Langsung ke konten
Senior · HRBP

Pelatihan HR Business Partner yang Mengubah HR dari Pelaksana Administratif Menjadi Mitra Strategis BU

Program Neksus 12–16 minggu membangun lima fondasi HRBP modern: business acumen mendalam, data & analytics fluency, organization design, strategic workforce planning, dan executive coaching tingkat manajer. Mengacu pada kerangka Dave Ulrich, CIPD Profession Map, SHRM SCP, dan ISO 30414:2018.

  • 4,9/5 · 287 ulasan
  • 300+ klien nasional
  • 2.000+ trainer
  • 1 sampai ratusan peserta
  • Standar · Premium · Privat 1-on-1
Target peserta
HRBP, Senior HRBP, People Partner, HR Manager unitTarget peserta
Durasi tipikal
12–16 minggu (cohort)Durasi tipikal
Fokus inti
Business acumen · HR analytics · Org design · Strategic workforce planningFokus inti
Format
Hybrid: live workshop · simulasi BU · 1-on-1 coaching · capstoneFormat

2.000+ trainer dan expert

Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.

Lihat dokumentasi kelas

Trainer Anda terlihat dulu

Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.

4,9 dari 5

287 ulasan peserta.

300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.

Satu orang sampai ratusan

Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.

Tiga tingkat anggaran

  • Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
  • Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
  • Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Sebutkan anggaran Anda
Jawaban singkat

Program HR Business Partner Neksus membangun lima kapabilitas inti: business acumen (membaca P&L, value chain, strategi BU), HR data & analytics fluency (workforce metrics, ISO 30414), organization design (struktur, peran, span of control), strategic workforce planning 3-tahun, dan executive coaching untuk para manajer BU. Cohort 12–16 minggu mengacu pada Dave Ulrich HR Business Partner Model, CIPD Profession Map, SHRM SCP, dan ISO 30414:2018.

Konteks Peran

Mengapa HRBP adalah pengganda strategis perusahaan

Peran HR Business Partner diperkenalkan Dave Ulrich pada akhir 1990-an sebagai transformasi HR dari fungsi administratif ke mitra strategis BU. Tiga dekade kemudian, riset CIPD 2024 menunjukkan organisasi dengan HRBP matang punya retensi talent 28% lebih baik, time-to-fill posisi kunci 40% lebih cepat, dan engagement karyawan 15 poin lebih tinggi dibanding peer. Sayangnya transisi dari HR generalist ke HRBP strategis sering gagal, penyebabnya konsisten: kompetensi yang membawa HR ke level senior (eksekusi rapi proses HR) berhenti memberi nilai tambah saat duduk di meja direksi BU. Direksi mencari mitra yang memahami P&L mereka, menantang asumsi workforce dengan data, dan merancang struktur organisasi yang memungkinkan strategi. Program Neksus mengisi gap ini dengan kerangka Dave Ulrich 4-quadrant (Strategic Partner, Change Agent, Employee Champion, Administrative Expert), kompetensi CIPD Profession Map, dan kompetensi SHRM SCP yang diuji global.

  • Organisasi dengan HRBP matang punya retensi 28% lebih baik & time-to-fill 40% lebih cepat (CIPD, 2024)
  • Dave Ulrich 4-quadrant memetakan 4 peran HRBP yang harus dijalankan paralel, bukan bergantian
  • ISO 30414:2018 menyediakan kerangka pelaporan human capital terstandar yang makin diminta investor & regulator
  • Kompetensi 'business acumen' adalah gap terbesar HRBP Indonesia (survei SHRM Indonesia 2024)
HRBP tanpa business acumen menjadi penghubung tipis tanpa pengaruh

Direksi BU mengabaikan HRBP yang hanya bisa membicarakan kebijakan HR dan tidak memahami margin, pipeline pelanggan, atau strategi kompetitor. Tanda peringatan: HRBP tidak diundang ke rapat strategi BU, hanya diundang saat ada masalah karyawan. Bila itu kondisinya, fungsi HRBP berfungsi sebagai HR administratif berlabel mewah, dengan biaya gaji premium tanpa ROI strategis.

Kerangka acuan program

Modul mengintegrasikan Dave Ulrich HR Business Partner Model (4-quadrant 1997, refresh 2017), CIPD Profession Map 2024 (8 core knowledge + 9 core behaviours), kompetensi SHRM SCP (Senior Certified Professional), ISO 30414:2018 (Human Resource Management, Guidelines for Internal and External Human Capital Reporting), dan kerangka Cascio-Boudreau ROI of HR sebagai jembatan ke bahasa CFO.

