Langsung ke konten
Tema Org-Wide

Program Kapabilitas Kepatuhan dan Manajemen Risiko dari Lini Pertama sampai Direksi

Tema tahunan empat pilar (compliance literacy, risk ownership, internal audit & assurance, regulatory horizon scanning) selaras ISO 37301:2021, ISO 37001:2016 SMAP, ISO 31000:2018, COSO ERM 2017, UU PDP 27/2022, UU 8/2010 APU-PPT, POJK 17/2023, dan BCBS 239. Untuk CEO, Chief Compliance Officer, Chief Risk Officer, dan Komisaris yang menggerakkan compliance dari kepatuhan reaktif ke kapabilitas organisasi.

  • 4,9/5 · 287 ulasan
  • 300+ klien nasional
  • 2.000+ trainer
  • 1 sampai ratusan peserta
  • Standar · Premium · Privat 1-on-1
Skala program
Org-wide (CEO + CCO + CRO + Komisaris)Skala program
Durasi tipikal
12 bulan (renewable)Durasi tipikal
Pilar program
4: Literacy · Risk Ownership · Audit · Horizon ScanningPilar program
Tingkat anggaran
Standar hingga PremiumTingkat anggaran

2.000+ trainer dan expert

Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.

Lihat dokumentasi kelas

Trainer Anda terlihat dulu

Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.

4,9 dari 5

287 ulasan peserta.

300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.

Satu orang sampai ratusan

Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.

Tiga tingkat anggaran

  • Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
  • Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
  • Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Sebutkan anggaran Anda
Jawaban singkat

Program compliance & risk Neksus adalah tema tahunan empat pilar: compliance literacy (UU PDP 27/2022 + APU-PPT UU 8/2010 + sector POJK), risk ownership (ISO 31000:2018 + COSO ERM 2017 + three lines of defense), internal audit & assurance (ISO 19011:2018 + ISO 37301:2021 compliance management + ISO 37001:2016 SMAP anti-suap), dan regulatory horizon scanning (KPK UKAP + sectoral regulator monitoring). Rollout pilot 30 hari → wave 90 hari → org-wide 12 bulan. Pada korporat dan BUMN, ukuran program mengikuti banyaknya regulator yang mengawasi sektor Anda, jumlah auditor internal yang disiapkan, dan target sertifikasi ISO 37001 atau ISO 37301 yang dikejar.

Tema Tahunan

Mengapa compliance & risk harus dirancang sebagai kapabilitas organisasi, bukan checkbox tahunan menjelang audit

Lanskap regulasi Indonesia dan global memasuki fase paling intensif dalam dua dekade terakhir. Di sisi nasional: UU 27/2022 Perlindungan Data Pribadi berlaku efektif Oktober 2024 dengan sanksi material; UU 8/2010 APU-PPT dengan UKAP KPK sebagai standar pencegahan korupsi; POJK 17/2023 untuk perbankan dengan ekspektasi risk culture yang matang; PP 39/2024 mengubah lanskap procurement BUMN. Di sisi global: ISO 37301:2021 (Compliance Management Systems) menggantikan ISO 19600:2014 sebagai standar global terkini; ISO 37001:2016 SMAP (Anti-Bribery Management Systems) sudah diadopsi banyak BUMN besar; ISO 31000:2018 (Risk Management Guidelines) dan COSO ERM 2017 (Enterprise Risk Management, Integrating with Strategy and Performance) menjadi backbone risk; BCBS 239 (Basel Committee Principles for Effective Risk Data Aggregation and Risk Reporting) wajib untuk perbankan sistemik. Pendekatan korporat yang umum, e-learning compliance generik sekali setahun, sesi sosialisasi dari unit Compliance, dan audit internal yang reaktif, gagal membangun kapabilitas karena tiga gap struktural: (a) compliance literacy yang menempel di bahasa peraturan, bukan di workflow karyawan; (b) risk ownership yang tinggal di Risk Officer, tidak diturunkan ke BU; (c) audit assurance yang fokus pada finding compliance reaktif, tidak pada effectiveness control. Tema tahunan empat pilar menutup gap ini dengan disiplin kapabilitas yang selaras standar global + regulasi nasional Indonesia. ISO 19011:2018 menjadi rujukan untuk audit kompetensi.

