Langsung ke konten
Awareness + Internal Auditor

Bangun Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis menuju ISO 22301:2019

Pelatihan untuk BCM Manager, Risk Officer, IT Operations, Compliance, dan auditor internal, memahami klausul SMKB, melakukan Business Impact Analysis, menyusun BCP & rencana pemulihan, dan menjalankan audit internal sesuai ISO 19011.

  • 4,9/5 · 287 ulasan
  • 300+ klien nasional
  • 2.000+ trainer
  • 1 sampai ratusan peserta
  • Standar · Premium · Privat 1-on-1
Klausul utama
Klausul 4–10Klausul utama
Output kunci
BIA + BCP + Recovery PlanOutput kunci
Pendamping
ISO 22313:2020 panduanPendamping
Format
Inhouse, online, hybridFormat

2.000+ trainer dan expert

Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.

Lihat dokumentasi kelas

Trainer Anda terlihat dulu

Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.

4,9 dari 5

287 ulasan peserta.

300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.

Satu orang sampai ratusan

Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.

Tiga tingkat anggaran

  • Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
  • Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
  • Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Sebutkan anggaran Anda
Jawaban singkat

Pelatihan ISO 22301 Awareness + Internal Auditor membekali tim Anda memahami persyaratan SMKB, melakukan Business Impact Analysis, menyusun rencana kelangsungan bisnis, dan menjalankan audit internal sesuai ISO 19011. Neksus melatih hingga organisasi siap audit; badan sertifikasi terakreditasi KAN yang menyertifikasi dan menerbitkan sertifikat ISO 22301:2019.

Tentang Standar

Standar internasional untuk Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis

ISO 22301:2019 adalah standar internasional untuk Business Continuity Management System (BCMS / SMKB). Struktur klausul mengikuti Annex SL High Level Structure (klausul 4–10), selaras dengan ISO 9001, 14001, 27001, dan 37001. Inti ISO 22301 adalah Business Impact Analysis (BIA), analisis dampak gangguan terhadap proses bisnis kritis, penetapan Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Objective (RPO), strategi kelangsungan & pemulihan, prosedur penanggulangan insiden, serta exercise & test untuk memvalidasi rencana. ISO 22301 jadi semakin relevan setelah pengalaman pandemi, gangguan supply chain, dan insiden siber masif. Banyak regulator finansial (mis. OJK) mengaitkan kebutuhan BCMS dengan POJK manajemen risiko TI.

  • BIA adalah pondasi, tanpa BIA yang valid, RTO/RPO jadi tebakan
  • Klausul 8.5, exercise & test wajib dijalankan dan dievaluasi minimal sekali setahun
  • Klausul 8.2, analisis dampak harus mencakup people, process, technology, suppliers, dan locations
  • Selaras dengan POJK manajemen risiko TI dan ISO 27031 (IT readiness for business continuity)
Neksus melatih, badan sertifikasi yang menyertifikasi

Sertifikat ISO 22301 hanya dapat diterbitkan badan sertifikasi terakreditasi (KAN di Indonesia, diakui internasional via IAF MLA). Neksus menyiapkan SMKB organisasi Anda hingga lulus Stage 1 dan Stage 2, tanpa janji ‘sertifikasi pasti’.

BCMS ≠ Disaster Recovery Plan saja

Disaster Recovery Plan (DRP) fokus pada pemulihan TI. Business Continuity Plan (BCP) lebih luas: people, proses, tempat kerja alternatif, komunikasi krisis, supplier, dan stakeholder management. ISO 22301 menuntut BCMS holistik yang mencakup keduanya.

Exercise & test adalah pembuktian yang diperiksa auditor

Auditor ISO 22301 sangat memperhatikan kualitas exercise: skenario realistis, partisipasi lintas-fungsi, evaluasi pasca-exercise dengan tindakan perbaikan. Walkthrough tabletop tidak cukup untuk skenario kritis, perlu simulasi penuh atau live failover test.

