Langsung ke konten
Industri

Pelatihan untuk Sektor Pendidikan & Institusi Akademik

Bangun kapabilitas pimpinan, dosen, guru, dan tenaga kependidikan di universitas, sekolah, dan lembaga pelatihan. Kurikulum dipetakan ke UU No. 20/2003 Sisdiknas, UU No. 12/2012 Dikti, PP 4/2022, SN-Dikti, akreditasi BAN-PT / LAM / BAN-S/M, AUN-QA, dan ISO 21001:2018, dengan pengukuran dampak Kirkpatrick L1–L4.

  • 4,9/5 · 287 ulasan
  • 300+ klien nasional
  • 2.000+ trainer
  • 1 sampai ratusan peserta
  • Standar · Premium · Privat 1-on-1
Format
In-house kampus / sekolah / online / hybridFormat
Durasi
Lokakarya 1 hari sampai program semesterDurasi
Peserta
Tim kecil 15 sampai institusi >1.000 stafPeserta
Bahasa
Indonesia / EnglishBahasa

2.000+ trainer dan expert

Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.

Lihat dokumentasi kelas

Trainer Anda terlihat dulu

Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.

4,9 dari 5

287 ulasan peserta.

300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.

Satu orang sampai ratusan

Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.

Tiga tingkat anggaran

  • Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
  • Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
  • Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Sebutkan anggaran Anda
Jawaban singkat

Pelatihan untuk sektor pendidikan mencakup kepemimpinan akademik, AI generatif untuk dosen, literasi data institutional research, persiapan akreditasi, dan komunikasi eksekutif. Program dirancang setelah TNA, selaras UU 20/2003, UU 12/2012, SN-Dikti, akreditasi BAN-PT/LAM, AUN-QA, dan ISO 21001:2018, dengan dampak diukur Kirkpatrick L1–L4 plus indikator akreditasi.

Diskusikan kebutuhan institusi Anda

Klien & Dokumentasi

Sebagian institusi yang sudah kami latih

Foto dari sesi yang sudah berjalan, dengan nama institusinya tertulis apa adanya.

Lihat dokumentasi kelas (123 foto)
Konteks Sektor

Apa yang berbeda dari pelatihan di sektor pendidikan

Institusi pendidikan di Indonesia tunduk pada lapisan regulasi yang tebal: UU No. 20/2003 Sisdiknas, UU No. 14/2005 Guru & Dosen, UU No. 12/2012 Pendidikan Tinggi, PP No. 4/2022 perubahan atas PP 57/2021, Permendikbudristek Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), dan kerangka akreditasi BAN-PT, LAM (Lembaga Akreditasi Mandiri), BAN-S/M, BAN-PAUD&PNF, serta BAN-PDM. Tata kelola mutu makin sering diuji dengan ISO 21001:2018 (Educational Organizations Management System) dan AUN-QA di tingkat ASEAN, sementara visibilitas internasional dilihat lewat QS dan Times Higher Education. Pelatihan korporat untuk sektor ini harus terhubung dengan kerangka jaminan mutu di atas dan menyentuh peran pimpinan, dosen, guru, tenaga kependidikan, sekaligus tim penjaminan mutu internal.

  • Pembeli pelatihannya plural: Rektorat, Dekanat, LPM/SPM, Wakil Direktur SDM, Yayasan, hingga Kepala Sekolah & Disdik.
  • Setiap intervensi pelatihan idealnya menghasilkan jejak yang bisa dipakai untuk borang akreditasi (instrumen 9 kriteria BAN-PT atau LAM).
  • Adopsi AI generatif di kampus dan sekolah memerlukan kebijakan akademik yang jelas (academic integrity) selain pelatihan teknis.
  • Pengukuran dampak harus berbicara dua bahasa: bahasa Kirkpatrick untuk SDM dan bahasa indikator akreditasi untuk LPM/SPM.
  • Sejak Oktober 2024 urusan perguruan tinggi dipegang Kemdiktisaintek dan urusan sekolah dipegang Kemendikdasmen, sehingga kampus dan sekolah dalam satu yayasan kini membaca dua rumpun regulasi yang berbeda.
  • Yang dilatih adalah pembelajarnya sendiri: dosen, guru, laboran, pustakawan, staf biro akademik, dan pimpinan unit. Institusinya bertindak sebagai pendaftar sekaligus pembayar.
Instrumen akreditasi BAN-PT 9 kriteria menuntut bukti pengembangan SDM yang konsisten

Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS 4.0) dan Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT 3.0) memiliki kriteria SDM yang menilai kompetensi dosen-tendik, pengembangan profesional berkelanjutan, dan tata kelola. Program pelatihan perlu dirancang sejak awal untuk meninggalkan jejak yang bisa dimasukkan ke borang.

