Langsung ke konten
Sektor Perbankan & Jasa Keuangan

Jasa Pelatihan Transformasi Digital untuk Sektor Perbankan & Jasa Keuangan

Direksi bank menghadapi pertaruhan ganda: modernisasi core banking yang sebagian besar berusia 20–30 tahun, sekaligus menjaga rasio modal & risiko di bawah pengawasan OJK yang intensif. POJK 11/2022 dan POJK 17/2023 menempatkan tata kelola TI dan risiko teknologi sebagai akuntabilitas direksi langsung. Transformasi digital di sini adalah sekuensing keputusan besar (greenfield vs strangler, cloud vs on-prem) dengan disiplin value realization yang dapat dilaporkan ke komite risiko & RUPS.

  • 4,9/5 · 287 ulasan
  • 300+ klien nasional
  • 2.000+ trainer
  • 1 sampai ratusan peserta
  • Standar · Premium · Privat 1-on-1
format
In-house / hybrid / online
durasi
1 hari intensif bersama jajaran direksi
peserta
6–20 eksekutif (BOD & manajemen senior)
bahasa
Indonesia / English

2.000+ trainer dan expert

Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.

Lihat dokumentasi kelas

Trainer Anda terlihat dulu

Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.

4,9 dari 5

287 ulasan peserta.

300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.

Satu orang sampai ratusan

Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.

Tiga tingkat anggaran

  • Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
  • Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
  • Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Sebutkan anggaran Anda
Khusus Sektor Perbankan & Jasa Keuangan

Mengapa Transformasi Digital untuk Eksekutif berbeda di Perbankan & Jasa Keuangan

Direksi bank menghadapi pertaruhan ganda: modernisasi core banking yang sebagian besar berusia 20–30 tahun, sekaligus menjaga rasio modal & risiko di bawah pengawasan OJK yang intensif. POJK 11/2022 dan POJK 17/2023 menempatkan tata kelola TI dan risiko teknologi sebagai akuntabilitas direksi langsung. Transformasi digital di sini adalah sekuensing keputusan besar (greenfield vs strangler, cloud vs on-prem) dengan disiplin value realization yang dapat dilaporkan ke komite risiko & RUPS.

KPI sektor
  • Value-realization tracking inisiatif digital
    Tersedia, ditinjau triwulanan oleh direksi
  • Maturity governance teknologi (self-assessment vs POJK 11/2022)
    Naik antar siklus
  • Mean time to recovery insiden TI material
    Tren turun, dilaporkan ke OJK tepat waktu
Regulasi & standar relevan
  • POJK 11/2022, Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum
  • POJK 17/2023, Tata Kelola Bagi Bank Umum
  • POJK 6/2024, Penerapan Manajemen Risiko Bank Umum
  • UU 27/2022, Pelindungan Data Pribadi (PDP)
Peran sasaran di Perbankan & Jasa Keuangan
  • Direktur Utama / CEO Bank
  • Direktur IT & Operasi
  • Direktur Manajemen Risiko (CRO)
  • Direktur Kepatuhan
  • Chief Digital Officer (CDO)
  • Komisaris (anggota Komite Pemantau Risiko)
Hasil yang umum diminta di Perbankan & Jasa Keuangan
  • Target Operating Model (bank vs platform) yang dapat dikomunikasikan ke direksi & komisaris
  • Sequencing roadmap modernisasi core dengan opsi greenfield/strangler dan trade-off yang eksplisit
  • Kerangka governance teknologi & risiko siber di tingkat board (tone from the top)
  • Mekanisme value realization tiap quarter (P&L impact, customer outcome, risk reduction)
  • Kesiapan pelaporan ke OJK terkait insiden TI material & implementasi POJK 11/2022
  • Decision rights yang jelas antara CIO, CRO, CDO dan unit bisnis untuk inisiatif data/AI
Pertanyaan khas Perbankan & Jasa Keuangan
Bagaimana program memisahkan inisiatif digital yang strategis dari proyek IT biasa?
Kami menggunakan kerangka value-pool & MECE (mengacu pola riset McKinsey & BCG transformasi digital bank) untuk memisahkan inisiatif berdasarkan dampak P&L, ukuran pasar, dan strategic fit. Direksi keluar dari sesi dengan portfolio map: must-do (regulatory & risiko), strategic bets (revenue baru), dan operasional (efisiensi). Bukan daftar 50 proyek tanpa prioritas.
Bagaimana keputusan modernisasi core dibahas di program ini?
Sesi khusus membandingkan tiga jalur (greenfield bank digital baru, strangler pattern bertahap, full re-platform) dengan parameter biaya, risiko, time-to-value, dan dampak organisasi. Studi kasus mengangkat bank global yang publik membicarakan keputusannya. Kami tidak meresepkan jalur tertentu, output adalah kerangka keputusan yang bisa direksi pakai dengan konteks bank sendiri.
Apakah program menyentuh kepatuhan POJK 11/2022 dan UU PDP secara substantif?
Ya. Sesi tata kelola membahas akuntabilitas direksi atas penyelenggaraan TI (POJK 11/2022 pasal terkait), kewajiban pelaporan insiden material, dan implikasi UU 27/2022 PDP pada arsitektur data & vendor cloud. Tujuannya bukan pelatihan compliance, tujuannya direksi membuat keputusan strategis yang tidak menciptakan eksposur regulatori di kemudian hari.

