Langsung ke konten
Middle · TA · Recruiter

Pelatihan Rekrutmen dan Teknik Interview yang Membawa Proses Hiring dari Reaktif ke Strategis

Program Neksus 10–12 minggu membangun lima pilar TA modern: sourcing strategis multi-kanal, structured interviewing dengan kerangka BEI McClelland, assessment design, employer branding berbasis EVP, dan recruiting analytics yang menjawab pertanyaan strategis bisnis. Mengacu pada SHRM TA Specialty Credential dan LinkedIn Talent Solutions benchmarks.

  • 4,9/5 · 287 ulasan
  • 300+ klien nasional
  • 2.000+ trainer
  • 1 sampai ratusan peserta
  • Standar · Premium · Privat 1-on-1
Target peserta
Recruiter, Senior Recruiter, TA Specialist, Head of RecruitmentTarget peserta
Durasi tipikal
10–12 minggu (cohort)Durasi tipikal
Fokus inti
Sourcing · Structured BEI · Assessment · Employer brand · Recruiting analyticsFokus inti
Format
Hybrid: workshop · simulasi interview · live sourcing lab · capstoneFormat

2.000+ trainer dan expert

Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.

Lihat dokumentasi kelas

Trainer Anda terlihat dulu

Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.

4,9 dari 5

287 ulasan peserta.

300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.

Satu orang sampai ratusan

Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.

Tiga tingkat anggaran

  • Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
  • Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
  • Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Sebutkan anggaran Anda
Jawaban singkat

Pelatihan rekrutmen Neksus melatih recruiter, TA specialist, dan head of recruitment, ditambah hiring manager yang ikut mewawancarai kandidat melalui workshop kalibrasi interviewer. Hasilnya wawancara terstruktur dengan Behavioral Event Interviewing dan rubrik penilaian yang sama untuk setiap posisi. Cohort 10–12 minggu berjalan hybrid: workshop, simulasi interview, live sourcing lab, dan capstone.

Konteks Peran

Mengapa kualitas Talent Acquisition adalah multiplier strategis korporat

Talent Acquisition adalah jendela bisnis pertama yang dilihat kandidat & gerbang pertama kualitas workforce. Riset LinkedIn Talent Solutions 2024 menunjukkan mis-hire (kandidat yang resign dalam 12 bulan atau performance rendah) memberi biaya 1.5–3x gaji tahunan posisi yang diisi, angka yang berlipat saat posisi strategis. McKinsey 'War for Talent' menegaskan keuntungan kompetitif korporat makin ditentukan oleh kualitas top quintile karyawan, dan kualitas itu tergantung pada disiplin rekrutmen. Sayangnya banyak recruiter korporat Indonesia masih beroperasi reaktif: terima requisition → posting iklan → screen CV → interview ad-hoc → offer. Tanpa kerangka structured interviewing, BEI, assessment design, dan analytics, hit rate kualitas hire tetap rendah. Program Neksus membangun TA modern berbasis kerangka SHRM dan LinkedIn dengan adaptasi konteks Indonesia (gaji ekspektasi, mobility, generasi, regulasi penempatan tenaga kerja asing).

  • Mis-hire menelan biaya 1.5–3x gaji tahunan posisi terkait (LinkedIn Talent Solutions, 2024)
  • Structured interviewing meningkatkan reliability prediksi performance dari ~0.20 (unstructured) ke ~0.55 (structured) berdasarkan meta-analisis Schmidt-Hunter
  • Behavioral Event Interviewing (McClelland, 1970-an) tetap menjadi standar emas untuk memprediksi performance dari pengalaman aktual
  • Korporat dengan employer brand kuat (LinkedIn Insights Index) menurunkan cost-per-hire 43% & meningkatkan offer acceptance 28%
Unstructured interview adalah kebiasaan paling mahal di rekrutmen

Penelitian klasik Schmidt-Hunter (refresh 2016 Schmidt-Oh) menempatkan reliability prediksi performance untuk unstructured interview hanya pada r=0.20, minim sedikit di atas kebetulan. Banyak korporat masih bergantung pada feeling interviewer; biayanya muncul 12 bulan kemudian saat mis-hire mulai memberi dampak. Investasi pada structured interview dengan BEI memberi ROI paling cepat di lapisan TA.

