Langsung ke konten
Leadership · Coaching Skill

Jasa Pelatihan Coaching untuk Manajer

Bentuk manajer Anda menjadi coach bagi timnya sendiri: bertanya sebelum memberi jawaban, mendengar sampai tuntas, dan menutup percakapan dengan komitmen yang jelas. Praktiknya mengikuti kompetensi inti ICF, dengan batas yang tegas antara coaching, mentoring, dan penilaian kinerja.

  • 4,9/5 · 287 ulasan
  • 300+ klien nasional
  • 2.000+ trainer
  • 1 sampai ratusan peserta
  • Standar · Premium · Privat 1-on-1
format
In-house / online / hybrid
durasi
4 hari intensif per batch
peserta
10-16 per batch (praktik intensif)
bahasa
Indonesia / English

2.000+ trainer dan expert

Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.

Lihat dokumentasi kelas

Trainer Anda terlihat dulu

Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.

4,9 dari 5

287 ulasan peserta.

300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.

Satu orang sampai ratusan

Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.

Tiga tingkat anggaran

  • Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
  • Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
  • Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Sebutkan anggaran Anda

Jawaban Singkat

Pelatihan coaching for managers selaras ICF adalah program leadership yang membekali manajer menjalankan percakapan coaching dipandu 8 ICF Core Competencies dan Code of Ethics, dengan model GROW (Whitmore) & CLEAR (Hawkins), praktik STAR, dan boundary tegas antara coaching, mentoring, training, serta manajemen kinerja, sehingga manajer membangun kapabilitas tim secara terukur.

Coaching tanpa boundary = sandwich feedback manipulatif

Coaching yang dilakukan tanpa kerangka ICF Code of Ethics dan model praktik (GROW/CLEAR) sering menjadi saluran kritik yang disamarkan. Anggota tim cepat membaca pola ini dan kehilangan kepercayaan. Program ini menanamkan boundary tegas dan rubrik etika sejak modul pertama.

Coaching dipandu kerangka ICF, yang paling diakui global

8 ICF Core Competencies (Updated Model) + ICF Code of Ethics adalah kerangka coaching paling diakui di dunia. Modul kami melatihnya secara eksplisit dengan rubrik perilaku terobservasi, sebuah disiplin yang dapat diaudit, melampaui 'tips coaching populer'. Materi selaras silabus menuju kredensial ACC/PCC bila ada yang ingin lanjut.

Manager-as-coach = peran ganda, butuh latihan

Riset Gallup menempatkan manajer langsung sebagai faktor utama dalam engagement & retensi. Tetapi peran ganda (atasan + coach) menuntut latihan boundary yang jelas. Modul khusus mengajarkan kapan kamu bertindak otoritas dan kapan bertindak coach, agar anggota tim tidak bingung peran mana yang sedang berjalan.

Klien & Dokumentasi

Sebagian institusi yang sudah kami latih

Foto dari sesi yang sudah berjalan, dengan nama institusinya tertulis apa adanya.

Lihat dokumentasi kelas (123 foto)

Coaching untuk Manajer

Pelatihan coaching for managers selaras ICF adalah program leadership yang membekali manajer lini dan menengah menjalankan percakapan coaching dengan anggota tim, dipandu 8 ICF Core Competencies (Demonstrates Ethical Practice, Embodies a Coaching Mindset, Establishes & Maintains Agreements, Cultivates Trust & Safety, Maintains Presence, Listens Actively, Evokes Awareness, Facilitates Client Growth) dan ICF Code of Ethics, dengan model praktik GROW (Whitmore 1992), CLEAR (Hawkins), STAR, serta boundary tegas antara coaching, mentoring, training, dan manajemen kinerja, agar manajer membangun kapabilitas tim.

