Langsung ke konten
Tema Org-Wide

Program Employee Wellbeing & Kesehatan Mental Tim Tingkat Organisasi yang Berakar Setahun Penuh

Tema tahunan tiga lapis (pencegahan, intervensi dini, dukungan krisis) selaras WHO Mental Health at Work 2022, ISO 45003:2021, dan UU 36/2009. Untuk CHRO, Chief People Officer, dan Direktur HR yang ingin menggeser wellbeing dari perks ke kapabilitas organisasi.

Skala program
Org-wide (CHRO + Direktur HR sponsorship)Skala program
Durasi tipikal
12 bulan (renewable)Durasi tipikal
Lapisan program
3: Prevention ยท Early Intervention ยท Crisis SupportLapisan program
Pagu anggaran
Rp 250 juta โ€“ Rp 1.8 miliar/tahunPagu anggaran
Jawaban singkat

Program employee wellbeing Neksus adalah tema tahunan tiga lapis: pencegahan (psychological safety + job design selaras Job Demands-Resources), intervensi dini (manager mental health literacy + Mental Health First Aider), dan dukungan krisis (EAP rekanan + protokol return-to-work). Selaras WHO Mental Health at Work 2022, ISO 45003:2021, UU 36/2009 Kesehatan, dan Permenkes 4/2019. Rollout pilot 30 hari โ†’ wave 90 hari โ†’ org-wide 12 bulan dengan pagu Rp 250 juta hingga Rp 1.8 miliar tahunan.

Tema Tahunan

Mengapa wellbeing korporat harus dirancang sebagai program berlapis, bukan kumpulan perks dan webinar tahunan

Burnout sudah masuk ICD-11 WHO sebagai sindrom pekerjaan resmi sejak 2019, dan WHO Mental Health at Work Guidelines (September 2022) menempatkan pemberi kerja sebagai aktor utama pencegahan, dengan rekomendasi berbasis bukti pada level organisasi, manajer, dan pekerja. Riset Gallup State of the Global Workplace 2024 mencatat 41% karyawan global mengalami stres harian; Indonesia konsisten di atas rata-rata APAC. Pendekatan paling umum di korporat, pasang aplikasi meditasi, undang pembicara sekali setahun, beri voucher gym, terbukti gagal menyentuh akar masalah karena tidak menyentuh dua determinan terbesar: desain pekerjaan (Job Demands vs Job Resources, Bakker & Demerouti 2017) dan perilaku manajer langsung. Tema tahunan tiga lapis yang selaras ISO 45003:2021 (psychological health & safety at work) menutup gap struktural ini dengan: lapis 1 pencegahan organisasi-wide (asesmen risiko psikososial + job design + psychological safety leadership), lapis 2 intervensi dini (manager mental health literacy + Mental Health First Aider berlisensi MHFA), lapis 3 dukungan krisis (EAP rekanan klinis + protokol return-to-work). UU 36/2009 Kesehatan Pasal 144 mewajibkan upaya kesehatan jiwa di tempat kerja; Permenkes 4/2019 menjelaskan standar pelayanan minimal kesehatan jiwa daerah yang relevan untuk rujukan klinis.

  • Burnout = sindrom pekerjaan resmi (WHO ICD-11), bukan kelemahan individu
  • 41% karyawan global mengalami stres harian (Gallup State of the Global Workplace 2024)
  • Desain pekerjaan + perilaku manajer = dua determinan terbesar wellbeing (Bakker/Demerouti JD-R 2017)
  • Program tiga lapis selaras WHO 2022 + ISO 45003:2021 menutup gap struktural
  • UU 36/2009 Pasal 144 + Permenkes 4/2019 sebagai backbone kepatuhan Indonesia
Wellness perks tanpa job design = stigmatisasi terselubung

Aplikasi meditasi dan webinar resilience yang dipromosikan tanpa membenahi beban kerja, jam lembur, dan ekspektasi response time mengirim pesan implisit ke karyawan: 'kalau kamu stres, itu salahmu, pakai aplikasinya.' WHO 2022 secara eksplisit menempatkan intervensi level organisasi (job design) sebagai prioritas di atas intervensi level individu. Skip layer ini = program mahal dengan dampak retensi mendekati nol.