  • Lanskap regulasi 2024-2026 paling intensif: UU PDP + APU-PPT + POJK + PP procurement
  • Standar global terkini: ISO 37301:2021 (compliance), ISO 37001:2016 (SMAP), ISO 31000:2018, COSO ERM 2017, BCBS 239
  • Three structural gap: literacy hidup di peraturan, risk ownership di Risk Officer, audit reaktif
  • Tema tahunan empat pilar selaras standar global + regulasi Indonesia
  • ISO 19011:2018 sebagai backbone audit kompetensi
E-learning compliance generik tahunan = kepatuhan teater

Korporat sering memasang e-learning compliance generik 2 jam per karyawan per tahun untuk lulus audit. Hasil: 95% completion rate, perilaku lapangan kembali ke baseline dalam 60 hari, dan finding compliance berulang dari audit ke audit. Compliance hidup membutuhkan literasi yang terkalibrasi ke workflow karyawan (bukan bahasa peraturan), reinforcement di rutinitas kerja, dan accountability terpetakan ke risk owner BU.

Empat sponsor wajib: CEO + CCO + CRO + Komite Audit Komisaris

Compliance & risk capability yang berakar membutuhkan empat sponsor: CEO (tone from the top), Chief Compliance Officer (program ownership), Chief Risk Officer (risk methodology), dan Komite Audit di tingkat Komisaris (oversight independen). Tanpa Komite Audit Komisaris, program kehilangan independensi yang dibutuhkan untuk credibility eksternal.

Three lines of defense yang jalan = leverage tertinggi

IIA (Institute of Internal Auditors) Three Lines Model 2020 menempatkan: line 1 (BU sebagai risk owner), line 2 (Compliance + Risk Function sebagai oversight), line 3 (Internal Audit sebagai independent assurance). Kebanyakan korporat punya struktur ini di organogram tetapi line 1 tidak benar-benar own risk; di Pilar 2 program ini, risk ownership digeser dari Risk Officer ke BU Head dengan KPI risk yang terintegrasi.

ISO 37301:2021 = bahasa universal compliance management

ISO 37301:2021 (Compliance Management Systems, Requirements with guidance for use, menggantikan ISO 19600:2014) memberi bahasa global yang konsisten dengan ISO 9001 (quality), ISO 27001 (information security), dan ISO 45001 (OHS). Audit eksternal terstandarisasi, integrasi dengan management system existing alami, dan reporting ke board terkalibrasi. Adopsi struktur ISO 37301 adalah pilihan kuat di tahun pertama.

Arsitektur Program

Arsitektur empat pilar, Literacy · Risk Ownership · Audit · Horizon Scanning

Setiap pilar menyentuh determinan compliance capability berbeda dengan kerangka global dan regulasi Indonesia. Program tahunan menjalin keempatnya menjadi disiplin organisasi yang terdokumentasi.

Pilar 1
Pilar 1, Compliance Literacy (Workflow-First, Bukan Peraturan-First)

Literasi compliance terkalibrasi ke workflow karyawan per BU. Modul UU PDP 27/2022 dengan use case nyata (HR data, customer data, vendor data). Modul APU-PPT UU 8/2010 untuk industri keuangan + non-keuangan yang relevan. Sectoral POJK / Permen sektor. Modul anti-suap selaras ISO 37001:2016 SMAP.

  • 100% karyawan menyelesaikan literacy 4-8 jam terkalibrasi per role
  • Acceptable Use Policy + AI Policy + Data Protection Policy disahkan + ditandatangani 100% karyawan
  • Compliance helpline + whistleblowing channel berjalan dengan tracking metric
Pilar 2
Pilar 2, Risk Ownership di BU (ISO 31000 + COSO ERM)

Risk ownership digeser dari Risk Officer ke BU Head dengan ISO 31000:2018 framework + COSO ERM 2017 (Strategy + Operations + Reporting + Compliance objectives). Risk register hidup per BU dengan kategorisasi inherent vs residual risk. Risk appetite statement disahkan board.

