Langsung ke konten
Privat 1-on-1 dan tim kecil

Pelatihan Privat Karyawan dan Coaching Eksekutif One on One

Satu pembelajar dengan satu trainer, atau satu trainer untuk tim kecil berisi dua sampai sekitar sepuluh orang. Materinya disusun dari pekerjaan nyata pembelajar: rapat, dokumen, presentasi, dan alat yang ia pakai setiap hari. Jadwal mengikuti kalender kantor, sesi berlangsung di kantor atau online, dan trainer dipilih sesuai bidang serta senioritasnya.

Peserta paling sedikit untuk satu program privat
1 orangPeserta paling sedikit untuk satu program privat
Orang dalam satu tim kecil dengan satu trainer
2–10Orang dalam satu tim kecil dengan satu trainer
Trainer dan expert di jaringan grup kami
2.000+Trainer dan expert di jaringan grup kami

2.000+ trainer dan expert

Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.

Lihat dokumentasi kelas

Trainer Anda terlihat dulu

Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.

4,9 dari 5

287 ulasan peserta.

300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.

Satu orang sampai ratusan

Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.

Tiga tingkat anggaran

  • Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
  • Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
  • Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Sebutkan anggaran Anda

Apa itu pelatihan privat karyawan?

Pelatihan privat karyawan adalah program belajar untuk satu orang, atau untuk tim kecil dengan satu trainer, yang disusun di sekitar pekerjaan nyata pembelajarnya. Bahannya diambil dari dokumen, rapat, dan target kerjanya sendiri, jadwalnya mengikuti kalender kantor, dan sesinya berlangsung di kantor atau online. Perusahaan bisa membiayainya, dan profesional juga bisa membayar sendiri.

Apa yang dimaksud pelatihan privat di Neksus

Pelatihan privat adalah bentuk paling kecil dari layanan Neksus: satu trainer yang bekerja dengan satu pembelajar, atau dengan sekelompok kecil orang yang sedang menghadapi persoalan kerja yang sama.

Kebanyakan orang mengenal pelatihan korporat sebagai kelas besar di ruang rapat hotel, dengan tiga puluh peserta, satu modul, dan jadwal dua hari penuh. Bentuk itu tetap ada dan tetap berguna. Namun sering kali kebutuhan sebuah organisasi jauh lebih sempit: seorang direktur yang perlu lancar memimpin rapat regional dalam bahasa Inggris, seorang manajer keuangan yang harus merapikan model anggarannya di Excel, atau seorang juru bicara yang minggu depan akan berhadapan dengan wartawan. Untuk kebutuhan seperti itu, satu trainer yang tepat sudah cukup.

Di Neksus, pelatihan privat berarti program yang dibangun mengelilingi seorang pembelajar, atau sekelompok kecil rekan kerja. Titik awalnya pekerjaan pembelajar itu sendiri. Trainer membaca dokumen yang ia tulis, melihat cara ia presentasi, memahami siapa audiens rapatnya, lalu menyusun sesi dari bahan-bahan itu. Latihannya memakai kasus kantor pembelajar, dan hasil latihannya bisa langsung dipakai di pekerjaan esok harinya.

Ada dua bentuk yang kami layani. Yang pertama one on one, satu pembelajar dengan satu trainer, cocok untuk eksekutif, profesional yang posisinya menuntut kerahasiaan, atau siapa pun yang butuh perhatian penuh. Yang kedua tim kecil, satu trainer untuk dua sampai sekitar sepuluh orang yang belajar hal yang sama, misalnya tim yang baru mengadopsi alat kerja baru. Keduanya memakai cara kerja yang sama: percakapan awal, rencana belajar tertulis, sesi yang terjadwal, latihan di antara sesi, dan catatan kemajuan bila perusahaan yang membiayai.

Pelatihan privat juga terbuka untuk profesional yang membiayai dirinya sendiri, misalnya konsultan independen, pemilik usaha, atau karyawan yang sedang menyiapkan langkah karier berikutnya. Cara kerjanya sama, hanya pihak yang menerima tagihan yang berbeda.