Tiga sponsor selaras: CHRO + Direktur HR + Direksi yang bertanggung jawab atas EBITDA people-cost

Program wellbeing efektif memengaruhi tiga angka neraca: medical claim ratio, attrition cost, dan produktivitas (Gallup wellbeing dimensions: career, social, financial, physical, community). Ketiganya hidup di departemen yang berbeda. Charter program tiga sponsor membuat ROI argumen tegak dan menutup risiko program di-PHK saat pemotongan anggaran tahun berikutnya.

Manager mental health literacy adalah leverage tertinggi

Penelitian Workplace Mental Health Institute & Mind Share Partners menemukan manajer langsung memengaruhi kesehatan mental anggota tim setara pasangan (spouse) dan melampaui terapis. Pelatihan manajer (4-8 jam berlisensi MHFA atau setara) memberi dampak organisasi yang jauh melampaui setiap rupiah yang sama dipakai untuk konseling individual.

ISO 45003:2021 = bahasa universal yang dipahami audit, regulator, dan board

Adopsi struktur ISO 45003 (psychological health & safety at work) memberi bahasa yang sama dengan ISO 45001:2018 occupational health & safety yang sudah diadopsi korporat besar Indonesia. Audit eksternal bisa direplikasi, board reporting bisa berbasis bukti, dan integrasi dengan SMK3 perusahaan menjadi natural.

Arsitektur Program

Arsitektur tiga lapis selaras ISO 45003:2021 + WHO 2022

Setiap lapis menyentuh determinan wellbeing berbeda. Tata kelola program menjaga ketiganya berjalan beriringan di bawah peta jalan tahunan.

Pilar 1
Lapis 1, Pencegahan Level Organisasi (Prevention)

Asesmen risiko psikososial selaras ISO 45003 (workload, control, role clarity, social support, organizational change). Workshop job design Job Demands-Resources untuk redesain pekerjaan paling berisiko. Psychological safety leadership untuk seluruh manajer (Amy Edmondson framework).

  • Peta risiko psikososial seluruh divisi terdokumentasi, di-review tahunan
  • Minimal 3 pekerjaan tertekan tinggi diredesain dengan output beban kerja terukur
  • Indeks psychological safety tim meningkat โ‰ฅ15% dalam 12 bulan (survei Edmondson 7-item)
Pilar 2
Lapis 2, Intervensi Dini (Early Intervention)

Manager mental health literacy 8 jam berlisensi MHFA (Mental Health First Aid) Indonesia atau setara. Mental Health First Aider per 25-50 karyawan dengan protokol eskalasi jelas. Wellbeing pulse check kuartalan dengan instrumen tervalidasi (Maslach Burnout Inventory atau Oldenburg Burnout Inventory).

  • 100% manajer lini menyelesaikan pelatihan mental health literacy 8 jam
  • Jaringan Mental Health First Aider aktif (1 per 25-50 karyawan)
  • Pulse check kuartalan dengan trendline burnout per divisi terbuka ke steering committee
Pilar 3
Lapis 3, Dukungan Krisis (Crisis Support & EAP)

EAP rekanan klinis (psikolog + psikiater) dengan kontrak SLA jelas (response time, sesi tahunan, kerahasiaan). Protokol return-to-work pasca cuti kesehatan mental selaras Permenkes 4/2019. Krisis komunikasi protokol untuk peristiwa traumatis (kecelakaan, kehilangan, layoff).

  • EAP kontrak dengan rekanan klinis tervalidasi, utilization rate โ‰ฅ10% tahun pertama
  • Protokol return-to-work tertulis disahkan, diuji minimal 3 kasus
  • Tim Critical Incident Response dilatih untuk peristiwa krisis organisasi
Pilar 4
Lapis 4, Tata Kelola & Budaya (Governance & Culture)

Wellbeing Council lintas-fungsi (HR + medis + legal + perwakilan karyawan). Kebijakan flexible work + right to disconnect tertulis. Wellbeing dashboard bulanan dengan metrik level Gallup (career, social, financial, physical, community).