  • Risk register hidup di semua BU dengan inherent + residual + control + owner
  • Risk appetite statement disahkan board, di-cascade ke BU dengan tolerance limit
  • BU Head menjalani risk ownership 16 jam + scoring tahunan ke risk culture maturity
Pilar 3
Pilar 3, Internal Audit & Assurance (ISO 19011:2018 + ISO 37301)

Internal auditor terlatih ISO 19011:2018 dengan kompetensi sesuai jenis audit (compliance, financial, operational, IT). Audit selaras ISO 37301:2021 untuk compliance management system + ISO 37001:2016 untuk SMAP. Risk-based audit plan (bukan calendar-based) dengan prioritisasi by risk score.

  • 100% internal auditor tuntas menjalani pelatihan lead auditor sesuai ISO 19011:2018
  • Audit plan tahunan risk-based dengan minimal 70% audit fokus area high-risk
  • Audit finding ditindaklanjuti dalam SLA + tracked di dashboard executive
Pilar 4
Pilar 4, Regulatory Horizon Scanning

Tim monitoring regulasi multi-sumber (OJK, BI, KPK, Kemenkominfo, KPPU, Kemenkes, Kemenperin sesuai industri). Quarterly regulatory horizon scan ke board + impact assessment per regulasi baru. Integrasi dengan AI Council jika ada Pilar AI Governance terpisah.

  • Quarterly regulatory horizon report ke Komite Audit Komisaris + Direksi
  • Impact assessment dilakukan dalam 30 hari setiap regulasi baru yang relevan
  • Compliance roadmap di-update kuartalan berdasarkan horizon scan
Pagu Anggaran Tahunan

Pagu anggaran tahunan berdasarkan kompleksitas regulasi sektor

Beban regulasi tiap sektor menentukan tingkat yang paling sering dipakai di baris tersebut. Program akhir mengikuti jumlah auditor internal, rencana audit eksternal, dan pagu yang Anda tetapkan. Software GRC (MetricStream, ServiceNow GRC) opsional di luar program.

LingkupPesertaTingkat AnggaranCatatan
Korporat sedang non-keuangan (300-800 karyawan)Empat pilar dengan fokus UU PDP + ISO 37001 SMAP + sectoral relevanStandarTahun pertama dengan fokus literacy + risk ownership + audit fondasi.
Korporat besar non-keuangan (800-2500 karyawan)Empat pilar lengkap + pelatihan 10-20 internal auditor + risk culture surveyStandar atau PremiumStandar rollout 12-bulan empat pilar dengan persiapan audit eksternal ISO 37301 atau ISO 37001.
Bank / Asuransi / Lembaga KeuanganEmpat pilar + modul khusus POJK 17/2023 + BCBS 239 + APU-PPT mendalamPremium, modul POJK sektoralPOJK 17/2023 ekspektasi risk culture maturity tinggi. BCBS 239 untuk bank sistemik. APU-PPT intensitas tinggi untuk semua line of business.
BUMN dengan ekspektasi GRC tinggiEmpat pilar + ISO 37001 SMAP audit prep + UKAP KPK + RKAP integrationPremium, menuju ISO 37001Procurement via SPSE LKPP. Pagu mengikuti PMK 39/2024 dan SBM K/L. ISO 37001 SMAP sertifikasi sebagai bagian dari Kementerian BUMN target.
Anak perusahaan multinasionalLokalisasi global compliance program + bilingual + alignment global GRCStandar atau Premium, selaras grupKontrak akhir disetujui regional HQ. Reporting bilingual ID/EN. Alignment dengan FCPA / UK Bribery Act untuk grup global.
Fase Rollout

Fase rollout, pilot 30 hari → wave 90 hari → org-wide 12 bulan

Rollout berfase memungkinkan kalibrasi literacy ke workflow lokal dan persiapan dokumentasi untuk audit eksternal.