1Berbasis 8 ICF Core Competencies (Updated Model) + ICF Code of Ethics, kerangka coaching paling diakui global
2Model praktik: GROW (Goal-Reality-Options-Will, Whitmore 1992), CLEAR (Contracting-Listening-Exploring-Action-Review, Hawkins), STAR untuk coaching kinerja
3Boundary explicit: coaching vs mentoring vs training vs manajemen kinerja vs konseling
4Diintegrasikan dengan riset manager-as-coach (Gallup, Hayes 2018): kapan coaching jadi developmental, kapan jadi 'sandwich' manipulatif
5Praktik intensif: role-play, recording self-review, peer feedback dengan rubrik ICF, fishbowl coaching
6Konteks Indonesia: hirarki organisasi, gaya komunikasi, dan tantangan integrasi dengan performance review formal
7Rujukan yang kami pakai: delapan ICF Core Competencies dan ICF Code of Ethics, model GROW (Whitmore) dan CLEAR (Hawkins), serta struktur percakapan STAR.

Hasil Terukur

Hasil yang Diharapkan

Indikator dipetakan ke Kirkpatrick L1-L4; target kualitatif yang ditetapkan saat TNA.

Kompetensi coaching dikuasai
Peserta lulus asesmen 8 kompetensi inti & Code of Ethics dengan rubrik ICF. Dinilai terhadap delapan kompetensi inti ICF (Kirkpatrick L2).
Manajer sanggup memimpin sesi coaching
Peserta menjalankan minimal 8 sesi coaching nyata dengan anggota tim dalam 60 hari pasca-pelatihan. Terlihat saat manajer memimpin sesi coaching yang diamati asesor (Kirkpatrick L3).
Kualitas percakapan meningkat
Rasio listening:speaking manajer-ke-anggota tim membaik nyata dibanding baseline. Ditakar dari rekaman percakapan yang dibedah bersama (Kirkpatrick L2 sampai L3).
Anggota tim terlihat berkembang
Anggota tim coached menunjukkan progres pada target pengembangan yang disepakati di IDP. Terbaca dari kemajuan sasaran pribadi anggota tim (Kirkpatrick L4).
Tim lebih terlibat dan lebih betah
Engagement score tim coached meningkat pada survey berikutnya (qualitative target, baseline TNA). Terbaca dari survei keterikatan dan angka bertahan anggota (Kirkpatrick L4).
Nilai rupiah dari coaching (opsional)
Perhitungan net benefit dari retensi & produktivitas tim coached, terisolasi, bila keuangan meminta. Perhitungan rupiahnya mengikuti Phillips L5, diambil bila perlu.

Format Program

Pilihan Format Program

Dipilih sesuai populasi manajer, kedalaman praktik, dan ambisi pelembagaan, final ditetapkan setelah TNA. Satu rombongan manajer mendapat jam praktik yang memadai dalam empat hari itu. Perusahaan yang ingin coaching menjadi kebiasaan lintas unit menyambungnya sebagai program budaya coaching empat sampai enam bulan berisi sesi supervisi berkala.

1

Coaching Conversation Workshop (2 hari)

Workshop terfokus: ICF mindset, GROW model, praktik percakapan coaching dasar dengan role-play intensif dan peer feedback.

Cocok untuk: Manajer aktif yang ingin disiplin percakapan baru
2

Manager-as-Coach Intensive (4-5 hari)

Pendalaman 8 ICF Core Competencies, GROW + CLEAR, integrasi dengan IDP & performance review, plus boundary coaching vs mentoring vs konseling.

Cocok untuk: Manajer senior & people leader yang akan menjadi internal coach champion
3

Coaching Bootcamp Modular (8-10 sesi)

Sesi mingguan/dwi-mingguan dengan jeda praktik di antaranya: peserta menjalankan sesi coaching nyata dan membawa rekaman / refleksi untuk peer review.

Cocok untuk: Manajer dengan beban operasional rutin
4

Coaching Culture Program (4-6 bulan)

Program berkelanjutan dengan supervision coaching, peer coaching circle, dan sertifikat internal, sampai budaya coaching hidup lintas tim dengan ritme yang berkelanjutan.