BIA dan risk assessment menjawab dua pertanyaan berbeda

Klausul 8.2.2 (BIA) bertanya: seberapa cepat dampak gangguan pada sebuah aktivitas menjadi tak dapat diterima? Klausul 8.2.3 (risk assessment) bertanya: apa yang paling mungkin memicu gangguan itu, dan di mana titik lemahnya? Urutannya penting. BIA menentukan aktivitas prioritas beserta sumber daya yang dibutuhkannya, lalu risk assessment menilai risiko gangguan terhadap sumber daya tersebut. Organisasi yang menggabungkan keduanya dalam satu matriks likelihood × impact biasanya kehilangan dimensi waktu, padahal dari dimensi waktu itulah MTPD dan RTO lahir. Panduan metode BIA yang rinci tersedia di ISO/TS 22317:2021.

Regulasi Indonesia menetapkan batas bawah, ISO 22301 menyusun sistemnya

POJK 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum mewajibkan bank memiliki rencana pemulihan bencana serta menguji coba dan mengkaji ulangnya paling sedikit satu kali dalam setahun. Lembaga jasa keuangan nonbank diatur POJK 4/POJK.05/2021 beserta SEOJK 22/SEOJK.05/2021. Penyelenggara jasa pembayaran yang berizin menurut PBI 22/23/PBI/2020 wajib memenuhi aspek tata kelola dan manajemen risiko. Sebagian besar ketentuan ini berbicara tentang teknologi informasi. ISO 22301 memperluas cakupannya ke orang, lokasi, pemasok, dan komunikasi, sehingga satu program exercise yang dirancang baik dapat menjadi bukti bagi pengawas sekaligus bukti audit SMKB.

Yang berubah di edisi 2019 dan amandemen iklim 2024

ISO 22301:2019 menggantikan edisi 2012 dengan persyaratan yang lebih ringkas dan klausul operasi yang ditata ulang: 8.2 analisis dampak dan penilaian risiko, 8.3 strategi dan solusi kelangsungan bisnis, 8.4 rencana dan prosedur, 8.5 program exercise, serta 8.6 evaluasi dokumentasi dan kapabilitas kelangsungan bisnis. Amandemen ISO 22301:2019/Amd 1:2024 yang terbit Februari 2024 menambahkan dua catatan: klausul 4.1 meminta organisasi menentukan apakah perubahan iklim merupakan isu yang relevan, dan klausul 4.2 mencatat bahwa pihak berkepentingan dapat memiliki persyaratan terkait iklim. Bagi organisasi di wilayah rawan banjir dan cuaca ekstrem, jawaban atas klausul 4.1 biasanya langsung menjadi skenario dalam risk assessment.

Ruang Lingkup

Ruang lingkup SMKB yang biasa disertifikasi

Penentuan ruang lingkup BCMS menentukan kompleksitas BIA dan ekspektasi exercise.

Perbankan & jasa keuangan

Lingkup: core banking, payment processing, kantor cabang, customer service. Sering didorong POJK manajemen risiko TI dan Bank Indonesia.

Fintech & SaaS B2B

Lingkup: platform digital, customer support, vendor management. Sering jadi syarat enterprise customer dan vendor list audit.

Data center & cloud provider

Lingkup: infrastruktur dan layanan. RTO/RPO sangat ketat untuk tier 3-4 data center.

BUMN sektor utilitas (listrik, air, gas)

Lingkup: layanan publik kritis. Dampak gangguan luas, BIA sering mencakup dampak sosial-ekonomi di samping dampak finansial.

Healthcare & rumah sakit

Lingkup: layanan klinis kritis (UGD, ICU, OK), rekam medis elektronik, supply medical. Toleransi gangguan rendah.

Manufaktur dengan supply chain global

Lingkup: produksi dan supply chain. Risiko geopolitik dan supplier concentration jadi fokus BIA.

Penyelenggara jasa dan infrastruktur sistem pembayaran

Lingkup: switching, kliring, pemrosesan transaksi, layanan uang elektronik. Ketergantungan antarpenyelenggara tinggi, sehingga BIA perlu memetakan dampak gangguan terhadap mitra interkoneksi, merchant, dan pengguna akhir.

