Langsung ke konten
Tema Org-Wide

Pelatihan ESG dan Laporan Keberlanjutan, dari Penilaian Materialitas sampai Draf Laporan

Tema tahunan dengan empat pilar terintegrasi (literasi ESG, kapabilitas pelaporan ISSB/GRI, governance & assurance, transisi operasi rendah karbon), pagu anggaran terstruktur, dan rollout berfase dari pilot ke org-wide. Untuk CHRO, Chief Sustainability Officer (CSO), CFO, dan Chief Legal yang menyiapkan korporat menghadapi era pelaporan berkelanjutan yang dapat diaudit.

  • 4,9/5 ยท 287 ulasan
  • 300+ klien nasional
  • 2.000+ trainer
  • 1 sampai ratusan peserta
  • Standar ยท Premium ยท Privat 1-on-1
Skala program
Org-wide (CHRO + CSO + CFO sponsorship)Skala program
Durasi tipikal
12 bulan (renewable)Durasi tipikal
Pilar program
4: Literasi ยท Pelaporan ยท Governance ยท Transisi OperasiPilar program
Tingkat anggaran
Standar atau PremiumTingkat anggaran

2.000+ trainer dan expert

Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.

Lihat dokumentasi kelas

Trainer Anda terlihat dulu

Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.

4,9 dari 5

287 ulasan peserta.

300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.

Satu orang sampai ratusan

Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.

Tiga tingkat anggaran

  • Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
  • Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
  • Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Sebutkan anggaran Anda
Jawaban singkat

Pelatihan ESG Neksus menyiapkan tim sustainability, keuangan, investor relations, dan sekretaris perusahaan untuk menyusun laporan keberlanjutan selaras POJK 51/2017, GRI Standards, dan ISSB IFRS S1+S2. Keluarannya bertahap, mulai dari draf materiality assessment sampai draf sustainability report. Program berjalan 12 bulan: pilot 30 hari di satu unit, wave 90 hari, lalu seluruh organisasi.

Tema Tahunan

Mengapa ESG capability harus dirancang sebagai tema setahun terpisah dari CSR tradisional

CSR tradisional di Indonesia (lewat PROPER KLHK, sumbangan komunitas) berfokus pada pemenuhan reputasi. ESG capability modern berfokus pada audit, investor accountability, dan transisi operasi yang dapat diukur, disiplin berbeda yang membutuhkan kapabilitas berbeda. Kerangka pelaporan global telah konvergen ke ISSB (International Sustainability Standards Board) dengan IFRS S1 (General Requirements, Juni 2023) dan IFRS S2 (Climate-related Disclosures, Juni 2023), menggantikan TCFD dan SASB sebagai standar de facto investor global. GRI Standards 2021+2024 (Global Reporting Initiative) tetap menjadi backbone untuk pelaporan stakeholder-broad. SBTi (Science Based Targets initiative) menyediakan metodologi target karbon berbasis ilmu. UN SDGs memetakan kontribusi ke tujuan pembangunan global. Di Indonesia, OJK POJK 51/POJK.03/2017 Keuangan Berkelanjutan mewajibkan rencana aksi keuangan berkelanjutan untuk BUS, dan POJK 14/2022 mewajibkan sustainability report untuk emiten dan perusahaan publik. CDP (Carbon Disclosure Project) menjadi platform pelaporan iklim wajib untuk korporat dengan rantai pasok global. Untuk sektor spesifik: RSPO/ISPO untuk sawit, ISO 14001:2015 sebagai sistem manajemen lingkungan. Edelman Trust Barometer menunjukkan kepercayaan stakeholder pada korporat kini lebih dipengaruhi tindakan ESG daripada CSR philanthropy. Tema setahun menggabungkan kerangka-kerangka ini menjadi kapabilitas eksekusi.

