Bangun Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis menuju ISO 22301:2019
Pelatihan untuk BCM Manager, Risk Officer, IT Operations, Compliance, dan auditor internal, memahami klausul SMKB, melakukan Business Impact Analysis, menyusun BCP & rencana pemulihan, dan menjalankan audit internal sesuai ISO 19011.
- 4,9/5 · 287 ulasan
- 300+ klien nasional
- 2.000+ trainer
- 1 sampai ratusan peserta
- Standar · Premium · Privat 1-on-1
- Klausul utama
- Klausul 4–10Klausul utama
- Output kunci
- BIA + BCP + Recovery PlanOutput kunci
- Pendamping
- ISO 22313:2020 panduanPendamping
- Format
- Inhouse, online, hybridFormat
2.000+ trainer dan expert
Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.
Lihat dokumentasi kelasTrainer Anda terlihat dulu
Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.
4,9 dari 5
287 ulasan peserta.
300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.
Satu orang sampai ratusan
Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.
Tiga tingkat anggaran
- Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
- Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
- Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Pelatihan ISO 22301 Awareness + Internal Auditor membekali tim Anda memahami persyaratan SMKB, melakukan Business Impact Analysis, menyusun rencana kelangsungan bisnis, dan menjalankan audit internal sesuai ISO 19011. Neksus melatih hingga organisasi siap audit; badan sertifikasi terakreditasi KAN yang menyertifikasi dan menerbitkan sertifikat ISO 22301:2019.
Standar internasional untuk Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis
ISO 22301:2019 adalah standar internasional untuk Business Continuity Management System (BCMS / SMKB). Struktur klausul mengikuti Annex SL High Level Structure (klausul 4–10), selaras dengan ISO 9001, 14001, 27001, dan 37001. Inti ISO 22301 adalah Business Impact Analysis (BIA), analisis dampak gangguan terhadap proses bisnis kritis, penetapan Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Objective (RPO), strategi kelangsungan & pemulihan, prosedur penanggulangan insiden, serta exercise & test untuk memvalidasi rencana. ISO 22301 jadi semakin relevan setelah pengalaman pandemi, gangguan supply chain, dan insiden siber masif. Banyak regulator finansial (mis. OJK) mengaitkan kebutuhan BCMS dengan POJK manajemen risiko TI.
- BIA adalah pondasi, tanpa BIA yang valid, RTO/RPO jadi tebakan
- Klausul 8.5, exercise & test wajib dijalankan dan dievaluasi minimal sekali setahun
- Klausul 8.2, analisis dampak harus mencakup people, process, technology, suppliers, dan locations
- Selaras dengan POJK manajemen risiko TI dan ISO 27031 (IT readiness for business continuity)
Sertifikat ISO 22301 hanya dapat diterbitkan badan sertifikasi terakreditasi (KAN di Indonesia, diakui internasional via IAF MLA). Neksus menyiapkan SMKB organisasi Anda hingga lulus Stage 1 dan Stage 2, tanpa janji ‘sertifikasi pasti’.
Disaster Recovery Plan (DRP) fokus pada pemulihan TI. Business Continuity Plan (BCP) lebih luas: people, proses, tempat kerja alternatif, komunikasi krisis, supplier, dan stakeholder management. ISO 22301 menuntut BCMS holistik yang mencakup keduanya.
Auditor ISO 22301 sangat memperhatikan kualitas exercise: skenario realistis, partisipasi lintas-fungsi, evaluasi pasca-exercise dengan tindakan perbaikan. Walkthrough tabletop tidak cukup untuk skenario kritis, perlu simulasi penuh atau live failover test.
Klausul 8.2.2 (BIA) bertanya: seberapa cepat dampak gangguan pada sebuah aktivitas menjadi tak dapat diterima? Klausul 8.2.3 (risk assessment) bertanya: apa yang paling mungkin memicu gangguan itu, dan di mana titik lemahnya? Urutannya penting. BIA menentukan aktivitas prioritas beserta sumber daya yang dibutuhkannya, lalu risk assessment menilai risiko gangguan terhadap sumber daya tersebut. Organisasi yang menggabungkan keduanya dalam satu matriks likelihood × impact biasanya kehilangan dimensi waktu, padahal dari dimensi waktu itulah MTPD dan RTO lahir. Panduan metode BIA yang rinci tersedia di ISO/TS 22317:2021.