Untuk siapa pelatihan privat cocok: komunikasi dan kepemimpinan

Berikut kasus yang paling sering kami temui. Masing-masing menggambarkan apa yang terjadi di dalam sesi, sebab hasil akhirnya bergantung pada pembelajar dan pekerjaannya.

Benang merah dari semua kasus di bawah sama: kebutuhannya spesifik, bahannya sudah ada di meja kerja pembelajar, dan kelas umum terlalu lebar untuk menjawabnya.

Executive English one on one untuk direktur yang akan memimpin rapat regional

Sesi dimulai dari agenda rapat yang sebenarnya. Trainer dan direktur berlatih membuka rapat, merangkum posisi perusahaan, menanggapi keberatan dari kantor negara lain, dan menutup dengan keputusan yang jelas. Kosakata diambil dari laporan dan email direktur itu sendiri, dan levelnya bisa dipetakan ke skala CEFR supaya kemajuan terbaca jelas oleh pembelajar.

Public speaking dan latihan media untuk juru bicara perusahaan

Trainer menyiapkan simulasi wawancara dengan pertanyaan yang biasa muncul untuk industri perusahaan itu, termasuk pertanyaan sulit saat ada isu. Juru bicara berlatih menyusun pesan inti, menjawab dengan kalimat pendek, dan menjaga sikap di depan kamera. Rekaman latihan ditonton bersama lalu diperbaiki bagian per bagian.

Business writing untuk manajer yang menulis memo direksi

Trainer membaca beberapa memo yang pernah dikirim, lalu bersama manajer menyusun ulang strukturnya dengan kesimpulan di depan, seperti diajarkan dalam Pyramid Principle karya Barbara Minto. Latihan berikutnya memakai memo yang sedang ditulis, sehingga sesi selalu menghasilkan draf kerja yang nyata.

Coaching presentasi sebelum pitch atau presentasi tender

Sesi dipusatkan pada satu presentasi yang tanggalnya sudah ditetapkan. Trainer menguji alur slide, memotong yang berlebihan, melatih pembukaan dan jawaban atas pertanyaan panel, lalu menjalankan gladi bersih dengan waktu yang sama seperti hari sebenarnya.

Coaching untuk team leader yang baru dipromosikan

Pertemuan membahas situasi yang sedang ia hadapi: rapat satu lawan satu pertama dengan anggota tim, memberi umpan balik kepada rekan yang dulu setara, membagi pekerjaan, dan menghadapi atasan. Trainer sering memakai model GROW dari John Whitmore untuk menata percakapan coaching, dan setiap sesi ditutup dengan satu langkah yang akan dicoba minggu itu.

Latihan negosiasi untuk kepala pengadaan sebelum pembicaraan dengan vendor

Trainer dan pembelajar memetakan posisi kedua pihak, batas yang tidak boleh dilewati, dan alternatif bila kesepakatan gagal. Sesi berikutnya berupa simulasi, dengan trainer memerankan vendor yang keras, lalu rekaman simulasi dibedah untuk melihat di mana konsesi diberikan terlalu cepat.

Kasus keterampilan teknis dan tim kecil

Sebagian program privat menyentuh keterampilan teknis. Bahannya data dan alat kerja pembelajar sendiri, sehingga apa yang dilatih langsung terpakai.

Pada kasus teknis, trainer biasanya meminta akses ke contoh berkas yang sudah dibersihkan dari data sensitif, atau bekerja langsung di layar pembelajar saat sesi berlangsung. Cara kedua sering dipilih bila datanya tidak boleh keluar dari perangkat kantor.

Coaching Excel dan analisis data untuk manajer keuangan

Bahannya berkas kerja manajer itu sendiri: model anggaran, rekap biaya, atau laporan bulanan. Trainer membantu merapikan struktur lembar kerja, menyusun rumus yang bisa diperiksa orang lain, membuat pivot dan dashboard sederhana, lalu bila perlu masuk ke Power Query atau Power BI. Datanya tetap di laptop pembelajar.