Jawaban Singkat

Workshop transformasi digital untuk eksekutif adalah sesi strategis berorientasi keputusan bagi BOD dan manajemen senior untuk menyusun roadmap, target operating model, tata kelola investasi, dan metrik value realization. Pendekatannya dipetakan ke kerangka Digital Masters (MIT Sloan/Capgemini), praktik kepemimpinan McKinsey, dan model perubahan Kotter, dengan konteks Indonesia (SPBE, transformasi BUMN) terintegrasi.

Kurang dari sepertiga transformasi digital berhasil, penyebabnya bukan teknologi

Riset McKinsey menunjukkan tingkat keberhasilan transformasi digital lebih rendah dari transformasi biasa; budaya, sponsorship lemah, ambisi kabur, dan kemandekan saat scaling jadi penyebab dominan. Workshop ini membedah penyebab itu lebih dulu, lalu menerapkan 21 praktik McKinsey ke keputusan BOD Anda.

Dipetakan ke kerangka kepemimpinan yang diakui

Pendekatan dipetakan eksplisit ke Digital Masters (MIT Sloan/Capgemini, digital capability × leadership capability), praktik kepemimpinan transformasi McKinsey, Kotter 8 langkah, ADKAR/Prosci, dan McKinsey 7S, kerangka spesifik yang melampaui 'best practice' generik.

Kesalahan paling mahal di level BOD: menyamakan beli teknologi dengan transformasi

Mendanai digitisasi/digitalisasi sambil mengharapkan dampak transformasi adalah pola kegagalan klasik. Program ini memisahkan ketiganya sejak awal, mengikat setiap inisiatif ke value pool dan North Star metric, sehingga investasi terukur dan tata kelolanya dapat diaudit.

Klien & Dokumentasi

Sebagian institusi yang sudah kami latih

Foto dari sesi yang sudah berjalan, dengan nama institusinya tertulis apa adanya.

Lihat dokumentasi kelas (123 foto)

Transformasi Digital untuk Eksekutif

Workshop transformasi digital untuk eksekutif adalah sesi strategis berorientasi keputusan bagi BOD dan manajemen senior untuk merumuskan arah transformasi, memprioritaskan portofolio investasi teknologi, merancang target operating model, dan memimpin perubahan budaya yang menyertainya. Pendekatannya dipetakan ke kerangka Digital Masters (MIT Sloan/Capgemini), yang membedakan kapabilitas digital dan kapabilitas kepemimpinan, serta praktik kepemimpinan transformasi McKinsey dan model perubahan Kotter, dengan output yang dapat diaudit: draf roadmap, peta value pool, kerangka tata kelola, dan metrik value realization. Konteks Indonesia (SPBE untuk instansi, agenda transformasi BUMN) diintegrasikan sejak desain.

1Berorientasi keputusan eksekutif yang melampaui tutorial teknis, output berupa keputusan, roadmap, dan tata kelola
2Membedakan dengan tegas digitisasi (digitization), digitalisasi (digitalization), dan transformasi digital, kesalahan paling mahal di level BOD
3Dipetakan ke riset Digital Masters (MIT Sloan/Capgemini): digital capability × leadership capability; digital intensity × transformation management intensity
4Mengangkat temuan riset eksternal secara jujur: kurang dari sepertiga transformasi digital berhasil (McKinsey), beserta praktik yang membalik peluang itu
5Model perubahan eksplisit: Kotter 8 langkah (sense of urgency, guiding coalition, visi), ADKAR/Prosci untuk perubahan individu, McKinsey 7S untuk keselarasan organisasi
6Studi kasus & benchmark dikurasi dari industri perusahaan; konteks Indonesia (SPBE Perpres 95/2018 + PermenPANRB 3/2024, agenda transformasi & core value AKHLAK BUMN) terintegrasi
7Difasilitasi praktisi berpengalaman setara C-level; pengukuran dampak dipetakan ke Kirkpatrick (Phillips ROI Level 5 atas permintaan keuangan)
8Rujukan yang kami pakai: riset Digital Masters (MIT Sloan dan Capgemini), delapan langkah Kotter untuk memimpin perubahan, dan praktik kepemimpinan transformasi McKinsey.