1
Pilot, 30 hari
Bulan 1

Validasi empat pilar dengan 1 BU pilot 30-80 karyawan + persiapan dokumentasi compliance.

  • Risk register BU pilot dengan 15-30 risk teridentifikasi (inherent + residual)
  • Literacy 8 jam dilakukan untuk seluruh BU pilot dengan workflow integration
  • Internal auditor pilot (3-5 orang) menyelesaikan ISO 19011:2018 foundation
  • Retrospektif pilot dengan kalibrasi modul + risk register template
2
Wave 1, 90 hari
Bulan 2-4

Scale ke 3 BU prioritas dengan empat pilar + dokumentasi compliance system fondasi.

  • Risk register hidup di 3 BU prioritas + risk appetite statement draft
  • Literacy 100% di 3 BU prioritas + Acceptable Use Policy + Data Protection Policy disahkan
  • Internal auditor gelombang pertama (60% target) ISO 19011:2018 selesai
  • Compliance Management System (CMS) selaras ISO 37301:2021 draft v1.0
3
Wave 2-3, 180 hari
Bulan 5-10

Rollout ke seluruh organisasi + sertifikasi audit eksternal opsional + horizon scanning aktif.

  • 100% karyawan literacy + 100% BU risk register hidup
  • 100% internal auditor terlatih sesuai ISO 19011:2018
  • CMS ISO 37301 / SMAP ISO 37001 readiness untuk audit eksternal jika dipilih
  • Quarterly regulatory horizon report mulai dirilis
4
Sustaining, 60 hari + renewal
Bulan 11-12 + renewal

Memformalkan compliance & risk sebagai disiplin organisasi permanen.

  • Capstone report ke Komite Audit Komisaris: risk register update, compliance posture, finding trend
  • GRC Council triwulanan jadi forum permanen
  • Audit eksternal ISO 37301 atau ISO 37001 selesai jika dipilih
  • Rancangan tahun ke-2 dengan fokus advanced (risk quantification, GRC tooling)
Ukuran Keberhasilan Seluruh Organisasi

Metrik sukses tingkat organisasi, melampaui completion rate e-learning

Pilih 5-7 metrik dari daftar berikut sebelum program dimulai. Risk culture maturity dan audit finding trend adalah metrik utama.

Risk culture maturity score
Meningkat ≥1 level (skala 1-5) dalam 12 bulan
Risk culture survey tervalidasi (IFC Risk Culture / KPMG framework), baseline + Q4
Compliance literacy completion + assessment pass rate
100% completion dalam 12 bulan + ≥85% assessment pass rate
LMS + post-training assessment
Risk register live di seluruh BU
100% BU memiliki risk register live yang di-review minimal kuartalan
Risk register audit + dashboard tracking
Audit finding ditindaklanjuti dalam SLA
≥90% high-risk finding diselesaikan dalam SLA, ≥80% medium-risk
Audit issue tracking system
Whistleblowing channel utilization rate
≥1.5 report per 100 karyawan per tahun (benchmark global)
Whistleblowing channel log (anonim)
Repeat finding compliance
Turun ≥30% dalam 12 bulan (audit-to-audit)
Audit issue tracking system dengan tagging repeat
Internal auditor terlatih sesuai ISO 19011:2018
100% internal auditor tuntas pelatihan dalam 12 bulan
Register pelatihan auditor
Regulatory horizon scan adoption
100% regulasi baru relevan punya impact assessment dalam 30 hari
Regulatory tracker dengan SLA
Alat Bantu Keputusan

Tema tahunan empat pilar vs E-learning compliance generik vs Sosialisasi unit Compliance saja

Tiga pendekatan yang sering dipilih korporat untuk compliance & risk, dengan profil dampak kapabilitas yang sangat berbeda.