  • Wellbeing Council triwulanan dengan minutes dan tracking aksi
  • Kebijakan right to disconnect + flexible work disahkan + dikomunikasikan 100% karyawan
  • Dashboard wellbeing bulanan terbuka ke direksi
Pagu Anggaran Tahunan

Pagu anggaran tahunan berdasarkan ukuran organisasi

Rentang berikut mencakup empat lapis + EAP rekanan + pelatihan manajer. Lisensi platform wellbeing (kalau dipilih) di luar pagu ini.

LingkupPesertaRentang AnggaranCatatan
Perusahaan menengah (200-500 karyawan)100% manajer mental health literacy + 10 MHFA + asesmen risiko org-wideRp 250-500 juta/tahunCocok untuk tahun pertama dengan fokus prevention + early intervention. EAP dengan 2-3 rekanan klinis.
Korporat besar (500-2000 karyawan, 2-4 BU)100% manajer literasi + 30 MHFA + asesmen + EAP multi-rekanan + return-to-work protocolRp 500 juta โ€“ Rp 1.2 miliar/tahunStandar rollout 12 bulan tiga lapis lengkap. Wellbeing dashboard bulanan.
Enterprise (2000+ karyawan, multi-site)Skema korporat besar + Wellbeing Council + per-region MHFA + Critical Incident Response TeamRp 1.2-1.8 miliar/tahunMulti-region rollout dengan kalibrasi per-site. Integrasi dengan SMK3 dan ISO 45001 existing.
BUMN dengan SMK3 / ISO 45001 existingIntegrasi ISO 45003 ke SMK3 + pelatihan internal P3K mental health + dokumentasi auditRp 600 juta โ€“ Rp 1.5 miliar/tahunProcurement via SPSE LKPP. Pagu mengikuti PMK 39/2024. Pendampingan audit eksternal opsional.
Anak perusahaan multinasionalLokalisasi global wellbeing program + bilingual training + alignment regional HQRp 800 juta โ€“ Rp 1.5 miliar/tahunKontrak akhir disetujui regional HQ. Reporting bilingual ID/EN. EAP rekanan dengan layanan EN tersedia.
Fase Rollout

Fase rollout, pilot 30 hari โ†’ wave 90 hari โ†’ org-wide 12 bulan

Rollout berfase menurunkan risiko stigma, mengkalibrasi pesan, dan membangun cerita dukungan yang menjadi modal sosial wave berikutnya.

1
Pilot, 30 hari
Bulan 1

Validasi asesmen risiko, modul manajer, dan protokol eskalasi dengan 1 BU pilot (20-50 karyawan).

  • Asesmen risiko psikososial BU pilot selesai (instrumen tervalidasi)
  • Manager mental health literacy 8 jam untuk seluruh manajer BU pilot
  • Protokol MHFA + eskalasi EAP diuji dengan 3-5 skenario simulasi
  • Retrospektif pilot dengan rekomendasi penyesuaian
2
Wave 1, 90 hari
Bulan 2-4

Scale ke 3 BU prioritas (200-400 karyawan total) dengan modul yang sudah dikalibrasi + EAP go-live.

  • EAP rekanan klinis kontrak ditandatangani, layanan go-live
  • Manager literacy 100% selesai untuk 3 BU prioritas
  • Jaringan MHFA gelombang pertama terlatih (sesuai rasio 1:25-50)
  • Wellbeing Council terbentuk dan rapat pertama
3
Wave 2-3, 180 hari
Bulan 5-10

Rollout ke seluruh organisasi dengan job design intervention pada pekerjaan paling berisiko.