Hasil Terukur

Hasil yang Diharapkan

Indikator keberhasilan yang dipetakan ke level evaluasi Kirkpatrick, target kualitatif, ditetapkan bersama saat TNA terhadap titik awal tim eksekutif.

Arah dan visi jadi satu suara
Tim eksekutif menyepakati definisi transformasi yang melampaui digitisasi, ambisi, dan narasi 'why' yang bisa dikomunikasikan ke organisasi. Dinilai dari rumusan arah yang ditulis bersama di ruangan (Kirkpatrick L2).
Daftar prioritas investasi tersusun
3–5 inisiatif prioritas dengan rasional bisnis, value pool, dan kriteria seleksi yang eksplisit. Wujudnya daftar prioritas investasi yang disepakati (Kirkpatrick L4).
Jajaran direksi sejalan
Bahasa, metrik, dan ekspektasi digital yang sama di level eksekutif; peran sponsorship terdefinisi per inisiatif. Terlihat ketika para direktur menyampaikan pesan yang sama ke unitnya (Kirkpatrick L3).
Rancangan operasi dan tata kelola disepakati
Kerangka governance, ritme keputusan, dan model operasi target (a.l. arah platform/produk) terdefinisi pada tingkat keputusan. Wujudnya rancangan operasi dan aturan main investasi (Kirkpatrick L4).
Ukuran keberhasilan ditetapkan
North Star metric + KPI value realization dan mekanisme stage-gate pendanaan disepakati sehingga progres dapat dilacak jujur. Terbukti dari ukuran keberhasilan yang dipakai di rapat berikutnya (transfer Kirkpatrick L3).
Nilai rupiah dari portofolio digital (opsional)
Kerangka bisnis-case dan isolasi efek inisiatif disiapkan bila keuangan/komite investasi meminta angka. Rupiahnya ditaksir memakai Phillips L5 bila direksi memintanya.

Format Program

Pilihan Format Program

Dipilih sesuai tahap transformasi, kalender BOD, dan kedalaman keputusan yang dibutuhkan, final ditetapkan setelah TNA & diskusi pra-workshop. Kesepakatan arah dan daftar prioritas sudah lahir dalam sehari penuh itu. Bila keputusannya perlu dibawa sampai ke rancangan operasi dan tata kelola investasi, tersedia rangkaian advisory workshop lanjutan yang dijadwalkan mengikuti kalender direksi.

1

Executive Briefing (0,5 hari)

Penyamaan persepsi: lanskap & disrupsi industri, benchmark Digital Masters, pembedaan digitisasi/digitalisasi/transformasi, dan mengapa mayoritas transformasi gagal (temuan McKinsey), agar BOD memulai dari pemahaman yang sama.

Cocok untuk: Pembuka inisiatif transformasi & penyelarasan persepsi BOD
2

Strategy Lab (1–2 hari)

Lokakarya kerja: pemetaan value pool, prioritas inisiatif dengan kriteria eksplisit, draf target operating model, kerangka tata kelola portofolio, dan metrik value realization (North Star) yang disusun bersama.

Cocok untuk: Perumusan strategi & roadmap digital tingkat keputusan
3

Advisory Workshop (berseri)

Pendampingan terstruktur untuk inisiatif spesifik atau gate review berkala: kesehatan portofolio, hambatan eksekusi, ritme tata kelola, dan koreksi arah berbasis Kotter/ADKAR.

Cocok untuk: Transformasi yang sudah berjalan & butuh kawalan eksekusi

Konsultasi Gratis

Diskusikan kebutuhan workshop transformasi digital tim eksekutif Anda

Kami petakan tahap transformasi, posisi pada kerangka Digital Masters, dan konteks regulasi Anda (SPBE/BUMN), lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.

Kurikulum

Kerangka Kurikulum

Disusun dengan ADDIE; modul final dikurasi sesuai hasil TNA dan industri. Topik di bawah adalah cakupan penuh yang dapat diaktifkan untuk audiens eksekutif.