KriteriaE-learning compliance generikTema tahunan empat pilar
★
Sosialisasi unit Compliance saja
Cara anggaran disusunLisensi konten per karyawanStandar atau Premium per sektorWaktu tim Compliance internal
Workflow-first literacyBahasa peraturanTerkalibrasi per role + workflowSebagian
Risk ownership di BUTidak adaYa, risk register hidup per BUTidak
Audit risk-based + ISO 19011Audit calendar-basedRisk-based + auditor terlatih ISO 19011Audit ad-hoc
Regulatory horizon scanningReaktifQuarterly scan + impact assessmentReaktif
Selaras ISO 37301 / SMAP / COSOTidak selaras standarSelaras + audit prepSebagian
Alur Kerja Sama

Alur kerja sama Neksus untuk tema compliance & risk setahun

  1. 1

    Kickoff & GRC maturity diagnostic (4 minggu)

    Minggu 1-4

    Workshop 2 hari dengan CEO + CCO + CRO + Komite Audit Komisaris + interview 15 BU Head + risk culture survey baseline + audit historical finding analysis. Output: Charter program + maturity assessment + rancangan rollout.

  2. 2

    Pilot 1 BU 30 hari

    Bulan 2

    Rollout empat pilar ke 1 BU pilot. Risk register dibangun, literacy 8 jam, internal auditor pilot ISO 19011:2018 foundation. Tim Neksus + GRC Champions BU pilot bekerja berdampingan.

  3. 3

    Retro pilot & kalibrasi (2 minggu)

    Bulan 3 (awal)

    Workshop retrospektif. Modul disesuaikan dengan feedback. Risk register template dan CMS framework ISO 37301 diperhalus. Rancangan Wave 1 (3 BU prioritas) disepakati.

  4. 4

    Wave 1, 3 BU prioritas (90 hari)

    Bulan 3-5

    Risk register hidup di 3 BU, literacy 100%, internal auditor gelombang 1 ISO 19011:2018, CMS draft v1.0, risk appetite statement draft. Kalibrasi mingguan dengan steering committee.

  5. 5

    Wave 2-3, seluruh BU + audit prep (180 hari)

    Bulan 6-11

    Rollout ke seluruh organisasi. Seluruh auditor tuntas pelatihan ISO 19011. CMS ISO 37301 atau SMAP ISO 37001 audit readiness jika dipilih. Quarterly regulatory horizon scan dirilis.

  6. 6

    Capstone & rancangan tahun ke-2

    Bulan 12

    Capstone report ke Komite Audit Komisaris dengan risk culture maturity, compliance posture, finding trend, regulatory readiness. Workshop rancangan tahun ke-2 dengan fokus risk quantification + GRC tooling.

Tata Kelola Program

Tata kelola program, siapa, peran apa, ritme apa

Tata kelola jelas mencegah compliance kembali jadi unit isolasi dan menjaga independensi assurance.

Komite Audit Komisaris (Independen)
Triwulanan (selaras siklus audit committee)

Oversight tertinggi compliance & risk capability. Review capstone report tahunan, sahkan audit charter, ratifikasi risk appetite statement. Akuntabel ke pemegang saham + regulator.

Steering Committee (CEO + CCO + CRO + CFO + Komite Audit Chair)
Triwulanan

Sponsor eksekutif. Sahkan kebijakan compliance, alokasi anggaran, prioritas wave, eskalasi konflik antar-BU. Akuntabel ke Komite Audit Komisaris.

GRC Council (CCO + CRO + Head of Internal Audit + Head of Legal + Head of HR + IT Security Lead)
Bulanan

Review risk register update, finding compliance, regulatory horizon scan, dan kebijakan tematik. Cross-functional decision making untuk kasus borderline.

Program Office (GRC Program Manager + L&D Lead + PMO)
Mingguan

Eksekusi operasional. Jadwal training, rekap kelulusan pelatihan auditor, dashboard GRC bulanan, koordinasi dengan badan sertifikasi yang dipilih organisasi.

GRC Champions per BU (1-2 per BU)
Mingguan check-in, bulanan all-champions

Risk owner di BU, koordinator risk register update, peer trainer untuk literacy. Pelatihan 24 jam train-the-trainer + alokasi waktu kerja 10%.