Kerangka acuan program

Modul mengintegrasikan SHRM Talent Acquisition Specialty Credential (full curriculum), LinkedIn Talent Solutions benchmarks (cost-per-hire, time-to-fill, quality-of-hire), Behavioral Event Interviewing McClelland (1973) dengan refresh STAR/CARL, structured interview practice EEOC (US) sebagai referensi (disesuaikan dengan UU Ketenagakerjaan & Permenaker Indonesia), McKinsey 'War for Talent' sebagai kerangka strategis, dan benchmark dari hasil survei TA Indonesia (PERHUMAS HR, ATD Indonesia).

TA strategis = bisnis lebih cepat naik

Korporat dengan TA matang (LinkedIn TA Maturity Index kuartil atas) mengisi posisi kritis 38% lebih cepat dan punya quality-of-hire score 24% lebih tinggi. Setiap minggu pengurangan time-to-fill posisi kritis senilai puluhan juta dalam revenue loss avoidance atau project delay yang dihindari.

Konteks Indonesia: regulasi & ekspektasi kandidat

Materi memasukkan dinamika UU Cipta Kerja & Permenaker terkait penempatan tenaga kerja asing (TKA), perizinan IMTA, ekspektasi total reward kandidat senior Indonesia, dan dinamika generasi (Gen Z sebagai mayoritas pencari kerja baru). Bahasa kasus disesuaikan dengan realitas pasar tenaga kerja Indonesia.

Kemampuan Awal

Profil TNA yang sering kami temukan pada tim TA / Recruiter

Dari diagnostik awal di klien Neksus, pola berikut konsisten muncul di lapisan TA.

Gap
Sourcing terbatas pada job board pasif

Gejala: Recruiter mengandalkan iklan di JobStreet / LinkedIn easy-apply; talent pasif yang berkualitas tinggi tetap tidak tersentuh.

Dampak bisnis: Pool kandidat terbatas pada active job seeker (~30% pasar); posisi kritis kekurangan kandidat berkualitas.

Gap
Interview belum terstruktur

Gejala: Setiap interviewer bertanya hal berbeda; tidak ada rubric penilaian; debrief panel jadi diskusi feeling.

Dampak bisnis: Quality-of-hire tergantung interviewer mana yang ditemui kandidat; mis-hire rate tinggi; talent berkualitas dikalahkan kandidat 'menarik' tapi belum cocok.

Gap
BEI belum dikuasai

Gejala: Recruiter bertanya pertanyaan hipotetis ('Apa yang akan kamu lakukan jika...') alih-alih menggali pengalaman aktual ('Ceritakan saat kamu...').

Dampak bisnis: Kandidat menjawab dengan teori; recruiter tidak punya bukti perilaku aktual untuk memprediksi performance.

Gap
Assessment design lemah

Gejala: Tidak ada work sample test, situational judgement, atau panel assessment yang konsisten per role family.

Dampak bisnis: Keputusan hire bergantung pada interview saja; reliability rendah.

Gap
Employer brand belum dikelola sistematis

Gejala: Tidak ada EVP terartikulasi; konten karir di LinkedIn Company Page generik; kandidat menolak offer dengan alasan 'kurang yakin dengan perusahaan'.

Dampak bisnis: Offer acceptance rate rendah; cost-per-hire naik karena harus rekrut ulang; korporat kehilangan saing dengan startup atau MNC.

Gap
Recruiting analytics minim

Gejala: Recruiter melaporkan jumlah posisi closed tanpa metrics quality-of-hire, source effectiveness, atau pipeline conversion.

Dampak bisnis: TA dianggap fungsi operasional, bukan strategis; alokasi budget rendah; tools modern tidak dibeli.

Masalah Sehari-hari

Pain point yang dirasakan tim TA di lapangan

Hiring manager minta kandidat 'kemarin', tapi membutuhkan profil yang langka

Akar: Tidak ada intake meeting terstruktur untuk menyepakati realitas pasar talent vs ekspektasi hiring manager.

Yang kami lakukan: Modul 'Intake Meeting Discipline' dengan template intake (target persona, market reality, success criteria) + protokol kalibrasi mingguan.

Kandidat top quintile menolak offer di tahap akhir

Akar: EVP tidak terartikulasi; total reward storytelling lemah; pengalaman interview tidak meninggalkan kesan profesional.

Yang kami lakukan: Modul 'Candidate Experience & EVP Storytelling', protokol journey mapping + total reward conversation + closing technique.

Panel interviewer memberi penilaian sangat berbeda untuk kandidat yang sama

Akar: Tanpa rubric penilaian dan kalibrasi interviewer, evaluasi jadi subjektif.