  • Disrupsi industri & sinyal yang harus diwaspadai BOD (technology, ekosistem, regulasi, ekspektasi pelanggan)
  • Pembedaan tegas: digitisasi (mengubah analog→digital), digitalisasi (mengubah proses), transformasi digital (mengubah model & nilai)
  • Benchmark kompetitor & posisi relatif; di mana value pool sesungguhnya berada
  • Kerangka Digital Masters (MIT Sloan/Capgemini): kuadran digital capability × leadership capability
  • Merumuskan ambisi & narasi 'why' transformasi, pelajaran McKinsey 'Why digital strategies fail'

  • Temuan riset eksternal yang dirujuk jujur: kurang dari sepertiga transformasi digital berhasil (McKinsey)
  • Lima kategori 21 praktik McKinsey: leadership, capability building, empowering workers, upgrading tools, communication
  • Sinyal kegagalan: ambisi kabur, sponsorship lemah, inisiatif terfragmentasi, mandek di fase scaling
  • Peran chief digital officer & guiding coalition (CDO mengaitkan peluang sukses lebih tinggi)
  • Mengapa budaya menjadi penghambat dominan di atas faktor teknologi, dan implikasinya bagi keputusan BOD

  • Pemetaan value pool & kriteria prioritisasi (nilai bisnis, kelayakan, risiko, dependensi)
  • Sekuensing inisiatif: quick win pembuktian vs taruhan jangka panjang
  • Stage-gate funding & disiplin menghentikan inisiatif yang tidak berkinerja
  • Roadmap sebagai dokumen keputusan yang melampaui format slide, kepemilikan & akuntabilitas per inisiatif
  • Integrasi konteks Indonesia: penyelarasan roadmap dengan SPBE (instansi) atau agenda transformasi grup/holding (BUMN)

  • Next-generation operating model: dari fungsi silo ke kapabilitas end-to-end
  • Platform operating model & platform thinking: kapabilitas bersama yang reusable lintas unit
  • Pilihan organisasi: pusat transformasi/PMO, model produk, peran business & tech bersama
  • Keterkaitan operating model dengan kinerja (efektivitas perubahan operating model berkorelasi dengan kinerja unggul)
  • Implikasi talenta & sumber daya: keputusan build vs buy vs partner di level eksekutif

  • Business case & ROI: kerangka Phillips untuk monetisasi dan isolasi efek inisiatif
  • Portfolio governance: komite, ritme keputusan, dan kriteria gate review
  • Manajemen risiko teknologi, data, dan keamanan pada tingkat board
  • Tata kelola data sebagai prasyarat transformasi (kaitan kewajiban perlindungan data)
  • Konteks regulasi/akuntabilitas: SPBE & evaluasi Indeks SPBE (instansi), akuntabilitas direksi (BUMN)

  • Model perubahan: Kotter 8 langkah (urgency, guiding coalition, visi, quick win, melembagakan)
  • ADKAR/Prosci untuk perubahan individu & McKinsey 7S untuk keselarasan hard/soft factor
  • Sponsorship eksekutif, budaya & talenta digital, empowering workers (ide karyawan menaikkan peluang sukses)
  • North Star metric & KPI value realization: melacak nilai yang terealisasi sebagai metrik utama di atas aktivitas
  • Ritme tata kelola & evaluasi Kirkpatrick L1–L4 (Phillips L5 atas permintaan) untuk membuktikan dampak ke pemegang saham

Perbandingan

Memilih Format Program

Matriks keputusan ringkas, rekomendasi final ditetapkan setelah training needs analysis & diskusi pra-workshop.

AspekExecutive Briefing (0,5 hari)Strategy Lab (1–2 hari)Advisory Workshop (berseri)
Tujuan utamaPenyamaan persepsi & ambisiMerumuskan roadmap & keputusanMengawal eksekusi & gate review
Peserta idealBOD memulai inisiatifBOD & manajemen senior + PMOTim transformasi/PMO + sponsor
Output utamaNarasi 'why' & pemahaman bersamaDraf roadmap, value pool, operating model, North StarKesehatan portofolio & koreksi arah
Kerangka intiDigital Masters + pembedaan digitisasi/transformasiValue pool + operating model + KotterKotter/ADKAR + governance cadence
Level evaluasiKirkpatrick L1–L2Kirkpatrick L1–L3Kirkpatrick L1–L4 (+Phillips L5)
Paling cocok untukMembuka & menyelaraskan transformasiMerumuskan strategi tingkat keputusanTransformasi yang sudah berjalan

Untuk Siapa

Untuk Siapa Program Ini?

