Langsung ke konten
Sektor BUMN

Jasa Pelatihan Komunikasi Eksekutif untuk Sektor BUMN

Komunikasi eksekutif di BUMN berhadapan dengan tata kelola berlapis: RUPS, dewan komisaris, kementerian BUMN, BPK, dan DPR. Setiap slide bisa menjadi dokumen pertanggungjawaban dan menjalani audit kinerja. Direksi serta SEVP perlu jejak argumen yang dapat dipertahankan secara hukum, sekaligus narasi publik yang tidak ambigu. Standar: Minto Pyramid untuk struktur, prinsip Executive Presence Hewlett untuk delivery, dan disiplin disclosure POJK untuk entitas Tbk.

  • 4,9/5 · 287 ulasan
  • 300+ klien nasional
  • 2.000+ trainer
  • 1 sampai ratusan peserta
  • Standar · Premium · Privat 1-on-1
format
In-house / hybrid / online
durasi
2 hari dengan praktik yang direkam
peserta
8-16 per batch (praktik intensif)
bahasa
Indonesia / English

2.000+ trainer dan expert

Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.

Lihat dokumentasi kelas

Trainer Anda terlihat dulu

Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.

4,9 dari 5

287 ulasan peserta.

300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.

Satu orang sampai ratusan

Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.

Tiga tingkat anggaran

  • Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
  • Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
  • Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Sebutkan anggaran Anda
Khusus Sektor BUMN

Mengapa Komunikasi & Presentasi Eksekutif berbeda di BUMN

Komunikasi eksekutif di BUMN berhadapan dengan tata kelola berlapis: RUPS, dewan komisaris, kementerian BUMN, BPK, dan DPR. Setiap slide bisa menjadi dokumen pertanggungjawaban dan menjalani audit kinerja. Direksi serta SEVP perlu jejak argumen yang dapat dipertahankan secara hukum, sekaligus narasi publik yang tidak ambigu. Standar: Minto Pyramid untuk struktur, prinsip Executive Presence Hewlett untuk delivery, dan disiplin disclosure POJK untuk entitas Tbk.

KPI sektor
  • Approval bahan RUPS pada review pertama dewan komisaris
    Mayoritas bahan tidak dikembalikan untuk revisi material
  • Konsistensi pesan lintas saluran (internal, BUMN, media)
    Tidak ada kontradiksi materi yang teridentifikasi review komunikasi
  • Kualitas Q&A komisaris (rubrik internal)
    Peningkatan terukur pada self-assessment direksi
Regulasi & standar relevan
  • UU 19/2003 BUMN — Akuntabilitas direksi terhadap kementerian dan pemegang saham
  • Permen BUMN PER-2/MBU/03/2023 — Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN
  • POJK 31/POJK.04/2015 — Keterbukaan Informasi untuk BUMN Tbk (emiten pasar modal)
  • UU 15/2006 BPK — Pemeriksaan keuangan negara, bukti komunikasi sebagai jejak audit
Peran sasaran di BUMN
  • Direktur Utama / Direktur Korporasi
  • Senior Executive Vice President (SEVP)
  • Corporate Secretary
  • Sekretaris Perusahaan & Investor Relations
  • Vice President Strategy / Transformation
  • Kepala Satuan Pengawasan Intern
Hasil yang umum diminta di BUMN
  • Bahan RUPS yang menjawab agenda dengan jejak data audit-grade
  • Memo ke kementerian BUMN dengan rekomendasi dan opsi keputusan terstruktur sebagai dasar penetapan kebijakan
  • Paparan komisaris yang dapat dipertahankan ulang setelah enam bulan
  • Komunikasi publik atas isu sensitif (efisiensi, restrukturisasi) yang tidak memicu krisis kepercayaan
  • Rapat koordinasi lintas direktorat yang menutup dengan keputusan tertulis
Pertanyaan khas BUMN
Apa pembeda paparan RUPS BUMN dengan internal management meeting?
RUPS adalah dokumen hukum yang menjadi bagian dari notulen pemegang saham dan dapat menjadi dasar gugatan derivatif. Setiap angka harus diaudit, setiap proyeksi diberi asumsi eksplisit, dan setiap rekomendasi memiliki jejak risalah komite di belakangnya. Berbeda dengan rapat internal yang boleh eksploratif, bahan RUPS final, sekali disampaikan, menjadi pegangan publik.
Bagaimana membangun executive presence yang otentik di kultur BUMN?
Hindari gaya korporasi swasta yang terkesan agresif; bangun gravitas lewat keheningan strategis, penguasaan angka, dan kemampuan menyebut regulasi yang relevan dengan tepat. Latih juga storytelling kebijakan: menghubungkan keputusan korporasi dengan mandat sebagai agen pembangunan. Pakai kerangka Hewlett dengan adaptasi budaya, gravitas lebih penting daripada komunikasi yang ekspresif.
Bagaimana jika materi paparan memicu kewajiban keterbukaan informasi?
Untuk BUMN Tbk, setiap forward-looking statement atau angka materiil yang dipaparkan di forum semi-publik bisa memicu POJK 31. Praktik aman: kolaborasi dengan corporate secretary sebelum finalisasi deck, jaga konsistensi dengan disclosure terakhir, dan tambahkan safe-harbor language pada slide proyeksi. Untuk BUMN non-Tbk, jejak akuntabilitas ke kementerian dan BPK tetap menuntut disiplin yang setara.