Instansi pemerintah dan pemerintah daerah

Lingkup: layanan publik berbasis SPBE, perizinan, dan administrasi kependudukan. Profil bahaya per wilayah dari InaRISK BNPB menjadi masukan utama risk assessment, dan UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana memberi konteks peran instansi saat bencana terjadi.

Kesiapan Organisasi

Kesiapan organisasi sebelum mengundang badan sertifikasi

  • Kebijakan kelangsungan bisnis disahkan top management
    Komitmen menjaga kelangsungan produk/layanan kunci, sumber daya yang dialokasikan, kewajiban kepatuhan.
  • Konteks BCMS & ruang lingkup tertulis
    Klausul 4, analisis isu, pihak berkepentingan (regulator, klien, supplier), produk/layanan dalam lingkup, batas geografis.
  • Business Impact Analysis (BIA) selesai (klausul 8.2.2)
    Identifikasi proses bisnis, prioritisasi berdasar dampak (finansial, regulator, reputasi, operasional), penetapan MTPD (Maximum Tolerable Period of Disruption), RTO, RPO, dan sumber daya minimum.
  • Risk Assessment untuk gangguan (klausul 8.2.3)
    Identifikasi ancaman (siber, alam, supplier, pandemi, kehilangan personil kunci) dan kerentanan; prioritisasi berdasar likelihood × impact.
  • Strategi kelangsungan & pemulihan (klausul 8.3)
    Pilihan strategi per skenario: tempat kerja alternatif, alternatif TI (failover, backup site), alternatif supplier, alternatif personil.
  • Business Continuity Plan (BCP) & rencana respons insiden (klausul 8.4)
    Prosedur deteksi & eskalasi insiden, command structure, prosedur komunikasi internal/eksternal, prosedur pemulihan per fungsi/proses.
  • Exercise & test (klausul 8.5)
    Program exercise tahunan: tabletop, walkthrough, simulasi penuh, atau live failover. Minimal satu exercise untuk skenario kritis sudah dijalankan dan dievaluasi.
  • Satu siklus audit internal + tinjauan manajemen
    Audit internal sesuai ISO 19011, evaluasi hasil exercise, dan tinjauan manajemen (klausul 9.3) dengan input/output sesuai standar.
  • Kompetensi dan kesadaran peran saat insiden (klausul 7.2 dan 7.3)
    Setiap anggota tim respons mengetahui perannya, siapa penggantinya, dan titik kumpulnya. Rekaman pelatihan dan pengarahan tersimpan sebagai bukti kompetensi.
  • Evaluasi dokumentasi dan kapabilitas (klausul 8.6)
    Kaji ulang terencana atas BIA, risk assessment, strategi, dan rencana, termasuk sesudah insiden nyata atau exercise. Kapabilitas pemasok dan mitra kritis ikut dievaluasi.
Alur Audit Sertifikasi

Tahap audit dari kontrak hingga sertifikat

Sesuai ISO/IEC 17021-1, siklus sertifikasi 3 tahun.

  1. 1

    Aplikasi & kontrak

    1–2 minggu

    Submit ruang lingkup, jumlah karyawan dalam scope, jumlah lokasi (termasuk lokasi pemulihan), sektor IAF. Badan sertifikasi menghitung mandays per IAF MD 5.

  2. 2

    Stage 1, Tinjauan dokumentasi SMKB

    1–2 hari

    Auditor memeriksa kebijakan, ruang lingkup, BIA, risk assessment, strategi kelangsungan, BCP, dokumentasi exercise & test, hasil audit internal, dan notulen tinjauan manajemen.

  3. 3

    Stage 2, Audit implementasi

    3–8 hari onsite

    Auditor turun ke proses: wawancara BCM owner, tim TI, vendor management, communications. Pemeriksaan rekaman exercise (skenario, partisipasi, hasil, tindakan perbaikan), audit BCP per proses kritis.

