Jasa Pelatihan Coaching untuk Manajer di Sektor BUMN
BUMN memiliki populasi pejabat & manajer besar dengan hirarki direksi-divisi-bagian. Coaching skill menjadi cara mempercepat pengembangan kapabilitas pejabat mid-level, mendukung succession planning, dan menghidupkan nilai AKHLAK lewat percakapan riil. Tantangan: konteks hirarki dan tekanan target korporat menuntut boundary tegas antara coaching dan instruksi atasan, plus konsistensi lintas anak perusahaan.
- 4,9/5 ยท 287 ulasan
- 300+ klien nasional
- 2.000+ trainer
- 1 sampai ratusan peserta
- Standar ยท Premium ยท Privat 1-on-1
- format
- In-house / online / hybrid
- durasi
- 4 hari intensif per batch
- peserta
- 10-16 per batch (praktik intensif)
- bahasa
- Indonesia / English
2.000+ trainer dan expert
Jaringan pengajar grup kami, dipilih per kebutuhan tim Anda.
Lihat dokumentasi kelasTrainer Anda terlihat dulu
Profil, rekam jejak, dan bidang trainer dikirim bersama proposal, sebelum Anda memutuskan.
4,9 dari 5
287 ulasan peserta.
300+ klien nasional dan 180.000+ sesi pelatihan privat terselesaikan. Sebagian di antaranya: MPR RI, Akademi Militer Magelang, DPRD Provinsi Jawa Timur.
Satu orang sampai ratusan
Coaching privat untuk satu peserta, kelas satu tim, sampai beberapa angkatan sekaligus.
Tiga tingkat anggaran
- Standar: kelas inti, materi disesuaikan pekerjaan peserta
- Premium: trainer senior, rancangan materi lebih dalam
- Privat 1-on-1: satu peserta, satu trainer, jadwal mengikuti peserta
Mengapa Coaching untuk Manajer berbeda di BUMN
BUMN memiliki populasi pejabat & manajer besar dengan hirarki direksi-divisi-bagian. Coaching skill menjadi cara mempercepat pengembangan kapabilitas pejabat mid-level, mendukung succession planning, dan menghidupkan nilai AKHLAK lewat percakapan riil. Tantangan: konteks hirarki dan tekanan target korporat menuntut boundary tegas antara coaching dan instruksi atasan, plus konsistensi lintas anak perusahaan.
- Cakupan manajer mid-level yang menjalankan 1:1 coachingMayoritas manajer aktif menjalankan ritme yang ditetapkan korporat
- Engagement score pejabat mid-level di survey berikutnyaNaik nyata dibanding baseline
- Pejabat dalam pipeline succession dengan IDP aktifMendekati seluruh kandidat ter-tracked
- PER-2/MBU/03/2023 Pedoman Tata Kelola Korporasi BUMN
- AKHLAK Core Values BUMN
- ICF Core Competencies (Updated Model)
- ICF Code of Ethics 2020
- Permenpan terkait pengembangan SDM BUMN (relevan)
- Direktur SDM & GA
- Kepala Divisi Human Capital
- Kepala Bagian SDM
- Manajer / Pejabat Mid-Level
- Head of Talent Management
- Calon Internal Coach Pool BUMN
- Pejabat mid-level menjalankan 1:1 reguler dengan struktur GROW
- Nilai AKHLAK hidup dalam coaching: 'Amanah' (komitmen ke aksi), 'Kompeten' (target pengembangan), 'Harmonis' (relasi), 'Loyal' (kepatuhan policy), 'Adaptif' (eksperimen), 'Kolaboratif' (sourcing dukungan)
- Internal coach pool BUMN aktif lintas anak perusahaan
- IDP pejabat hidup dan ter-link ke succession planning korporat
- Decision log coaching disimpan untuk kepatuhan tata kelola SDM korporat
Jawaban Singkat
Pelatihan coaching for managers selaras ICF adalah program leadership yang membekali manajer menjalankan percakapan coaching dipandu 8 ICF Core Competencies dan Code of Ethics, dengan model GROW (Whitmore) & CLEAR (Hawkins), praktik STAR, dan boundary tegas antara coaching, mentoring, training, serta manajemen kinerja, sehingga manajer membangun kapabilitas tim secara terukur.
Coaching tanpa boundary = sandwich feedback manipulatif
Coaching yang dilakukan tanpa kerangka ICF Code of Ethics dan model praktik (GROW/CLEAR) sering menjadi saluran kritik yang disamarkan. Anggota tim cepat membaca pola ini dan kehilangan kepercayaan. Program ini menanamkan boundary tegas dan rubrik etika sejak modul pertama.
Coaching dipandu kerangka ICF, yang paling diakui global
8 ICF Core Competencies (Updated Model) + ICF Code of Ethics adalah kerangka coaching paling diakui di dunia. Modul kami melatihnya secara eksplisit dengan rubrik perilaku terobservasi, sebuah disiplin yang dapat diaudit, melampaui 'tips coaching populer'. Materi selaras silabus menuju kredensial ACC/PCC bila ada yang ingin lanjut.
Manager-as-coach = peran ganda, butuh latihan
Riset Gallup menempatkan manajer langsung sebagai faktor utama dalam engagement & retensi. Tetapi peran ganda (atasan + coach) menuntut latihan boundary yang jelas. Modul khusus mengajarkan kapan kamu bertindak otoritas dan kapan bertindak coach, agar anggota tim tidak bingung peran mana yang sedang berjalan.
Klien & Dokumentasi
Sebagian institusi yang sudah kami latih
Foto dari sesi yang sudah berjalan, dengan nama institusinya tertulis apa adanya.