Internal Audit Function (Independen)
Audit per cycle + bulanan finding review

Audit risk-based selaras ISO 19011:2018. Akses langsung ke Komite Audit Komisaris untuk independensi. Reporting tidak melalui Direksi untuk topik sensitif.

Neksus Engagement Team (Account Director + GRC Architect + Lead Auditor Trainer)
Mingguan steering call + onsite per wave

Co-design program, fasilitasi training literacy + risk + audit oleh trainer yang berpengalaman menjalankan audit ISO 19011, eskalasi metodologi.

Peserta Sasaran

Siapa yang ikut dari organisasi Anda, desain multi-kohort

Program ini menggerakkan tier governance, BU Head, support function, dan all-employee paralel dengan kurikulum berbeda.

Komite Audit Komisaris
3-5 orang

Briefing tahunan compliance posture, risk culture maturity, dan regulatory horizon. 8 jam per tahun + capstone presentation.

Direksi + Eksekutif (CEO, CCO, CRO, BU Head)
10-25 orang

Steering committee + risk ownership. Modul ISO 37301 + COSO ERM + risk appetite statement. 16 jam per tahun.

BU Head + Senior Manager (Risk Owner)
30-100 orang

Risk ownership BU dengan ISO 31000 framework. Risk register building + reporting cadence. 24 jam.

Compliance Officer + Risk Officer (Line 2)
10-30 orang

Modul deep ISO 37301:2021 CMS, ISO 37001:2016 SMAP, sectoral POJK, dan oversight skill. 40 jam.

Internal Auditor (Line 3)
5-30 orang tergantung skala

Pelatihan lead auditor sesuai ISO 19011:2018 + ISO 37301 compliance audit + risk-based audit methodology. 80 jam + capstone audit nyata.

GRC Champions per BU
1-2 per BU

Train-the-trainer 24 jam untuk peer literacy + risk register maintenance. Alokasi waktu kerja 10%.

All-employee compliance literacy
100% karyawan

Modul 4-8 jam terkalibrasi per role: UU PDP, APU-PPT (relevan), anti-suap, AI ethics, whistleblowing.

Cara Menekan Risiko Program

Risiko program yang umum gagal, dan mitigasi yang efektif

Risk ownership tetap di Risk Officer, BU Head menolak akuntabilitas

Risk register diisi oleh Risk Officer alone, BU Head menandatangani formal tanpa understanding atau ownership.

Cara menekannya: Risk register score masuk KPI BU Head dengan bobot 10-15%. Steering committee triwulanan review risk culture per BU. CEO secara terbuka memberi recognition ke BU dengan risk maturity tertinggi.

Internal Audit kehilangan independensi karena tekanan operasional

Audit finding dihaluskan sebelum dilaporkan ke Komite Audit, atau audit area sensitif dilewati.

Cara menekannya: Internal Audit Charter dengan reporting line direct ke Komite Audit Komisaris (bukan via CEO/CFO). Audit Charter di-review oleh Komite Audit tahunan + independen review tiap 3 tahun.

Sertifikasi ISO 37301 / SMAP dipaksakan di tahun pertama tanpa fondasi

Tim menyiapkan dokumentasi audit secara crash; pasca-sertifikasi sistem tidak benar-benar dijalankan; sertifikat formal tanpa effectiveness.

Cara menekannya: Tahun pertama fokus pada fondasi (literacy + risk ownership + audit kompetensi). Persiapan audit eksternal direkomendasikan tahun ke-2 setelah fondasi mengakar. Pilot audit internal di tahun pertama untuk readiness.

Compliance literacy gagal karena bahasa peraturan, bukan bahasa workflow

Karyawan 'lulus' e-learning UU PDP tetapi tetap forward email klien ke Gmail pribadi karena literacy tidak terkalibrasi ke konteks pekerjaan.