  • ESG capability โ‰  CSR tradisional, fokus pada audit, investor accountability, transisi operasi terukur
  • Backbone pelaporan: ISSB IFRS S1+S2 + GRI Standards 2021+2024 + TCFD
  • Target karbon: SBTi (Science Based Targets initiative) dengan validasi pihak ketiga
  • Regulasi Indonesia: OJK POJK 51/2017 Keuangan Berkelanjutan + POJK 14/2022 sustainability report
  • Sektor spesifik: RSPO/ISPO (sawit) + ISO 14001:2015 + CDP
Sustainability report tanpa kapabilitas internal = greenwashing risk

Korporat yang outsource sustainability report ke konsultan tanpa membangun kapabilitas internal akan menerbitkan laporan yang tidak dapat dijawab pertanyaan investor. Greenwashing risk + reputasi terancam saat investor / NGO / regulator melakukan deep-dive. POJK 14/2022 mewajibkan sustainability report untuk emiten; ISSB IFRS S1+S2 segera menjadi standar yang ditanya auditor.

Tiga sponsor wajib untuk tema ini

Program ESG Capability membutuhkan tiga sponsor selaras: CSO atau Head of Sustainability (eksekusi + governance), CFO (anggaran + sustainability report yang terintegrasi dengan financial report), dan CHRO (kapabilitas + perubahan perilaku). Untuk korporat publik, Chief Legal/Corporate Secretary menjadi sponsor keempat untuk dimensi POJK + disclosure.

ISSB IFRS S1+S2 โ‰  GRI Standards โ‰  CDP

ISSB IFRS S1+S2 fokus pada material risk bagi investor (single materiality). GRI Standards fokus pada dampak ke stakeholder-broad (double materiality). CDP fokus spesifik pada climate + water + forest disclosure dengan scoring publik. Korporat tahun 2025+ umumnya menggunakan dual-track (ISSB untuk investor + GRI untuk stakeholder) dengan CDP untuk dimensi iklim.

Arsitektur Program

Arsitektur empat pilar terintegrasi

Setiap pilar memiliki audience, modul, dan deliverable berbeda. Tata kelola program menyelaraskan keempatnya di bawah peta jalan tahunan.

Pilar 1
Pilar 1, Literasi ESG untuk Semua Karyawan

Memberi setiap karyawan dasar pemahaman ESG: apa itu E (environment), S (social), G (governance), bagaimana pekerjaan harian mereka terkait, dan mengapa investor + regulator menanyakannya. Modul 4โ€“6 jam per orang per tahun (async + sesi divisi).

  • 100% karyawan paham 3 pilar ESG dan kontribusi BU mereka
  • Awareness ke komitmen sustainability korporat + target SBTi
  • Bahasa umum tim untuk diskusi ESG lintas-fungsi
Pilar 2
Pilar 2, Kapabilitas Pelaporan ISSB + GRI + TCFD

Membangun tim sustainability + finance + investor relations yang dapat menyusun sustainability report selaras ISSB IFRS S1+S2 dan GRI Standards 2021+2024 dengan assurance pihak ketiga. Modul 80โ€“140 jam per orang per tahun untuk 10โ€“25 orang.

  • Sustainability report 2025/2026 dapat di-assure (limited atau reasonable assurance)
  • Materiality assessment selaras GRI 3 (2021) + ISSB IFRS S1
  • GHG inventory Scope 1+2+3 sesuai GHG Protocol
Pilar 3
Pilar 3, Governance, Assurance & Disclosure

Menyusun Sustainability Governance Framework, Sustainability Committee (level dewan), Sustainability Working Group (eksekutif), Disclosure Controls & Procedures, dan Assurance Charter. Selaras POJK 51/2017 + POJK 14/2022 + TCFD recommendations.