Jawaban Singkat

Pelatihan komunikasi & presentasi eksekutif adalah program in-house yang melatih manajer dan pemimpin menyusun argumen dengan Minto Pyramid Principle & SCQA, bercerita dengan data ala Cole Nussbaumer Knaflic, dan tampil dengan executive presence (kerangka Hewlett) di board meeting, komite, dan RUPS. Praktik direkam-iterasi, dampak diukur dengan Kirkpatrick.

Dibangun di atas kerangka yang diakui dengan kedalaman akademik

Struktur pesan memakai Minto Pyramid Principle & SCQA (McKinsey), data storytelling mengikuti kerangka Cole Nussbaumer Knaflic, executive presence dipetakan ke tiga dimensi Sylvia Ann Hewlett (Executive Presence 2.0), dan persuasi memakai 7 prinsip Cialdini, semuanya dilatih lewat praktik nyata dengan iterasi terstruktur.

Kesalahan paling umum: melatih 'percaya diri' tanpa struktur & pengukuran

Banyak pelatihan presentasi berhenti di bahasa tubuh dan tips slide. Tanpa kerangka berpikir (Pyramid), narasi data yang jujur, latihan Q&A bertekanan, dan evaluasi perilaku (Kirkpatrick Level 3), perbaikan tidak menempel di forum nyata. Program ini menyatukan struktur, data, presence, dan pengukuran.

Metodenya adalah iterasi direkam dengan umpan balik berbasis rubrik

Setiap peserta presentasi berkali-kali, direkam, ditonton ulang, dan dinilai dengan rubrik. Karena itu batch dijaga kecil (8-16). Perubahan perilaku terjadi di pengulangan dengan umpan balik spesifik, sejalan pola 70-20-10.

Klien & Dokumentasi

Sebagian institusi yang sudah kami latih

Foto dari sesi yang sudah berjalan, dengan nama institusinya tertulis apa adanya.

Lihat dokumentasi kelas (123 foto)

Komunikasi & Presentasi Eksekutif

Pelatihan komunikasi dan presentasi eksekutif adalah program in-house yang membekali manajer dan profesional menyusun argumen dengan struktur top-down (Minto Pyramid Principle & SCQA), mengubah angka menjadi narasi keputusan (kerangka Storytelling with Data Cole Nussbaumer Knaflic), dan tampil dengan executive presence, gravitas, komunikasi, dan kredibilitas (riset Sylvia Ann Hewlett), di forum berisiko tinggi seperti board meeting, komite kredit, RUPS, dan paparan ke regulator atau kementerian.