SQL dan dashboard untuk analis yang baru pindah dari peran operasional

Analis membawa pertanyaan bisnis yang sedang ia kerjakan, misalnya tren keterlambatan pengiriman per gudang. Trainer membantunya menerjemahkan pertanyaan itu menjadi query, memeriksa hasilnya, lalu menyajikannya di dashboard yang bisa dibaca atasannya.

Lima anggota tim yang belajar alat baru bersama satu trainer

Misalnya tim operasional yang baru beralih ke aplikasi manajemen proyek, atau tim pemasaran yang mulai memakai alat AI untuk menyusun konten. Trainer mengajar dengan akun dan data tim itu sendiri, membuat panduan kerja internal bersama mereka, dan menyisakan waktu untuk pertanyaan yang muncul dari pekerjaan minggu itu.

Bedanya dengan kelas pelatihan biasa

Kelas dan program privat sama-sama punya tempat. Perbedaannya terletak pada empat hal yang paling terasa bagi pembelajar.

Yang pertama kecepatan. Di kelas, trainer berjalan dengan kecepatan rata-rata peserta. Di program privat, trainer berhenti tepat di bagian yang belum dikuasai, dan melewati bagian yang sudah dikuasai pembelajar. Seorang manajer yang sudah mahir rumus dasar Excel tidak perlu duduk mendengarkan penjelasan rumus dasar lagi.

Yang kedua bahan. Materi kelas umumnya disiapkan agar cocok untuk banyak orang sekaligus. Materi privat disusun dari dokumen, rapat, dan target kerja pembelajar, sehingga setiap latihan sekaligus menyelesaikan sebagian pekerjaannya.

Yang ketiga jadwal. Program privat menyesuaikan diri dengan kalender kerja. Sesi bisa ditaruh pagi sebelum rapat, di sela hari kantor, atau dipindah ketika ada perjalanan dinas, selama perubahan dikabarkan lebih awal kepada trainer.

Yang keempat kerahasiaan. Di ruang privat, pembelajar bisa membawa memo yang belum terbit, angka internal, atau situasi tim yang sensitif. Apa yang dibahas di sesi tetap di antara pembelajar dan trainer, dan pihak lain hanya menerima apa yang disepakati sejak awal.

Kelas reguler dan program privat secara berdampingan
AspekKelas regulerProgram privat atau tim kecil
Jumlah pesertaSatu angkatan, biasanya belasan sampai puluhan orangSatu orang, atau dua sampai sekitar sepuluh orang
KecepatanMengikuti rata-rata kelasMengikuti pembelajar, berhenti di bagian yang sulit
BahanModul yang dirancang untuk banyak pesertaDokumen, rapat, dan data kerja pembelajar
JadwalTanggal tetap untuk seluruh angkatanDisusun bersama dan bisa digeser dengan pemberitahuan
KerahasiaanDiskusi terbuka di depan rekan kerjaIsi sesi tetap di antara pembelajar dan trainer
TempatRuang kelas, hotel, atau kantorKantor pembelajar, ruang rapat kecil, atau online

Bagaimana satu program privat dibentuk

Setiap program privat melewati lima langkah yang sama. Urutannya sederhana, dan setiap langkah punya keluaran yang bisa dilihat pembelajar maupun pihak yang membiayai.

Karena programnya kecil, rencananya juga ringkas. Biasanya cukup satu sampai dua halaman, dan ia menjadi pegangan bersama selama program berjalan.

1. Percakapan awal dan pemeriksaan kebutuhan

Kami bertanya tentang pekerjaan pembelajar, situasi yang ingin diperbaiki, dan apa yang sudah pernah dicoba. Bila perusahaan yang mengirim, kami juga mendengar harapan atasan atau HR. Pembelajar diminta mengirim contoh pekerjaan, misalnya satu memo, satu deck presentasi, atau satu berkas Excel, supaya trainer melihat titik awalnya dengan jelas.

2. Rencana belajar tertulis

Rencana memuat tujuan yang disepakati dalam bahasa pekerjaan, misalnya memimpin rapat regional tanpa naskah, lalu jumlah sesi, durasi tiap sesi, format, dan bahan yang akan dipakai. Rencana ini dibaca pembelajar sebelum disetujui, sebab dialah yang menjalaninya.