  4. 4

    Penutupan temuan & rekomendasi sertifikasi

    30–90 hari

    Major NC ditutup. Untuk BCMS, major NC sering terkait BIA yang superficial atau exercise hanya tabletop untuk skenario kritis tanpa simulasi nyata.

  5. 5

    Penerbitan sertifikat (siklus 3 tahun)

    ,

    Sertifikat mencantumkan ruang lingkup. Sering jadi syarat tender enterprise customer & sektor regulated (perbankan, asuransi).

  6. 6

    Surveillance audit tahun 1 & 2

    Tahunan, 2–5 hari

    Fokus pada hasil exercise terbaru, insiden riil & response, perubahan dalam BIA (mis. layanan baru), dan tindak lanjut temuan sebelumnya.

  7. 7

    Recertification audit (tahun 3)

    Sebelum sertifikat habis

    Audit menyeluruh ulang. Bila lulus, sertifikat diperpanjang 3 tahun lagi.

Internal Auditor (ISO 19011)

Apa yang dilakukan Internal Auditor ISO 22301: menguji BCP sampai ke praktiknya

Pelatihan Internal Auditor mengikuti pedoman ISO 19011:2018, dengan fokus tambahan kompetensi BCM.

Apa yang dilakukan

Internal Auditor ISO 22301 memverifikasi kualitas BIA (apakah analisis dampak realistis), validitas RTO/RPO (apakah feasible dengan strategi yang dipilih), kelengkapan BCP per proses kritis (apakah prosedur dapat dijalankan), dan kualitas exercise (apakah skenario menantang, apakah evaluasi & tindakan perbaikan dijalankan). Auditor yang baik memeriksa rekaman exercise: berapa banyak peserta, apakah skenario realistis, temuan apa yang muncul, dan apakah temuan ditindaklanjuti. Independensi: auditor tidak mengaudit BCP fungsi yang ia kelola.

Kompetensi yang dibangun
  • Pemahaman klausul 4–10 ISO 22301 dan struktur Annex SL
  • Metode Business Impact Analysis: identifikasi proses, dampak finansial/regulator/reputasi, MTPD, RTO, RPO
  • Risk assessment untuk gangguan: skenario ancaman, kerentanan, prioritisasi
  • Audit strategi kelangsungan & pemulihan (alternatif TI, lokasi, supplier, personil)
  • Audit BCP per proses kritis: prosedur respons, command structure, komunikasi
  • Audit exercise & test: kualitas skenario, partisipasi, evaluasi, tindakan perbaikan
  • ISO 19011, independensi, objektivitas, evidence-based
  • Memakai ISO 22313:2020 sebagai panduan interpretasi dan ISO/TS 22317:2021 sebagai rujukan metode BIA saat menilai kecukupan bukti
  • Mengaudit kelangsungan pemasok kritis dengan rujukan ISO/TS 22318:2021: klausul kontrak, bukti BCP pemasok, dan exercise bersama
  • Menelusuri satu aktivitas prioritas dari BIA ke strategi, rencana, exercise, dan tindakan perbaikan dalam satu sampel audit
Kategori Temuan
  • Major NC

    Mis. BIA tidak ada atau superficial untuk proses kritis, exercise belum pernah dijalankan untuk skenario kritis, atau RTO tidak realistis dengan strategi yang dipilih.

  • Minor NC

    Mis. dokumentasi exercise tidak lengkap, satu BCP belum update setelah perubahan organisasi, atau evaluasi pasca-exercise tidak menghasilkan tindakan perbaikan.

  • OFI

    Mis. usulan peningkatan kompleksitas exercise dari tabletop ke simulasi, atau adopsi tool BCM (mis. Fusion, Riskonnect) untuk visibilitas.

  • Observation

    Mis. catatan tentang ketergantungan tunggal supplier yang berpotensi jadi single point of failure.

