Jasa Pelatihan Negosiasi & Pengaruh untuk Sektor Perbankan & Jasa Keuangan
Negosiasi di perbankan menyatu dengan komite kredit: pricing korporat, term sheet sindikasi, dan restrukturisasi NPL semuanya menuntut pemetaan kepentingan nasabah dan komite secara presisi. Setiap konsesi membutuhkan kriteria objektif berbasis benchmark pasar agar tahan audit dan POJK risiko. Kerangka: Fisher & Ury (Harvard PON) untuk principled negotiation, Lax & Sebenius 3-D untuk paket multi-isu, dan Voss (Tactical Empathy) untuk menggali kepentingan tersembunyi.
- 4,9/5 ยท 287 ulasan
- 300+ klien nasional
- 2.000+ trainer
- 1 sampai ratusan peserta
- Standar ยท Premium ยท Privat 1-on-1
- format
- In-house / hybrid
- durasi
- 3 hari intensif per batch
- peserta
- 12-20 per batch (simulasi intensif)
- bahasa
- Indonesia / English
2.000+ trainer dan expert
Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.
Lihat dokumentasi kelasTrainer Anda terlihat dulu
Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.
4,9 dari 5
287 ulasan peserta.
300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.
Satu orang sampai ratusan
Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.
Tiga tingkat anggaran
- Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
- Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
- Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Mengapa Negosiasi & Pengaruh dalam Bisnis berbeda di Perbankan & Jasa Keuangan
Negosiasi di perbankan menyatu dengan komite kredit: pricing korporat, term sheet sindikasi, dan restrukturisasi NPL semuanya menuntut pemetaan kepentingan nasabah dan komite secara presisi. Setiap konsesi membutuhkan kriteria objektif berbasis benchmark pasar agar tahan audit dan POJK risiko. Kerangka: Fisher & Ury (Harvard PON) untuk principled negotiation, Lax & Sebenius 3-D untuk paket multi-isu, dan Voss (Tactical Empathy) untuk menggali kepentingan tersembunyi.
- Conversion rate term sheet ke fasilitas aktifPeningkatan rasio per portofolio
- Kualitas dokumentasi negosiasi (rubrik audit internal)Setiap konsesi memiliki jejak kriteria objektif
- Time-to-close restrukturisasiBerkurang dengan disiplin paket multi-isu sejak putaran pertama
- POJK 40/POJK.03/2019 โ Penilaian Kualitas Aset Bank Umum, basis restrukturisasi
- POJK 17/POJK.03/2014 โ Manajemen Risiko Terintegrasi, kerangka kebijakan kredit
- SEOJK 14/SEOJK.03/2017 โ Penilaian Tingkat Kesehatan Bank, relevan untuk konsesi pricing
- PSAK 71 โ Instrumen Keuangan, dampak ECL pada term sheet restrukturisasi
- Relationship Manager Korporat & Komersial
- Senior Credit Analyst & Anggota Komite Kredit
- Head of Treasury / Capital Market
- Restructuring & Recovery Officer
- Kepala Divisi Sindikasi Internasional
- Direktur Wholesale Banking
- Term sheet sindikasi yang terdesain multi-isu (tenor, jaminan, kovenan, dan pricing)
- Restrukturisasi NPL dengan jejak kriteria objektif yang tahan review SPI dan OJK
- Negosiasi pricing korporat berbasis benchmark interest spread pasar
- Eskalasi internal yang efisien antara RM, komite kredit, dan komite risiko
- Komunikasi dengan nasabah sulit menggunakan tactical empathy, bukan tekanan
Jawaban Singkat
Pelatihan negosiasi & pengaruh bisnis adalah program in-house yang melatih tim komersial dan pimpinan memakai negosiasi berbasis kepentingan (Fisher & Ury, BATNA, ZOPA), strategi tiga dimensi Lax & Sebenius, prinsip pengaruh etis Cialdini, dan tactical empathy (Voss), lewat simulasi dari transaksi perusahaan Anda, lalu diukur dengan model Kirkpatrick.