3. Sesi di kantor atau online

Sesi tatap muka bisa diadakan di kantor pembelajar atau ruang rapat kecil yang ia pilih. Sesi online memakai platform rapat yang sudah biasa dipakai perusahaan. Banyak program mencampur keduanya: tatap muka untuk latihan presentasi, online untuk membahas draf tulisan.

4. Latihan di antara sesi

Pembelajar membawa pulang satu tugas kecil yang menempel pada pekerjaannya, misalnya menulis ulang satu memo atau memimpin satu rapat dengan pembukaan baru. Sesi berikutnya dimulai dengan membahas tugas itu. Di sinilah sebagian besar kemajuan terjadi, sejalan dengan pola 70-20-10 yang menempatkan pengalaman kerja sebagai sumber belajar terbesar.

5. Catatan kemajuan untuk sponsor

Bila perusahaan membiayai, trainer menulis catatan kemajuan singkat pada titik yang disepakati, berisi apa yang sudah dilatih, apa yang mulai terlihat dalam pekerjaan, dan apa langkah berikutnya. Isinya diketahui pembelajar lebih dulu, dan materi sesi yang bersifat pribadi tidak dimasukkan.

Menyiapkan diri sebelum sesi pertama

Sesi pertama paling berguna bila trainer sudah melihat bahan kerja pembelajar sebelum bertemu. Persiapannya ringan, dan sebagian besar sudah ada di folder kerja.

Untuk program komunikasi, kirimkan satu atau dua contoh terbaru: rekaman presentasi internal, deck yang pernah dipakai, atau memo yang pernah dikembalikan direksi dengan catatan. Dari bahan itu trainer membaca pola kebiasaan, misalnya kesimpulan yang selalu muncul di halaman terakhir atau pembukaan rapat yang terlalu panjang, lalu memulai dari pola itu.

Untuk program teknis, siapkan satu berkas yang mewakili pekerjaan sehari-hari dan tuliskan dua atau tiga hal yang paling sering memakan waktu. Bila datanya sensitif, salinan dengan angka yang diubah sudah cukup, sebab yang dipelajari strukturnya.

Untuk coaching kepemimpinan, pembelajar cukup menyiapkan cerita. Situasi apa yang membuatnya ragu bulan ini, percakapan apa yang ia tunda, dan keputusan apa yang menunggu. Trainer akan bertanya lebih jauh di sesi pertama.

Satu hal lagi yang membantu adalah kalender. Tandai tanggal penting dalam beberapa bulan ke depan, seperti rapat regional, presentasi tender, atau tutup buku, supaya sesi bisa disusun mundur dari tanggal-tanggal itu dan latihan paling intensif jatuh tepat sebelum momen yang paling penting.

Tim kecil dua sampai sepuluh orang: kapan memilih satu trainer untuk satu grup

Satu trainer untuk tim kecil kerap menjadi pilihan paling masuk akal di antara keduanya. Ia lebih personal daripada kelas besar, dan lebih hemat daripada mengirim lima orang ke lima sesi privat terpisah.

Format tim kecil bekerja paling baik ketika semua anggotanya menghadapi persoalan yang sama dan saling bergantung dalam pekerjaannya. Tim yang baru memakai alat yang sama, tim penjualan yang menyiapkan presentasi bersama, atau tim yang menulis laporan untuk direksi secara bergantian, semuanya mendapat manfaat dari belajar di ruangan yang sama. Mereka bisa saling memeriksa pekerjaan, menyepakati satu cara kerja, dan melanjutkan latihan tanpa trainer.

Ukuran tim juga berpengaruh. Dua sampai empat orang masih terasa seperti sesi privat, sebab trainer bisa memeriksa pekerjaan setiap orang di setiap sesi. Lima sampai sepuluh orang mulai membutuhkan struktur seperti kelas kecil, dengan pembagian latihan berpasangan dan waktu pemeriksaan yang bergiliran.