ISO 21001:2018 menyediakan kerangka EOMS yang bisa dipasangkan dengan SN-Dikti

ISO 21001:2018 (Educational Organizations Management Systems) merupakan adaptasi ISO 9001 untuk konteks pendidikan. Lembaga yang mengadopsinya memiliki kerangka mutu konsisten yang melengkapi kepatuhan SN-Dikti dan visitasi akreditasi.

AI generatif menuntut kebijakan akademik baru di samping pelatihan teknis

Pemanfaatan ChatGPT/Gemini/Claude di tugas mahasiswa dan riset memerlukan kebijakan academic integrity, panduan dosen menilai pekerjaan ber-AI, dan literasi prompt yang bertanggung jawab. Pelatihan teknis tanpa kerangka kebijakan berisiko menimbulkan kontroversi.

Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025 mengikat status dosen tetap pada kinerja tridharma yang terpantau

Peraturan tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen ini ditetapkan 23 Desember 2025 dan mencabut Permendikbudristek No. 44 Tahun 2024. Dosen tetap wajib memenuhi beban kerja paling sedikit sepadan 12 SKS dan kinerja tridharma yang terencana serta terpantau capaiannya. Akibatnya bagi pengembangan SDM: pelatihan yang dipilih kampus perlu menghasilkan luaran yang bisa dicatat sebagai kinerja pendidikan, penelitian, atau pengabdian, misalnya RPS yang direvisi, proposal hibah yang diajukan, atau modul pengabdian yang dijalankan. Petunjuk teknis BKD dan serdos turunannya masih bertahap terbit, jadi pemetaan kami selalu dicek ulang terhadap juknis yang berlaku pada saat program berjalan.

IKU perguruan tinggi berganti kerangka lewat Kepmendiktisaintek No. 358/M/KEP/2025

Keputusan ini menggantikan Kepmendikbudristek No. 210/M/2023 dan memuat dua belas indikator, antara lain kelulusan tepat waktu, serapan lulusan, mahasiswa berkegiatan di luar program studi, rekognisi dosen, publikasi bereputasi internasional, kontribusi pada SDGs, pendapatan di luar UKT, dan tata kelola berintegritas. PTN memakainya untuk menyusun perjanjian kinerja, dan PTS boleh memakainya sebagai acuan target. Bagi bagian SDM, daftar ini menjadi peta kebutuhan pelatihan: rekognisi dosen menuntut kemampuan menulis dan mengajukan hibah, serapan lulusan menuntut dosen yang paham dunia kerja, dan tata kelola berintegritas menuntut tenaga kependidikan yang tertib administrasi.

Tenaga kependidikan adalah separuh wajah layanan kampus yang jarang masuk rencana pelatihan

Mahasiswa dan calon mahasiswa paling sering bertemu staf biro akademik, keuangan, perpustakaan, laboratorium, dan layanan TI. SN-Dikti dalam Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 menetapkan standar tenaga kependidikan, dan ISO 21001:2018 meminta lembaga memantau kepuasan pembelajar dan pihak berkepentingan. Pelatihan service excellence untuk layanan akademik, penanganan keluhan, tata naskah dinas, dan pengelolaan data PDDikti biasanya memberi dampak yang paling cepat terasa oleh mahasiswa, sekaligus menjadi bukti tata kelola saat visitasi.

Realitas Pasar

Realitas pasar pendidikan Indonesia 2026

Konteks pasar yang dipakai untuk merancang program institusi pendidikan.

± 4.500 PT
Perguruan tinggi Indonesia

Data PDDikti Kemdikbudristek mencatat ribuan perguruan tinggi negeri & swasta; sebagian besar membutuhkan dukungan akreditasi & pengembangan SDM.

± 400 ribu sekolah
Sekolah dasar–menengah

Berdasarkan Dapodik Kemdikbudristek; mencakup ratusan ribu sekolah dan jutaan guru, pasar besar untuk pelatihan kepala sekolah & wakil.