HRBP strategis adalah pipeline CHRO

Mayoritas CHRO di perusahaan Fortune 500 dan BUMN besar pernah menjabat HRBP senior. Investasi pada HRBP hari ini adalah pipeline langsung untuk lapisan CHRO 5–7 tahun ke depan. Program memberi peserta visibilitas, jejaring, dan kompetensi yang membuat mereka kandidat kuat saat posisi senior tersedia.

Konteks Indonesia: HRBP di BUMN & multinasional

Konteks BUMN (PER-2/MBU/03/2023, AKHLAK, struktur grup) dan multinasional (matrix reporting, hub regional di Singapura/Hong Kong) membutuhkan adaptasi peran HRBP yang berbeda. Materi case dipilih untuk merefleksikan kedua konteks dengan disiplin.

Kemampuan Awal

Profil TNA yang sering kami temukan pada HRBP

Dari diagnostik awal di klien Neksus, pola berikut konsisten muncul di lapisan HRBP.

Gap
Business acumen rendah, sulit membaca P&L BU yang dilayani

Gejala: HRBP gugup saat ditanya direksi BU tentang dampak workforce decision terhadap margin operasi atau capex. Diskusi terbatas pada kebijakan HR.

Dampak bisnis: Direksi BU memandang HRBP sebagai eksekutor kebijakan, bukan mitra strategi; HRBP tidak diundang ke rapat strategi BU.

Gap
Data fluency terbatas pada laporan headcount

Gejala: HRBP belum mampu menyusun workforce analytics yang menjawab pertanyaan strategis BU (productivity per FTE, cost-of-vacancy, succession risk index).

Dampak bisnis: Keputusan workforce di BU dibuat tanpa data; HR ditugaskan eksekusi tanpa diberi kesempatan menantang asumsi.

Gap
Organization design belum dikuasai

Gejala: HRBP belum mampu merancang ulang struktur BU, span of control, atau peran baru dengan kerangka yang tepat (Galbraith Star Model, Mintzberg).

Dampak bisnis: Restrukturisasi BU dilakukan tanpa logika design; reorg ulang berulang dalam 18 bulan; karyawan frustrasi.

Gap
Strategic workforce planning belum reguler

Gejala: Workforce plan dibuat tahunan saat RKAP, hanya proyeksi headcount tanpa skenario strategis. Tidak ada 3-year capability gap analysis.

Dampak bisnis: BU panik saat ada perubahan strategi; skill gap kritis baru disadari saat sudah memberi dampak bisnis.

Gap
Coaching skill untuk manajer BU masih lemah

Gejala: HRBP sering 'menjawab' masalah manajer alih-alih meng-coach mereka membangun kapabilitas sendiri.

Dampak bisnis: Manajer BU bergantung pada HRBP untuk setiap isu people; HRBP kelelahan menjadi 911 emosional.

Gap
Influence di luar matrix reporting tipis

Gejala: HRBP fungsional report ke CHRO tapi melayani direksi BU; konflik prioritas sering, HRBP terjepit di tengah.

Dampak bisnis: HRBP mengalami burnout cepat; turnover HRBP berkualitas tinggi melebihi rata-rata 30%.

Masalah Sehari-hari

Pain point yang dirasakan HRBP di lapangan

Direksi BU minta solusi, HRBP merasa hanya punya kebijakan

Akar: HRBP belum punya kerangka konsultatif untuk reframing problem people sebagai problem bisnis.

Yang kami lakukan: Modul 'HRBP as Strategic Consultant' dengan kerangka Block (Flawless Consulting) dan teknik problem framing GROW level senior.

Restrukturisasi BU diumumkan tanpa keterlibatan HRBP awal

Akar: HRBP tidak dianggap sebagai partner strategis; restrukturisasi dipandang sebagai keputusan bisnis lalu HR diberi tahu.

Yang kami lakukan: Modul 'Earning a Seat at the Table', protokol membangun kredibilitas dengan direksi BU lewat business contribution awal.

Compensation review tahunan memicu konflik dengan manajer BU

Akar: HRBP membela kebijakan korporat sementara manajer BU melindungi karyawan kunci; tanpa kerangka kalibrasi, jadi medan tempur.

Yang kami lakukan: Modul 'Compensation Conversations' dengan kerangka 9-box + pay-for-performance + total rewards storytelling.