Cara menekannya: Literacy modul dirancang per role dengan use case dari workflow nyata BU tersebut. Co-creation dengan BU Champions. Assessment berbasis skenario.

Whistleblowing channel mati karena tidak ada kepercayaan

Channel ada tetapi report nol; karyawan tidak yakin perlindungan anonim atau retaliasi.

Cara menekannya: Channel di-host oleh third party independen (bukan internal HR/IT), CEO + Komite Audit komunikasi rutin tentang protection, dan publik tracking metric (anonim agregat). Investigasi protokol terdokumentasi.

Regulatory horizon scanning luruh setelah 6 bulan

Quarterly horizon scan dilewati saat tekanan operasional naik; impact assessment regulasi baru tidak dilakukan; korporat terkejut saat enforcement.

Cara menekannya: Horizon scan masuk KPI CCO + dedicated regulatory analyst. Cadence kuartalan terjadwal di kalender board. Subscribe ke layanan regulatory monitoring (Compliance.ai atau setara) sebagai input.

Informasi Pengadaan

Informasi procurement

  • Format kontrak
    Tema setahun terstruktur (renewable). Pendampingan multi-tahun dengan SOW disepakati per tahun.
  • Lokasi
    Onsite di kantor klien, regional onsite, atau hybrid (kickoff onsite + sesi bi-weekly online + audit training onsite per region).
  • Bahasa pengantar
    Bahasa Indonesia (default) atau bilingual ID/EN untuk korporat multinasional dengan reporting global.
  • Materi & sertifikat peserta
    Modul terstruktur, workbook ISO 37301/37001/31000 + COSO ERM, template risk register + CMS, akses 12 bulan ke alumni resource hub, dan sertifikat penyelesaian pelatihan dari Neksus.
  • Persiapan audit eksternal opsional
    Persiapan audit ISO 37301:2021 CMS atau ISO 37001:2016 SMAP, dengan pendampingan readiness 6-12 bulan sebelum audit eksternal. Audit dan sertifikatnya diterbitkan badan sertifikasi yang Anda pilih; ujian Risk Practitioner (FRM, PRMIA) diambil langsung di lembaga penerbitnya.
  • Dokumentasi pajak & e-procurement
    Faktur pajak PPN, kwitansi, BAST. Dukungan e-procurement BUMN/pemerintah (SPSE LKPP) tersedia. Pagu SBM K/L untuk kementerian/lembaga.
  • Termin pembayaran
    Uang muka saat kontrak, termin per wave (3x), pelunasan pasca-capstone tahun ke-1. Besaran tiap termin disepakati di kontrak mengikuti ketentuan pengadaan klien.
  • Pendampingan opsional
    Coaching personal CCO/CRO (paket terpisah), Komite Audit Komisaris briefing series (90 menit triwulanan), GRC tooling implementation support (MetricStream, ServiceNow GRC), dan audit eksternal preparation.

Pertanyaan Umum

Risk culture maturity score biasanya bergerak 1 level penuh (skala 1-5) dalam 12 bulan untuk korporat yang menyelesaikan fondasi empat pilar dengan disiplin. Repeat audit finding turun signifikan di tahun pertama. Sertifikasi eksternal (ISO 37301 atau SMAP ISO 37001) lulus di tahun ke-2 setelah fondasi mengakar dan dokumentasi audit-ready.

ISO 37301:2021 (Compliance Management Systems) adalah standar payung untuk seluruh sistem compliance organisasi, menggantikan ISO 19600:2014. ISO 37001:2016 (Anti-Bribery Management Systems / SMAP) adalah standar spesifik untuk pencegahan suap saja, biasanya menjadi subset compliance system yang lebih luas. Banyak korporat Indonesia mulai dengan ISO 37001 (lebih spesifik, ekspektasi BUMN), kemudian memperluas ke ISO 37301 di tahun ke-2 atau ke-3.

POJK 17/2023 tentang Penyelenggaraan Produk Bank Umum (dan POJK terkait lain) berlaku untuk bank umum dengan ekspektasi spesifik tentang risk management maturity. Untuk lembaga keuangan lain (asuransi, multifinance, sekuritas), ada POJK sektoral terpisah dengan struktur serupa. Program ini disesuaikan dengan POJK relevan per sektor klien.