Sebaliknya, one on one lebih tepat dalam beberapa situasi. Pembelajar berada di posisi senior dan perlu membahas hal yang tidak pantas dibuka di depan bawahan. Level kemampuan anggota tim terpaut jauh, sehingga satu kecepatan akan membuat sebagian bosan dan sebagian tertinggal. Pembelajar sedang menyiapkan satu momen penting yang hanya ia jalani, seperti wawancara media atau presentasi tender. Atau topiknya menyangkut perilaku pribadi sebagai pemimpin, yang lebih jujur dibicarakan berdua.

Kombinasi juga bisa dilakukan. Tim kecil belajar bersama untuk keterampilan bersama, lalu pemimpinnya mendapat beberapa sesi one on one untuk peran khususnya. Pilihan ini kami bahas di percakapan awal, dengan melihat siapa pembelajarnya dan apa yang sedang mereka kerjakan.

Patokan cepat

Bila pertanyaannya sama untuk semua orang, pilih tim kecil. Bila pertanyaannya hanya milik satu orang, pilih one on one.

Memilih trainer yang pas untuk pembelajar

Dalam program privat, trainer adalah hampir seluruh produknya. Karena itu pemilihannya mendapat perhatian paling besar.

Kami mencocokkan trainer dari jaringan 2.000+ trainer dan expert milik grup kami, berdasarkan dua hal. Yang pertama bidang, yaitu keterampilan yang dibutuhkan dan konteks industri pembelajar. Trainer business writing untuk sektor perbankan sebaiknya paham cara bank menulis memo kredit, dan trainer Excel untuk manajer pabrik sebaiknya pernah melihat data produksi. Yang kedua senioritas. Direktur yang dilatih untuk rapat regional umumnya lebih nyaman dengan trainer yang pernah duduk di forum serupa, sedangkan staf yang baru naik jabatan bisa cocok dengan trainer yang dekat dengan pekerjaan operasional.

Sebelum sesi pertama, profil trainer dibagikan kepada pembelajar dan, bila ada, kepada HR atau pihak yang membiayai. Profil itu berisi latar belakang kerja, bidang yang biasa ia latih, dan bahasa yang ia gunakan saat mengajar. Pembelajar boleh mengajukan pertanyaan atau meminta kandidat lain sebelum program dimulai.

Kecocokan baru benar-benar terasa setelah satu atau dua sesi. Bila pembelajar merasa cara mengajar trainer tidak pas dengan dirinya, ia bisa meminta pergantian. Kami mencari pengganti yang lebih sesuai, dan rencana belajar tetap dipakai sehingga program tidak perlu dimulai dari awal. Permintaan ganti trainer adalah hal yang wajar dalam program privat, dan pembelajar tidak perlu sungkan menyampaikannya.

Peran HR dan atasan selama program berjalan

Program privat yang dibiayai perusahaan berjalan paling lancar bila HR dan atasan pembelajar tahu batas perannya sejak awal.

HR biasanya memegang tiga urusan: menyetujui rencana dan anggaran, mengatur administrasi pengadaan, dan menerima catatan kemajuan. HR tidak perlu hadir di sesi, dan untuk program coaching kehadiran pihak ketiga justru membuat pembelajar menahan diri.

Atasan langsung punya peran yang berbeda. Ia orang yang paling sering melihat pekerjaan pembelajar, sehingga masukannya di percakapan awal sangat berharga, misalnya bagian presentasi mana yang paling sering membuat rapat berlarut. Selama program, atasan bisa membantu dengan memberi kesempatan berlatih, seperti mempercayakan pembukaan rapat mingguan kepada pembelajar yang sedang belajar memimpin rapat.

Pembelajar sendiri tetap pemilik programnya. Ia menyetujui rencana belajar, membaca catatan kemajuan sebelum dikirim, dan boleh mengusulkan perubahan arah bila kebutuhannya bergeser di tengah jalan. Pembagian peran ini membuat sponsor mendapat gambaran yang ia perlukan, sementara ruang belajar pembelajar tetap aman.

Bila beberapa karyawan dari perusahaan yang sama mengikuti program privat sekaligus, HR bisa meminta satu ringkasan gabungan per periode, berisi siapa yang sedang belajar, topiknya, dan posisi programnya. Rincian per orang tetap mengikuti kesepakatan di rencana masing-masing.