1Fokus pada forum berisiko tinggi (board, komite, RUPS, regulator) dengan tuntutan substansi yang spesifik korporat
2Struktur pesan dengan Minto Pyramid Principle & SCQA, jawaban dulu, baru argumen, untuk eksekutif yang waktunya terbatas
3Data storytelling mengikuti kerangka Cole Nussbaumer Knaflic: pilih grafik tepat, hilangkan clutter, arahkan perhatian, beri narasi keputusan
4Executive presence dipetakan ke tiga dimensi Hewlett (Executive Presence 2.0): gravitas, komunikasi, kredibilitas, termasuk pergeseran 2022 ke mendengarkan & autentisitas
5Setiap peserta presentasi direkam dan diiterasi berkali-kali dengan umpan balik individual berbasis rubrik
6Modul presentasi virtual & hybrid: kamera, framing, dan kesetaraan peserta jarak jauh (mitigasi 'second-class remote')
7Dampak diukur dengan New World Kirkpatrick (desain mundur dari Level 4) dan dapat dinaikkan ke Phillips ROI Level 5
8Rujukan yang kami pakai: Pyramid Principle untuk menyusun struktur pesan dan pendekatan Storytelling with Data untuk membawakan angka.

Hasil Terukur

Hasil yang Diharapkan

Indikator dipetakan ke level evaluasi Kirkpatrick/Phillips, target kualitatif, baseline ditetapkan bersama saat training needs analysis (TNA).

Pesan langsung ke inti
Peserta lulus rubrik 'pesan inti dalam 60 detik' dengan struktur Pyramid/SCQA yang benar. Dinilai dari satu halaman ringkasan yang ditulis peserta (Kirkpatrick L2).
Usulan lebih sering disetujui
Tingkat persetujuan proposal/pitch internal meningkat dari baseline tim. Terbaca dari nasib usulan yang dibawa peserta ke forum (Kirkpatrick L4).
Kehadiran di ruangan lebih meyakinkan
Kenaikan skor self & observer pada gravitas dan komunikasi (rubrik dimensi Hewlett). Ditakar lewat rekaman tampil yang dibedah bersama (Kirkpatrick L3).
Angka disampaikan sebagai cerita yang dipahami
Slide data direvisi sesuai prinsip Knaflic: grafik tepat, clutter minimal, satu narasi keputusan. Dinilai dari cara peserta menjelaskan grafik tanpa membaca catatan (Kirkpatrick L2).
Rapat jadi lebih singkat dan jelas
Presentasi & rapat lebih ringkas; deck eksekutif lebih pendek dengan keputusan lebih cepat. Terbaca dari lama rapat dan jumlah putaran revisi bahan (Kirkpatrick L4).
Nilai rupiah dari keputusan yang lebih cepat (opsional)
Perhitungan net benefit dengan isolasi efek pelatihan, bila keuangan meminta angka. Nilainya dalam rupiah disusun lewat Phillips L5 saat forum pimpinan memintanya.

Format Program

Pilihan Format Program

Dipilih sesuai senioritas peserta, urgensi forum, dan jadwal operasional, final ditetapkan setelah TNA. Dua hari sudah cukup bagi satu gelombang untuk berlatih tuntas, dari menyusun pesan sampai berdiri membawakannya. Bila sasarannya satu forum tertentu seperti paparan direksi atau roadshow investor, tersedia coaching terfokus untuk deck tunggal itu.

1

Masterclass (1 hari)

Intensif fundamental: struktur Pyramid/SCQA, dasar data storytelling, dan satu siklus praktik direkam dengan umpan balik rubrik.