Disusun per peran eksekutif karena keputusan, akuntabilitas, dan sudut pandang berbeda di tiap kursi.

Direksi (BOD) & Komisaris

Menetapkan ambisi, sponsorship, dan tata kelola; mempertanggungjawabkan investasi ke pemegang saham.

Tantangan umum

  • Persepsi 'digital' tidak selaras antar direktur, sebagian menyamakan transformasi dengan beli teknologi
  • Investasi besar tanpa prioritas, value pool, atau metrik value realization yang jelas
  • Sulit menilai apakah transformasi benar-benar bergerak atau sekadar sibuk aktivitas

Manajemen senior & pemilik P&L

Menerjemahkan ambisi ke eksekusi inisiatif di lini bisnis masing-masing.

Tantangan umum

  • Inisiatif terfragmentasi & saling tarik sumber daya antar unit
  • Transformasi mandek di fase scaling setelah pilot terlihat bagus
  • Tidak ada bahasa & metrik bersama untuk melaporkan progres ke BOD

Tim transformasi / PMO / CDO office

Mengoordinasikan portofolio, ritme tata kelola, dan pelaporan nilai.

Tantangan umum

  • Tidak ada kerangka governance & gate review yang disepakati BOD
  • Prioritas berubah-ubah karena tidak ada kriteria seleksi eksplisit
  • Kesulitan membuktikan value realization yang melampaui pelaporan status aktivitas

Pimpinan instansi/BUMN & pejabat eselon

Mengarahkan transformasi dalam koridor regulasi dan akuntabilitas publik.

Tantangan umum

  • Roadmap belum selaras dengan SPBE (Perpres 95/2018) & evaluasi Indeks SPBE
  • Inisiatif digital belum terhubung ke agenda transformasi grup/holding & core value AKHLAK (Adaptif)
  • Akuntabilitas direksi/pejabat menuntut bukti tata kelola yang dapat diaudit

Konteks Industri

Penerapan per Industri

Satu fokus spesifik per industri, menyebut keputusan eksekutif & konteks regulasi nyata di vertikal tersebut.

Perbankan & Jasa Keuangan

Strategi digital banking & prioritas modernisasi core: keputusan sekuensing inisiatif, target operating model (bank vs platform), tata kelola data & risiko teknologi pada tingkat board, dengan benchmark Digital Masters dan disiplin value realization yang dapat dilaporkan ke direksi & komite risiko.

BUMN

Roadmap transformasi yang selaras dengan agenda transformasi Kementerian BUMN dan core value AKHLAK (terutama 'Adaptif'): keselarasan inisiatif lintas anak usaha, tata kelola portofolio yang dapat diaudit untuk akuntabilitas direksi, dan kesiapan bukti untuk pemeriksaan internal/BPK.

Lihat di konteks BUMN →
Manufaktur

Industry 4.0 & smart factory: prioritas otomasi berbasis value pool, keputusan platform data operasional vs solusi titik, dan target operating model yang menyatukan OT/IT serta tata kelola investasi capex teknologi.

Lihat di konteks Manufaktur →
Energi & Sumber Daya

Digital operations & asset performance dalam konteks transisi energi: prioritisasi inisiatif berbasis nilai & risiko, kesiapan tata kelola data aset, dan operating model yang menopang ketahanan operasi infrastruktur kritis.

Lihat di konteks Energi & Sumber Daya →
Pemerintahan & Sektor Publik

Roadmap pemerintahan digital yang dipetakan ke SPBE (Perpres 95/2018) dan kriteria evaluasi Indeks SPBE (PermenPANRB 3/2024): prioritas layanan warga, tata kelola & arsitektur SPBE pada tingkat pimpinan, dan bukti kematangan untuk pemantauan/evaluasi.

Lihat di konteks Pemerintahan & Sektor Publik →

Metode Pengiriman

Cara Pelaksanaan

Format menyesuaikan kalender BOD dan kebutuhan kedalaman keputusan; semua format berbasis kerja & keputusan (decision lab) yang melampaui pola ceramah pasif satu arah.

In-house tatap muka

Fasilitator datang ke kantor/lokasi training; sesi kerja dengan studi kasus & benchmark industri perusahaan, pemetaan value pool, dan perumusan keputusan bersama.

Hybrid

Sesi tatap muka untuk perumusan roadmap & keputusan inti, dilanjutkan advisory/gate review online untuk mengawal eksekusi dan ritme tata kelola.