Yang kami lakukan: Modul 'Interviewer Calibration' dengan workshop pelatihan hiring manager + behavioral rubric standar + post-panel debrief protocol.

Time-to-fill untuk posisi kritis terus naik meski tim TA bertambah

Akar: Sourcing reaktif terus dilakukan; tidak ada talent pipelining proaktif untuk role berulang.

Yang kami lakukan: Modul 'Talent Pipelining & Pool Management' dengan kerangka warm pool, talent CRM, dan engagement nurturing.

Recruiter terbebani admin (jadwal interview, follow-up, dokumen)

Akar: Tools ATS belum dioptimalkan; otomasi minim; recruiter habiskan 50%+ waktu untuk admin.

Yang kami lakukan: Modul 'TA Tech Stack Optimization' dengan audit ATS, otomasi alur, integrasi LinkedIn Recruiter & calendar, dan AI screening.

Kompensasi yang ditawarkan tidak kompetitif, kandidat top decline

Akar: Recruiter tidak punya data benchmark gaji terkini; total reward conversation lemah.

Yang kami lakukan: Modul 'Market Pay Intelligence & Total Reward Conversation', data Mercer/Willis Towers Watson + framework total reward storytelling.

Tangga Kemampuan

Tangga kapabilitas TA / Recruiter, 12 bulan pertama di peran

Setiap tahap menyebutkan kompetensi inti dan sinyal kesiapan tahap berikutnya.

1
Bulan 1–3: Sourcing fundamentals & intake discipline
12 minggu
  • Menguasai Boolean search & LinkedIn Recruiter advanced
  • Memahami talent mapping per role family
  • Memimpin intake meeting terstruktur dengan hiring manager
  • Menulis job description yang inclusive & compelling
Sourcing pipeline kuantitatif terbentuk untuk 80% role open; intake meeting standardize dengan template Neksus
2
Bulan 4–6: Structured BEI & assessment design
12 minggu
  • Menerapkan Behavioral Event Interviewing dengan STAR/CARL
  • Merancang rubric penilaian per kompetensi inti
  • Merancang work sample test & situational judgement untuk role kritis
  • Memimpin panel debrief dengan kerangka kalibrasi
100% interview untuk posisi level senior pakai BEI + rubric; mis-hire rate turun terukur
3
Bulan 7–9: Employer brand & candidate experience
12 minggu
  • Menyusun & mengartikulasikan EVP perusahaan
  • Mengelola LinkedIn Company Page, GlassDoor, dan jejak digital employer
  • Memimpin candidate journey mapping & friction reduction
  • Closing technique untuk kandidat top quintile
Offer acceptance rate naik ≥ 10 poin; eNPS dari kandidat tertolak (rejected NPS) ≥ +20
4
Bulan 10–12: Recruiting analytics & strategic TA partnership
12 minggu
  • Membangun dashboard TA: cost-per-hire, time-to-fill, source effectiveness, quality-of-hire
  • Menyajikan data TA ke leadership BU dengan storytelling
  • Berkontribusi ke 1-year hiring plan dengan kerangka strategis
  • Mengembangkan recruiter junior sebagai successor
Dashboard TA digunakan rutin oleh CHRO & BU; recruiter diundang ke leadership BU forum sebagai partner; minimum 1 successor recruiter junior teridentifikasi
KPI yang Diukur

KPI yang seharusnya bergerak saat program ini berjalan

Pilih 3–5 KPI dari daftar berikut sebelum program mulai agar dampak terukur dengan disiplin.

Quality-of-hire (performance ≥ meets expectation pada 12 bulan)
≥ 85% (baseline industri Indonesia ~65–75%)

Outcome ultimate kualitas rekrutmen; structured BEI + assessment design meningkatkan reliability prediksi.

Time-to-fill posisi kritis
Turun 30–40% (vs baseline 6 bulan terakhir)

Sourcing strategis & talent pipelining mengurangi reaksi panik.

Cost-per-hire
Turun 20–30%

Mix kanal yang dioptimalkan + employer brand yang kuat menurunkan biaya per hire.

Offer acceptance rate
≥ 85%

Indicator kekuatan EVP & candidate experience.

Mis-hire rate (resign dalam 12 bulan atau performance di bawah ekspektasi)
≤ 10% (vs baseline 20–30%)

Outcome langsung dari kualitas screening & assessment.