Pilar 1 (compliance literacy) memasukkan UU PDP sebagai modul mandatori dengan use case per role (HR data, customer data, vendor data, AI processing). Pilar 2 (risk ownership) menambahkan privacy risk ke risk register BU dengan kategorisasi sesuai Pasal 5-14 (hak subjek data) dan Pasal 56 (transfer lintas-negara). Pilar 3 (audit) menambahkan PDP audit ke risk-based audit plan. Pilar 4 (horizon scanning) memonitor regulasi turunan UU PDP dari Kemenkominfo.

Big Four GRC fokus pada assessment + advisory + audit eksternal (high-touch consultancy). Neksus fokus pada capability building internal + train-the-trainer + sustainability operasional. Banyak klien menggunakan keduanya komplementer: Big Four untuk audit eksternal independen tahunan, Neksus untuk capability building yang membuat sistem internal mampu menghadapi audit dengan posture matang.

Ya. Kami berpengalaman memasok lewat SPSE LKPP dengan dokumentasi lengkap (RKS, HPS, BAST). Pagu mengikuti PMK 39/2024 dan SBM K/L. Untuk BUMN dengan target ISO 37001 SMAP sebagai bagian roadmap Kementerian BUMN, program dapat dipaketkan dengan persiapan menghadapi audit eksternal oleh badan sertifikasi pilihan Anda.

Pilar 3 mensyaratkan Internal Audit Charter dengan reporting line direct ke Komite Audit Komisaris (bukan via CEO/CFO). Charter di-review tahunan oleh Komite Audit. Independen external review setiap 3 tahun (sesuai IIA Standards). Akses Head of Internal Audit ke Komite Audit tanpa filter manajemen. Tim Neksus tidak menggantikan internal audit, kami melatih kapabilitas tim internal Anda.

Steering committee triwulanan 90 menit (4x/tahun) + retreat awal 1 hari + Komite Audit Komisaris briefing triwulanan 90 menit + monthly GRC Council attendance (90 menit). Total ~25 jam/tahun per sponsor utama. CEO sebagai sponsor utama membutuhkan tambahan 5-10 jam untuk tone from the top communication dan recognition program.

Direkomendasikan kuat. Kepercayaan karyawan terhadap perlindungan anonim adalah determinan utama utilization rate. Channel internal sering kurang dipercaya karena dianggap dapat diakses HR atau IT. Third party independen (penyedia pihak ketiga seperti Convercent, NAVEX Global, atau penyedia lokal yang setara) memberikan kerahasiaan dengan SLA dan audit trail yang terpisah dari internal. Investasi awal terbayar dengan utilization rate yang naik dan early warning yang lebih banyak.

Diskusikan rancangan tema compliance & risk capability untuk organisasi Anda

Kirim sektor industri, ukuran organisasi, ekspektasi regulator, dan tantangan GRC yang sedang dihadapi. Tim Neksus mempelajari konteks Anda dan menyiapkan rancangan tema setahun.

  • Empat pilar terintegrasi (literacy · risk ownership · audit · horizon scanning) selaras ISO 37301 + ISO 37001 + ISO 31000 + COSO ERM + UU PDP + APU-PPT + POJK
  • Pilot 30 hari → Wave 90 hari → Org-wide 12 bulan
  • Internal auditor dilatih sebagai lead auditor sesuai ISO 19011:2018
  • Risk register hidup per BU dengan risk appetite statement disahkan board
  • Capstone report ke Komite Audit Komisaris dengan risk culture maturity + finding trend + regulatory readiness

Enam isian saja untuk memulai. Tim korporat kami yang membaca dan membalasnya.

Detail tambahan (opsional)

Isi kalau sudah ada gambarannya. Semua isian di bagian ini boleh dilewati, dan tim kami akan menanyakannya saat sesi analisa kebutuhan.