QS / THE / AUN-QA aktif
Pengakuan internasional

QS World University Rankings, Times Higher Education, dan AUN-QA jadi rujukan posisi internasional; mendorong upskilling dosen & tendik.

Cepat tetapi belum merata
Adopsi AI di kampus

Sebagian universitas menerbitkan pedoman pemakaian AI generatif 2023–2025; banyak masih dalam tahap pilot. Pelatihan literasi AI sangat dicari.

Regulasi & Standar

Regulasi & standar yang menjadi acuan kurikulum

Modul dipetakan ke kerangka berikut sehingga LPM/SPM, kepegawaian, dan pimpinan akademik bisa langsung membaca relevansinya.

UU Sistem Pendidikan Nasional
UU No. 20 Tahun 2003 (Sisdiknas)

Kerangka dasar Sisdiknas, hak & kewajiban pendidik dan peserta didik, jenjang & jalur pendidikan. Acuan filosofis seluruh program.

UU Guru & Dosen
UU No. 14 Tahun 2005

Kompetensi guru & dosen (pedagogik, profesional, kepribadian, sosial), sertifikasi, dan pengembangan profesi berkelanjutan.

UU Pendidikan Tinggi
UU No. 12 Tahun 2012

Pengaturan perguruan tinggi: tridharma, otonomi, mutu, kerja sama internasional. Konteks utama pelatihan pimpinan PT.

PP Pendidikan Tinggi
PP No. 4 Tahun 2022 jo. PP No. 57 Tahun 2021 (perubahan 2022)

Mengatur standar nasional pendidikan tinggi, penyelenggaraan & evaluasi. Acuan tata kelola program studi.

Permendikbudristek tentang SN-Dikti
Permendikbudristek No. 53/2023 (SN-Dikti versi terbaru)

Standar kompetensi lulusan, isi, proses, penilaian, dosen-tendik, sarana, pengelolaan, pembiayaan, penelitian, PKM. Dasar perancangan kurikulum & SDM.

Akreditasi BAN-PT (IAPT 3.0 & IAPS 4.0)
BAN-PT instrumen 9 kriteria

Kerangka akreditasi perguruan tinggi & program studi. Pengembangan SDM, mutu pembelajaran, dan tata kelola jadi bagian asesmen.

Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM)
Permendikbudristek No. 5 Tahun 2020, dst.

LAM-Teknik, LAM-EMBA, LAM-Infokom, LAM-PTKes, LAM-PSPK, LAM-KePend, LAM-Sastra, LAM-Sains. Instrumen tiap rumpun menentukan kompetensi SDM yang dinilai.

BAN-S/M, BAN-PAUD&PNF, BAN-PDM
Permendikbud terkait, instrumen akreditasi sekolah/madrasah

Akreditasi pada jenjang dasar-menengah, PAUD/Pendidikan Nonformal, dan pendidikan dasar & menengah. Relevan untuk program pelatihan kepala sekolah & yayasan.

AUN-QA (ASEAN University Network – Quality Assurance)
AUN-QA Programme & Institutional Frameworks

Standar penjaminan mutu tingkat ASEAN; banyak perguruan tinggi Indonesia mengejarnya untuk pengakuan regional. Dipakai untuk pelatihan auditor mutu internal.

ISO 21001:2018, Educational Organizations Management System
ISO 21001:2018

Sistem manajemen khusus pendidikan; melengkapi SN-Dikti & akreditasi. Acuan modul mutu institusi yang adopsi EOMS.

UU Pelindungan Data Pribadi
UU No. 27 Tahun 2022

Wajib bagi institusi yang menyimpan data mahasiswa, calon mahasiswa, alumni, dan staf. Modul privasi & sistem informasi kampus.

Permendiktisaintek tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen
Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025 (mencabut Permendikbudristek No. 44 Tahun 2024)

Beban kerja minimal sepadan 12 SKS, kinerja tridharma terencana dan terpantau, jenjang jabatan akademik, dan sertifikasi dosen. Acuan merancang pelatihan yang luarannya tercatat sebagai kinerja dosen.

Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi dan LLDIKTI
Kepmendiktisaintek No. 358/M/KEP/2025 (menggantikan Kepmendikbudristek No. 210/M/2023)

Dua belas IKU yang dipakai PTN untuk perjanjian kinerja dan dirujuk PTS. Dipakai untuk menautkan setiap modul ke indikator yang dikejar pimpinan.

Beban kerja guru dalam UU Guru dan Dosen
UU No. 14 Tahun 2005 Pasal 35

Beban mengajar guru paling sedikit 24 dan paling banyak 40 jam tatap muka per minggu. Jadwal pelatihan guru disusun di sela beban ini, biasanya lewat format pendek berulang atau musyawarah guru.

Kurikulum pendidikan dasar dan menengah
Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024

Kerangka kurikulum PAUD, pendidikan dasar, dan menengah yang menjadi acuan pelatihan guru, wakil kepala kurikulum, dan kepala sekolah.

Pengadaan barang/jasa pemerintah
Perpres No. 16 Tahun 2018 beserta perubahannya

Berlaku bagi PTN satuan kerja, dinas pendidikan, dan sekolah negeri yang membelanjakan APBN/APBD. PTN-BH memakai aturan pengadaan sendiri berdasarkan otonomi dalam UU No. 12 Tahun 2012 Pasal 65.

UU Yayasan
UU No. 16 Tahun 2001 jo. UU No. 28 Tahun 2004

Organ pembina, pengurus, dan pengawas menentukan siapa yang menyetujui anggaran pengembangan SDM di PTS dan sekolah swasta.

Hasil yang Diharapkan

Hasil tipikal program pelatihan institusi pendidikan

Outcome dibahasakan sebagai indikator institusional; angka pasti datang dari baseline institusi Anda saat TNA.

Kesiapan akreditasi
Borang & dokumen pendukung lebih lengkap untuk kriteria SDM dan pembelajaran sesuai IAPT 3.0 / IAPS 4.0 atau instrumen LAM yang relevan.
Capaian pembelajaran lulusan
Penyelarasan CPL dengan SN-Dikti / SKKNI / KKNI, lengkap dengan rubrik penilaian dan asesmen yang lebih kuat.
Adopsi AI di pengajaran
Dosen & guru memakai AI generatif sesuai kebijakan akademik institusi, dengan kebijakan academic integrity yang jelas.
Literasi data institusional
Tim institutional research mampu menyusun dashboard kunci (intake, persistence, graduate employability) sebagai dasar keputusan pimpinan.
Coverage pengembangan SDM
Persentase dosen & tendik yang menyelesaikan program pengembangan profesi sesuai SN-Dikti / SKKNI dosen-tendik naik signifikan.
Kepatuhan UU PDP
Sistem akademik & layanan mahasiswa memiliki kebijakan privasi sesuai UU PDP, dengan pelatihan kesadaran untuk staf TI & layanan.
Luaran tercatat sebagai kinerja dosen
Setiap peserta dosen pulang membawa satu luaran yang bisa diunggah sebagai kinerja tridharma: RPS berbasis OBE yang direvisi, draf proposal hibah, atau rancangan pengabdian.
Mutu layanan tenaga kependidikan
Unit layanan akademik memiliki standar layanan tertulis, alur penanganan keluhan, dan ukuran kepuasan yang dipantau tiap semester sesuai semangat ISO 21001:2018.
Alat Bantu Keputusan

Memilih bentuk pelatihan untuk institusi pendidikan

Empat opsi yang sering ditimbang Wakil Rektor SDM/akademik dan Yayasan, jalur in-house dengan TNA kami jadikan jangkar.

KriteriaSeminar nasional terbukaMOOC publik (Coursera/edX)Pelatihan dari Direktorat / DinasProgram in-house Neksus
★
Penyesuaian ke kurikulum & visi institusiRendah, materi generikRendah, self-paced umumBervariasiTinggi, pakai CPL & RPS institusi Anda
Dukungan ke borang akreditasi (BAN-PT/LAM)Sertifikat partisipasiSertifikat partisipasiSesuai program direktoratOutput dirancang untuk masuk borang 9 kriteria
Jangkauan ke dosen/guru/tendik dalam jumlah besarTerbatas kuotaSelf-paced individuBergantung undanganSkalabel via roadshow + LMS
Pengukuran dampak ke indikator institusiSertifikatProgress courseLaporan partisipasiKirkpatrick L1–L4 + indikator akreditasi
Dukungan procurement (PO, PPN, faktur, NDA)BervariasiLisensi tahunanSesuai kebijakan pemerintahLengkap, PT lokal, PPN, e-faktur, NDA mutual
Alur Kerja Sama

Alur kerja sama dengan institusi pendidikan

Enam langkah dari brief awal hingga laporan dampak. Setiap langkah punya artefak yang bisa dipakai LPM/SPM dan pimpinan.