  • 100% manajer organisasi menyelesaikan literacy
  • Minimal 3 pekerjaan risiko tinggi diredesain dengan beban kerja terdokumentasi
  • Pulse check kuartalan berjalan dengan dashboard terbuka
  • Protokol return-to-work diuji minimal 3 kasus nyata
4
Sustaining, 60 hari + renewal
Bulan 11-12 + renewal

Memformalkan wellbeing sebagai operating discipline organisasi, bukan inisiatif tahunan.

  • Wellbeing Council triwulanan jadi forum resmi dalam tata kelola HR
  • Capstone report ke direksi: medical claim ratio, attrition, eNPS wellbeing dimension
  • Rancangan tahun ke-2 dengan fokus advance (Critical Incident Response, peer support deepening)
  • Wellbeing literacy onboarding terintegrasi untuk karyawan baru
Metrik Sukses Org-Wide

Metrik sukses tingkat organisasi, melampaui kepuasan webinar

Pilih 5-7 metrik dari daftar berikut sebelum program dimulai. Targetnya: trendline 12 bulan terdokumentasi, bukan satu skor tunggal.

Indeks psychological safety tim
Meningkat โ‰ฅ15% dalam 12 bulan
Survei Edmondson 7-item, baseline + Q2 + Q4
Burnout prevalensi (skor tinggi MBI/OLBI)
Turun โ‰ฅ20% dalam 12 bulan di 3 BU prioritas
Maslach Burnout Inventory atau Oldenburg Burnout Inventory kuartalan
EAP utilization rate
โ‰ฅ10% karyawan akses EAP tahun pertama (benchmark global 8-12%)
Laporan rekanan klinis EAP (anonim, agregat)
Cakupan Mental Health First Aider
Rasio 1:25-50 karyawan tercapai dalam 12 bulan
Register sertifikasi MHFA
Manajer terlatih mental health literacy
100% manajer lini selesai 8 jam terlisensi dalam 12 bulan
LMS completion + assessment pass rate
Sick leave terkait kesehatan mental
Trendline 12 bulan terdokumentasi (baseline โ†’ tahun ke-2)
HRIS sick leave reason coding
Attrition rate divisi risiko tinggi
Turun โ‰ฅ10% di 3 BU prioritas tahun ke-2
HRIS exit data + alasan keluar
Medical claim ratio kategori mental health
Stabilisasi / penurunan tahun ke-2 (counter: cakupan EAP meningkat)
Laporan asuransi kesehatan korporat
Alat Bantu Keputusan

Program tiga lapis selaras ISO 45003 vs Wellness perks ad-hoc vs Aplikasi meditasi saja

Tiga pendekatan yang umum dipakai korporat, dengan profil dampak yang sangat berbeda.

KriteriaWellness perks ad-hocProgram tiga lapis ISO 45003
โ˜…
Aplikasi meditasi saja
Anggaran tahunan tipikalRp 100-300 jutaRp 250 juta โ€“ Rp 1.8 miliarRp 50-200 juta (lisensi)
Menyentuh job designTidakYa, asesmen risiko + redesainTidak
Pelatihan manajer terstrukturWebinar tahunan tanpa sertifikasi8 jam terlisensi MHFA, 100% manajerTidak ada
Dukungan krisis profesionalVoucher konseling acakEAP rekanan klinis dengan SLASelf-help guided meditation
Selaras audit & regulatorTidak selaras standarISO 45003 + UU 36/2009 + Permenkes 4/2019Tidak
Dampak ke attrition & medical claimSulit dibuktikanTrendline 12 bulan terdokumentasiNegligible
Alur Kerja Sama

Alur kerja sama Neksus untuk tema wellbeing setahun

  1. 1

    Kickoff & diagnostik organisasi (4 minggu)

    Minggu 1-4

    Workshop 2 hari dengan CHRO / Direktur HR / Direksi people-cost owner + interview 12 stakeholder kunci + survei wellbeing baseline org-wide (Gallup 5 dimensions + MBI / OLBI). Output: Charter program + peta risiko psikososial awal + rancangan rollout.