Hasil yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan dari tim Anda

BIA valid & dapat dipertahankan
Output kelas: BIA untuk proses kritis dengan MTPD, RTO, RPO yang dapat dipertahankan saat Stage 2.
Strategi kelangsungan & pemulihan terdokumentasi
Strategi per skenario gangguan (TI, lokasi, supplier, personil) dengan justifikasi feasibility.
BCP per proses kritis
BCP yang executable, prosedur jelas, peran ditugaskan, komunikasi terstruktur.
Program exercise tahunan
Jadwal exercise yang mencakup berbagai tingkat (tabletop → simulasi penuh) dengan minimal satu exercise simulasi penuh per tahun.
Auditor internal BCM aktif
4–8 auditor internal yang mampu mengaudit kualitas BIA, BCP, dan exercise.
Alat Bantu Keputusan

Awareness vs Internal Auditor vs Persiapan Lead Auditor (BCM)

KriteriaAwarenessInternal Auditor
★
Persiapan Lead Auditor
Durasi tipikal1 hari3 hari5 hari (IRCA-style)
Target pesertaManager fungsi kritis + BCM teamTim auditor internal & risk officerCalon Lead Auditor / konsultan BCM
Output utamaPemahaman BIA & BCP dasarChecklist audit + simulasi audit + laporan temuanSertifikat individual dari skema pelatihan terdaftar
Dilakukan olehVendor pelatihan (mis. Neksus)Vendor pelatihan (mis. Neksus)Lembaga pelatihan terdaftar (mis. BCI / DRI International / PECB)
Klausul yang didalamiKlausul 4, 5, 8.2, dan 8.4 dari sudut pemilik prosesKlausul 4–10 dengan fokus 8.2 sampai 8.6 dan 9.2Klausul 4–10 ditambah pengelolaan program audit menurut ISO 19011
Latihan praktikDiskusi skenario gangguan di unit kerja sendiriMenyusun checklist, mewawancarai pemilik proses, menulis pernyataan temuanMemimpin tim audit, rapat pembukaan dan penutupan, menyusun laporan audit
Alur Kerja Sama dengan Neksus

Alur kerja sama dengan Neksus untuk ISO 22301

  1. 1

    Kickoff & gap analysis

    Minggu 1

    Workshop 2 jam dengan BCM Manager/Risk: pemetaan proses kritis, BIA existing (jika ada), dan kesiapan dokumentasi.

  2. 2

    Awareness 1 hari

    Minggu 2

    Untuk manager fungsi kritis: kenapa BCMS penting, apa peran mereka dalam BIA & BCP, dan ekspektasi exercise.

  3. 3

    Workshop Internal Auditor 3 hari

    Minggu 3–4

    Klausul 4–10, metode BIA, audit strategi kelangsungan, audit BCP, dan audit exercise & test sesuai ISO 19011.

  4. 4

    Mock audit + observasi exercise

    Minggu 5

    Fasilitator mendampingi tim auditor internal memeriksa BIA & BCP existing, lalu observasi satu exercise (idealnya simulasi penuh).

  5. 5

    Tinjauan kesiapan & rekomendasi

    Minggu 6

    Laporan: gap yang tersisa, daftar tindakan prioritas, kesiapan dokumen untuk Stage 1.

  6. 6

    Handoff ke badan sertifikasi

    Minggu 7+

    Paket dokumen Stage 1 siap. Pemilihan badan sertifikasi sepenuhnya keputusan organisasi.

Peran Sasaran

Peran sasaran

BCM Manager / Head of Business Continuity
Senior

Pemilik BCMS, kontak utama dengan badan sertifikasi.

Risk Officer / ERM Manager

Menghubungkan BCMS dengan kerangka manajemen risiko enterprise.

IT Operations & DRP Manager

Bertanggung jawab atas RTO/RPO TI dan exercise failover.

Process Owner Fungsi Kritis

Pemilik proses bisnis kritis yang mendokumentasikan BCP fungsi.

Internal Audit Team

4–8 auditor internal lintas-fungsi untuk independensi audit.