Karyawan ber-curhat masalah personal, HRBP diharapkan jadi konselor

Akar: Tanpa boundary yang jelas dan pelatihan EAP, HRBP terbebani isu di luar kompetensinya.

Yang kami lakukan: Modul 'Healthy Boundaries & EAP Triage', protokol mendengar empatik + referral ke jalur profesional + dokumentasi yang melindungi.

Reorganisasi multi-BU membuat HRBP terjepit prioritas berbeda

Akar: Matrix reporting belum dikalibrasi; HRBP harus prioritaskan tanpa kerangka eskalasi yang sehat.

Yang kami lakukan: Modul 'Matrix Navigation for HRBP', protokol komunikasi reguler dengan CHRO dan direksi BU, agenda joint quarterly review.

HRBP merasa dilihat sebagai cost center, padahal kontribusinya strategis

Akar: Tanpa kerangka ROI of HR (Cascio-Boudreau), HRBP sulit mengartikulasikan dampak bisnis dengan bahasa CFO.

Yang kami lakukan: Modul 'ROI of HR Storytelling', kerangka utility analysis, productivity uplift quantification, dan executive briefing format.

Tangga Kemampuan

Tangga kapabilitas HRBP, 16 bulan pertama di peran

Setiap tahap menyebutkan kompetensi inti dan sinyal kesiapan tahap berikutnya.

1
Bulan 1–3: Business immersion & stakeholder mapping
12 minggu
  • Memahami P&L BU yang dilayani (revenue, cost structure, margin)
  • Memetakan value chain dan competitor BU
  • Membangun 1-on-1 reguler dengan setiap direksi & manajer kunci BU
  • Mendiagnosis workforce composition lewat dashboard awal
Mampu menjelaskan strategi BU dalam 5 menit; stakeholder map lengkap; 1-on-1 mingguan dengan direksi BU established
2
Bulan 4–8: HR analytics & organization design
20 minggu
  • Membangun workforce analytics yang menjawab pertanyaan strategis BU
  • Menerapkan ISO 30414 untuk pelaporan human capital
  • Merancang ulang struktur, span of control, dan peran dengan Galbraith Star Model
  • Menganalisis cost-of-vacancy, productivity per FTE, dan succession risk index
Workforce analytics dashboard digunakan rutin oleh direksi BU; minimum 1 organization design exercise selesai dengan diadopsi
3
Bulan 9–12: Strategic workforce planning & coaching
16 minggu
  • Menyusun strategic workforce plan 3 tahun (buy-build-borrow framework)
  • Mengidentifikasi 3-year capability gap dan jalur penutupan
  • Memberi executive coaching untuk manajer BU (model GROW + Cohen)
  • Memimpin talent review dan 9-box calibration BU
3-year workforce plan disetujui & masuk RKAP BU; talent review berjalan kalibrasi 9-box; manajer BU memberi umpan balik positif tentang coaching HRBP
4
Bulan 13–16: Influence at executive level & C-Suite readiness
16 minggu
  • Berkontribusi ke strategi 3 tahun BU dengan perspektif human capital
  • Memimpin inisiatif lintas-BU (mobility, succession, capability building)
  • Berkontribusi di forum CHRO senior leadership review
  • Mengembangkan 1–2 HRBP successor di lapisan di bawahnya
Diundang ke forum strategi tahunan BU; ditunjuk sebagai project lead inisiatif HR korporat; successor HRBP teridentifikasi
KPI yang Diukur

KPI yang seharusnya bergerak saat program ini berjalan

Pilih 3–5 KPI dari daftar berikut sebelum program mulai agar dampak terukur dengan disiplin.

Retensi karyawan kunci BU (12 bulan)
≥ 92%

HRBP yang efektif mengantisipasi risiko turnover dan mengintervensi sebelum kehilangan.

Time-to-fill posisi kritis BU
Turun 30–40%

Strategic workforce planning yang baik mengurangi reaksi panik recruiting.

Engagement score BU (Gallup Q12 atau eNPS)
Naik 10–15 poin dalam 9 bulan

Kualitas manajemen workforce di BU berkorelasi langsung dengan engagement.

Successor coverage untuk top-30 roles BU
Minimum 2 successor per peran

Mengurangi risiko kekosongan kepemimpinan dan ketergantungan pada rekrutmen eksternal.

