahaan sendiri membutuhkan persiapan desain paling panjang. Lama cohort, kelas di kantor atau daring, serta modul ABM enterprise atau GA4 lanjutan ikut memengaruhi. Peta customer decision journey dan taksonomi pengukuran yang seragam diajarkan di tingkat Standar. Pembedahan kampanye berjalan beserta atribusinya dilakukan di tingkat Premium, dan CMO yang sedang menata ulang anggaran media dapat memakai Privat 1-on-1. Ceritakan pagu pengembangan tim marketing pada scoping call 60 menit.

Kerangka Kirkpatrick 4 level dengan KPI marketing-spesifik: L1 kepuasan, L2 kompetensi (brand strategy + CDJ + GA4 + ABM assessment pre/post), L3 perilaku (peer & subordinate feedback 3 bulan pasca), L4 dampak metrik (brand power, CAC, LTV:CAC, pipeline contribution, share of search, diukur 6 bulan pasca dari baseline yang diinstrumentasi di Minggu 2โ€“4). Detail di scoping.

CMO tidak ikut sesi cohort, tetapi terlibat di mid-program check-in 60 menit (Minggu 6) dan capstone presentation (Minggu 11). Dengan keterlibatan ini, dampak program biasanya naik signifikan karena rencana 90-hari peserta langsung mendapat dukungan dari level direksi marketing.

Konsekuensi finansial sesuai kontrak (umumnya tidak ada refund per peserta karena biaya cohort sudah ter-block + campaign lab spesifik klien). Mitigasi: pilih peserta dengan kontrak masa kerja minimum 18 bulan pasca-program; sertakan klausul performance plan jika kepuasan kerja terungkap rendah di pre-assessment.

Ya. Kami punya engagement bertajuk "GA4 + GTM Architecture Reset", audit event taxonomy saat ini, perancangan event architecture baru sesuai standar Google, implementasi data layer, GTM workspace governance, dan Looker Studio dashboard untuk leadership. Engagement ini sering jadi pintu masuk ke cohort marketing leadership penuh.

Diskusikan kohort Marketing Manager untuk tim pemasaran Anda

Kirim jumlah Marketing Manager, brand / segmen yang terlibat (B2C, B2B, corporate, sektor), dan target start cohort. Tim Neksus mempelajari konteks Anda dan menyiapkan rancangan program.

  • Cohort 10โ€“12 minggu dengan workshop + campaign lab + peer-coaching
  • Fasilitator dengan pengalaman marketing leadership lapangan + sertifikasi Google / Meta / HubSpot / CIM
  • Mid-program check-in dengan CMO agar rencana 90-hari peserta dapat dukungan direksi
  • Pengukuran Kirkpatrick L1โ€“L4 dengan brand power + CAC + pipeline contribution
  • Bilingual ID-EN sesuai konteks tim, materi siap presentasi ke CFO + Komite Brand

Enam isian saja untuk memulai. Tim korporat kami yang membaca dan membalasnya.

Detail tambahan (opsional)

Isi kalau sudah ada gambarannya. Semua isian di bagian ini boleh dilewati, dan tim kami akan menanyakannya saat sesi analisa kebutuhan.