Anggaran pelatihan privat dan tim kecil

Program privat dan tim kecil membutuhkan anggaran total yang jauh lebih kecil daripada program besar, sebab jumlah orang, ruang, dan logistiknya juga kecil.

Kebutuhan sekecil satu orang tetap kami layani dengan sungguh-sungguh. Banyak organisasi menunda pelatihan karena mengira jasa pelatihan korporat selalu berbentuk paket besar. Kenyataannya, satu manajer yang perlu diperbaiki tulisannya atau satu direktur yang perlu berlatih bahasa Inggris bisa dilayani dengan anggaran yang ringan dan masuk akal untuk divisi mana pun.

Besarnya anggaran ditentukan oleh tiga hal. Jumlah sesi, yang ditetapkan di rencana belajar sesuai tujuan. Format, yaitu tatap muka di kantor, online, atau campuran, sebab tatap muka melibatkan waktu perjalanan trainer. Senioritas trainer, sebab trainer yang biasa mendampingi direksi berbeda tingkatnya dengan trainer untuk staf pelaksana. Untuk tim kecil, jumlah orang ikut diperhitungkan, tetapi biaya per orangnya biasanya turun dibandingkan one on one.

Kami tidak memasang daftar harga di halaman ini, sebab setiap program privat disusun dari kebutuhan yang berbeda. Angkanya keluar sesudah percakapan awal, dalam bentuk rencana anggaran yang merinci jumlah sesi, format, dan trainer yang diusulkan. Bila perusahaan membutuhkan rencana anggaran resmi untuk diajukan ke atasan atau bagian pengadaan, silakan lihat cara kami menyusun RAB pelatihan, yang menjelaskan komponen biaya satu per satu.

Bila anggaran sudah ditetapkan lebih dulu, sampaikan saja angkanya. Kami akan menyusun program yang muat di dalamnya, misalnya dengan mengatur jumlah sesi atau mencampur sesi tatap muka dan online.

Siapa yang membayar, dan bagaimana kerahasiaan dijaga

Program privat melibatkan tiga pihak: pembelajar, trainer, dan pihak yang membiayai. Peran masing-masing disepakati sejak awal.

Bila perusahaan atau instansi yang membiayai, prosesnya mengikuti pengadaan biasa. Kami siap menerima PO, menerbitkan invoice dengan faktur pajak dan PPN, dan mencatat pemotongan PPh 23 bagi BUMN atau instansi yang memotongnya. Dokumen pendukung yang biasa diminta bagian pengadaan bisa disiapkan sesuai daftar yang mereka kirim.

Bila profesional membayar sendiri, tagihan dikirim atas namanya, dan seluruh hubungan program berlangsung langsung dengannya. Tidak ada laporan yang dikirim ke kantornya kecuali ia sendiri yang memintanya.

Kerahasiaan diatur dalam tiga lapis. Isi sesi, termasuk dokumen internal, angka, dan cerita tentang rekan kerja, tetap di antara pembelajar dan trainer. Pihak yang membiayai menerima catatan kemajuan yang sudah dibaca pembelajar, berisi keterampilan yang dilatih dan langkah berikutnya. Dokumen kerja yang dibawa ke sesi diperlakukan sesuai kebijakan perusahaan pembelajar, dan data pribadi dikelola dengan memperhatikan UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Bila perusahaan ingin perjanjian kerahasiaan tertulis dengan trainer, misalnya karena sesi akan membahas strategi yang belum diumumkan, sampaikan di percakapan awal agar disiapkan sebelum sesi pertama.

Cara memulai program privat

Langkah pertama adalah konsultasi awal gratis bersama tim korporat Neksus. Di situ kami mendengarkan kebutuhan dan memberi gambaran bentuk program yang cocok.

Konsultasi bisa diminta oleh HR, atasan pembelajar, sekretaris direksi, atau oleh pembelajar sendiri. Supaya percakapannya langsung berguna, siapkan beberapa hal berikut. Pertama, siapa pembelajarnya dan apa perannya. Kedua, situasi kerja yang ingin diperbaiki, sedekat mungkin dengan kejadian nyata, misalnya rapat regional bulan depan atau memo direksi yang sering dikembalikan. Ketiga, contoh pekerjaan bila ada, seperti satu deck, satu memo, atau satu berkas Excel. Keempat, preferensi format, apakah di kantor, online, atau campuran, serta kota bila tatap muka. Kelima, siapa yang akan membayar dan apakah ada batas anggaran.