POJK 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum mewajibkan bank memiliki rencana pemulihan bencana serta menguji coba dan mengkaji ulangnya paling sedikit satu kali dalam setahun. Lembaga jasa keuangan nonbank diatur POJK 4/POJK.05/2021 beserta SEOJK 22/SEOJK.05/2021. Penyelenggara jasa pembayaran yang berizin menurut PBI 22/23/PBI/2020 wajib memenuhi aspek tata kelola dan manajemen risiko. Sebagian besar ketentuan ini berbicara tentang teknologi informasi. ISO 22301 memperluas cakupannya ke orang, lokasi, pemasok, dan komunikasi, sehingga satu program exercise yang dirancang baik dapat menjadi bukti bagi pengawas sekaligus bukti audit SMKB.
ISO 22301:2019 menggantikan edisi 2012 dengan persyaratan yang lebih ringkas dan klausul operasi yang ditata ulang: 8.2 analisis dampak dan penilaian risiko, 8.3 strategi dan solusi kelangsungan bisnis, 8.4 rencana dan prosedur, 8.5 program exercise, serta 8.6 evaluasi dokumentasi dan kapabilitas kelangsungan bisnis. Amandemen ISO 22301:2019/Amd 1:2024 yang terbit Februari 2024 menambahkan dua catatan: klausul 4.1 meminta organisasi menentukan apakah perubahan iklim merupakan isu yang relevan, dan klausul 4.2 mencatat bahwa pihak berkepentingan dapat memiliki persyaratan terkait iklim. Bagi organisasi di wilayah rawan banjir dan cuaca ekstrem, jawaban atas klausul 4.1 biasanya langsung menjadi skenario dalam risk assessment.
Ruang lingkup SMKB yang biasa disertifikasi
Penentuan ruang lingkup BCMS menentukan kompleksitas BIA dan ekspektasi exercise.
Lingkup: core banking, payment processing, kantor cabang, customer service. Sering didorong POJK manajemen risiko TI dan Bank Indonesia.
Lingkup: platform digital, customer support, vendor management. Sering jadi syarat enterprise customer dan vendor list audit.
Lingkup: infrastruktur dan layanan. RTO/RPO sangat ketat untuk tier 3-4 data center.
Lingkup: layanan publik kritis. Dampak gangguan luas, BIA sering mencakup dampak sosial-ekonomi di samping dampak finansial.
Lingkup: layanan klinis kritis (UGD, ICU, OK), rekam medis elektronik, supply medical. Toleransi gangguan rendah.
Lingkup: produksi dan supply chain. Risiko geopolitik dan supplier concentration jadi fokus BIA.
Lingkup: switching, kliring, pemrosesan transaksi, layanan uang elektronik. Ketergantungan antarpenyelenggara tinggi, sehingga BIA perlu memetakan dampak gangguan terhadap mitra interkoneksi, merchant, dan pengguna akhir.
Lingkup: layanan publik berbasis SPBE, perizinan, dan administrasi kependudukan. Profil bahaya per wilayah dari InaRISK BNPB menjadi masukan utama risk assessment, dan UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana memberi konteks peran instansi saat bencana terjadi.
Kesiapan organisasi sebelum mengundang badan sertifikasi
- Kebijakan kelangsungan bisnis disahkan top managementKomitmen menjaga kelangsungan produk/layanan kunci, sumber daya yang dialokasikan, kewajiban kepatuhan.
- Konteks BCMS & ruang lingkup tertulisKlausul 4, analisis isu, pihak berkepentingan (regulator, klien, supplier), produk/layanan dalam lingkup, batas geografis.
- Business Impact Analysis (BIA) selesai (klausul 8.2.2)Identifikasi proses bisnis, prioritisasi berdasar dampak (finansial, regulator, reputasi, operasional), penetapan MTPD (Maximum Tolerable Period of Disruption), RTO, RPO, dan sumber daya minimum.
- Risk Assessment untuk gangguan (klausul 8.2.3)Identifikasi ancaman (siber, alam, supplier, pandemi, kehilangan personil kunci) dan kerentanan; prioritisasi berdasar likelihood × impact.
- Strategi kelangsungan & pemulihan (klausul 8.3)Pilihan strategi per skenario: tempat kerja alternatif, alternatif TI (failover, backup site), alternatif supplier, alternatif personil.