Cocok untuk: Penyegaran cepat tim manajer atau pra-event penting
2

Program Praktik (2-3 hari)

Iterasi berulang presentasi nyata peserta: struktur pesan, data storytelling, executive presence, dan Q&A sulit, dengan coaching dan rekaman tiap putaran.

Cocok untuk: Peningkatan kemampuan mendalam lintas peran
3

Coaching Pitch / Board Deck Spesifik

Pendampingan menyiapkan board deck, materi RUPS, atau pitch nyata yang akan segera disampaikan, dari storyline hingga simulasi Q&A komite.

Cocok untuk: Persiapan presentasi berisiko tinggi yang konkret

Konsultasi Gratis

Diskusikan kebutuhan pelatihan presentasi tim Anda

Kami petakan peran, forum yang dihadapi, dan kesenjangan komunikasi, lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.

Kurikulum

Kerangka Kurikulum

Disusun dengan ADDIE; modul final dikurasi sesuai hasil TNA. Topik di bawah adalah cakupan penuh yang dapat diaktifkan.

  • Pyramid Principle: jawaban di puncak, argumen dikelompokkan, didukung bukti
  • SCQA (Situation–Complication–Question–Answer) untuk membuka dengan tajam
  • Prinsip MECE: argumen tidak tumpang tindih dan tidak ada celah
  • Uji 'so what?' dan 'why?' untuk memvalidasi tiap tingkat piramida
  • Menyusun governing thought untuk memo, board paper, dan email eksekutif

  • Konteks dulu: siapa audiens, apa keputusan yang diminta, satu Big Idea
  • Memilih visual yang tepat dan menghindari grafik yang menyesatkan
  • Menghilangkan clutter (data-ink) dan mengarahkan perhatian dengan preattentive attributes
  • Menyusun narasi data: ketegangan → bukti → rekomendasi keputusan
  • Slide yang jujur: skala benar, sumber jelas, anti cherry-picking
  • Kolaborasi manusia–AI: mengaudit saran alat tanpa kehilangan maksud naratif

  • Tiga dimensi: gravitas, komunikasi, kredibilitas, dan bobot relatifnya
  • Gravitas: ketenangan, decisiveness, integritas, dan inklusivitas
  • Pergeseran riset 2012→2022: dari forcefulness ke mendengarkan & autentisitas
  • Suara, bahasa tubuh, jeda, dan mengelola gugup (regulasi state)
  • Membangun kredibilitas: penguasaan materi, sinyal kesiapan, dan kejujuran

  • Authority, social proof, dan consistency dalam argumen bisnis
  • Reciprocity, liking, scarcity, unity, penerapan etis tanpa manipulasi
  • Membingkai rekomendasi: cost of inaction vs benefit of action
  • Mengelola objection dan menjawab pertanyaan kritis komite
  • Garis batas etika: persuasi yang menjaga kepercayaan jangka panjang

  • Board meeting, komite (kredit/investasi/risiko), dan RUPS
  • Paparan ke regulator, kementerian, atau dewan pengawas
  • Pitch internal untuk anggaran, proyek, dan sponsorship eksekutif
  • Komunikasi krisis singkat dan menjawab pertanyaan adversarial
  • Simulasi 'hot seat': Q&A bertekanan dengan panel berperan

  • Setup kamera, eye-line, framing, dan pencahayaan untuk kredibilitas layar
  • Energi dan pacing untuk audiens layar (mitigasi meeting fatigue)
  • Kesetaraan hybrid: peserta jarak jauh tidak menjadi 'kelas dua'
  • Mengelola chat, raised-hand, dan Q&A lintas-kanal secara setara
  • Deck dan dokumen yang efektif dibaca asinkron pasca-rapat

  • New World Kirkpatrick: desain mundur dari Level 4 (hasil) ke Level 1
  • Rubrik observasi perilaku (Level 3) untuk presentasi nyata di tempat kerja
  • Phillips ROI Level 5: monetisasi & isolasi efek pelatihan bila diminta keuangan
  • Pola 70-20-10: coaching, office hours, dan latihan di forum nyata
  • Standar deck & template pesan organisasi sebagai warisan program

Perbandingan

Memilih Format Program

Matriks keputusan ringkas, rekomendasi final ditetapkan setelah training needs analysis.