Cocok untuk: Organisasi yang ingin pelembagaan budaya coaching

Konsultasi Gratis

Bangun manajer yang menumbuhkan, bukan yang menghambat

Kami petakan populasi manajer, baseline percakapan, dan ambisi budaya coaching, lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.

Kurikulum

Kerangka Kurikulum

Disusun dengan ADDIE; modul final dikurasi sesuai hasil TNA. Cakupan di bawah adalah penuh, bisa diaktifkan sebagian sesuai populasi peserta.

  • Apa itu coaching menurut ICF, definisi profesional, bukan istilah pop
  • ICF Code of Ethics 2020: empat domain (responsibility to clients, practice & performance, professionalism, society)
  • Coaching mindset: keingintahuan, kehadiran, klien-centered, judgement-aware
  • Boundary tegas: coaching vs mentoring vs training vs manajemen kinerja vs konseling
  • Tantangan manager-as-coach: konflik peran (atasan vs coach), confidentiality, dan power dynamic

  • A. Foundation: Demonstrates Ethical Practice; Embodies a Coaching Mindset
  • B. Co-creating the Relationship: Establishes & Maintains Agreements; Cultivates Trust & Safety; Maintains Presence
  • C. Communicating Effectively: Listens Actively; Evokes Awareness
  • D. Cultivating Learning & Growth: Facilitates Client Growth
  • Setiap kompetensi: definisi ICF, perilaku terobservasi, anti-pattern, dan rubrik praktik

  • GROW (Whitmore 1992): Goal, Reality, Options, Will/Way forward, model paling dipakai manajer
  • CLEAR (Hawkins): Contracting, Listening, Exploring, Action, Review, sesi lebih dalam
  • STAR coaching untuk percakapan kinerja: Situation, Task, Action, Result
  • Solution-focused coaching (de Shazer), pertanyaan skala, miracle question
  • Cognitive coaching & GIVE (Goal, Information, Vision, Engagement) untuk konteks teknis

  • Active listening: level 1-2-3, paraphrase, summary, silence
  • Powerful questioning: open vs closed, double-loop, possibility questions
  • Reflective feedback: SBI (Situation-Behavior-Impact), pivot dari evaluatif
  • Acknowledging dan championing: beda dengan pujian dangkal
  • Mengelola emosi dalam sesi: trigger awareness manajer, regulating presence

  • Individual Development Plan (IDP) yang aktif lewat coaching, bukan formulir mati
  • Coaching dalam siklus performance management: kapan formal, kapan informal
  • 9-box grid & succession planning: kapan coaching mendukung mobility
  • Coaching saat performance issue: kapan coaching tepat, kapan PIP/Performance Improvement Plan
  • Engagement & retention: riset Gallup & Hayes (2018) tentang manager impact

  • Coaching supervision: model 7-eyed (Hawkins), meta-konteks coaching organisasi
  • Peer coaching circle: protokol, rubrik, dan governance
  • Internal coaching cadre: kriteria seleksi, jam praktik, sertifikasi internal
  • Boundary etika: ketika harus refer ke konselor profesional / EAP
  • Pengukuran: rubrik ICF, coaching effectiveness survey, dan ritme review

Perbandingan

Memilih Format Program Coaching

Matriks keputusan ringkas, final ditetapkan setelah training needs analysis.

AspekCoaching Workshop (2 hari)Manager-as-Coach Intensive (4-5 hari)Coaching Bootcamp Modular (8-10 sesi)Coaching Culture Program (4-6 bln)
Tujuan utamaDisiplin GROW dasarPenguasaan 8 ICF CompetenciesPraktik paralel operasionalPelembagaan budaya coaching
Peserta idealManajer aktifManajer senior & championManajer padat operasionalLintas peran organisasi
Kedalaman supervisionPeer feedback dasarSupervision singkatSupervision bertahapFull supervision + sertifikat
Level evaluasi trainingKirkpatrick L1-L2Kirkpatrick L1-L3Kirkpatrick L1-L3Kirkpatrick L1-L4 (+Phillips L5)
Paling cocok untukQuick win disiplin baruBangun champion coachManajer padat operasionalOrg dengan target budaya

Untuk Siapa

Untuk Siapa Program Ini?