Communications & Crisis Communication Lead

Bertanggung jawab atas prosedur komunikasi internal/eksternal saat insiden.

Vendor & Supply Chain Management

Mengaudit kelangsungan supplier kritis dan mengelola alternatif.

Top Management

Mengarahkan kebijakan kelangsungan bisnis dan memimpin tinjauan manajemen.

Contoh Badan Sertifikasi Terakreditasi

Contoh badan sertifikasi terakreditasi untuk ISO 22301 di Indonesia

Daftar berikut bukan rujukan resmi Neksus. Pilihan badan sertifikasi sepenuhnya keputusan organisasi Anda.

BSI (British Standards Institution)
UKAS + KAN

Lembaga asal Inggris; pengarang awal BS 25999 yang mendahului ISO 22301.

TÜV Rheinland
DAkkS + KAN

Pengalaman audit BCMS untuk perbankan dan korporat multinasional.

SGS
UKAS / ANAB + KAN

Pengalaman audit BCMS lintas-sektor, finansial, telekomunikasi, manufaktur.

TÜV SÜD
DAkkS + KAN

Sering dipadukan dengan ISO 27001 (information security) untuk audit terintegrasi.

Bureau Veritas
COFRAC + KAN

Pengalaman audit BCMS di sektor energi dan jasa publik.

Sucofindo / TUV NORD Indonesia
KAN

Sering dipakai dalam tender BUMN/pemerintah dan ekosistem fintech OJK.

Penting — Transparansi

Badan-badan di atas adalah contoh organisasi terakreditasi (umumnya melalui KAN dan jaringan IAF MLA) yang dapat melakukan audit sertifikasi. Mereka bukan mitra resmi Neksus dan tidak menerima rujukan dari Neksus. Pemilihan badan sertifikasi sepenuhnya keputusan organisasi Anda berdasarkan ruang lingkup, sektor, dan ketentuan procurement internal.

Pola Hasil Tipikal

Pola hasil tipikal dari klien serupa

Konteks

Bank menengah dengan core banking + multi-channel digital, sertifikasi sebagai pemenuhan POJK manajemen risiko TI.

Intervensi

Awareness untuk manager fungsi + Internal Auditor 3 hari untuk 6 orang + observasi live failover test core banking ke DR site.

Hasil indikatif

Stage 1 lulus tanpa temuan kritis; Stage 2 menghasilkan 2 Minor NC (dokumentasi exercise vendor kritis) ditutup dalam 60 hari.

Konteks

SaaS B2B dengan tuntutan SOC 2 + ISO 22301 dari enterprise customer.

Intervensi

BIA lintas-tim engineering & customer support; Internal Auditor 3 hari fokus pada RTO/RPO platform & integrasi cloud failover.

Hasil indikatif

Sertifikat ISO 22301 terbit dalam 5 bulan; bersamaan dengan SOC 2 Type 2 memenuhi syarat onboarding enterprise customer Fortune 500.

Konteks

BUMN sektor utilitas dengan tuntutan kontinuitas layanan publik.

Intervensi

BIA mencakup dampak sosial-ekonomi gangguan layanan; pendampingan exercise simulasi besar dengan partisipasi cross-region.

Hasil indikatif

Sertifikat ISO 22301 terbit; peningkatan kesiapan terhadap gangguan musim hujan & bencana alam terdokumentasi.

Informasi Procurement

Informasi procurement

  • Format kontrak
    Inhouse training, program berkelanjutan, atau paket terintegrasi awareness + Internal Auditor + observasi exercise.
  • Lokasi
    Onsite di lokasi klien, regional onsite, atau live online.
  • Bahasa pengantar
    Bahasa Indonesia atau bilingual ID/EN.
  • Materi & sertifikat peserta
    Modul, handout, template BIA, template BCP, checklist audit, sertifikat partisipasi Neksus.
  • Dokumentasi pajak
    Faktur pajak PPN, kwitansi, BAST. Dukungan e-procurement BUMN/pemerintah tersedia.
  • Termin pembayaran
    Uang muka saat kontrak, pelunasan setelah pelatihan. Besaran tiap termin disepakati di kontrak mengikuti ketentuan pengadaan klien.
  • Pendampingan exercise design opsional
    Skema terpisah, berbasis manday: desain skenario exercise yang realistis dan evaluasi pasca-exercise.