Sesudah konsultasi, kami menyiapkan usulan rencana belajar beserta profil trainer. Pembelajar dan pihak yang membiayai membaca usulan itu, memberi masukan, lalu menyetujuinya. Sesi pertama dijadwalkan setelah rencana dan trainer disepakati.

Bila kebutuhannya masih samar, misalnya HR merasa seorang manajer perlu dibantu tetapi belum tahu di bagian mana, itu tetap titik awal yang sah. Percakapan awal memang dirancang untuk menemukan bagian yang paling perlu dilatih lebih dulu.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang pelatihan privat

Berapa jumlah peserta minimal untuk pelatihan privat?

Satu orang. Program one on one adalah bentuk dasar layanan privat kami. Untuk tim kecil, satu trainer biasanya mendampingi dua sampai sekitar sepuluh orang yang mempelajari hal yang sama.

Apakah sesinya bisa online, atau harus di kantor?

Keduanya bisa. Sesi tatap muka diadakan di kantor pembelajar atau ruang yang ia pilih, dan sesi online memakai platform rapat yang biasa dipakai perusahaan. Banyak program mencampur keduanya, misalnya tatap muka untuk latihan presentasi dan online untuk membahas draf tulisan.

Apakah perusahaan bisa melihat kemajuan karyawan yang dilatih?

Bisa, melalui catatan kemajuan singkat pada titik yang disepakati di rencana belajar. Catatan itu berisi keterampilan yang sudah dilatih dan langkah berikutnya, dan pembelajar membacanya lebih dulu. Isi pembicaraan pribadi di dalam sesi tidak dimasukkan ke catatan.

Bagaimana kalau saya merasa tidak cocok dengan trainernya?

Sampaikan kepada tim kami, dan kami akan mencarikan trainer lain yang lebih sesuai dengan bidang dan cara belajar Anda. Rencana belajar yang sudah disusun tetap dipakai, sehingga program berlanjut dari titik terakhir.

Bisakah saya membayar sendiri tanpa melalui kantor?

Bisa. Profesional yang membiayai dirinya sendiri menerima tagihan atas nama pribadi, dan seluruh komunikasi program berlangsung langsung dengannya. Kantor tidak menerima laporan apa pun kecuali Anda yang memintanya.

Dalam bahasa apa pelatihan privat bisa diberikan?

Sebagian besar program berlangsung dalam Bahasa Indonesia atau Inggris, termasuk program business English yang memakai bahasa Inggris sebagai bahan latihannya. Bila Anda membutuhkan bahasa lain, sebutkan di konsultasi awal agar kami mencarikan trainer yang menguasainya.

Biasanya berapa sesi yang dibutuhkan?

Bergantung pada tujuannya. Persiapan untuk satu presentasi tender bisa cukup dengan beberapa sesi yang rapat, sedangkan coaching kepemimpinan untuk team leader baru umumnya berjalan lebih panjang. Jumlah sesi ditetapkan di rencana belajar sesudah percakapan awal, dan bisa ditinjau ulang di tengah program.

Bagaimana dengan biaya dan proses pengadaannya?

Anggaran mengikuti jumlah sesi, format, dan senioritas trainer, dan angkanya diberikan sesudah konsultasi dalam bentuk rencana anggaran. Untuk perusahaan dan instansi, kami siap dengan PO, invoice, faktur pajak, PPN, dan pemotongan PPh 23.

Ceritakan siapa yang ingin belajar dan apa yang sedang ia kerjakan

Isi formulir singkat tentang pembelajar, kebutuhan kerjanya, dan format yang diinginkan. Tim korporat Neksus akan menghubungi Anda untuk konsultasi awal gratis, lalu menyusun rencana belajar dan mengusulkan trainer yang cocok.

Isi formulir kebutuhan