Live online

Executive briefing & sesi penyelarasan via Zoom/Teams dengan breakout terstruktur dan rekaman; cocok untuk BOD tersebar atau langkah awal sebelum sesi tatap muka intensif.

Jadwal disusun mengikuti kalender BOD & rapat direksi perusahaan
Diskusi pra-workshop untuk kurasi benchmark & studi kasus industri yang relevan
Materi, lembar kerja keputusan, dan kanvas roadmap/operating model disiapkan tim Neksus
Sertifikat keikutsertaan jajaran direksi bila sekretariat perusahaan memintanya
Ringkasan keputusan & rekomendasi tindak lanjut untuk tim L&D, PMO, dan pimpinan

Alur Pelaksanaan

Alur Kerja Sama (Engagement Path)

Dari penyelarasan eksekutif ke value realization terukur, durasi kualitatif, disesuaikan tahap transformasi & kalender BOD.

1

Training Needs Analysis & Diskusi Pra-Workshop

Pemetaan tahap transformasi, posisi pada kerangka Digital Masters, konteks regulasi (SPBE/BUMN), dan tujuan keputusan. Output: profil kebutuhan + baseline penyelarasan.

Tahap awal
2

Desain Program (ADDIE) & Kurasi Benchmark

Penyusunan tujuan pembelajaran eksekutif, agenda Strategy Lab, studi kasus & benchmark dari industri Anda, dan peta kerangka (Digital Masters/Kotter/operating model).

Sebelum delivery
3

Executive Briefing, Penyamaan Persepsi

Penyelarasan BOD: lanskap & disrupsi, pembedaan digitisasi/digitalisasi/transformasi, mengapa mayoritas transformasi gagal, dan narasi 'why'.

0,5 hari (opsional pembuka)
4

Strategy Lab, Merumuskan Keputusan

Pemetaan value pool, prioritisasi inisiatif berkriteria, draf target operating model, kerangka tata kelola, dan North Star metric value realization.

1–2 hari intensif
5

Evaluasi & Ringkasan Keputusan (Kirkpatrick)

Evaluasi Level 1–4 (reaksi, penyelarasan, perilaku tata kelola, hasil) dan ringkasan keputusan untuk PMO & BOD. Phillips ROI Level 5 bila keuangan meminta angka.

Pasca workshop
6

Advisory & Gate Review (Pelembagaan)

Kawalan eksekusi berseri: kesehatan portofolio, ritme tata kelola, koreksi arah berbasis Kotter/ADKAR, dan pelacakan value realization.

Berkelanjutan (opsional)

Studi Kasus

Pola Hasil Tipikal

Gambaran pola dampak berdasarkan struktur program serupa, ilustratif, tanpa nama klien atau angka yang dijanjikan. Benchmark eksternal (mis. McKinsey, MIT Sloan/Capgemini) dirujuk sebagai acuan riset; hasil Neksus diperlakukan terpisah dari benchmark publik.

BOD perusahaan energi merencanakan transformasi operasi

Intervensi

Executive briefing + Strategy Lab 2 hari (value pool, prioritisasi, draf target operating model)

Hasil

Draf roadmap dengan beberapa inisiatif prioritas dan kriteria seleksi yang disepakati; bahasa & metrik digital menjadi seragam di level eksekutif

Manajemen senior BUMN dengan banyak anak usaha

Intervensi

Executive briefing + advisory berseri (kerangka governance & ritme gate review)

Hasil

Kerangka tata kelola transformasi & North Star metric ditetapkan; inisiatif lintas anak usaha lebih selaras dan dapat dilaporkan ke direksi

Pimpinan instansi pemerintah menata layanan digital

Intervensi

Strategy Lab + pemetaan ke kriteria SPBE & Indeks SPBE

Hasil

Prioritas inisiatif layanan warga dan tata kelola SPBE pada tingkat pimpinan terdefinisi, dengan jejak keputusan yang dapat diaudit

Informasi Pengadaan

Informasi untuk Procurement & Vendor Management

Kelengkapan yang dibutuhkan tim pengadaan, keuangan, hukum, dan sekretariat perusahaan.

Penawaran

Proposal terstruktur: tujuan pembelajaran terukur untuk audiens eksekutif, agenda Strategy Lab, peta kerangka (Digital Masters/Kotter/operating model), profil fasilitator setara C-level, jadwal, dan rincian biaya berbasis hasil TNA.

Model harga

Berbasis TNA, flat per program, per sesi, per peserta, tiered, atau custom. Tidak ada angka standar tanpa analisis kebutuhan; estimasi diberikan setelah TNA & diskusi pra-workshop.