Pertanyaan Umum

Tidak. Sertifikat ISO 22301 hanya dapat diterbitkan badan sertifikasi terakreditasi (KAN di Indonesia, diakui internasional via IAF MLA). Neksus melatih hingga SMKB organisasi Anda siap diaudit; Anda memilih badan sertifikasi sendiri.

DRP fokus pada pemulihan TI (data, sistem, infrastruktur). ISO 22301 BCMS lebih luas: mencakup people (penggantian personil kunci), proses (cara kerja alternatif), tempat (kerja alternatif lokasi), supplier (alternatif vendor kritis), dan komunikasi krisis. DRP jadi salah satu komponen di dalam BCMS.

Untuk organisasi mulai dari nol, 9–15 bulan adalah rentang realistis. Variabel utama: kompleksitas proses bisnis, jumlah lokasi, kematangan IT operations, dan ada/tidaknya BCMS sebelumnya. Bank/fintech dengan IT mature: 6–9 bulan. Korporat multi-line tanpa BCMS: 12–15 bulan.

Tidak diwajibkan langsung oleh hukum, tetapi banyak regulator menuntut BCMS yang substansinya ekivalen. POJK 11/2022 manajemen risiko TI mensyaratkan BCP & DRP untuk bank dan IKNB. Bank Indonesia mensyaratkan BCMS untuk operator payment system. ISO 22301 jadi cara efisien membuktikan kepatuhan ini.

Ditentukan badan sertifikasi berdasarkan mandays IAF MD 5. Variabel utama: jumlah karyawan dalam scope, jumlah lokasi (termasuk DR site), dan kompleksitas proses bisnis. Minta penawaran 2–3 badan sertifikasi untuk komparasi.

BIA per proses bisnis kritis dengan minimum: deskripsi proses, dependensi (TI, people, supplier, lokasi), dampak finansial/regulator/reputasi/operasional, MTPD, RTO, RPO, dan sumber daya minimum untuk operasi pemulihan. BIA dengan justifikasi metodologi yang konsisten (mis. dampak per jam/hari) lebih kuat saat audit.

ISO 22301 klausul 8.5 menuntut exercise & test pada interval terencana. Praktik baik: tabletop exercise per kuartal untuk skenario spesifik, simulasi penuh atau live test minimum sekali setahun untuk skenario kritis. Yang lebih penting daripada frekuensi: kualitas skenario, partisipasi cross-functional, dan tindak lanjut perbaikan pasca-exercise.

Bisa, dan ISO 22301 sendiri mendukung pendekatan proporsional. Organisasi 30 karyawan dengan satu lokasi kantor dan layanan cloud-based dapat punya BCMS lebih ringkas dibanding bank multi-cabang. Yang krusial: BIA yang realistis, BCP yang executable (bukan template kosong), dan exercise yang menguji asumsi-asumsi penting.

ISO 27001 Annex A.5.29 (information security during disruption) dan A.5.30 (ICT readiness for business continuity) sangat selaras dengan ISO 22301. Banyak organisasi mengintegrasikan SMKB dan SMKI, satu BIA digunakan untuk kedua keperluan, satu siklus audit menutup keduanya. ISO 27031 menyediakan jembatan teknis yang lebih detail untuk kesiapan TI.

Mulai dari dampak terhadap waktu. Untuk tiap aktivitas, nilai dampak finansial, regulator, reputasi, dan layanan pelanggan pada titik waktu yang sama untuk semua proses, misalnya satu jam, satu hari, dan satu minggu. Titik saat dampak menjadi tak dapat diterima adalah MTPD. RTO ditetapkan lebih pendek dari MTPD sesuai klausul 8.2.2, dengan ruang yang cukup untuk deteksi dan eskalasi. RPO diturunkan dari toleransi kehilangan data proses tersebut. Langkah yang sering terlewat: cocokkan RTO dengan kemampuan nyata strategi di klausul 8.3, misalnya waktu failover yang terbukti saat exercise.