Workforce analytics adoption oleh direksi BU
Dashboard digunakan minimum bulanan di rapat direksi BU

Indikator bahwa HRBP berhasil menjadikan data fluency sebagai bahasa keputusan workforce.

HRBP NPS dari direksi BU yang dilayani
≥ 8 (skala 10)

Persepsi kemitraan strategis dari sisi BU adalah proxy ultimate sukses HRBP.

Alat Bantu Keputusan

Workshop 3 hari vs Cohort 12–16 minggu vs Sertifikasi SHRM/CIPD

Tiga jalur intervensi dengan profil yang berbeda. Cohort 12–16 minggu adalah rekomendasi default Neksus untuk pengembangan HRBP korporat.

KriteriaWorkshop 3 hariCohort 12–16 minggu
★
Sertifikasi SHRM/CIPD
Tingkat anggaranStandarStandar atau PremiumPremium; ujian dibayar ke SHRM/CIPD
Perubahan perilaku jangka panjangRendah, peluruhan dalam 30 hariTinggi, terkonfirmasi meta-analisis Kirkpatrick L3Sedang, bergantung pada penerapan paska-ujian
Customization ke konteks BU klienRendah, generikTinggi, capstone di BU nyataTidak ada, kerangka global universal
Pengakuan internasionalSertifikat partisipasiSertifikat Neksus + opsi co-brandPengakuan global SHRM/CIPD
Akses ke peer HRBP lintas-perusahaanTerbatasTinggi, cohort lintas-divisi & opsi cross-companyTinggi, komunitas global
Kapan paling cocokRefresh tematik / kampanye HRDefault untuk pengembangan HRBP korporatPengakuan kredensial individual
Alur Kerja Sama

Alur kerja sama 12–16 minggu, dari diagnostik hingga sustaining

  1. 1

    Diagnostik HR & TNA per individu

    Minggu 0–1

    Pre-assessment dengan kerangka CIPD Profession Map (self + 360 ringan dari direksi BU), interview 1:1 dengan setiap HRBP, dan review struktur HR korporat. Output: peta kompetensi cohort + 3 prioritas tematik program.

  2. 2

    Kickoff workshop 3 hari onsite

    Minggu 2

    Hari 1: business immersion (membaca P&L, value chain, strategi BU). Hari 2: Dave Ulrich 4-quadrant + Block's Flawless Consulting. Hari 3: HR analytics dasar dengan latihan dashboard BU klien.

  3. 3

    Live case clinics (bi-weekly, 3 jam)

    Minggu 3–12

    Setiap peserta membawa kasus BU nyata; cohort membahas dengan fasilitator senior (ex-CHRO BUMN / multinasional). Topik bergulir: compensation conversations, restructuring, succession, capability building, matrix navigation.

  4. 4

    Peer-coaching triad

    Minggu 3–14

    Setiap 3 HRBP membentuk triad peer-coaching mingguan 60 menit. Fasilitator Neksus mendampingi 4 sesi pertama untuk kalibrasi kerangka peer-coaching.

  5. 5

    Organization design simulation 2 hari

    Minggu 7

    Simulasi redesign struktur BU fiktif dengan tim cohort sebagai HRBP & direksi. Kerangka Galbraith Star Model + Mintzberg + RACI. Debrief dengan ex-CHRO senior.

  6. 6

    Mid-program check-in dengan CHRO & direksi BU

    Minggu 9

    Sesi 60 menit per peserta dengan CHRO + direksi BU + coach Neksus. Review kemajuan 3 prioritas, kalibrasi ekspektasi, identifikasi blocker.

  7. 7

    Capstone presentation: strategic workforce plan BU

    Minggu 15

    Setiap peserta mempresentasikan strategic workforce plan 3-tahun untuk BU yang dilayani, dengan baseline analytics, gap analysis, dan rencana intervensi.

  8. 8

    Sustaining: HRBP alumni network + quarterly clinic

    Minggu 16 → 12 bulan

    Akses ke alumni network HRBP lintas-perusahaan dengan klinik triwulanan 90 menit bersama senior coach untuk membahas kasus terkini.

Siapa yang Memutuskan

Pemangku keputusan dalam program HRBP

Empat lapis stakeholder yang harus selaras agar program memberi dampak.

CHRO / Direktur SDM
Sponsor utama

Pengembangan kapabilitas HR korporat, justifikasi ROI program, succession pipeline untuk CHRO masa depan.

Head of Talent / HR Development
Owner program

Operasional program, integrasi LMS, evaluasi Kirkpatrick, kalibrasi dengan competency model korporat.