Dipetakan ke kerangka negosiasi yang diakui
Kurikulum bertumpu pada principled negotiation Getting to Yes (Fisher & Ury, Harvard Program on Negotiation), strategi tiga dimensi Lax & Sebenius, Getting Past No (Ury), tujuh prinsip pengaruh Cialdini, dan tactical empathy (Chris Voss).
Batas etis pengaruh: kepercayaan adalah aset komersial
Prinsip Cialdini meningkatkan persuasi, tetapi taktik manipulatif merusak hubungan, reputasi, dan nilai jangka panjang, sering lebih mahal dari deal yang dimenangkan. Program ini menarik garis tegas antara pengaruh yang membangun kepercayaan dan manipulasi yang menggerusnya.
Kesalahan paling umum: bertaktik di meja tanpa setup & persiapan
Banyak pelatihan berhenti di trik 'at the table'. Lax & Sebenius menunjukkan dimensi setup (pihak, urutan, ekspektasi) dan deal design sering paling menentukan hasil. Tanpa prep sheet BATNA/ZOPA dan pengukuran (Kirkpatrick/Phillips), perilaku tidak berubah dan dampak tidak terbukti.
Klien & Dokumentasi
Sebagian institusi yang sudah kami latih
Foto dari sesi yang sudah berjalan, dengan nama institusinya tertulis apa adanya.

MPR RI

Akademi Militer Magelang

DPRD Provinsi Jawa Timur

DPMPTSP Pemprov Maluku Utara

Polres Grobogan

BKPSDM Cirebon
Negosiasi & Pengaruh dalam Bisnis
Pelatihan negosiasi dan pengaruh bisnis adalah program in-house yang membekali tim komersial dan pimpinan dengan kerangka negosiasi berbasis kepentingan (principled negotiation dari Getting to Yes, Fisher & Ury), analisis BATNA/ZOPA, strategi tiga dimensi Lax & Sebenius (setup, desain kesepakatan, taktik di meja), prinsip pengaruh etis Cialdini, serta teknik tactical empathy (Chris Voss), sehingga tim mampu menciptakan dan mengklaim nilai sekaligus menjaga hubungan jangka panjang, dilatih lewat simulasi dari jenis transaksi perusahaan Anda dan diukur dengan model Kirkpatrick.
Hasil Terukur
Hasil yang Diharapkan
Indikator keberhasilan yang dipetakan ke level evaluasi Kirkpatrick/Phillips, target kualitatif, ditetapkan bersama saat TNA terhadap baseline tim.
- Persiapan sebelum ke meja jadi disiplin
- Setiap negosiasi penting punya prep sheet tertulis: kepentingan, BATNA, reservation point, ZOPA, dan target objektif. Tampak dari lembar persiapan yang diisi sebelum tiap pertemuan (Kirkpatrick L3).
- Nilai kesepakatan membaik
- Tren margin/penghematan negosiasi membaik vs baseline; lebih sedikit konsesi reaktif tanpa imbalan. Terbaca dari syarat akhir yang disepakati pada transaksi berikutnya (Kirkpatrick L4).
- Kerangka negosiasi dikuasai
- Peserta lulus asesmen: interests vs positions, BATNA/ZOPA, 3 dimensi, dan batas etis pengaruh. Dinilai lewat pembedahan ronde simulasi oleh fasilitator (Kirkpatrick L2).
- Hubungan dengan mitra tetap terjaga
- Kesepakatan menjaga relasi pelanggan/vendor strategis, value claiming tidak merusak kemitraan. Terbaca dari kesediaan mitra melanjutkan kerja sama berikutnya (Kirkpatrick L4).
- Seluruh tim memakai cara yang sama
- Pendekatan & playbook negosiasi terstandar lintas tim, dengan bahasa kerangka yang sama. Terbukti ketika anggota tim memakai istilah dan urutan yang sama (transfer Kirkpatrick L3).