- Business Continuity Plan (BCP) & rencana respons insiden (klausul 8.4)Prosedur deteksi & eskalasi insiden, command structure, prosedur komunikasi internal/eksternal, prosedur pemulihan per fungsi/proses.
- Exercise & test (klausul 8.5)Program exercise tahunan: tabletop, walkthrough, simulasi penuh, atau live failover. Minimal satu exercise untuk skenario kritis sudah dijalankan dan dievaluasi.
- Satu siklus audit internal + tinjauan manajemenAudit internal sesuai ISO 19011, evaluasi hasil exercise, dan tinjauan manajemen (klausul 9.3) dengan input/output sesuai standar.
- Kompetensi dan kesadaran peran saat insiden (klausul 7.2 dan 7.3)Setiap anggota tim respons mengetahui perannya, siapa penggantinya, dan titik kumpulnya. Rekaman pelatihan dan pengarahan tersimpan sebagai bukti kompetensi.
- Evaluasi dokumentasi dan kapabilitas (klausul 8.6)Kaji ulang terencana atas BIA, risk assessment, strategi, dan rencana, termasuk sesudah insiden nyata atau exercise. Kapabilitas pemasok dan mitra kritis ikut dievaluasi.
Tahap audit dari kontrak hingga sertifikat
Sesuai ISO/IEC 17021-1, siklus sertifikasi 3 tahun.
- 1
Aplikasi & kontrak
1–2 mingguSubmit ruang lingkup, jumlah karyawan dalam scope, jumlah lokasi (termasuk lokasi pemulihan), sektor IAF. Badan sertifikasi menghitung mandays per IAF MD 5.
- 2
Stage 1, Tinjauan dokumentasi SMKB
1–2 hariAuditor memeriksa kebijakan, ruang lingkup, BIA, risk assessment, strategi kelangsungan, BCP, dokumentasi exercise & test, hasil audit internal, dan notulen tinjauan manajemen.
- 3
Stage 2, Audit implementasi
3–8 hari onsiteAuditor turun ke proses: wawancara BCM owner, tim TI, vendor management, communications. Pemeriksaan rekaman exercise (skenario, partisipasi, hasil, tindakan perbaikan), audit BCP per proses kritis.
- 4
Penutupan temuan & rekomendasi sertifikasi
30–90 hariMajor NC ditutup. Untuk BCMS, major NC sering terkait BIA yang superficial atau exercise hanya tabletop untuk skenario kritis tanpa simulasi nyata.
- 5
Penerbitan sertifikat (siklus 3 tahun)
,Sertifikat mencantumkan ruang lingkup. Sering jadi syarat tender enterprise customer & sektor regulated (perbankan, asuransi).
- 6
Surveillance audit tahun 1 & 2
Tahunan, 2–5 hariFokus pada hasil exercise terbaru, insiden riil & response, perubahan dalam BIA (mis. layanan baru), dan tindak lanjut temuan sebelumnya.
- 7
Recertification audit (tahun 3)
Sebelum sertifikat habisAudit menyeluruh ulang. Bila lulus, sertifikat diperpanjang 3 tahun lagi.
Apa yang dilakukan Internal Auditor ISO 22301: menguji BCP sampai ke praktiknya
Pelatihan Internal Auditor mengikuti pedoman ISO 19011:2018, dengan fokus tambahan kompetensi BCM.
Internal Auditor ISO 22301 memverifikasi kualitas BIA (apakah analisis dampak realistis), validitas RTO/RPO (apakah feasible dengan strategi yang dipilih), kelengkapan BCP per proses kritis (apakah prosedur dapat dijalankan), dan kualitas exercise (apakah skenario menantang, apakah evaluasi & tindakan perbaikan dijalankan). Auditor yang baik memeriksa rekaman exercise: berapa banyak peserta, apakah skenario realistis, temuan apa yang muncul, dan apakah temuan ditindaklanjuti. Independensi: auditor tidak mengaudit BCP fungsi yang ia kelola.