Direksi BU yang dilayani HRBP peserta
Co-coach & beneficiary

Memastikan HRBP kembali ke BU sebagai mitra strategis yang lebih kompeten; dampak ke retensi & engagement BU.

HR Centre of Excellence (Comp & Ben, OD, Talent)
Co-design

HRBP yang kompeten mengurangi beban CoE untuk eksekusi solusi spesifik per BU.

CEO / President Director
Strategic sponsor

HR yang strategis sebagai pengganda eksekusi strategi korporat.

Procurement
Process owner

Vendor scoring, kontrak multi-cohort, e-procurement BUMN/pemerintah (SPSE LKPP).

Catatan Desain Program

Catatan desain, mengapa kami merancang seperti ini

  • Format hybrid (live + simulasi + async + capstone)
    55% live cohort, 20% simulasi & live case, 25% praktik di BU dengan capstone
    Kerangka 70:20:10 memberi bobot 70% pada pengalaman lapangan; capstone berbasis BU nyata memastikan 70% itu terstruktur.
  • Ukuran cohort
    10–14 HRBP lintas-divisi per cohort
    Cukup besar untuk diversitas konteks BU; cukup kecil untuk role-play sensitif dan peer-coaching triad.
  • Durasi total
    12–16 minggu (bukan workshop pendek)
    Transformasi dari HR generalist ke business partner strategis butuh waktu praktik dan refleksi yang terbukti pada riset CIPD.
  • Fasilitator
    Ex-CHRO / ex-Head of HRBP BUMN dan multinasional + analyst dengan kredensial SHRM SCP atau CIPD Chartered
    HRBP belajar terbaik dari peer yang pernah duduk di kursi setara dan menghadapi dinamika yang sama.
  • Komposisi cohort
    Cohort lintas-divisi (operasional, komersial, IT, support function, support BU)
    HRBP terbaik tumbuh saat berinteraksi dengan peer dari konteks BU berbeda; alumni network juga lebih kaya.
  • Pengukuran efektivitas
    Kirkpatrick L1–L4 + HRBP NPS dari direksi BU (pre/post) + 360 stakeholder review
    Persepsi kemitraan dari sisi direksi BU adalah outcome paling penting; survey reguler diperlukan untuk tracking.
Informasi Pengadaan

Informasi procurement

  • Format kontrak
    Inhouse cohort tetap (12–16 minggu), program multi-cohort berkelanjutan, atau pendampingan jangka panjang 12 bulan dengan refresh berkala.
  • Lokasi
    Onsite di kantor klien, regional onsite, hybrid (kickoff + simulasi onsite, sesi bi-weekly online), atau full online untuk cohort lintas-kota.
  • Bahasa pengantar
    Bahasa Indonesia (default) atau bilingual ID/EN untuk korporat multinasional dan grup dengan regional reporting.
  • Materi & sertifikat peserta
    Modul, workbook, kartu refleksi, template stakeholder map / org design / strategic workforce plan, akses 12 bulan ke alumni hub, sertifikat partisipasi Neksus, opsi co-branded corporate university.
  • Dokumentasi pajak & e-procurement
    Faktur pajak PPN, kwitansi, BAST. Dukungan e-procurement BUMN/pemerintah (SPSE LKPP) tersedia. Kontrak siap untuk tender terbatas dan penunjukan langsung.
  • Termin pembayaran
    Uang muka saat kontrak, termin pasca-kickoff, termin pasca-simulasi org design, pelunasan pasca-capstone. Besaran tiap termin disepakati di kontrak mengikuti ketentuan pengadaan klien.
  • Jalur sertifikasi internasional
    Bagi peserta yang berminat, jalur lanjutan ke SHRM SCP atau CIPD Chartered Member tersedia dengan diskon institusi.
  • Pendampingan opsional
    1-on-1 coaching senior untuk HRBP high-potential calon CHRO + executive briefing 90 menit untuk CHRO / CEO / direksi BU.

Pertanyaan Umum

HR generalist fokus eksekusi proses HR end-to-end di unit kecil. HR shared service fokus efisiensi transactional HR di skala besar. HRBP fokus kemitraan strategis dengan direksi BU, business acumen, data fluency, organization design, dan strategic workforce planning. Ketiga peran ini melayani fungsi berbeda dan membutuhkan kerangka pengembangan yang berbeda.