Recruiter pipeline ratio (kandidat per posisi pada setiap stage)
≥ 5:1 di stage screening, ≥ 3:1 di stage interview, ≥ 1.5:1 di stage offer

Sourcing yang sehat memberi opsi; tanpa pipeline ratio yang baik, recruiter selalu under pressure.

Alat Bantu Keputusan

Workshop 2 hari vs Cohort 10–12 minggu vs SHRM TA Specialty Credential

Tiga jalur intervensi dengan profil yang berbeda. Cohort 10–12 minggu adalah rekomendasi default Neksus untuk pengembangan TA korporat.

KriteriaWorkshop 2 hariCohort 10–12 minggu
★
SHRM TA Specialty Credential
Tingkat anggaranStandarStandar atau PremiumPremium; ujian dibayar ke SHRM
Perubahan perilaku jangka panjangRendah, peluruhan dalam 30 hariTinggi, terkonfirmasi Kirkpatrick L3Sedang, bergantung pada penerapan paska-ujian
Praktik live sourcing & BEI role-playTerbatasEkstensif, lab sourcing mingguan & BEI role-playTidak ada, fokus pengetahuan teoretis
Customization ke konteks korporat klienRendah, generikTinggi, capstone berbasis posisi nyataTidak ada, kerangka global universal
Pengakuan internasionalSertifikat partisipasiSertifikat Neksus + opsi co-brandPengakuan global SHRM
Kapan paling cocokRefresh tematik / kampanye TADefault untuk pengembangan TA korporatPengakuan kredensial individual
Alur Kerja Sama

Alur kerja sama 10–12 minggu, dari diagnostik hingga sustaining

  1. 1

    Diagnostik TA & TNA per individu

    Minggu 0–1

    Audit TA korporat (proses, tools, dashboard), pre-assessment kompetensi recruiter dengan kerangka SHRM TA, dan interview 1:1. Output: peta kompetensi cohort + 3 prioritas tematik program.

  2. 2

    Kickoff workshop 2 hari onsite

    Minggu 2

    Hari 1: sourcing strategis (Boolean, LinkedIn Recruiter, talent mapping) + intake meeting discipline. Hari 2: Behavioral Event Interviewing dengan latihan triad role-play intensif.

  3. 3

    Live sourcing lab mingguan (90 menit)

    Minggu 3–10

    Setiap minggu, peserta membawa posisi nyata; lab dipimpin senior sourcer dengan fokus Boolean search advanced, LinkedIn Recruiter strategy, talent CRM, dan competitor intelligence.

  4. 4

    BEI role-play & assessment design clinics (bi-weekly, 3 jam)

    Minggu 3–10

    Setiap peserta berlatih BEI dengan kandidat aktor profesional. Fasilitator memberi feedback structured. Sesi lain fokus merancang work sample, situational judgement, dan rubric penilaian.

  5. 5

    Employer brand workshop 1 hari

    Minggu 6

    Workshop menyusun EVP, audit LinkedIn Company Page & Glassdoor, candidate journey mapping. Difasilitasi bersama tim Communications korporat klien.

  6. 6

    Mid-program check-in dengan CHRO & hiring manager BU

    Minggu 7

    Sesi 45 menit per peserta dengan CHRO + hiring manager utama + coach Neksus. Review kemajuan 3 prioritas, kalibrasi ekspektasi.

  7. 7

    Capstone: rebuild proses TA untuk 1 role family

    Minggu 11

    Setiap peserta mempresentasikan rebuild proses end-to-end untuk 1 role family (sourcing strategy, BEI question bank, assessment design, employer brand asset, analytics dashboard).

  8. 8

    Sustaining: TA alumni network + quarterly clinic

    Minggu 12 → 12 bulan

    Akses ke alumni network TA lintas-perusahaan dengan klinik triwulanan 90 menit bersama senior TA coach untuk membahas kasus terkini & benchmark.

Siapa yang Memutuskan

Pemangku keputusan dalam program TA / Recruiter

Lima rangkaian stakeholder yang harus selaras agar program memberi dampak.

CHRO / Direktur SDM
Sponsor utama

Strategic TA capability, justifikasi ROI, koneksi ke workforce strategy.

Head of Talent Acquisition / Head of Recruitment
Owner program

Operational ownership, ATS optimization, vendor management, metrics tracking.

Hiring manager BU (recipient TA service)
Co-coach & beneficiary

Quality-of-hire, time-to-fill, kemudahan proses interview, kecocokan kandidat.