- Pemahaman klausul 4–10 ISO 22301 dan struktur Annex SL
- Metode Business Impact Analysis: identifikasi proses, dampak finansial/regulator/reputasi, MTPD, RTO, RPO
- Risk assessment untuk gangguan: skenario ancaman, kerentanan, prioritisasi
- Audit strategi kelangsungan & pemulihan (alternatif TI, lokasi, supplier, personil)
- Audit BCP per proses kritis: prosedur respons, command structure, komunikasi
- Audit exercise & test: kualitas skenario, partisipasi, evaluasi, tindakan perbaikan
- ISO 19011, independensi, objektivitas, evidence-based
- Memakai ISO 22313:2020 sebagai panduan interpretasi dan ISO/TS 22317:2021 sebagai rujukan metode BIA saat menilai kecukupan bukti
- Mengaudit kelangsungan pemasok kritis dengan rujukan ISO/TS 22318:2021: klausul kontrak, bukti BCP pemasok, dan exercise bersama
- Menelusuri satu aktivitas prioritas dari BIA ke strategi, rencana, exercise, dan tindakan perbaikan dalam satu sampel audit
- Major NC
Mis. BIA tidak ada atau superficial untuk proses kritis, exercise belum pernah dijalankan untuk skenario kritis, atau RTO tidak realistis dengan strategi yang dipilih.
- Minor NC
Mis. dokumentasi exercise tidak lengkap, satu BCP belum update setelah perubahan organisasi, atau evaluasi pasca-exercise tidak menghasilkan tindakan perbaikan.
- OFI
Mis. usulan peningkatan kompleksitas exercise dari tabletop ke simulasi, atau adopsi tool BCM (mis. Fusion, Riskonnect) untuk visibilitas.
- Observation
Mis. catatan tentang ketergantungan tunggal supplier yang berpotensi jadi single point of failure.
Hasil yang diharapkan dari tim Anda
Awareness vs Internal Auditor vs Persiapan Lead Auditor (BCM)
| Kriteria | Awareness | Internal Auditor ★ | Persiapan Lead Auditor |
|---|---|---|---|
| Durasi tipikal | 1 hari | 3 hari | 5 hari (IRCA-style) |
| Target peserta | Manager fungsi kritis + BCM team | Tim auditor internal & risk officer | Calon Lead Auditor / konsultan BCM |
| Output utama | Pemahaman BIA & BCP dasar | Checklist audit + simulasi audit + laporan temuan | Sertifikat individual dari skema pelatihan terdaftar |
| Dilakukan oleh | Vendor pelatihan (mis. Neksus) | Vendor pelatihan (mis. Neksus) | Lembaga pelatihan terdaftar (mis. BCI / DRI International / PECB) |
| Klausul yang didalami | Klausul 4, 5, 8.2, dan 8.4 dari sudut pemilik proses | Klausul 4–10 dengan fokus 8.2 sampai 8.6 dan 9.2 | Klausul 4–10 ditambah pengelolaan program audit menurut ISO 19011 |
| Latihan praktik | Diskusi skenario gangguan di unit kerja sendiri | Menyusun checklist, mewawancarai pemilik proses, menulis pernyataan temuan | Memimpin tim audit, rapat pembukaan dan penutupan, menyusun laporan audit |
Alur kerja sama dengan Neksus untuk ISO 22301
- 1
Kickoff & gap analysis
Minggu 1Workshop 2 jam dengan BCM Manager/Risk: pemetaan proses kritis, BIA existing (jika ada), dan kesiapan dokumentasi.
- 2
Awareness 1 hari
Minggu 2Untuk manager fungsi kritis: kenapa BCMS penting, apa peran mereka dalam BIA & BCP, dan ekspektasi exercise.
- 3
Workshop Internal Auditor 3 hari
Minggu 3–4Klausul 4–10, metode BIA, audit strategi kelangsungan, audit BCP, dan audit exercise & test sesuai ISO 19011.
- 4
Mock audit + observasi exercise
Minggu 5Fasilitator mendampingi tim auditor internal memeriksa BIA & BCP existing, lalu observasi satu exercise (idealnya simulasi penuh).
- 5
Tinjauan kesiapan & rekomendasi
Minggu 6Laporan: gap yang tersisa, daftar tindakan prioritas, kesiapan dokumen untuk Stage 1.
- 6
Handoff ke badan sertifikasi
Minggu 7+Paket dokumen Stage 1 siap. Pemilihan badan sertifikasi sepenuhnya keputusan organisasi.
Peran sasaran
Pemilik BCMS, kontak utama dengan badan sertifikasi.
Menghubungkan BCMS dengan kerangka manajemen risiko enterprise.