Pembayaran & pajak

Termin fleksibel (DP + pelunasan / termin per fase); faktur pajak (PPN) dan dukungan dokumen PO tersedia.

Proses BUMN/pemerintah

Terbiasa dengan tahapan pengadaan BUMN/instansi: dokumen vendor, e-procurement, HPS/penawaran, dan klausul kepatuhan; materi dapat diselaraskan ke konteks SPBE & akuntabilitas direksi.

Pengukuran

Ringkasan keputusan & laporan evaluasi Kirkpatrick Level 1–3 (kehadiran, asesmen penyelarasan, hasil kerja sesi); Phillips ROI Level 5 atas permintaan keuangan/komite investasi.

Kerahasiaan & data

Penandatanganan NDA dan klausul kerahasiaan; diskusi strategi internal dan data sensitif tidak dibawa keluar lingkup yang disepakati.

Kepemilikan materi

Kanvas roadmap, peta operating model, dan ringkasan keputusan yang dibangun untuk perusahaan menjadi milik perusahaan; hak pakai materi disepakati di kontrak.

FAQ

Pertanyaan Umum

Tidak. Ini sesi strategis berorientasi keputusan untuk eksekutif. Fokusnya arah, prioritas portofolio, target operating model, dan tata kelola, sebagai pekerjaan eksekutif yang melampaui implementasi teknis. Kami tetap menjelaskan konsep teknologi seperlunya agar BOD bisa mengambil keputusan yang tepat, dengan output berupa keputusan dan roadmap di atas artefak kode atau konfigurasi.

Digitisasi (digitization) mengubah informasi analog menjadi digital. Digitalisasi (digitalization) memakai teknologi untuk memperbaiki proses yang sudah ada. Transformasi digital mengubah model bisnis, cara organisasi bekerja, dan sumber nilai. Banyak transformasi 'gagal' karena BOD sebenarnya hanya mendanai digitisasi/digitalisasi tetapi mengharapkan dampak transformasi. Memisahkan ketiganya sejak awal mencegah ekspektasi yang salah dan investasi tanpa value pool yang jelas.

Riset eksternal yang kami rujuk jujur menunjukkan kurang dari sepertiga transformasi digital berhasil mencapai tujuannya (McKinsey). Angka itu kami pakai sebagai dasar analitis untuk membedah penyebab kegagalan, ambisi kabur, sponsorship lemah, budaya, fragmentasi, dan mandek saat scaling, lalu menerapkan 21 praktik McKinsey (leadership, capability building, empowering workers, upgrading tools, communication) ke konteks keputusan BOD Anda. Angka itu acuan riset eksternal; hasil Neksus diperlakukan terpisah.

Beberapa kerangka yang diakui, dipetakan eksplisit: Digital Masters dari riset MIT Sloan/Capgemini (kuadran digital capability × leadership capability; digital intensity × transformation management intensity), praktik kepemimpinan transformasi McKinsey, Kotter 8 langkah untuk memimpin perubahan, ADKAR/Prosci untuk perubahan individu, dan McKinsey 7S untuk keselarasan organisasi. Kerangka dipilih sesuai konteks Anda saat TNA dengan pendekatan tailored di atas template seragam.

Bergantung format: penyamaan persepsi & narasi 'why' (Executive Briefing); draf roadmap, peta value pool, daftar 3–5 inisiatif prioritas dengan kriteria seleksi, draf target operating model, kerangka tata kelola, dan North Star metric value realization (Strategy Lab); serta kawalan gate review berkala (Advisory). Semua disertai ringkasan keputusan yang dapat dipakai PMO dan dilaporkan ke BOD.

Ya. Lewat diskusi pra-workshop kami mengkurasi benchmark dan studi kasus dari industri perusahaan Anda, perbankan, BUMN, manufaktur, energi, atau pemerintahan, termasuk konteks regulasi seperti SPBE untuk instansi atau agenda transformasi grup/holding untuk BUMN. Kami tidak memakai contoh generik yang tidak relevan dengan keputusan Anda.

Untuk instansi, roadmap dan tata kelola dipetakan ke SPBE (Perpres 95/2018) dan kriteria evaluasi Indeks SPBE (PermenPANRB 3/2024) sehingga inisiatif selaras dengan kematangan yang dievaluasi. Untuk BUMN, materi diselaraskan dengan agenda transformasi Kementerian BUMN dan core value AKHLAK, khususnya 'Adaptif', serta akuntabilitas direksi yang menuntut tata kelola portofolio yang dapat diaudit.