- Nilai rupiah dari perbaikan kesepakatan (opsional)
- Estimasi nilai tertambah/penghematan dengan isolasi efek pelatihan, bila keuangan meminta angka. Nilai kesepakatannya dihitung dengan Phillips L5 bila tim sales memintanya.
Format Program
Pilihan Format Program
Dipilih sesuai jenis transaksi, kematangan tim, dan jadwal operasional, final ditetapkan setelah TNA. Tiga hari penuh memberi ruang bagi simulasi berulang dengan pembedahan di antara ronde. Kalau ada satu transaksi besar yang sedang berjalan, sesi war room khusus bisa disiapkan untuk mematangkan tim sebelum naik ke meja itu.
Negotiation Lab Intensif (2-3 hari)
Simulasi bertingkat dari distributif sederhana ke integratif dan multi-pihak, dengan debrief perilaku terekam, kerangka Harvard, 3-D, Cialdini, dan tactical empathy diterapkan pada kasus perusahaan Anda.
Program Modular Bertahap
Sesi terpisah (pola 70-20-10) dengan tugas negosiasi nyata di antara sesi, coaching penerapan, dan review prep sheet di pekerjaan sungguhan.
War Room Deal Spesifik
Fasilitasi persiapan untuk satu negosiasi besar nyata: pemetaan kepentingan & stakeholder, desain BATNA, rancangan paket konsesi, dan dimensi setup (siapa, urutan, ekspektasi) ala Lax & Sebenius.
Konsultasi Gratis
Diskusikan kebutuhan pelatihan negosiasi tim Anda
Kami petakan peran, jenis transaksi, dan kesenjangan perilaku negosiasi tim Anda, lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.
Kurikulum
Kerangka Kurikulum
Disusun dengan ADDIE; modul final dikurasi sesuai hasil TNA dan jenis transaksi. Topik di bawah adalah cakupan penuh yang dapat diaktifkan.
- Empat pilar Getting to Yes (Fisher & Ury): pisahkan orang dari masalah, fokus kepentingan bukan posisi, hasilkan opsi saling untung, gunakan kriteria objektif
- Kepentingan vs posisi: menggali 'mengapa' di balik tuntutan
- BATNA: menghitung & memperkuat alternatif terbaik sebagai sumber daya tawar nyata
- Reservation point & ZOPA: menentukan titik walk-away dan zona kesepakatan yang jujur
- Kriteria objektif & standar pasar untuk melepas tarik-ulur posisi
- Distributif vs integratif: kapan mengklaim nilai, kapan menciptakan nilai
- Prep sheet standar: kepentingan para pihak, BATNA, target, ZOPA, paket konsesi, konsesi yang dipertukarkan
- Dimensi 1, taktik di meja: alur tawar, urutan isu, manajemen informasi
- Dimensi 2, deal design: paket multi-isu, kontingensi, struktur yang membuka nilai
- Dimensi 3, setup: pihak yang tepat, urutan pendekatan, ekspektasi, konsekuensi 'no'
- Negotiator's dilemma: menciptakan nilai bersama tanpa dieksploitasi value-claimer
- Anchoring & framing: memberi & menetralkan anchor, efek terhadap titik kesepakatan
- Strategi konsesi: pola, besaran menurun, dan prinsip 'tidak pernah memberi tanpa imbalan'
- Logrolling & trade across issues untuk memperbesar kue sebelum membaginya
- Mengenali & merespons taktik keras: good cop/bad cop, ultimatum, salami, nibble
- Getting Past No (Ury): naik ke balkon, melangkah ke sisi mereka, reframe, jembatan emas, membuat sulit berkata 'tidak'
- Tujuh prinsip Cialdini: resiprositas, komitmen & konsistensi, bukti sosial, otoritas, liking, kelangkaan, unity
- Batas etis: pengaruh yang membangun kepercayaan vs manipulasi yang merusak hubungan & reputasi