  • Sustainability Committee dewan dibentuk dengan TOR + cadence triwulanan
  • Disclosure Controls untuk sustainability data sejajar dengan financial reporting
  • Assurance Charter dengan auditor pihak ketiga + scope yang jelas
Pilar 4
Pilar 4, Transisi Operasi Rendah Karbon (SBTi + Industri-Spesifik)

Menerjemahkan komitmen SBTi menjadi action plan per BU + investasi pengurangan emisi (energy efficiency, renewable PPA, electrification, supply chain engagement). Modul untuk Operations + Procurement + Engineering leadership.

  • Target SBTi divalidasi (near-term 2030 + net-zero 2050)
  • Action plan per BU dengan investasi + timeline
  • Supplier engagement program untuk Scope 3 (vendor klasifikasi tinggi)
Pagu Anggaran Tahunan

Pagu anggaran tahunan berdasarkan ukuran organisasi dan eksposur regulasi

Perusahaan dengan eksposur regulasi lebih tinggi cenderung berada di tingkat Premium, seperti terlihat pada baris-baris berikut. Cakupan laporan, jumlah peserta, dan pagu tahunan Anda menjadi dasar rancangan akhirnya. Investasi capex transisi operasi (renewable PPA, elektrifikasi) di luar program ini.

LingkupPesertaTingkat AnggaranCatatan
Perusahaan menengah (200โ€“500 karyawan, non-emiten)100% literasi + 12 sustainability practitioners + Sustainability Working GroupStandarCocok untuk korporat yang baru memulai sustainability journey atau menyiapkan untuk listing/Sukuk Hijau.
Emiten / perusahaan publik (500โ€“2000 karyawan)100% literasi + 22 sustainability practitioners + Sustainability Committee dewan + assurance teamStandar atau Premium, emitenStandard untuk emiten POJK 14/2022. Termasuk dukungan persiapan assurance pihak ketiga.
Enterprise (2000+ karyawan, eksposur global)100% literasi + 45+ sustainability practitioners + Sustainability Committee dewan + supplier engagement programPremium, eksposur globalKontrak multi-tahun. Termasuk dukungan submission CDP + validasi SBTi.
BUMN / lembaga publik dengan mandat sustainability nasionalSkema setara enterprise + integrasi Stranas Pembangunan Rendah KarbonPremium, mandat nasionalProcurement via SPSE LKPP. Selaras Stranas PRK + Peta Jalan NDC.
Sektor sawit / kehutanan / pertambanganSkema enterprise + RSPO/ISPO untuk sawit atau IFC Performance Standards untuk tambang/financePremium, rantai pasok berisikoTambahan modul sektor-spesifik. Audit RSPO/ISPO atau ICMM membutuhkan persiapan tambahan.
Fase Rollout

Fase rollout, pilot 30 hari โ†’ wave 90 hari โ†’ org-wide 12 bulan

Rollout berfase menurunkan risiko pelaporan, mengkalibrasi materiality assessment, dan membangun cerita keberhasilan transisi operasi.

1
Pilot, 30 hari
Bulan 1

Validasi materiality assessment + GHG inventory baseline dengan 1 BU pilot (20โ€“50 karyawan).

  • Materiality assessment draft selaras GRI 3 + ISSB IFRS S1
  • GHG inventory baseline Scope 1+2 untuk BU pilot
  • Literasi ESG 4 jam diselesaikan untuk seluruh BU pilot
  • Cohort sustainability practitioner gelombang 1 dimulai (5โ€“8 orang)
2
Wave 1, 90 hari
Bulan 2โ€“4

Scale ke 3 BU prioritas + Sustainability Committee dewan terbentuk + materiality v1.0 disahkan.

  • Materiality assessment v1.0 disahkan Sustainability Committee
  • Literasi org-wide untuk 3 BU diselesaikan
  • Sustainability Committee dewan + TOR + cadence triwulanan
  • GHG inventory Scope 1+2 untuk 3 BU prioritas
3
Wave 2โ€“3, 180 hari
Bulan 5โ€“10

Rollout ke seluruh organisasi + GHG Scope 3 + supplier engagement + draft sustainability report.