Communications / Employer Brand team
Co-design

Konsistensi pesan employer brand, kolaborasi konten karir, joint owned of EVP.

Finance / FP&A (untuk cost-per-hire tracking)
Reviewer ROI

Visibility cost-per-hire trend, ROI rekrutmen vs alternatif (kontraktor, outsourcing).

Procurement
Process owner

Vendor scoring, kontrak multi-cohort, e-procurement BUMN/pemerintah (SPSE LKPP).

Catatan Desain Program

Catatan desain, mengapa kami merancang seperti ini

  • Format hybrid (live + lab + role-play + capstone)
    50% live cohort, 25% lab sourcing & BEI role-play, 25% praktik di posisi nyata dengan capstone
    Skill TA dibangun lewat repetisi terstruktur dengan feedback; tanpa praktik lab, modul tetap teori.
  • Ukuran cohort
    8–12 recruiter per cohort
    Cukup besar untuk diversitas role family yang dilayani; cukup kecil untuk role-play BEI 1:1 yang berkualitas.
  • Durasi total
    10–12 minggu
    Skill kompleks seperti BEI + assessment design membutuhkan minimum 8 minggu praktik berulang dengan feedback (penelitian skill acquisition Ericsson).
  • Fasilitator
    Ex-Head of TA korporat besar + senior sourcer dengan kredensial LinkedIn Recruiter Power Search + ex-asesor assessment center berpengalaman
    TA berkembang dari peer praktisi yang punya hands-on credibility, didukung kerangka akademis.
  • Kandidat aktor untuk role-play BEI
    Aktor profesional terlatih memerankan profile kandidat yang berbeda (junior, senior, executive, sulit, defensif)
    Tanpa kandidat aktor, role-play jadi simulasi rekan sebaya yang tidak menantang; aktor profesional memberi pengalaman dekat dengan realitas wawancara nyata.
  • Pengukuran efektivitas
    Kirkpatrick L1–L4 + tracking 6 KPI TA (QoH, TTF, CPH, OAR, mis-hire, pipeline ratio) baseline pre & post + hiring manager NPS
    TA berhasil saat dampak bisnis terukur; baseline metrics di minggu 0 penting untuk membuktikan ROI.
Informasi Pengadaan

Informasi procurement

  • Format kontrak
    Inhouse cohort tetap (10–12 minggu), program multi-cohort berkelanjutan, atau pendampingan jangka panjang 12 bulan dengan refresh berkala.
  • Lokasi
    Onsite di kantor klien, regional onsite, hybrid (kickoff & lab onsite + sesi bi-weekly online), atau full online untuk cohort lintas-kota.
  • Bahasa pengantar
    Bahasa Indonesia (default) atau bilingual ID/EN untuk korporat multinasional. Materi BEI tersedia dalam dua bahasa.
  • Materi & sertifikat peserta
    Modul, workbook, library BEI question bank per kompetensi, template rubric penilaian, akses 12 bulan ke alumni hub & sourcing library, sertifikat partisipasi Neksus, opsi co-branded corporate university.
  • Dokumentasi pajak & e-procurement
    Faktur pajak PPN, kwitansi, BAST. Dukungan e-procurement BUMN/pemerintah (SPSE LKPP) tersedia. Kontrak siap untuk tender terbatas dan penunjukan langsung.
  • Termin pembayaran
    Uang muka saat kontrak, termin pasca-kickoff, termin pasca-employer brand workshop, pelunasan pasca-capstone. Besaran tiap termin disepakati di kontrak mengikuti ketentuan pengadaan klien.
  • Aktor profesional untuk role-play
    Termasuk dalam biaya cohort: 4–6 sesi role-play BEI dengan aktor profesional terlatih (junior, senior, executive, defensif, multi-bahasa).
  • Pendampingan opsional
    1-on-1 coaching senior untuk recruiter high-potential calon Head of TA + executive briefing 90 menit untuk CHRO / Head of TA / hiring manager utama.

Pertanyaan Umum

Workshop BEI standalone (2–3 hari) memberi awareness tetapi tidak menjamin perubahan perilaku. Program 10–12 minggu Neksus menggabungkan BEI dengan sourcing strategis, assessment design, employer brand, dan recruiting analytics, kelima pilar diperlukan agar TA matang. BEI saja tetap memberi mis-hire kalau sourcing pool sempit atau assessment tidak ada.