Manajer aktif yang ingin tim mereka tumbuh mandiri. TNA memetakan baseline & target.

Manajer lini pertama (first-line manager)

Memimpin tim individual contributor langsung dan butuh coaching skill agar tidak menjadi bottleneck keputusan.

Tantangan umum

  • Anggota tim datang dengan masalah, selalu menunggu jawaban manajer
  • Tidak punya bahasa untuk menumbuhkan, hanya untuk menugaskan
  • Performance conversation menjadi konfrontasi karena tanpa rangka coaching

Manajer menengah & people leader

Memimpin manajer lain dan butuh coaching skill untuk mengembangkan kapabilitas bawahan langsung & tidak langsung.

Tantangan umum

  • Sulit memisahkan peran direktif vs developmental
  • Tim kehilangan motivasi karena pertumbuhan stagnan
  • Pengembangan talenta tergantung program HR pusat saja

HR Business Partner & L&D

Mendukung pelembagaan budaya coaching dan butuh literasi coaching untuk advice yang kredibel ke pemimpin.

Tantangan umum

  • Program coaching one-off tidak berlanjut menjadi budaya
  • Tidak ada cara mengukur kualitas coaching manajer
  • Coaching seringkali dijalankan dengan mindset training, bukan coaching

Internal coach champion & people leader senior

Calon coach internal yang akan menjadi pilar pelembagaan budaya coaching.

Tantangan umum

  • Belum punya jam praktik terdokumentasi untuk kredibilitas internal
  • Belum mengenal supervision coaching
  • Belum punya boundary yang jelas saat coaching karyawan dari unit lain

Konteks Industri

Penerapan per Industri

Setiap industri punya hirarki, ritme, dan tantangan budaya berbeda, coaching for managers didesain mengikutinya.

Perbankan & Jasa Keuangan

Coaching manajer cabang & relationship manager: percakapan pengembangan untuk frontliner di tengah target produktivitas ketat, dengan boundary jelas antara coaching dan target sales, selaras Permenpan / POJK terkait SDM bank.

Lihat di konteks Perbankan & Jasa Keuangan →
Teknologi & Startup

Coaching engineering manager & tech lead: percakapan pengembangan teknis & karir di tengah kompleksitas product dan kerja remote/hybrid, dengan boundary tegas terhadap technical mentoring.

Lihat di konteks Teknologi & Startup →
BUMN

Coaching pejabat & manajer BUMN: integrasi coaching dengan AKHLAK behaviour development, knowledge management, dan succession planning di tengah hirarki direksi-divisi-bagian, selaras Permen BUMN.

Lihat di konteks BUMN →
Kesehatan & Farmasi

Coaching kepala unit & supervisor rumah sakit / farmasi: pengembangan tim klinis (kepala perawat, koordinator) dan non-klinis di tengah jadwal shift dan kepatuhan SNARS / KARS, dengan boundary tegas terhadap pendampingan klinis.

Lihat di konteks Kesehatan & Farmasi →
Ritel & FMCG

Coaching store manager & area manager ritel: pengembangan tim store dengan turnover tinggi dan target sales musiman, coaching ringkas terstruktur yang muat di ritme harian/mingguan toko.

Lihat di konteks Ritel & FMCG →
Manufaktur

Coaching supervisor pabrik & kepala bagian produksi: pengembangan tim shift dengan tekanan target produksi dan disiplin K3LL, sesi coaching ringkas di awal/akhir shift, terintegrasi briefing harian.