Sepuluh HRBP biasanya membawa kasus dari unit bisnis yang berbeda-beda, dan jumlah kasus itulah yang paling memengaruhi kedalaman desain. Faktor berikutnya adalah panjang cohort, ada tidaknya simulasi org design memakai struktur organisasi Anda, profil fasilitator, serta tempat kelas di kantor atau hybrid. Kelas Standar melatih HRBP membaca KPI bisnis dan memimpin percakapan workforce planning dengan kepala BU. Simulasi yang lebih panjang masuk tingkat Premium, dan HRBP yang mendampingi direksi dapat menempuh jalur Privat 1-on-1. CHRO tinggal menyebutkan pagu pada scoping call 60 menit, kemudian struktur program kami bangun di dalamnya.

Cohort lintas-divisi adalah desain disengaja, HRBP membutuhkan paparan ke konteks lain untuk membangun perspektif strategis. Untuk isu sensitif, kami memberi opsi diskusi 1-on-1 dengan senior coach di luar sesi cohort. Aturan Chatham House diberlakukan di setiap sesi.

Sertifikat partisipasi Neksus diberikan ke semua peserta yang menyelesaikan capstone. Kredensial seperti SHRM SCP atau CIPD Chartered Member tetap diterbitkan lembaga pemiliknya lewat ujian mereka sendiri. Bekal untuk menghadapinya sudah tercakup di modul program.

Diagnostik dilakukan di minggu 0 dengan CIPD framework yang disesuaikan dengan konteks Indonesia (BUMN, multinasional, family business). Live case clinics dirancang membahas kasus nyata yang dibawa peserta. Capstone berbasis BU nyata klien. Fasilitator kami semua ex-CHRO atau ex-Head of HRBP di perusahaan Indonesia.

Kirkpatrick L1–L4 + HRBP NPS dari direksi BU (survey pre/post) + tracking KPI BU seperti retention karyawan kunci, time-to-fill posisi kritis, engagement score, dan successor coverage. Baseline diukur di minggu 0, pengukuran lanjutan 3 dan 6 bulan pasca-program.

CHRO tidak ikut sesi cohort tetapi terlibat di alignment minggu 0, mid-program check-in (minggu 9), dan capstone presentation (minggu 15). Direksi BU peserta diundang ke mid-program check-in dan menerima briefing tentang capstone. Tanpa keterlibatan mereka, dampak program biasanya berkurang 30–40%.

Sangat cocok, first 16 months adalah jendela terbaik untuk membangun fondasi HRBP yang sehat. Untuk HRBP yang sudah berpengalaman 3+ tahun, program memberi mereka kerangka untuk naik ke level senior HRBP atau Head of HRBP.

HRBP di struktur grup punya dinamika unik (akuntabel ke CHRO holding + direksi anak perusahaan). Modul disesuaikan dengan matrix navigation, koordinasi dengan parent HR, dan kalibrasi praktik antar-anak perusahaan. Banyak klien kami adalah grup BUMN dan konglomerat keluarga dengan struktur ini.

Konsekuensi finansial mengikuti kontrak (umumnya tanpa refund per peserta karena biaya cohort sudah ter-block). Mitigasi: pilih peserta dengan minimum 24 bulan tenure pasca-program; sertakan klausul retention agreement; lakukan pre-assessment engagement di minggu 0.

Diskusikan cohort HRBP untuk organisasi Anda

Kirim jumlah HRBP target, BU yang dilayani, dan target start cohort. Tim Neksus mempelajari konteks Anda dan menyiapkan rancangan program, dengan opsi alignment call bersama CHRO.

  • Cohort 12–16 minggu dengan kickoff onsite, live case clinics, dan simulasi org design
  • Fasilitator ex-CHRO / ex-Head of HRBP BUMN & multinasional + senior coach dengan kredensial SHRM SCP atau CIPD Chartered
  • Capstone berbasis strategic workforce plan untuk BU nyata, dipresentasikan ke CHRO & direksi BU
  • Pengukuran Kirkpatrick L1–L4 + HRBP NPS dari direksi BU + 360 stakeholder review
  • Alumni network HRBP lintas-perusahaan dengan klinik triwulanan executive

Enam isian saja untuk memulai. Tim korporat kami yang membaca dan membalasnya.

Detail tambahan (opsional)

Isi kalau sudah ada gambarannya. Semua isian di bagian ini boleh dilewati, dan tim kami akan menanyakannya saat sesi analisa kebutuhan.