AspekMasterclass (1 hari)Program Praktik (2-3 hari)Coaching Pitch/Board Deck
Tujuan utamaPenyegaran fundamental cepatPeningkatan kemampuan mendalamSukses pada satu forum nyata
Peserta idealTim manajer (penyegaran)Manajer/spesialis lintas peranDireksi/pimpinan yang akan tampil
Kedalaman praktik1 siklus direkamIterasi berulang + hot seat Q&APendampingan deck & simulasi spesifik
Cakupan kerangkaPyramid/SCQA + dasar data storyPyramid + data story + presence + CialdiniDisesuaikan ke forum (board/RUPS/komite)
Level evaluasiKirkpatrick L1-L2Kirkpatrick L1-L3 (+Phillips L5)Fokus hasil forum (L4 kualitatif)
Paling cocok untukAwareness & quick winStandarisasi kemampuan timTaruhan tinggi, waktu terbatas

Untuk Siapa

Untuk Siapa Program Ini?

Disesuaikan per peran lewat TNA agar relevan langsung ke forum yang mereka hadapi.

Manajer & calon pemimpin (high-potential)

Sering presentasi ke pimpinan, komite, atau dewan dan butuh struktur serta kehadiran yang meyakinkan.

Tantangan umum

  • Pesan bertele-tele; kesimpulan baru muncul di akhir
  • Gugup dan kehilangan kendali saat Q&A bertekanan
  • Sulit menyederhanakan kompleksitas tanpa kehilangan substansi

Spesialis & tim teknis/analitik

Harus menjelaskan analisis kompleks ke audiens non-teknis dan pengambil keputusan.

Tantangan umum

  • Terlalu banyak detail teknis; 'so what' tidak terbaca
  • Slide data penuh dan tidak mengarahkan keputusan
  • Sulit meyakinkan stakeholder yang skeptis terhadap angka

Direksi & pimpinan unit

Tampil di RUPS, board, regulator, atau hadapan publik di mana taruhannya tinggi.

Tantangan umum

  • Tekanan reputasi pada forum yang diawasi pemegang saham/regulator
  • Pesan strategi sulit dikemas ringkas dan kredibel
  • Inkonsistensi antara substansi kuat dan penyampaian yang lemah

Tim HR, L&D & People Development

Menaikkan standar komunikasi organisasi dan membuktikan dampaknya ke pimpinan.

Tantangan umum

  • Kualitas presentasi tidak konsisten antar tim dan level
  • Pelatihan 'public speaking' generik tidak menempel di pekerjaan
  • Tidak punya kerangka evaluasi yang diakui (Kirkpatrick/Phillips)

Metode Pengiriman

Cara Pelaksanaan

Semua format berpusat pada praktik direkam dan iterasi aktif, peserta presentasi berkali-kali dengan umpan balik berbasis rubrik.

In-house tatap muka

Fasilitator datang ke kantor/lokasi training; setiap peserta presentasi, direkam, ditonton ulang, dan diiterasi dengan coaching individual.

Live online

Kelas interaktif via Zoom/Teams dengan breakout praktik, rekaman per peserta, dan modul khusus kredibilitas di kamera (eye-line, framing, energi).

Hybrid

Sesi tatap muka untuk praktik intensif & 'hot seat' Q&A, dilanjutkan office hours online untuk coaching presentasi nyata berikutnya.