Lihat di konteks Manufaktur →

Metode Pengiriman

Cara Pelaksanaan

Praktik intensif: role-play, recording self-review, peer feedback dengan rubrik ICF, fishbowl coaching. Bukan ceramah teori.

In-house tatap muka

Fasilitator datang ke kantor; praktik role-play intensif, fishbowl coaching, dan peer feedback dengan rubrik ICF. Cocok untuk intensif 3-5 hari.

Live online

Kelas interaktif via Zoom/Teams dengan breakout role-play, recording praktik (dengan persetujuan) untuk self-review, dan supervision virtual.

Hybrid

Tatap muka untuk angkatan champion & supervision; online untuk peer coaching circle dan office hours berkelanjutan.

Jadwal disusun mengikuti kalender operasional
Materi, rubrik ICF, dan template IDP disiapkan tim Neksus
Recording praktik (dengan persetujuan) untuk self-review dan supervision
Atas permintaan: sertifikat keikutsertaan bagi manajer, dan sertifikat internal coach bagi angkatan champion
Laporan evaluasi pasca-pelatihan untuk tim L&D & pimpinan

Alur Pelaksanaan

Alur Kerja Sama (Engagement Path)

Dari kebutuhan ke budaya coaching yang hidup, durasi kualitatif, disesuaikan skala.

1

Training Needs Analysis (TNA)

Pemetaan populasi manajer, baseline percakapan (rasio listening:speaking, frekuensi 1:1), engagement & turnover, budaya organisasi. Output: profil kebutuhan + baseline.

Tahap awal
2

Desain Program (ADDIE)

Penyusunan tujuan pembelajaran selaras ICF, silabus, rubrik praktik, template IDP, dan integrasi dengan sistem performance management.

Sebelum delivery
3

Delivery, Praktik Intensif

Role-play, fishbowl coaching, recording self-review (dengan persetujuan), peer feedback dengan rubrik ICF. Peserta menjalankan praktik coaching nyata di antara sesi.

Inti program
4

Supervision & Peer Circle

Sesi supervision oleh fasilitator senior, peer coaching circle berkelanjutan, dan kalibrasi etika lintas peserta.

Pasca-intensif
5

Internal Coach Pool & Champion Network

Pembentukan internal coach pool untuk angkatan champion, sertifikat internal coach, dan rencana supervision berkelanjutan.

Berkelanjutan
6

Evaluasi Kirkpatrick & Roadmap Budaya

Pengukuran Level 1-4 (reaksi, pembelajaran, perilaku/adopsi, hasil pada engagement & retensi). Phillips ROI L5 bila keuangan meminta. Roadmap budaya coaching 12-18 bulan.

Pasca program

Studi Kasus

Pola Hasil Tipikal

Ilustrasi pola dampak dari struktur program serupa; tanpa nama klien atau angka yang dijanjikan.

Manajer cabang & relationship manager bank dengan target produktivitas tinggi

Intervensi

Intensif 4 hari + supervision 3 bulan + integrasi dengan IDP frontliner

Hasil

Frekuensi 1:1 mingguan tercapai di mayoritas cabang; engagement frontliner meningkat di survey berikutnya

Engineering manager baru promosi di organisasi teknologi

Intervensi

Program berkelanjutan 6 bulan + peer coaching circle + supervision EM senior

Hasil

Retensi engineer mid-level di tim manajer coached lebih baik vs tim kontrol; konsistensi IDP aktif tercapai

Pejabat & manajer mid-level BUMN dengan pipeline succession aktif

Intervensi

Bootcamp modular + internal coach pool + integrasi AKHLAK + supervision lintas anak perusahaan

Hasil

IDP pejabat mid-level hidup; rasio kandidat pipeline succession dengan progress tercatat tumbuh nyata

Informasi Pengadaan

Informasi untuk Procurement & Vendor Management

Kelengkapan untuk tim pengadaan, keuangan, hukum, dan HR/L&D.