Bertanggung jawab atas RTO/RPO TI dan exercise failover.
Pemilik proses bisnis kritis yang mendokumentasikan BCP fungsi.
4–8 auditor internal lintas-fungsi untuk independensi audit.
Bertanggung jawab atas prosedur komunikasi internal/eksternal saat insiden.
Mengaudit kelangsungan supplier kritis dan mengelola alternatif.
Mengarahkan kebijakan kelangsungan bisnis dan memimpin tinjauan manajemen.
Contoh badan sertifikasi terakreditasi untuk ISO 22301 di Indonesia
Daftar berikut bukan rujukan resmi Neksus. Pilihan badan sertifikasi sepenuhnya keputusan organisasi Anda.
Lembaga asal Inggris; pengarang awal BS 25999 yang mendahului ISO 22301.
Pengalaman audit BCMS untuk perbankan dan korporat multinasional.
Pengalaman audit BCMS lintas-sektor, finansial, telekomunikasi, manufaktur.
Sering dipadukan dengan ISO 27001 (information security) untuk audit terintegrasi.
Pengalaman audit BCMS di sektor energi dan jasa publik.
Sering dipakai dalam tender BUMN/pemerintah dan ekosistem fintech OJK.
Badan-badan di atas adalah contoh organisasi terakreditasi (umumnya melalui KAN dan jaringan IAF MLA) yang dapat melakukan audit sertifikasi. Mereka bukan mitra resmi Neksus dan tidak menerima rujukan dari Neksus. Pemilihan badan sertifikasi sepenuhnya keputusan organisasi Anda berdasarkan ruang lingkup, sektor, dan ketentuan procurement internal.
Pola hasil tipikal dari klien serupa
Bank menengah dengan core banking + multi-channel digital, sertifikasi sebagai pemenuhan POJK manajemen risiko TI.
Awareness untuk manager fungsi + Internal Auditor 3 hari untuk 6 orang + observasi live failover test core banking ke DR site.
Stage 1 lulus tanpa temuan kritis; Stage 2 menghasilkan 2 Minor NC (dokumentasi exercise vendor kritis) ditutup dalam 60 hari.
SaaS B2B dengan tuntutan SOC 2 + ISO 22301 dari enterprise customer.
BIA lintas-tim engineering & customer support; Internal Auditor 3 hari fokus pada RTO/RPO platform & integrasi cloud failover.
Sertifikat ISO 22301 terbit dalam 5 bulan; bersamaan dengan SOC 2 Type 2 memenuhi syarat onboarding enterprise customer Fortune 500.
BUMN sektor utilitas dengan tuntutan kontinuitas layanan publik.
BIA mencakup dampak sosial-ekonomi gangguan layanan; pendampingan exercise simulasi besar dengan partisipasi cross-region.
Sertifikat ISO 22301 terbit; peningkatan kesiapan terhadap gangguan musim hujan & bencana alam terdokumentasi.
Informasi procurement
- Format kontrakInhouse training, program berkelanjutan, atau paket terintegrasi awareness + Internal Auditor + observasi exercise.
- LokasiOnsite di lokasi klien, regional onsite, atau live online.
- Bahasa pengantarBahasa Indonesia atau bilingual ID/EN.
- Materi & sertifikat pesertaModul, handout, template BIA, template BCP, checklist audit, sertifikat partisipasi Neksus.
- Dokumentasi pajakFaktur pajak PPN, kwitansi, BAST. Dukungan e-procurement BUMN/pemerintah tersedia.
- Termin pembayaranUang muka saat kontrak, pelunasan setelah pelatihan. Besaran tiap termin disepakati di kontrak mengikuti ketentuan pengadaan klien.
- Pendampingan exercise design opsionalSkema terpisah, berbasis manday: desain skenario exercise yang realistis dan evaluasi pasca-exercise.
Pertanyaan Umum
Diskusikan kesiapan ISO 22301:2019 untuk organisasi Anda
Kirim ruang lingkup BCMS dan target jadwal sertifikasi. Tim Neksus mempelajari konteks Anda dan menyiapkan rancangan program.
- Awareness, Internal Auditor, dan observasi exercise yang nyata
- Fasilitator dengan latar belakang BCM Manager dan audit BCMS
- Materi mencakup penyelarasan dengan POJK manajemen risiko TI
- Handoff terstruktur ke badan sertifikasi pilihan Anda