Jadwal disusun mengikuti kalender operasional & forum penting perusahaan
Materi, rubrik penilaian, dan lembar kerja disiapkan tim Neksus
Perangkat rekam & ruang praktik diatur agar setiap peserta dapat banyak putaran
Sertifikat keikutsertaan untuk eksekutif yang menyelesaikan presentasi final, diterbitkan atas permintaan
Laporan evaluasi pasca-pelatihan (Kirkpatrick) untuk tim L&D & pimpinan

Alur Pelaksanaan

Alur Kerja Sama (Engagement Path)

Dari kebutuhan ke dampak terukur, durasi kualitatif, disesuaikan skala organisasi.

1

Training Needs Analysis (TNA)

Pemetaan peran, forum yang dihadapi (board/komite/RUPS/regulator), contoh presentasi terkini, dan kesenjangan komunikasi. Output: profil kebutuhan + baseline pengukuran.

Tahap awal
2

Desain Program (ADDIE, mundur dari Level 4)

Tujuan pembelajaran dan rubrik disusun mundur dari hasil bisnis yang diinginkan (New World Kirkpatrick); silabus per peran dengan kasus presentasi nyata Anda.

Sebelum delivery
3

Delivery, Wave 1 (Champion/Pemimpin)

Kelompok pemimpin/champion dilatih lebih dulu (pola 70-20-10) untuk menetapkan standar dan menjadi penggerak adopsi sebelum diperluas.

Gelombang pertama
4

Delivery, Praktik & Iterasi Direkam

Roll-out batch berikutnya: setiap peserta presentasi berulang, direkam, dinilai rubrik, dan hadapi simulasi Q&A bertekanan ('hot seat').

Bergulir per batch
5

Evaluasi Kirkpatrick

Pengukuran Level 1-3 (reaksi, asesmen, observasi perilaku presentasi nyata via rubrik). Phillips ROI Level 5 bila keuangan meminta angka termonetisasi.

Pasca tiap wave
6

Tindak Lanjut & Pelembagaan

Office hours, coaching presentasi nyata berikutnya, dan standar deck/template pesan organisasi sebagai warisan program.

Berkelanjutan

Studi Kasus

Pola Hasil Tipikal

Gambaran pola dampak berdasarkan struktur program serupa, ilustratif, tanpa nama klien atau angka yang dijanjikan.

Manajer divisi teknologi yang sering pitch inisiatif ke leadership

Intervensi

Program praktik 2 hari berbasis Pyramid/SCQA + data storytelling, presentasi direkam dan diiterasi

Hasil

Pitch internal lebih ringkas dengan kesimpulan di depan; tingkat persetujuan inisiatif membaik dan rapat keputusan lebih singkat

Pimpinan unit di institusi jasa keuangan menghadapi komite kredit & regulator

Intervensi

Coaching board/komite deck nyata + simulasi Q&A bertekanan

Hasil

Paparan komite lebih meyakinkan dan efisien; pertanyaan kritis diantisipasi lebih baik dengan struktur argumen yang rapi

Sekretariat & pimpinan unit instansi/BUMN menyiapkan materi RUPS/paparan kementerian

Intervensi

Workshop terpandu executive presence + penataan storyline dokumen resmi

Hasil

Materi resmi lebih ringkas dan kredibel; penyampaian lebih tenang dengan jejak argumen yang dapat dipertanggungjawabkan

Informasi Pengadaan

Informasi untuk Procurement & Vendor Management

Kelengkapan yang dibutuhkan tim pengadaan, keuangan, dan hukum.

Penawaran

Proposal terstruktur: tujuan pembelajaran terukur, silabus (Pyramid/SCQA, data storytelling, executive presence), profil fasilitator, jadwal, dan rincian biaya berbasis hasil TNA.

Model harga

Berbasis TNA, flat per program, per sesi, per peserta, tiered, atau custom. Tidak ada angka standar tanpa analisis kebutuhan; estimasi diberikan setelah TNA.

Pembayaran & pajak

Termin fleksibel (DP + pelunasan / termin per batch); faktur pajak (PPN) dan dukungan dokumen PO tersedia.