  • 100% karyawan menyelesaikan literasi ESG
  • GHG inventory Scope 1+2+3 lengkap (Scope 3 untuk vendor klasifikasi tinggi)
  • Draft sustainability report 2025/2026 selaras ISSB + GRI
  • Cohort sustainability practitioner gelombang 2+3 selesai
4
Sustaining, 60 hari + perpanjangan
Bulan 11โ€“12 + renewal

Sustainability report dirilis dengan assurance + target SBTi divalidasi + rancangan tahun ke-2.

  • Sustainability report dirilis dengan limited assurance pihak ketiga
  • Target SBTi disubmit untuk validasi
  • Sustainability Committee triwulanan menjadi forum resmi
  • Rancangan tahun ke-2 (path reasonable assurance + CDP A-list aspirasi)
Ukuran Keberhasilan Seluruh Organisasi

Metrik sukses tingkat organisasi, pelaporan + transisi operasi

Pilih 4โ€“6 metrik dari daftar berikut sebelum program mulai, dengan ambang yang disepakati.

% karyawan terliterasi ESG
โ‰ฅ 95% dalam 12 bulan
LMS completion + assessment pass rate
Sustainability report rilis tepat waktu dengan assurance
Limited assurance tahun ke-1, reasonable assurance tahun ke-2
Independent assurance statement pihak ketiga
GHG inventory kelengkapan
Scope 1+2 lengkap tahun ke-1, Scope 3 (vendor klasifikasi tinggi) tahun ke-1, Scope 3 penuh tahun ke-2
GHG inventory aligned with GHG Protocol Corporate Standard
Target SBTi divalidasi
Near-term 2030 target submitted dan divalidasi SBTi dalam 12 bulan
SBTi public commitment + validation letter
Materiality assessment terbarui
Materiality assessment selaras GRI 3 + ISSB IFRS S1 dengan stakeholder engagement terdokumentasi
Disclosed dalam sustainability report
Internal sustainability practitioners bersertifikasi
12โ€“45 orang dalam 12 bulan (sesuai ukuran organisasi)
Sertifikasi internal + capstone (contoh: materiality assessment, GHG inventory, atau disclosure section)
Sustainability Committee dewan aktif
Cadence triwulanan dengan minutes terdokumentasi + decision log
Audit corporate secretary
Alat Bantu Keputusan

Program capability terintegrasi vs Outsourcing penuh ke konsultan vs CSR tradisional

Tiga pendekatan korporat, dengan profil hasil yang berbeda.

KriteriaOutsourcing penuh ke konsultanProgram capability terintegrasi
โ˜…
CSR tradisional saja
Cara anggaran disusunFee konsultan per laporanStandar atau Premium per laporanDana donasi dan biaya PROPER
Kapabilitas internal pasca-tahun-1Rendah, tergantung konsultanTinggi, sustainability practitioners bersertifikasiTidak relevan
Sustainability report di-assure pihak ketigaBisa, tapi tim internal tidak dapat menjawab pertanyaan investorBisa + tim internal dapat menjawab investorTidak, biasanya tidak ada sustainability report formal
Selaras POJK 14/2022 emitenBisaBisa + kontinuitas tahun-tahun berikutTidak
Target SBTi divalidasiMungkinYa, kapabilitas internal mengelolaTidak
Alur Kerja Sama

Alur kerja sama Neksus untuk tema setahun

  1. 1

    Kickoff & ESG maturity diagnostic (4 minggu)

    Minggu 1โ€“4

    Workshop 2 hari dengan CHRO/CSO/CFO/Legal/BU Head + interview 15 stakeholder kunci + assessment ESG maturity (kapabilitas pelaporan, GHG baseline, governance). Output: Charter program + maturity baseline + rancangan rollout.

  2. 2

    Pilot BU 30 hari

    Bulan 2

    Materiality draft, GHG inventory baseline, literasi ESG diuji di 1 BU pilot. Cohort sustainability practitioner Level 1 dimulai. Retro mingguan dengan tim Neksus + champions BU pilot.