  1. 1

    Brief awal dengan pimpinan akademik

    1 sesi

    Diskusi 45–60 menit dengan Rektor/Wakil Rektor SDM-Akademik / Kepala Sekolah / Pengurus Yayasan untuk memahami visi, target akreditasi, dan tekanan strategis.

  2. 2

    Training Needs Analysis (TNA) institusional

    2–3 minggu

    Asesmen kompetensi dosen-tendik (atau guru-tenaga kependidikan), review CPL/RPS, audit ringan terhadap instrumen akreditasi yang dituju, wawancara dekanat & LPM/SPM.

  3. 3

    Proposal & desain kurikulum

    5–10 hari kerja

    Rancangan modul per peran, dipetakan ke SN-Dikti / instrumen akreditasi / ISO 21001 / UU PDP, target Kirkpatrick L1–L4, jadwal, dan dokumen procurement.

  4. 4

    Pelaksanaan pelatihan

    1 hari–1 semester per modul

    Sesi live (in-house kampus, online, atau hybrid) dengan fasilitator praktisi & akademisi senior. Tugas praktik berbasis RPS atau perangkat sekolah peserta.

  5. 5

    Pendampingan penerapan di akademik

    1 semester

    Coaching pimpinan, gugus tugas akreditasi, atau musyawarah guru selama 1 semester untuk memastikan materi diaplikasikan & menghasilkan dokumen pendukung.

  6. 6

    Laporan dampak & rencana siklus berikutnya

    1–2 minggu

    Laporan Kirkpatrick L1–L4 + delta indikator institusi (kesiapan akreditasi, adopsi AI, literasi data, kepatuhan UU PDP), rekomendasi siklus pelatihan berikutnya.

Peran Sasaran

Peran sasaran di institusi pendidikan

Pelatihan dirancang per peran; satu program bisa menjangkau beberapa peran dengan track terpisah.

Rektor / Wakil Rektor / Pimpinan PT
Eksekutif

Mengelola strategi tridharma, target akreditasi & ranking, modernisasi institusi, kerja sama internasional.

Dekan / Ketua Program Studi
Manajerial akademik

Menjaga mutu pembelajaran, kesiapan reakreditasi BAN-PT/LAM, pengembangan kurikulum, dan menjaga dosen.

Kepala LPM / SPM / Unit Penjaminan Mutu
Manajerial mutu

Mengelola audit mutu internal, evaluasi diri, kesiapan visitasi BAN-PT/LAM/AUN-QA, dokumentasi 9 kriteria.

Dosen / Tenaga Pengajar
Profesional

Pengembangan profesi berkelanjutan, riset & publikasi (Sinta/Scopus), adopsi teknologi pembelajaran, AI generatif yang bertanggung jawab.

Kepala Sekolah / Wakil Kepala Sekolah
Manajerial sekolah

Manajemen sekolah, supervisi guru, kesiapan akreditasi BAN-S/M, implementasi kurikulum nasional terbaru.

Guru / Tenaga Kependidikan

Diferensiasi pembelajaran, asesmen, penggunaan AI di kelas, literasi data sederhana untuk evaluasi pembelajaran.

Direktur SDM / Kepegawaian Institusi
Manajerial korporat

Sistem pengembangan kompetensi dosen-tendik, jenjang karir, integrasi dengan SKKNI dosen-tendik.

Tim Institutional Research / IT Akademik

Mengelola dashboard institusi, integrasi PDDikti/Dapodik, kepatuhan UU PDP, dukungan keputusan pimpinan.

Kepala LPPM / Direktorat Riset
Manajerial riset

Menaikkan jumlah dan mutu proposal hibah yang diajukan dosen lewat BIMA, mendampingi publikasi bereputasi, dan menjaga tertib laporan kemajuan.