  2. 2

    Pilot BU 30 hari

    Bulan 2

    Rollout tiga lapis ke 1 BU pilot (20-50 karyawan). Asesmen risiko, manager literacy, protokol MHFA diuji. Tim Neksus + Wellbeing Champions BU pilot bekerja berdampingan dengan retro mingguan.

  3. 3

    Retro pilot & kalibrasi (2 minggu)

    Bulan 3 (awal)

    Workshop retrospektif dengan tim pilot + stakeholder. Protokol direvisi v1.0. Modul disesuaikan. EAP rekanan terpilih dan kontrak ditandatangani. Rancangan Wave 1 disepakati.

  4. 4

    Wave 1, 3 BU prioritas (90 hari)

    Bulan 3-5

    Asesmen risiko 3 BU, manager literacy 100%, MHFA gelombang pertama dilatih, EAP go-live. Kalibrasi mingguan dengan steering committee Neksus + klien.

  5. 5

    Wave 2-3, sisa BU + job design (180 hari)

    Bulan 6-11

    Rollout ke seluruh organisasi. Job design workshop pada pekerjaan paling berisiko. Pulse check kuartalan + return-to-work protocol diuji. Wellbeing Council triwulanan berjalan.

  6. 6

    Capstone & rancangan tahun ke-2

    Bulan 12

    Capstone report ke direksi: trendline burnout, EAP utilization, sick leave, attrition, claim. Workshop rancangan tahun ke-2 dengan fokus Critical Incident Response + advanced peer support.

Tata Kelola Program

Tata kelola program, siapa, peran apa, ritme apa

Tata kelola jelas mencegah program kehilangan momentum dan menghindari stigmatisasi tersembunyi. Empat lapisan dengan cadence berbeda.

Steering Committee (CHRO + Direktur HR + Direksi people-cost owner + Direktur Medis/HSE)
Triwulanan

Sponsor eksekutif. Sahkan kebijakan flexible work + right to disconnect, alokasi anggaran tahunan, dan resolusi konflik antar-BU. Akuntabel ke direksi penuh atas indikator wellbeing organisasi.

Wellbeing Council (HR Lead + Medical Officer + Legal + Employee Representative + Union Rep jika ada)
Bulanan

Review hasil asesmen risiko psikososial, eskalasi kasus sensitif (anonim), revisi protokol EAP dan return-to-work, pengembangan kebijakan tematik.

Program Office (L&D Lead + Wellbeing Program Manager + PMO)
Mingguan

Eksekusi operasional. Jadwal pelatihan, koordinasi MHFA, komunikasi tanpa-stigma, koordinasi rekanan EAP, dan pelaporan ke steering committee.

Mental Health First Aider Network (1 per 25-50 karyawan)
Mingguan check-in, bulanan all-MHFA

Pertolongan pertama psikologis di tempat kerja, eskalasi ke EAP / medical, peer support tanpa peran terapeutik. Bersertifikat MHFA Indonesia atau setara.

EAP Clinical Partner (Psikolog Klinis + Psikiater rekanan)
On-demand + reporting bulanan agregat

Sesi konseling kerahasiaan terjaga, intake triase, eskalasi ke layanan klinis lebih dalam jika dibutuhkan. Reporting agregat anonim ke Wellbeing Council.

Neksus Engagement Team (Account Director + Lead Facilitator + Wellbeing Architect)
Mingguan steering call + onsite per wave

Co-design program, fasilitasi pelatihan manajer, kalibrasi modul, eskalasi metodologi, dan jembatan ke rekanan klinis tervalidasi.

Peserta Sasaran

Siapa yang ikut dari organisasi Anda, desain multi-kohort

Program ini menggerakkan beberapa kohort paralel dengan kurikulum berbeda. Fokus tertinggi ada pada manajer langsung sebagai leverage organisasi.

Manajer lini pertama (semua)
100% manajer

Manajer langsung yang punya direct report. Pelatihan 8 jam mental health literacy berlisensi MHFA + psychological safety leadership Amy Edmondson framework.