  3. 3

    Retro pilot & kalibrasi (2 minggu)

    Bulan 3 (awal)

    Workshop retrospektif. Materiality direvisi v1.0. GHG metodologi dikalibrasi. Rancangan Wave 1 disepakati.

  4. 4

    Wave 1, 3 BU prioritas (90 hari)

    Bulan 3โ€“5

    Literasi org-wide 3 BU, Sustainability Committee dewan dibentuk, GHG Scope 1+2 untuk 3 BU. Cohort sustainability practitioner gelombang 1+2.

  5. 5

    Wave 2โ€“3, sisa BU + Scope 3 (180 hari)

    Bulan 6โ€“11

    Rollout ke seluruh organisasi. GHG Scope 3 (vendor klasifikasi tinggi). Draft sustainability report selaras ISSB + GRI. Supplier engagement program.

  6. 6

    Capstone, assurance & rancangan tahun ke-2

    Bulan 12

    Sustainability report dirilis dengan limited assurance pihak ketiga. Target SBTi disubmit. Capstone presentation ke dewan. Workshop rancangan tahun ke-2 (path reasonable assurance + CDP).

Tata Kelola Program

Tata kelola program, siapa, peran apa, ritme apa

Tata kelola yang jelas menyatukan sustainability dengan corporate governance utama. Empat lapisan dengan cadence berbeda.

Sustainability Committee Dewan (Komisaris + 2โ€“3 anggota dewan)
Triwulanan + tahunan untuk approval report

Pengawasan dewan atas sustainability strategy. Sahkan materiality assessment, target SBTi, sustainability report tahunan. Akuntabel ke RUPS.

Sustainability Working Group (CSO + CFO + COO + CHRO + Chief Legal)
Bulanan

Sponsor eksekutif. Alokasi anggaran, prioritas wave, resolusi konflik antar-BU, dan koordinasi disclosure.

Sustainability Function (CSO + Sustainability Team + ESG Analyst)
Mingguan

Eksekusi operasional. Materiality, GHG inventory, draft report, supplier engagement, dan koordinasi assurance.

BU Sustainability Champions (1 per BU)
Mingguan check-in, bulanan all-champions

Titik kontak BU untuk data ESG, GHG, dan aksi transisi operasi. Eskalasi blocker ke Sustainability Function.

Neksus Engagement Team (Account Director + Lead Facilitator + Sustainability Specialist)
Mingguan steering call + onsite per wave

Co-design program, fasilitasi sesi inti, kalibrasi modul, eskalasi metodologi (ISSB, GRI, TCFD, SBTi).

Peserta Sasaran

Siapa yang ikut dari organisasi Anda, multi-kohort terintegrasi

Program ini terdiri dari beberapa cohort paralel dengan kurikulum berbeda.

All-employee literasi ESG
100% karyawan

Setiap karyawan (4โ€“6 jam async + 2 jam tatap muka).

Sustainability Practitioner internal
12โ€“45 orang

Sustainability team, finance (untuk disclosure), investor relations, BU ESG champions. 80โ€“140 jam terstruktur + capstone (materiality / GHG / disclosure section).

BU Sustainability Champions
1 per BU

Mid-level employee dengan akses ke data operasional BU (energy, water, waste, supplier).

Sustainability Working Group
5โ€“7 orang

CSO + CFO + COO + CHRO + Chief Legal + Corporate Secretary (untuk emiten).

Sustainability Committee Dewan
3โ€“4 orang dewan

Komisaris + 2โ€“3 anggota dewan dengan track-record ESG / iklim / governance.

Direksi briefing
Direksi penuh

Sesi 90 menit triwulanan dengan ringkasan progres + GHG + target SBTi.