Proses BUMN/pemerintah

Terbiasa dengan tahapan pengadaan BUMN/instansi: dokumen vendor, e-procurement, HPS/penawaran, dan klausul kepatuhan.

Pengukuran

Laporan evaluasi New World Kirkpatrick Level 1-3 (reaksi, asesmen, observasi perilaku via rubrik); Phillips ROI Level 5 atas permintaan keuangan.

Kerahasiaan & rekaman

Penandatanganan NDA; rekaman praktik adalah milik peserta/perusahaan, disimpan/dihapus sesuai kebijakan, tidak dipakai di luar pelatihan tanpa izin.

FAQ

Pertanyaan Umum

Kami memakai Minto Pyramid Principle (Barbara Minto, McKinsey): jawaban/rekomendasi diletakkan di puncak, lalu argumen dikelompokkan secara MECE dan didukung bukti. Pembukaan memakai SCQA (Situation–Complication–Question–Answer) agar audiens eksekutif langsung paham taruhannya. Setiap tingkat divalidasi dengan uji 'so what?' dan 'why?' sehingga argumen tidak bocor atau tumpang tindih.

Modul mengikuti kerangka Cole Nussbaumer Knaflic ('Storytelling with Data'): mulai dari konteks (audiens dan keputusan yang diminta), memilih visual yang tepat, menghilangkan clutter, mengarahkan perhatian dengan preattentive attributes, lalu menyusun narasi data yang berujung pada keputusan. Kami juga melatih kejujuran visual (skala benar, sumber jelas) dan mengaudit saran alat AI tanpa kehilangan maksud naratif, sesuai pembaruan terbaru kerangka tersebut.

Kami memakai kerangka Sylvia Ann Hewlett (Executive Presence 2.0): tiga dimensi, gravitas (ketenangan, decisiveness, integritas, inklusivitas), komunikasi, dan kredibilitas. Riset Hewlett 2012→2022 menunjukkan pergeseran dari forcefulness ke mendengarkan dan autentisitas; latihan kami menyesuaikan ini, dilatih lewat praktik direkam dengan rubrik observasi yang spesifik perilaku.

Ya. Peserta berlatih dengan presentasi, board deck, atau pitch nyata mereka, board meeting, komite kredit, RUPS, paparan regulator, atau pitch anggaran, sehingga perbaikan langsung terpakai pada forum berisiko tinggi yang benar-benar akan mereka hadapi.

Ya. Setiap putaran presentasi direkam, ditonton ulang, dan dinilai dengan rubrik untuk umpan balik individual yang spesifik dari fasilitator dan rekan. Rekaman adalah milik peserta/perusahaan, disimpan atau dihapus sesuai kebijakan internal Anda, dan tidak dipakai di luar pelatihan tanpa izin (klausul ini dapat dimasukkan ke NDA/kontrak).

Ada sesi 'hot seat': panel berperan sebagai komite/dewan dan mengajukan pertanyaan adversarial. Peserta berlatih membingkai jawaban dengan struktur piramida, mengelola objection memakai prinsip persuasi etis (Cialdini, authority, social proof, consistency), dan menjaga ketenangan di bawah tekanan. Ini menutup celah terbesar pelatihan presentasi generik yang berhenti di penyampaian satu arah.

Ada. Modul mencakup setup kamera, eye-line, framing, energi dan pacing untuk audiens layar (mitigasi meeting fatigue), serta kesetaraan hybrid agar peserta jarak jauh tidak menjadi 'kelas dua', mengelola chat, raised-hand, dan Q&A lintas-kanal. Ini relevan untuk board dan komite yang kini sering campuran tatap muka dan daring.