Kepala LP3 / Unit Pengembangan Pembelajaran
Manajerial akademik

Menyelenggarakan pelatihan dasar mengajar seperti PEKERTI dan Applied Approach, memandu revisi RPS ke Outcome-Based Education, dan mendorong metode case method serta team-based project.

Staf Biro Akademik, Keuangan, Perpustakaan, dan Laboratorium
Operasional

Melayani mahasiswa dengan cepat dan ramah, mengelola data PDDikti tanpa galat, menangani keluhan, dan menjaga tertib administrasi yang diperiksa saat visitasi.

Pengurus Yayasan Pendidikan
Eksekutif

Menyetujui anggaran pengembangan SDM untuk kampus dan sekolah sekaligus, menyelaraskan standar mutu lintas unit, dan menilai apakah pelatihan berdampak ke reputasi institusi.

Pola Hasil Tipikal

Pola hasil tipikal di klien sektor pendidikan

Ilustrasi indikatif. Angka pasti datang dari baseline institusi Anda saat TNA.

Konteks

Universitas swasta menyiapkan reakreditasi BAN-PT untuk beberapa program studi.

Intervensi

Program 1 semester: pelatihan asesor mutu internal AUN-QA-aware + workshop penyusunan borang IAPS 4.0 + coaching ketua prodi & LPM.

Hasil indikatif

Tim LPM memiliki rencana visitasi, draft borang awal 9 kriteria, dan ritual asesmen internal yang berkelanjutan.

Konteks

Jaringan sekolah ingin guru memakai AI generatif tanpa melanggar academic integrity.

Intervensi

Roadshow AI generatif untuk guru + workshop kebijakan academic integrity untuk wakil kepala kurikulum, 8 minggu.

Hasil indikatif

Sekolah memiliki kebijakan tertulis pemakaian AI, contoh tugas yang ramah AI, dan rubrik penilaian baru yang konsisten lintas jenjang.

Konteks

Politeknik ingin tim institutional research membaca data lebih dalam untuk perencanaan strategis.

Intervensi

Literasi data + Power BI lanjutan untuk tim IR & humas akademik selama 12 minggu, dataset dari PDDikti & sistem internal.

Hasil indikatif

Pimpinan menerima dashboard intake & persistence yang konsisten; keputusan kuota & alokasi sumber daya punya jejak data.

Konteks

Fakultas di PTS ingin dosen lebih sering lolos seleksi hibah penelitian nasional.

Intervensi

Klinik penulisan proposal hibah per kelompok riset selama satu siklus pendanaan: membaca panduan skema, menyusun state of the art, rencana anggaran, dan luaran wajib, lalu review sejawat sebelum diunggah ke BIMA.

Hasil indikatif

Proposal masuk lebih rapi dan sesuai panduan skema; LPPM memiliki daftar periksa internal yang dipakai ulang di siklus berikutnya.

Konteks

Biro akademik sebuah politeknik menerima banyak keluhan mahasiswa soal layanan KRS, transkrip, dan surat keterangan.

Intervensi

Pelatihan service excellence dan penanganan keluhan untuk staf layanan, dilanjutkan penyusunan standar layanan dan alur tiket bersama kepala biro.

Hasil indikatif

Layanan memiliki standar waktu yang ditetapkan sendiri oleh biro, pencatatan keluhan yang bisa dibaca pimpinan, dan bukti perbaikan berkelanjutan untuk kriteria tata kelola.

Informasi Procurement

Informasi procurement untuk institusi pendidikan

Standar yang biasanya diminta keuangan kampus, yayasan, atau dinas sudah disiapkan.