Senior leader (Direktur, GM, BU Head)
Semua senior leader

Modul 4 jam: leading wellbeing culture, role modeling, dan kebijakan organisasi. Termasuk sesi privat board briefing per kuartal.

Mental Health First Aider
1 per 25-50 karyawan

Karyawan terpilih dengan kredibilitas peer, lulus pelatihan 14 jam berlisensi MHFA Indonesia atau setara. Alokasi 5-10% waktu kerja resmi untuk peran ini.

Wellbeing Champions per BU
1-2 per BU

Influencer adopsi, koordinator komunikasi tanpa-stigma, dan jembatan antara karyawan dan Wellbeing Council.

HR Business Partner
Semua HRBP

Pelatihan deep dive 16 jam: asesmen risiko psikososial ISO 45003, intake protokol, eskalasi EAP, return-to-work case management.

All-employee wellbeing literacy
100% karyawan

Modul 2 jam async: bahasa umum wellbeing, akses EAP, kebijakan right to disconnect, dan stigma reduction.

Mitigasi Risiko Program

Risiko program yang umum gagal, dan mitigasi yang efektif

Stigmatisasi terselubung, karyawan takut akses EAP karena khawatir karier

EAP utilization rate <3% setelah 6 bulan; ada bisik-bisik 'EAP itu untuk yang lemah'.

Mitigasi: Kontrak kerahasiaan tertulis dengan rekanan EAP (bukan internal HR), komunikasi rutin dari senior leader yang model perilaku akses EAP, dan dashboard utilization anonim agregat (tanpa nama individual).

Manajer tidak menjalankan literacy training di lapangan

Pulse check menunjukkan psychological safety tetap rendah meski semua manajer 'selesai' training; manajer kembali ke perilaku command-and-control.

Mitigasi: Sertifikasi MHFA dengan re-assessment 6 bulan, peer coaching antar manajer, dan integrasi psychological safety ke KPI atasan + bonus tahunan.

EAP rekanan dengan kualitas klinis di bawah standar

Karyawan menggunakan EAP sekali kemudian tidak kembali; tidak ada eskalasi ke layanan klinis lebih dalam untuk kasus serius.

Mitigasi: Vendor selection menggunakan kriteria klinis (psikolog dengan SIP, psikiater dengan SIP, SLA response time, jaringan rujukan), kontrak SLA dengan klausa terminasi, dan review kualitas 6 bulan.

Wellbeing program di-PHK saat pemotongan anggaran tahun berikutnya

Tahun 1 berjalan; tahun 2 anggaran dipotong 70% saat efisiensi. Program luruh.

Mitigasi: Capstone report dengan angka neraca terdokumentasi (medical claim, attrition, sick leave, eNPS), reporting triwulanan ke direksi penuh, dan integrasi metrik wellbeing ke balanced scorecard korporat.

Job design intervention diveto oleh BU karena 'mengganggu produktivitas'

Asesmen risiko menunjuk satu peran tertekan tinggi; BU menolak redesain karena khawatir output turun.

Mitigasi: Pilot redesain di 1 tim kecil dengan A/B comparison 90 hari (output, kualitas, retention). Bukti empiris lokal mengalahkan resistensi politis.

MHFA network burn out dalam 6 bulan

MHFA yang awalnya antusias berhenti aktif karena beban kerja regular tetap penuh + tekanan emosional cases.

Mitigasi: Alokasi resmi 5-10% waktu kerja untuk peran MHFA (bukan add-on), peer supervision bulanan dengan psikolog klinis Neksus / rekanan, dan rotasi 18-bulan dengan recognition.

Pola Hasil Tipikal

Pola hasil tipikal dari klien serupa

Konteks

Korporat jasa keuangan 1200 karyawan, 4 BU, attrition pekerjaan operasional di angka 28% tahun-ke-tahun.

Intervensi

Tema setahun dengan pilot BU operasional di 30 hari pertama. Manager literacy 100%, MHFA network 30 orang, EAP rekanan klinis go-live bulan 4, job design intervention 2 peran tertekan tinggi.