- Tactical empathy (Chris Voss): mirroring, labeling, accusation audit
- Calibrated questions ('bagaimana'/'apa') dan pertanyaan berorientasi 'no' untuk membuka solusi
- Behavioral Change Stairway: mendengar aktif โ empati โ rapport โ pengaruh โ perubahan
- Negosiasi multi-pihak: koalisi, urutan, dan manajemen pihak yang tepat (setup 3-D)
- Negosiasi tim: peran ketua/pencatat/pengamat, disiplin pesan internal
- Pengaruh tanpa otoritas: negosiasi internal antar-fungsi & pengelolaan stakeholder
- Konteks Indonesia: power distance tinggi, budaya kolektif/high-context, peran hubungan & musyawarah
- Lintas budaya: membaca sinyal high-context vs low-context dan menyesuaikan ritme & saluran
- Membangun playbook & prep-sheet standar tim sebagai aset perusahaan
- Pola 70-20-10: tugas deal nyata, debrief, dan office hours penerapan
- Evaluasi Kirkpatrick L1-L4 untuk program negosiasi
- Phillips ROI L5: monetisasi nilai/penghematan & isolasi efek pelatihan
- Rencana 30-60-90 hari & ritme review prep sheet pasca-program
Perbandingan
Memilih Format Program
Matriks keputusan ringkas, rekomendasi final ditetapkan setelah training needs analysis.
| Aspek | Negotiation Lab Intensif (2-3 hari) | Program Modular Bertahap | War Room Deal Spesifik |
|---|---|---|---|
| Tujuan utama | Bangun kapabilitas inti & playbook | Transfer perilaku berkelanjutan | Menangkan satu deal besar nyata |
| Peserta ideal | Tim sales/procurement/BD inti | Tim berjadwal padat | Tim yang menyiapkan deal bernilai tinggi |
| Kedalaman kerangka | Penuh: Harvard + 3-D + Cialdini + Voss | Bertahap, diperkuat tugas nyata | Diterapkan pada satu kasus spesifik |
| Level evaluasi | Kirkpatrick L1-L3 | Kirkpatrick L1-L4 (+Phillips L5) | Kirkpatrick L1-L2 + hasil deal |
| Paling cocok untuk | Standarisasi kapabilitas tim | Perubahan perilaku jangka panjang | Persiapan negosiasi kritis |
Untuk Siapa
Untuk Siapa Program Ini?
Disesuaikan per peran lewat TNA, vektor tekanan & jenis kesepakatan berbeda per fungsi, jadi konten seragam adalah pemborosan.
Tim sales & key account
Bernegosiasi harga, term sheet, dan kontrak pelanggan korporat dengan menjaga margin & relasi.
Tantangan umum
- Terlalu cepat memberi diskon tanpa imbalan saat tertekan target
- Kalah anchor lawan dan kehilangan kendali titik kesepakatan
- Mengejar closing satu deal sampai merusak hubungan & nilai jangka panjang
Tim procurement & vendor management
Bernegosiasi pengadaan, SLA, dan kontrak jangka panjang berbasis total cost of ownership.
Tantangan umum
- Posisi tawar lemah karena BATNA (sumber alternatif) tidak disiapkan
- Fokus pada harga semata, mengabaikan TCO dan klausul nilai non-harga
- Tidak memetakan kategori pasokan (mis. Kraljic) sehingga strategi tawar seragam untuk semua vendor
Tim kemitraan, BD & legal komersial
Merancang kesepakatan multi-isu, JV, dan kemitraan jangka panjang yang membuka nilai bersama.
Tantangan umum
- Negosiasi terjebak adu posisi, opsi integratif tidak tergali
- Setup salah: pihak/urutan/ekspektasi tidak dikelola sebelum ke meja
- Sulit menyeimbangkan menciptakan vs mengklaim nilai (negotiator's dilemma)
Manajer, PM & pimpinan
Bernegosiasi internal antar-fungsi, sumber daya, dan prioritas tanpa otoritas formal.