Cara Menekan Risiko Program

Risiko program yang umum gagal, dan mitigasi yang efektif

Sustainability report tidak dapat di-assure karena data tidak rapi

Auditor menemukan inconsistency GHG data, atau materiality tidak dapat ditelusuri ke stakeholder engagement.

Cara menekannya: Pilar 3 Disclosure Controls & Procedures sejajar dengan financial reporting + data lineage GHG terdokumentasi + stakeholder engagement log.

Target SBTi tidak divalidasi karena tidak feasible

Submit SBTi ditolak karena baseline GHG tidak lengkap atau target tidak selaras pathway 1.5ยฐC.

Cara menekannya: GHG inventory baseline lengkap (Scope 1+2 wajib, Scope 3 vendor klasifikasi tinggi) sebelum target setting + konsultasi dengan SBTi target validation team.

Supplier (Scope 3) tidak kooperatif memberikan data

Vendor klasifikasi tinggi tidak menjawab supplier survey atau memberikan data parsial.

Cara menekannya: Supplier engagement program dengan tier-1 vendor (kontrak ulang + insentif data sharing) + escalation ke procurement leadership + alternatif metodologi (industry-average emission factors).

Sponsor dewan tidak aktif

Sustainability Committee dewan jarang rapat; sustainability report dianggap urusan operasional CSO.

Cara menekannya: TOR dewan dengan kewajiban triwulanan + induction session untuk anggota dewan baru + briefing investor relations berkala.

Greenwashing accusation publik

NGO atau media mengkritik klaim sustainability korporat tanpa data backup yang transparan.

Cara menekannya: Disclosure transparan (positive + negative findings) + assurance pihak ketiga + komunikasi proaktif dengan stakeholder kunci sebelum publikasi report.

Tim sustainability + finance tidak terkoordinasi

Angka GHG di sustainability report berbeda dengan asumsi dalam financial report; investor bertanya dan keduanya tidak sinkron.

Cara menekannya: Integrated reporting governance, CFO menjadi sponsor wajib + Disclosure Controls Joint Committee + reconciliation triwulanan.

Informasi Pengadaan

Informasi procurement

  • Format kontrak
    Tema setahun terstruktur (renewable). Pendampingan multi-tahun dengan SOW yang disepakati per tahun. Opsi path reasonable assurance + CDP submission di tahun ke-2.
  • Lokasi
    Onsite di kantor klien, regional onsite ke lokasi operasi (kebun/pabrik/tambang), atau hybrid.
  • Bahasa pengantar
    Bahasa Indonesia (default) atau bilingual ID/EN untuk korporat dengan investor global atau reporting global.
  • Materi & sertifikat peserta
    Modul terstruktur, workbook bilingual, template materiality + GHG inventory + Disclosure Controls + supplier engagement, akses 12 bulan ke alumni resource hub, sertifikasi internal Sustainability Practitioner.
  • Dokumentasi pajak & e-procurement
    Faktur pajak PPN, kwitansi, BAST. Dukungan e-procurement BUMN/pemerintah (SPSE LKPP) tersedia. Pagu SBM K/L untuk kementerian/lembaga.
  • Termin pembayaran
    Uang muka saat kontrak, termin per wave (3x), pelunasan pasca-capstone tahun ke-1. Besaran tiap termin disepakati di kontrak mengikuti ketentuan pengadaan klien.
  • Pendampingan opsional
    Coaching personal CSO/CFO (paket terpisah), executive briefing dewan (90 menit triwulanan), persiapan assurance pihak ketiga (manday), CDP submission support, RSPO/ISPO audit prep.

Pertanyaan Umum

Tergantung yurisdiksi listing dan timeline lokal. Di Indonesia, POJK 14/2022 mewajibkan sustainability report untuk emiten + perusahaan publik. ISSB IFRS S1+S2 telah diadopsi negara seperti Singapura, Hong Kong, dan Inggris dengan timeline 2024โ€“2026. Korporat Indonesia dengan eksposur global atau aspirasi listing offshore disarankan mulai readiness ISSB di tahun pertama tema ini.