Sesi latihan behavioral event interview bersama aktor profesional adalah komponen yang paling terasa: makin banyak sesi, makin realistis latihannya. Untuk sepuluh recruiter, biaya juga dibentuk oleh panjang cohort, tempat kelas, dan ada tidaknya modul employer brand. Scorecard dan struktur interview yang sama untuk semua posisi diajarkan di tingkat Standar. Latihan BEI untuk posisi kritis yang sedang dibuka perusahaan menjadi isi tingkat Premium, dan Head of TA yang membangun fungsi rekrutmen dari awal bisa didampingi lewat Privat 1-on-1. Head of TA atau CHRO dapat menyebut pagu yang tersedia pada scoping call 45 menit.

Sertifikat partisipasi Neksus diberikan ke semua peserta yang menyelesaikan capstone. Kredensial seperti SHRM Talent Acquisition Specialty Credential atau LinkedIn Certified Recruiter tetap diterbitkan lembaga pemiliknya lewat ujian mereka sendiri. Bekal untuk menghadapinya sudah tercakup di modul program.

Materi memasukkan regulasi UU Cipta Kerja & Permenaker, dinamika pasar tenaga kerja Indonesia (gaji ekspektasi, mobility, generasi), kasus aktor profesional menggunakan bahasa Indonesia dan situasi lokal, serta benchmark dari LinkedIn Talent Solutions Indonesia + survei PERHUMAS HR. Fasilitator kami semua praktisi TA korporat Indonesia berpengalaman 10+ tahun.

Hiring manager tidak ikut cohort, tetapi kami menyediakan workshop 1 hari terpisah 'Hiring Manager Interview Calibration' yang melatih hiring manager untuk panel interview yang konsisten dengan kerangka BEI dan rubric. Rekomendasi: jalankan workshop hiring manager bersamaan dengan minggu 4–5 cohort recruiter.

Kirkpatrick L1–L4 + tracking 6 KPI TA inti (quality-of-hire, time-to-fill, cost-per-hire, offer acceptance rate, mis-hire rate, pipeline ratio) baseline pre & post program. Hiring manager NPS dari BU yang dilayani juga di-survey pre & post. Baseline diukur di minggu 0.

Ya, ada modul khusus 'AI for TA: Sourcing Copilot, JD Generation, Screening' dengan emphasis pada disiplin etis (bias awareness, EEOC-equivalent considerations), efektifitas vs hype, dan integrasi praktis dengan ATS modern (Greenhouse, Workday, Talentlyft).

Sangat cocok, program memberi kerangka end-to-end yang biasanya butuh 2–3 tahun trial-and-error untuk dipelajari. Untuk recruiter berpengalaman 3+ tahun, program memberi mereka kerangka untuk naik ke level senior atau Head of TA.

Modul khusus 'Executive Search & Senior Recruiting' membahas approach yang berbeda untuk role senior: confidential sourcing, executive engagement, total reward conversation level senior, references checking. Banyak klien kami menjalankan ini sebagai upgrade setelah cohort utama selesai.

Konsekuensi finansial mengikuti kontrak (umumnya tanpa refund per peserta karena biaya cohort sudah ter-block). Mitigasi: pilih peserta dengan minimum 18 bulan tenure pasca-program; sertakan klausul retention agreement; lakukan pre-assessment engagement di minggu 0.

Diskusikan cohort Talent Acquisition untuk organisasi Anda

Kirim jumlah recruiter target, role family yang dilayani, dan target start cohort. Tim Neksus mempelajari konteks Anda dan menyiapkan rancangan program, dengan opsi alignment call bersama CHRO / Head of TA.

  • Cohort 10–12 minggu dengan kickoff onsite, live sourcing lab, BEI role-play dengan aktor profesional
  • Fasilitator ex-Head of TA korporat besar + senior sourcer dengan kredensial LinkedIn Recruiter Power Search
  • Capstone berbasis rebuild proses TA untuk role family nyata, dipresentasikan ke CHRO & hiring manager BU
  • Pengukuran Kirkpatrick L1–L4 + tracking 6 KPI TA inti + hiring manager NPS pre/post
  • Alumni network TA lintas-perusahaan dengan klinik triwulanan executive

Enam isian saja untuk memulai. Tim korporat kami yang membaca dan membalasnya.

Detail tambahan (opsional)

Isi kalau sudah ada gambarannya. Semua isian di bagian ini boleh dilewati, dan tim kami akan menanyakannya saat sesi analisa kebutuhan.