Tantangan umum
- Sulit mendapat sumber daya & komitmen lintas departemen
- Konflik prioritas berubah menjadi tarik-ulur posisi yang merusak relasi kerja
- Belum punya bahasa & kerangka pengaruh etis yang konsisten
Konteks Industri
Penerapan per Industri
Satu use case spesifik per industri, menyebut jenis transaksi & dinamika nyata di vertikal tersebut.
Negosiasi pricing korporat, term sheet, dan restrukturisasi: penggalian kepentingan nasabah/komite, desain paket multi-isu (tenor, jaminan, kovenan) ala 3-D, dan kriteria objektif berbasis benchmark pasar agar konsesi terukur.
Negosiasi kontrak pasokan & harga bahan baku: penyiapan BATNA (sumber alternatif), strategi berbasis kategori (Kraljic) untuk item leverage vs strategis, dan logrolling lead time vs harga vs volume.
Lihat di konteks Manufaktur โNegosiasi trading term dengan principal & pemasok: anchoring listing fee/rebate, paket multi-isu (term pembayaran, promosi, ruang rak), dan menjaga hubungan principal jangka panjang.
Lihat di konteks Ritel & FMCG โNegosiasi tarif, SLA, dan kontrak jangka panjang: total cost of ownership vs harga per unit, klausul kinerja & penalti, serta desain kontingensi untuk fluktuasi volume/bahan bakar.
Lihat di konteks Logistik & Rantai Pasok โNegosiasi kontrak proyek & vendor besar multi-pihak: manajemen koalisi & urutan pihak (setup 3-D), pemetaan stakeholder, dan navigasi negotiator's dilemma pada kesepakatan bernilai tinggi.
Lihat di konteks Energi & Sumber Daya โNegosiasi pengadaan & kemitraan dengan jejak akuntabilitas: keselarasan dengan proses pengadaan, kriteria objektif yang dapat dipertanggungjawabkan, dan pengaruh etis lintas satuan kerja serta musyawarah pengambilan keputusan.
Lihat di konteks BUMN โMetode Pengiriman
Cara Pelaksanaan
Format menyesuaikan sebaran tim & jadwal operasional; semua format intensif simulasi dengan debrief perilaku.
In-house tatap muka
Fasilitator datang ke kantor/lokasi training; Negotiation Lab dengan simulasi peran, perekaman, dan debrief perilaku per peserta memakai kasus perusahaan.
Live online
Kelas interaktif via Zoom/Teams dengan breakout room simulasi, screen-share review, dan rekaman sesi, cocok untuk modul teori & coaching lanjutan.
Hybrid
Sesi tatap muka untuk simulasi intensif & war room, dilanjutkan office hours online untuk coaching penerapan pada deal nyata (pola 70-20-10).
Alur Pelaksanaan
Alur Kerja Sama (Engagement Path)
Dari kebutuhan ke dampak terukur, durasi kualitatif, disesuaikan skala & jenis transaksi.
Training Needs Analysis (TNA)
Pemetaan peran, jenis kesepakatan, kesenjangan perilaku negosiasi, dan tujuan bisnis. Output: profil kebutuhan + baseline pengukuran.
Tahap awalDesain Program (ADDIE)
Penyusunan tujuan pembelajaran, silabus per peran, skenario & term sheet dari transaksi Anda, dan peta kerangka (principled negotiation/3-D/Cialdini/Voss).
Sebelum deliveryDelivery, Kelompok Inti (Champion)
Kelompok inti dilatih lebih dulu (pola 70-20-10) sebagai penggerak adopsi dan validasi skenario sebelum diperluas.
Gelombang pertamaDelivery, Roll-out & Negotiation Lab
Roll-out batch berikutnya: simulasi bertingkat, perekaman, dan debrief perilaku per peserta lintas tim.
Bergulir per batchPenerapan & Coaching
Tugas deal nyata, office hours, dan coaching penerapan; review prep sheet di pekerjaan sungguhan (rencana 30-60-90 hari).