  • Badan hukum & pajak
    Siap faktur pajak: PPN 11% diterbitkan via e-faktur Coretax untuk klien yang memerlukannya.
  • Dokumen vendor onboarding
    NPWP, NIB, akta, profil perusahaan, struktur tim fasilitator, daftar referensi indikatif tersedia atas permintaan.
  • Kontrak & NDA
    Kontrak bilingual id/en, NDA mutual, klausul kerahasiaan data akademik & mahasiswa.
  • Skema pembayaran
    PO + termin (DP / mid / final) atau per semester untuk program panjang; dukungan e-procurement institusi.
  • Skema PT/PTKN/Yayasan
    Mendukung dokumen pengadaan PT, PTKN, dinas pendidikan, dan yayasan; konsultasi pra-pengadaan tersedia.
  • Privasi data UU PDP
    Penggunaan data peserta dipagari kebijakan privasi internal; tanpa transfer data ke pihak ketiga tanpa persetujuan.
  • Sertifikat & rekognisi
    Sertifikat penyelesaian per peserta dan surat keterangan jam latih, keduanya diterbitkan Neksus untuk berkas pengembangan dosen dan guru (tersedia atas permintaan).
  • PTN-BH
    Pengadaan mengikuti peraturan rektor atau majelis wali amanat masing-masing. Kami menyesuaikan dokumen penawaran dengan format unit pengadaan kampus.
  • PTN BLU dan PTN satuan kerja
    PTN satker mengikuti Perpres No. 16 Tahun 2018 beserta perubahannya; PTN BLU memakai fleksibilitas pengadaan BLU. Dokumen untuk kedua jalur kami siapkan sesuai permintaan pejabat pengadaan.
  • Sekolah negeri dan dinas pendidikan
    Belanja pelatihan biasanya bersumber APBD atau dana operasional sekolah, sehingga waktu pengadaan mengikuti kalender anggaran daerah. Kami membantu menyusun kerangka acuan kerja sejak tahap perencanaan.

Pertanyaan Umum

Setiap modul kami petakan ke kriteria 9 instrumen, terutama SDM, pendidikan, dan tata pamong. Pendampingan berakhir dengan artefak: draft borang, dokumen rapat, materi pembelajaran, dan rekam jejak pengembangan SDM yang langsung bisa dilampirkan ke borang. Kami menggambarkan posisi kami sebagai 'kesiapan menuju' visitasi, sementara keputusan akreditasi tetap berada di BAN-PT/LAM.

Mendukung. Kami menyesuaikan kurikulum ke instrumen LAM yang relevan, LAM-Teknik, LAM-EMBA, LAM-Infokom, LAM-PTKes, LAM-PSPK, LAM-KePend, LAM-Sastra, atau LAM-Sains. Saat TNA, kami petakan kriteria pengembangan SDM masing-masing rumpun, lalu menyusun modul dan jejak dokumen yang sesuai.

Bisa. Kami menyiapkan workshop pemahaman AUN-QA Programme Framework, pelatihan asesor internal, dan pendampingan self-assessment report. Untuk institusi yang sudah memiliki LPM/SPM aktif, kami berperan sebagai fasilitator eksternal dan reviewer dokumen yang melengkapi audit internal Anda.

Kami menggabungkan dua lapisan: pelatihan teknis (prompt engineering, evaluasi output, batasan model) dan workshop kebijakan academic integrity (panduan pemakaian AI di tugas, rubrik penilaian, deteksi). Output institusi adalah dokumen kebijakan pemakaian AI yang disepakati senat/yayasan plus pelatihan dosen agar penerapan konsisten.

Ya. Kami punya jalur untuk kepala sekolah, wakil kepala kurikulum, dan guru, dengan modul yang dipetakan ke standar akreditasi BAN-S/M, BAN-PAUD&PNF, dan kerangka kurikulum nasional terbaru. Roadshow ke beberapa sekolah dalam satu yayasan adalah format yang umum kami jalankan.

Bisa. Modul literasi data + Power BI / Tableau dirancang dengan dataset realistis institusi pendidikan: PDDikti, Dapodik, sistem akademik internal, survei kepuasan, dan data alumni. Output peserta adalah dashboard intake, persistence, graduate employability, dan indikator akreditasi yang siap dipakai pimpinan.

Kami menjalankan workshop privasi data untuk staf akademik, layanan, dan TI: data mapping, dasar pemrosesan, hak subjek data, dan alur notifikasi pelanggaran. Pendampingan menghasilkan kebijakan privasi institusi, formulir consent untuk layanan akademik, dan playbook respons insiden.

Kami memakai Kirkpatrick L1–L4 dengan instrumen yang dipisah per peran. Untuk peran akademik, indikator behavior diuji lewat observasi pembelajaran, lesson study, atau review dokumen RPS. Untuk peran pimpinan, indikatornya kualitas rencana strategis atau dokumen akreditasi yang dihasilkan.

Untuk modul yang memang punya skema BNSP atau asosiasi profesi, kami menyiapkan jalur persiapan uji kompetensi terpisah dengan trainer berpengalaman. Uji dan sertifikat kompetensinya tetap diselenggarakan lembaga pemilik skema, sementara Neksus memberi sertifikat penyelesaian pelatihan.