Penawaran

Proposal terstruktur: tujuan pembelajaran selaras 8 ICF Core Competencies, silabus, profil fasilitator senior (praktisi coaching berpengalaman), jadwal, rincian biaya berbasis TNA.

Model harga

Berbasis TNA, flat per program, per sesi, per peserta, tiered, atau custom. Estimasi diberikan setelah TNA.

Pembayaran & pajak

Termin fleksibel (DP + pelunasan / termin per batch); faktur pajak (PPN) dan dukungan dokumen PO tersedia.

Proses BUMN/pemerintah

Terbiasa pengadaan BUMN/instansi: dokumen vendor, e-procurement, HPS/penawaran, klausul kepatuhan.

Pengukuran

Laporan evaluasi Kirkpatrick Level 1-3 (kehadiran, asesmen, hasil latihan); engagement & retention sebagai L4 indikator; Phillips ROI L5 atas permintaan keuangan.

Kesiapan sertifikasi ICF

Pelatihan ini selaras ICF Core Competencies & Code of Ethics, bukan sertifikasi ACC/PCC ICF (dikeluarkan ICF dengan jam coaching terdokumentasi). Sertifikat internal coach champion dikeluarkan Neksus.

Kepemilikan materi

Template IDP, rubrik coaching internal, dan playbook coaching yang dibangun untuk perusahaan menjadi milik perusahaan; hak pakai materi pelatihan disepakati di kontrak.

FAQ

Pertanyaan Umum

Sertifikasi ICF ACC (Associate Certified Coach) / PCC (Professional Certified Coach) adalah kredensial untuk coach profesional dengan jam coaching terdokumentasi + asesmen oleh ICF. 'Coaching for managers' adalah pelatihan skill coaching untuk manajer di tempat kerja, selaras kompetensi ICF tetapi bukan jalur kredensial. Kami melatih manajer menjalankan percakapan coaching internal; bila ada yang ingin lanjut ke ACC/PCC, kami beri arahan jalur.

Bisa, tetapi dengan boundary tegas. Modul khusus 'manager-as-coach' membahas konflik peran: kapan kamu bertindak sebagai atasan (otoritas formal, decision-making), kapan sebagai coach (developmental, klien-driven). Anggota tim wajib paham peran mana yang sedang berjalan. Untuk situasi sensitif (performance issue serius, konflik personal), refer ke HR atau external coach lebih aman.

Baseline ditetapkan saat TNA (engagement survey, turnover, exit interview themes). Pasca-program, perubahan diukur pada survey berikutnya dan dibandingkan grup coached vs kontrol. Phillips ROI L5 atas permintaan keuangan dengan isolasi efek pelatihan. Kami tidak menjanjikan angka yang tidak bisa kami buktikan.

Ya. Modul 'Coaching dalam Siklus Performance' membahas kapan coaching tepat (developmental, growth mindset) dan kapan bukan (issue serius butuh PIP/Performance Improvement Plan formal). Coaching tidak menggantikan akuntabilitas; ia menjadi alat pengembangan ketika konteks sesuai.

Modul ICF Code of Ethics & boundary mengajarkan: coaching bukan saluran kritik yang disamarkan. Sandwich feedback (positif-negatif-positif) adalah anti-pattern. Coaching otentik berdasar pertanyaan-pertumbuhan. Praktik fishbowl + supervision menangkap dan mengoreksi pola ini.

Bisa, dengan format batch (10-16 per batch agar praktik intensif tetap intim) digulirkan dalam beberapa bulan. Format roadshow dipakai untuk organisasi multi-lokasi. Champion network dibangun lebih dulu untuk multiplier effect.

Sentuhan: modul kompetensi ICF sama, tetapi konteks executive coaching membutuhkan supervision yang lebih dalam (model 7-eyed Hawkins). Kami biasanya merekomendasikan eksekutif menggunakan external coach bersertifikat ICF PCC/MCC untuk pengalaman coaching pribadi mereka, sementara coaching skill kami latih untuk percakapan ke bawah/menyamping.