Pasca tiap waveEvaluasi & Pelembagaan
Evaluasi Kirkpatrick L1-L4 (Phillips L5 bila diminta), playbook negosiasi terstandar, dan roadmap pendewasaan kapabilitas negosiasi.
BerkelanjutanStudi Kasus
Pola Hasil Tipikal
Gambaran pola dampak berdasarkan struktur program serupa, ilustratif, tanpa nama klien atau angka yang dijanjikan. Kerangka yang dirujuk (Harvard PON, 3-D, Cialdini) adalah literatur eksternal yang kami rujuk.
Tim procurement multi-kategori
Intervensi
Negotiation Lab 3 hari + prep sheet standar + strategi berbasis kategori (Kraljic)
Hasil
Disiplin BATNA & ZOPA tertulis sebelum negosiasi; tren penghematan membaik dengan konsesi yang dipertukarkan, bukan diberi cuma-cuma
Tim key account sales lintas wilayah
Intervensi
Program modular + tugas deal nyata + coaching penerapan (70-20-10)
Hasil
Diskon impulsif berkurang, margin lebih terjaga; pendekatan negosiasi terstandar lintas tim dengan bahasa kerangka yang sama
Tim kemitraan/BD untuk kesepakatan multi-pihak
Intervensi
War room deal spesifik + pemetaan setup & stakeholder ala 3-D
Hasil
Opsi integratif tergali lebih awal; pihak & urutan pendekatan dikelola sebelum ke meja, mengurangi kebuntuan posisi
Informasi Pengadaan
Informasi untuk Procurement & Vendor Management
Kelengkapan yang dibutuhkan tim pengadaan, keuangan, dan hukum.
Proposal terstruktur: tujuan pembelajaran terukur, silabus per peran, peta kerangka (principled negotiation/3-D/Cialdini/tactical empathy), profil fasilitator, jadwal, dan rincian biaya berbasis hasil TNA.
Berbasis TNA, flat per program, per sesi, per peserta, tiered, atau custom. Tidak ada angka standar tanpa analisis kebutuhan; estimasi diberikan setelah TNA.
Termin fleksibel (DP + pelunasan / termin per batch); faktur pajak (PPN) dan dukungan dokumen PO tersedia.
Terbiasa dengan tahapan pengadaan BUMN/instansi: dokumen vendor, e-procurement, HPS/penawaran, dan klausul kepatuhan.
Laporan evaluasi Kirkpatrick Level 1-3 (kehadiran, asesmen kerangka, hasil debrief simulasi); Phillips ROI Level 5 atas permintaan keuangan.
Penandatanganan NDA, klausul kerahasiaan data peserta, dan penanganan rekaman simulasi serta materi term sheet sesuai kebijakan keamanan informasi Anda.
Playbook negosiasi & prep-sheet standar yang dibangun untuk perusahaan menjadi milik perusahaan; hak pakai materi pelatihan disepakati di kontrak.
FAQ
Pertanyaan Umum
Langkah Berikutnya
Diskusikan kebutuhan pelatihan negosiasi tim Anda
Kami petakan peran, jenis transaksi, dan kesenjangan perilaku negosiasi tim Anda, lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.
- Proposal, silabus per peran, dan peta kerangka
- Simulasi berbasis transaksi nyata Anda + debrief perilaku per peserta
- Dokumen siap procurement (company profile, NPWP, NDA, faktur PPN)
Jelajahi Lebih Lanjut
Topik Terkait
Pelatihan Negosiasi & Pengaruh dalam Bisnis untuk tim Perbankan & Jasa Keuangan Anda
Kami petakan peran, jenis transaksi, dan kesenjangan perilaku negosiasi tim Anda, lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.
- Proposal, silabus per peran, dan peta kerangka
- Simulasi berbasis transaksi nyata Anda + debrief perilaku per peserta
- Dokumen siap procurement (company profile, NPWP, NDA, faktur PPN)