Biaya ditentukan setelah TNA karena tergantung jumlah peran, jangka waktu pendampingan, dan kompleksitas pemetaan akreditasi. Yang konsisten: harga transparan, dipecah per modul + biaya pendampingan, dengan dokumen procurement standar (PO, faktur pajak, PPN, NDA). Kami juga menjelaskan model harga di awal proposal supaya keuangan kampus / yayasan bisa membandingkan apple-to-apple.

Penilaiannya ada di kampus dan sistem kinerja dosen, sehingga kami merancang setiap modul agar menghasilkan luaran yang lazim diakui: RPS yang direvisi, bahan ajar, proposal hibah, artikel yang siap diajukan, atau rancangan pengabdian. Surat keterangan jam latih dan daftar luaran per peserta kami sediakan untuk berkas pendukung. Karena juknis BKD masih terbit bertahap, kami mencocokkan pemetaan ini dengan bagian SDM kampus Anda di awal program.

Bisa. Lokakarya OBE kami berangkat dari CPL program studi Anda, lalu dosen menurunkannya menjadi CPMK, sub-CPMK, metode pembelajaran, dan rubrik asesmen dengan prinsip constructive alignment. Instrumen LAM dan AUN-QA menilai keterkaitan ini, jadi setiap peserta pulang dengan RPS mata kuliahnya sendiri yang sudah direvisi. Untuk prodi teknik yang menuju IABEE, contoh dan rubriknya kami sesuaikan dengan kriteria lembaga itu.

PEKERTI dan Applied Approach diselenggarakan perguruan tinggi lewat unit pengembangan pembelajarannya sesuai ketentuan kementerian. Peran kami melengkapinya: fasilitator untuk sesi tematik seperti asesmen autentik, pembelajaran digital, case method, dan pemakaian AI di kelas, atau pelatihan lanjutan bagi dosen yang sudah menuntaskan program dasar tersebut.

Kami menjalankannya sebagai klinik per kelompok riset yang mengikuti kalender skema pendanaan. Isinya membaca panduan skema, merumuskan kebaruan dan state of the art, menyusun metode dan rencana anggaran yang wajar, menetapkan luaran wajib, lalu review sejawat sebelum diunggah ke BIMA. Hasil seleksi tetap berada di tangan penyelenggara hibah, dan yang kami bangun adalah mutu proposal serta kebiasaan review internal di LPPM.

Bisa, dengan jalur terpisah. Sekolah membaca Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 dan akreditasi BAN-PDM, sementara kampus membaca SN-Dikti, IKU, dan instrumen BAN-PT atau LAM. Modul yang memang sama, misalnya service excellence untuk tenaga kependidikan, kepemimpinan kepala unit, atau UU PDP, bisa digabung lintas unit supaya standar layanan yayasan seragam, sedangkan modul pedagogi dan akreditasi dijalankan per jenjang.

Praktisi Pendidikan & Institusi Akademik? Kami merekrut trainer di kota-kota ini

Neksus mencari trainer dan konsultan yang pernah bekerja di sektor ini. Pilih kota tempat Anda tinggal atau yang sanggup Anda datangi.

Bahas kebutuhan pelatihan institusi pendidikan Anda

Cerita sebentar tentang institusi, target akreditasi, dan peran sasaran. Kami balas dengan ringkasan TNA awal + opsi format pelatihan.

  • Konsultasi awal 45–60 menit dengan fasilitator praktisi sektor pendidikan.
  • TNA institusional: kompetensi dosen-tendik / guru-tendik + target akreditasi.
  • Proposal terstruktur: kurikulum per peran, jadwal, harga, dokumen procurement.
  • Dukungan SN-Dikti, IAPT 3.0 / IAPS 4.0, instrumen LAM, AUN-QA, ISO 21001:2018, UU PDP.
  • Pengukuran Kirkpatrick L1–L4 + indikator akreditasi & institutional research.

Enam isian saja untuk memulai. Tim korporat kami yang membaca dan membalasnya.

Detail tambahan (opsional)

Isi kalau sudah ada gambarannya. Semua isian di bagian ini boleh dilewati, dan tim kami akan menanyakannya saat sesi analisa kebutuhan.