ISO 22301:2019 memuat persyaratan yang diaudit badan sertifikasi. ISO 22313:2020 adalah panduan penerapan yang menjelaskan maksud tiap persyaratan, berguna saat tim berbeda pendapat soal interpretasi. ISO/TS 22317:2021 memandu proses BIA, dan ISO/TS 22318:2021 memandu kelangsungan rantai pasok. ISO 22300:2021 adalah kosakata, tempat istilah seperti MTPD dan MBCO (minimum business continuity objective) dibakukan. Di kelas, peserta memakai ISO 22301 untuk menentukan temuan dan dokumen panduan untuk menilai kematangan penerapannya.

Gunakan data resmi per lokasi. InaRISK dari BNPB menyediakan peta bahaya dan risiko untuk gempa bumi, banjir, tanah longsor, tsunami, letusan gunung api, dan cuaca ekstrem, sedangkan BMKG menerbitkan informasi gempa dan cuaca. Petakan setiap lokasi dalam lingkup, termasuk data center, DR site, gudang, dan kantor cabang. Temuan yang sering muncul: lokasi utama dan lokasi pemulihan berada di zona bahaya yang sama, atau akses jalan menuju DR site melewati wilayah rawan banjir. Hasil pemetaan ini sekaligus menjawab pertanyaan iklim pada klausul 4.1 sesudah amandemen 2024.

Polanya cenderung berulang. BIA disusun sekali lalu tidak dikaji ulang setelah ada layanan baru. RTO di BIA berbeda dengan kemampuan pemulihan yang tercatat di DRP tim TI. Daftar kontak darurat dan call tree sudah usang. Kontrak pemasok kritis tidak memuat klausul kelangsungan. Exercise dijalankan tanpa laporan pasca-exercise, sehingga klausul 8.5 tidak punya bukti perbaikan. Evaluasi klausul 8.6 dan indikator kinerja klausul 9.1 belum ditetapkan. Auditor internal yang terlatih menelusuri satu aktivitas dari BIA sampai exercise, dan jejak itu biasanya memperlihatkan beberapa celah sekaligus.

Ya, sebagai kerangka kerja. PBI 22/23/PBI/2020 tentang Sistem Pembayaran mewajibkan penyelenggara jasa pembayaran dan penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran memenuhi aspek tata kelola dan manajemen risiko, dan ketentuan turunannya terus diperbarui, jadi periksa versi yang berlaku di situs resmi Bank Indonesia. ISO 22301 memberi struktur untuk membuktikan kesiapan itu: BIA atas layanan transaksi, strategi pemulihan untuk interkoneksi dengan mitra, rencana komunikasi ke pengguna, dan exercise yang terdokumentasi. Penilaian kepatuhan terhadap ketentuan tersebut tetap berada di tangan Bank Indonesia.

Diskusikan kesiapan ISO 22301:2019 untuk organisasi Anda

Kirim ruang lingkup BCMS dan target jadwal sertifikasi. Tim Neksus mempelajari konteks Anda dan menyiapkan rancangan program.

  • Awareness, Internal Auditor, dan observasi exercise yang nyata
  • Fasilitator dengan latar belakang BCM Manager dan audit BCMS
  • Materi mencakup penyelarasan dengan POJK manajemen risiko TI
  • Handoff terstruktur ke badan sertifikasi pilihan Anda

Enam isian saja untuk memulai. Tim korporat kami yang membaca dan membalasnya.

Detail tambahan (opsional)

Isi kalau sudah ada gambarannya. Semua isian di bagian ini boleh dilewati, dan tim kami akan menanyakannya saat sesi analisa kebutuhan.