Limited assurance biasanya dapat dicapai di akhir tahun ke-1 (bulan 11โ€“12) dengan kondisi GHG inventory + materiality + Disclosure Controls sudah berjalan. Reasonable assurance (audit level financial-grade) membutuhkan tambahan 12โ€“18 bulan kapabilitas + data lineage yang lebih matang.

POJK 51/2017 mewajibkan BUS menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan + Sustainability Report. Tema ini menyediakan kapabilitas internal untuk menyusun dokumen tersebut dengan kualitas yang dapat diuji OJK + investor. Untuk lembaga jasa keuangan, modul tambahan green taxonomy + Sustainable Finance Disclosure dapat dimasukkan ke scope.

Ya. Kami berpengalaman memasok lewat SPSE LKPP dengan dokumentasi lengkap (RKS, HPS, BAST). Pagu mengikuti PMK 39/2024 / SBM K/L. Untuk BUMN dengan mandat transisi energi / sustainability nasional, kontrak biasanya multi-tahun via RKAP dengan persetujuan komisaris.

Tema ini sering menjadi katalis pembentukan peran CSO formal di tahun ke-1 atau ke-2. Kalau korporat sudah punya CSO, ia menjadi sponsor utama Pilar 1+2+4. Kalau belum, fungsi sponsor dijabat sementara oleh Head of Corporate Affairs + CFO dengan rancangan transisi yang dibahas Sustainability Working Group.

Pilot 30 hari adalah komitmen kontrak independen. Kalau organisasi memutuskan tidak melanjutkan, materiality assessment draft + GHG baseline + materi pilot tetap menjadi milik klien. Kami tidak memberi diskon retroaktif; pengalaman pilot menjadi fondasi sustainability journey untuk vendor manapun di masa depan.

Setiap tema dipimpin oleh Account Director + Lead Facilitator dengan pengalaman 10+ tahun di sustainability reporting / ESG strategy + Sustainability Specialist untuk dimensi ISSB/GRI/TCFD/SBTi + Curriculum Architect untuk desain modul. Biografi tim dikirim sebelum kontrak ditandatangani.

NDA dua arah ditandatangani sebelum diagnostik. Data GHG / ESG spesifik klien tidak digunakan sebagai studi kasus marketing tanpa persetujuan tertulis. Akses tim Neksus ke sistem klien dibatasi pada read-only dengan log audit lengkap.

Sustainability Working Group bulanan 90 menit (12x/tahun) + retreat awal 1 hari + Sustainability Committee dewan triwulanan 2 jam (4x/tahun). Total ~40 jam/tahun per sponsor. Komitmen yang signifikan karena ESG capability membutuhkan integrasi dengan financial reporting + investor relations + corporate strategy.

Diskusikan rancangan tema ESG / Sustainability Capability untuk organisasi Anda

Kirim ukuran organisasi, status pelaporan saat ini (emiten / non-emiten), sektor, dan target sustainability yang ingin dicapai. Tim Neksus mempelajari konteks Anda dan menyiapkan rancangan tema setahun.

  • Empat pilar terintegrasi (literasi ยท pelaporan ยท governance ยท transisi operasi) di bawah CSO + CFO + CHRO
  • Pilot 30 hari โ†’ Wave 90 hari โ†’ Org-wide 12 bulan
  • Sustainability report selaras ISSB IFRS S1+S2 + GRI Standards 2021+2024 + TCFD
  • Target SBTi divalidasi + integrasi POJK 51/2017 + POJK 14/2022
  • Path opsional reasonable assurance + CDP submission di tahun ke-2

Enam isian saja untuk memulai. Tim korporat kami yang membaca dan membalasnya.

Detail tambahan (opsional)

Isi kalau sudah ada gambarannya. Semua isian di bagian ini boleh dilewati, dan tim kami akan menanyakannya saat sesi analisa kebutuhan.