Hasil indikatif

Burnout score (OLBI) BU operasional turun 24% dalam 12 bulan. Sick leave kesehatan mental turun. EAP utilization 14% tahun pertama. Attrition BU operasional turun ke 19% di tahun ke-2.

Konteks

BUMN sektor energi 3000 karyawan multi-site, SMK3 + ISO 45001 sudah berjalan, mandat integrasi ISO 45003.

Intervensi

Tema setahun integrasi ISO 45003 ke SMK3 existing. Pelatihan internal P3K mental health untuk semua manajer site, Wellbeing Council lintas-direktorat, pendampingan audit eksternal bulan 10.

Hasil indikatif

ISO 45003 readiness assessment lulus dengan 12 observasi minor. eNPS wellbeing dimension meningkat 11 poin. Medical claim kategori stress-related turun di tahun ke-2.

Konteks

Anak perusahaan multinasional FMCG 500 karyawan, regional HQ Singapura dengan global wellbeing program yang generik.

Intervensi

Tema setahun lokalisasi: bilingual training, EAP rekanan dengan layanan EN, alignment global policy, addendum kepatuhan UU 36/2009 + Permenkes 4/2019.

Hasil indikatif

Local wellbeing program disahkan regional HQ sebagai blueprint untuk pasar APAC lainnya. Manager literacy completion 100% dalam 6 bulan. Cultural alignment score meningkat secara signifikan.

Informasi Procurement

Informasi procurement

  • Format kontrak
    Tema setahun terstruktur (renewable). Pendampingan multi-tahun dengan SOW disepakati per tahun.
  • Lokasi
    Onsite di kantor klien (Jabodetabek tanpa biaya transport tambahan), regional onsite, atau hybrid (kickoff onsite + sesi bi-weekly online).
  • Bahasa pengantar
    Bahasa Indonesia (default) atau bilingual ID/EN untuk korporat multinasional dengan reporting global.
  • Materi & sertifikat peserta
    Modul terstruktur, workbook bilingual, template asesmen risiko psikososial ISO 45003, protokol EAP & return-to-work, akses 12 bulan ke alumni resource hub, sertifikasi MHFA (via rekanan terakreditasi).
  • EAP rekanan klinis
    Jaringan psikolog klinis (SIP) + psikiater (SIP) rekanan tervalidasi. Klien memilih dari 3-5 rekanan kandidat berdasarkan kebutuhan industri & lokasi.
  • Dokumentasi pajak & e-procurement
    Faktur pajak PPN, kwitansi, BAST. Dukungan e-procurement BUMN/pemerintah (SPSE LKPP) tersedia. Pagu SBM K/L untuk kementerian/lembaga.
  • Termin pembayaran
    DP 20% saat kontrak, milestone 30% per wave (3x), pelunasan 20% pasca-capstone tahun ke-1.
  • Pendampingan opsional
    Coaching personal CHRO/Direktur HR (paket terpisah), executive briefing untuk direksi (90 menit triwulanan), Critical Incident Response Team training (basis manday), dan persiapan audit ISO 45003 eksternal.

Pertanyaan Umum

Diskusikan rancangan tema employee wellbeing untuk organisasi Anda

Kirim ukuran organisasi, BU prioritas, dan tantangan wellbeing yang sedang dihadapi. Tim Neksus mempelajari konteks Anda dan menyiapkan rancangan tema setahun dalam 5 hari kerja.

  • Tiga lapis terintegrasi (prevention ยท early intervention ยท crisis support) selaras ISO 45003:2021 + WHO 2022
  • Pilot 30 hari โ†’ Wave 90 hari โ†’ Org-wide 12 bulan
  • EAP rekanan klinis tervalidasi (psikolog SIP + psikiater SIP) dengan SLA jelas
  • Manager mental health literacy 8 jam berlisensi MHFA Indonesia untuk 100% manajer lini
  • Wellbeing Council + dashboard bulanan + capstone report direksi
Kontak PIC (HR / L&D / Procurement)
Perusahaan
Kebutuhan Pelatihan