6–20 eksekutif agar diskusi fokus dan keputusan bisa diambil bersama. Idealnya BOD/manajemen senior yang memegang P&L hadir bersama pemimpin PMO/CDO office. Keselarasan sulit terjadi bila pengambil keputusan utama absen dan hanya diwakili, workshop ini menghasilkan keputusan, jadi kewenangan perlu ada di ruangan.

Bisa. Tersedia Advisory Workshop berseri untuk mengawal eksekusi: gate review, kesehatan portofolio, dan koreksi arah berbasis Kotter/ADKAR. Dampak diukur dengan model Kirkpatrick, Level 1 (reaksi), Level 2 (penyelarasan/pembelajaran), Level 3 (perubahan perilaku tata kelola), Level 4 (hasil: roadmap berjalan & value realization). Bila keuangan/komite investasi meminta angka, dapat dinaikkan ke Phillips ROI Level 5 dengan isolasi efek. Baseline ditetapkan saat TNA; kami tidak menjanjikan angka yang tidak bisa kami buktikan.

Bisa. Executive briefing dan sesi penyelarasan dapat dilakukan online untuk BOD tersebar. Namun perumusan roadmap, prioritisasi, dan keputusan operating model sebaiknya tatap muka karena kualitas keputusan kolektif jauh lebih tinggi saat semua pengambil keputusan berada di ruangan yang sama; format hybrid menggabungkan keduanya.

Senioritas peserta menentukan paling besar, sebab ruang direksi menuntut fasilitator berjam terbang strategis dan penyiapan bahan yang jauh lebih dalam. Kedalaman persiapan sebelum hari pelaksanaan menyusul, karena wawancara pra-sesi dengan para eksekutif dan penelaahan dokumen strategi Anda menambah pekerjaan di belakang layar. Jumlah eksekutif yang hadir, banyaknya sesi, apakah berhenti di satu hari atau berlanjut menjadi rangkaian advisory, pertemuan langsung atau daring, serta tempat pelaksanaan termasuk bila digelar di luar kantor, semuanya ikut dihitung. Angkanya kami sampaikan sesudah sesi training needs analysis bersama jajaran Anda.

Dua puluhan orang masih muat dalam satu sesi, sebab ruangan ini disiapkan untuk 6 hingga 20 eksekutif. Sehari penuh cukup untuk melahirkan kesepakatan arah berikut daftar prioritas, dengan catatan wawancara pra-sesi sudah dilakukan lebih dulu supaya waktu di ruangan dipakai untuk memutuskan. Bila yang dikejar sampai rancangan operasi dan tata kelola investasi, umumnya dibutuhkan beberapa sesi lanjutan yang dijadwalkan mengikuti kalender direksi.

Bisa. Di ruang direksi, kesepadanan jam terbang sangat menentukan apakah nasihat di ruangan itu didengar. Sampaikan ke koordinator program, kemudian fasilitator senior lain yang sudah tervalidasi kami hadirkan. Hasil wawancara pra-sesi, bahan yang sudah disiapkan, dan catatan keputusan terekam pada sistem operasi kami, maka penggantinya melanjutkan tanpa meminta jajaran Anda mengulang pembicaraan yang sama.

Langkah Berikutnya

Diskusikan kebutuhan workshop transformasi digital tim eksekutif Anda

Kami petakan tahap transformasi, posisi pada kerangka Digital Masters, dan konteks regulasi Anda (SPBE/BUMN), lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.

  • Proposal, agenda Strategy Lab, dan peta kerangka
  • Studi kasus & benchmark dikurasi dari industri Anda (perbankan/BUMN/manufaktur/energi/pemerintahan)
  • Dokumen siap procurement (company profile, NPWP, NDA, faktur PPN)

Pelatihan Transformasi Digital untuk Eksekutif untuk tim Perbankan & Jasa Keuangan Anda

Kami petakan tahap transformasi, posisi pada kerangka Digital Masters, dan konteks regulasi Anda (SPBE/BUMN), lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.

  • Proposal, agenda Strategy Lab, dan peta kerangka
  • Studi kasus & benchmark dikurasi dari industri Anda (perbankan/BUMN/manufaktur/energi/pemerintahan)
  • Dokumen siap procurement (company profile, NPWP, NDA, faktur PPN)

Enam isian saja untuk memulai. Tim korporat kami yang membaca dan membalasnya.

Detail tambahan (opsional)

Isi kalau sudah ada gambarannya. Semua isian di bagian ini boleh dilewati, dan tim kami akan menanyakannya saat sesi analisa kebutuhan.