Kami memakai New World Kirkpatrick: desain dimulai mundur dari Level 4 (hasil bisnis yang diinginkan) ke Level 3 (perilaku, observasi presentasi nyata via rubrik), Level 2 (pembelajaran, asesmen struktur & data storytelling), dan Level 1 (reaksi). Baseline ditetapkan saat TNA. Bila keuangan meminta angka rupiah, dampak dapat dinaikkan ke Phillips ROI Level 5 dengan isolasi efek pelatihan. Kami tidak menjanjikan persentase yang tidak bisa dibuktikan.

8-16 peserta per batch. Karena metodenya adalah iterasi presentasi direkam, batch kecil memastikan setiap orang mendapat beberapa putaran praktik dan umpan balik personal. Untuk populasi besar, program dibagi beberapa batch bergulir, biasanya didahului kelompok champion/pemimpin sesuai pola 70-20-10 sebelum diperluas.

Bisa. Format Coaching Pitch/Board Deck Spesifik adalah pendampingan terfokus untuk satu forum nyata: penataan storyline (Pyramid/SCQA), perbaikan slide data, simulasi Q&A komite/dewan, dan latihan executive presence menjelang hari-H. Cocok ketika taruhannya tinggi dan waktunya terbatas.

Senioritas peserta berpengaruh paling besar, sebab mendampingi manajer menengah dan mendampingi direksi menuntut fasilitator dengan jam terbang berbeda. Jumlah peserta menyusul, karena ruangan ini kami jaga kecil supaya setiap orang dapat giliran berdiri dan dibedah rekamannya. Berikutnya banyaknya hari, kebutuhan perekaman video beserta ruang yang memadai, lalu sesi yang berlangsung di kantor Anda atau jarak jauh, dan kota tempat sesi digelar. Coaching untuk satu forum tertentu dihitung terpisah. Angkanya kami keluarkan begitu sesi training needs analysis tanpa pungutan itu ditutup.

Dua puluhan manajer sebaiknya dipecah jadi dua gelombang, sebab kelas ini hidup dari giliran tampil dan pembedahan rekaman satu per satu; pada kisaran 8 sampai 16 orang setiap peserta masih mendapat waktu yang layak. Tiap gelombang menghabiskan dua hari. Kalau agenda mereka padat, dua hari itu boleh dipisah ke dua pekan berurutan, dan jeda di tengahnya justru membantu karena materinya sempat dipakai di forum sungguhan sebelum sesi kedua.

Boleh, dan kami memang menyiapkan jalurnya. Pembedahan yang tajam hanya diterima kalau peserta merasa aman dengan pembimbingnya, jadi begitu terasa tidak pas, kabari koordinator program agar fasilitator komunikasi eksekutif lain yang sudah tervalidasi menggantikannya. Rekaman latihan, catatan umpan balik, dan bahan tiap peserta tertata di sistem operasi kami, jadi pembimbing barunya tidak perlu meminta siapa pun mengulang dari awal.

Langkah Berikutnya

Diskusikan kebutuhan pelatihan presentasi tim Anda

Kami petakan peran, forum yang dihadapi, dan kesenjangan komunikasi, lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.

  • Proposal & silabus (Pyramid/SCQA, data storytelling, executive presence)
  • Dokumen siap procurement (company profile, NPWP, NDA, faktur PPN)
  • Pengukuran dampak New World Kirkpatrick (Phillips ROI atas permintaan)

Pelatihan Komunikasi & Presentasi Eksekutif untuk tim BUMN Anda

Kami petakan peran, forum yang dihadapi, dan kesenjangan komunikasi, lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.

  • Proposal & silabus (Pyramid/SCQA, data storytelling, executive presence)
  • Dokumen siap procurement (company profile, NPWP, NDA, faktur PPN)
  • Pengukuran dampak New World Kirkpatrick (Phillips ROI atas permintaan)

Enam isian saja untuk memulai. Tim korporat kami yang membaca dan membalasnya.

Detail tambahan (opsional)

Isi kalau sudah ada gambarannya. Semua isian di bagian ini boleh dilewati, dan tim kami akan menanyakannya saat sesi analisa kebutuhan.