Fasilitatornya praktisi coaching yang berpengalaman mendampingi manajer dan terampil membawa ICF Core Competencies ke dalam kelas. Profil fasilitator dilampirkan di proposal sehingga procurement & L&D dapat menilai rekam jejaknya sebelum memutuskan.

Ada. Program berkelanjutan menyediakan peer coaching circle, supervision oleh fasilitator senior, dan kompetisi coaching internal untuk momentum. Pola 70-20-10: sebagian besar pembelajaran terjadi di sesi coaching nyata, didukung review berkala.

Ya. Laporan mencakup kehadiran, skor asesmen ICF Core Competencies, hasil praktik (rubrik ICF), dan rekomendasi langkah lanjutan untuk L&D dan pimpinan, dipetakan ke level Kirkpatrick. Bila diminta, manajer yang ikut mendapat sertifikat keikutsertaan, dan angkatan champion mendapat sertifikat internal coach dari Neksus.

Jam praktik yang dibutuhkan menentukan paling besar, sebab keterampilan coaching tumbuh dari sesi yang diamati dan diberi umpan balik satu per satu, sehingga jumlah manajer di ruangan, banyaknya angkatan, dan kebutuhan asesor pendamping saling mengikat. Lapisan peserta menyusul, karena manajer lini dan pimpinan senior membawa kasus dengan bobot berbeda. Menyusul kemudian panjang program, apakah berhenti di kelas atau berlanjut ke supervisi berkala, lalu sesi yang berjalan langsung atau lewat layar dan kota penyelenggaraan. Angka finalnya muncul begitu training needs analysis kami tuntaskan.

Dua puluhan manajer sebaiknya dibagi menjadi dua gelombang, sebab satu angkatan kami isi 10 hingga 16 orang supaya tiap peserta cukup sering duduk di kursi coach dan diamati. Tiap gelombang menempuh empat hari penuh. Keterampilannya baru mengendap setelah manajer memakainya pada timnya sendiri, jadi banyak organisasi menambahkan supervisi berkala selama beberapa bulan agar kebiasaannya tidak luntur.

Bisa dicarikan yang lain. Coaching menuntut rasa aman untuk membuka persoalan yang sebenarnya, dan tanpa itu sesi berubah jadi latihan basa-basi. Sampaikan ke koordinator program, agar coach lain yang sudah tervalidasi meneruskan pendampingannya. Rekaman sesi praktik, catatan umpan balik per peserta, dan hasil asesmen kami taruh pada sistem operasi, sehingga pembimbing barunya meneruskan dari titik terakhir.

Langkah Berikutnya

Bangun manajer yang menumbuhkan, bukan yang menghambat

Kami petakan populasi manajer, baseline percakapan, dan ambisi budaya coaching, lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.

  • Proposal, silabus, dan rubrik ICF
  • Dokumen siap procurement (company profile, NPWP, NDA, faktur PPN)
  • Pengukuran dampak Kirkpatrick (Phillips ROI atas permintaan)

Terhubung dengan topik ini

Laman-laman ini memilih topik ini sebagai bagian programnya. Buka untuk melihat bagaimana topik ini dipakai untuk peran, sasaran, atau sektor tertentu.

Bangun manajer yang menumbuhkan, bukan yang menghambat

Kami petakan populasi manajer, baseline percakapan, dan ambisi budaya coaching, lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.

  • Proposal, silabus, dan rubrik ICF
  • Dokumen siap procurement (company profile, NPWP, NDA, faktur PPN)
  • Pengukuran dampak Kirkpatrick (Phillips ROI atas permintaan)

Enam isian saja untuk memulai. Tim korporat kami yang membaca dan membalasnya.

Detail tambahan (opsional)

Isi kalau sudah ada gambarannya. Semua isian di bagian ini boleh dilewati, dan tim kami akan menanyakannya saat sesi analisa kebutuhan.