MPR RI

Akademi Militer Magelang

DPRD Provinsi Jawa Timur

DPMPTSP Pemprov Maluku Utara

Polres Grobogan

BKPSDM Cirebon
Coaching untuk Manajer
Pelatihan coaching for managers selaras ICF adalah program leadership yang membekali manajer lini dan menengah menjalankan percakapan coaching dengan anggota tim, dipandu 8 ICF Core Competencies (Demonstrates Ethical Practice, Embodies a Coaching Mindset, Establishes & Maintains Agreements, Cultivates Trust & Safety, Maintains Presence, Listens Actively, Evokes Awareness, Facilitates Client Growth) dan ICF Code of Ethics, dengan model praktik GROW (Whitmore 1992), CLEAR (Hawkins), STAR, serta boundary tegas antara coaching, mentoring, training, dan manajemen kinerja, agar manajer membangun kapabilitas tim.
Hasil Terukur
Hasil yang Diharapkan
Indikator dipetakan ke Kirkpatrick L1-L4; target kualitatif yang ditetapkan saat TNA.
- Kompetensi coaching dikuasai
- Peserta lulus asesmen 8 kompetensi inti & Code of Ethics dengan rubrik ICF. Dinilai terhadap delapan kompetensi inti ICF (Kirkpatrick L2).
- Manajer sanggup memimpin sesi coaching
- Peserta menjalankan minimal 8 sesi coaching nyata dengan anggota tim dalam 60 hari pasca-pelatihan. Terlihat saat manajer memimpin sesi coaching yang diamati asesor (Kirkpatrick L3).
- Kualitas percakapan meningkat
- Rasio listening:speaking manajer-ke-anggota tim membaik nyata dibanding baseline. Ditakar dari rekaman percakapan yang dibedah bersama (Kirkpatrick L2 sampai L3).
- Anggota tim terlihat berkembang
- Anggota tim coached menunjukkan progres pada target pengembangan yang disepakati di IDP. Terbaca dari kemajuan sasaran pribadi anggota tim (Kirkpatrick L4).
- Tim lebih terlibat dan lebih betah
- Engagement score tim coached meningkat pada survey berikutnya (qualitative target, baseline TNA). Terbaca dari survei keterikatan dan angka bertahan anggota (Kirkpatrick L4).
- Nilai rupiah dari coaching (opsional)
- Perhitungan net benefit dari retensi & produktivitas tim coached, terisolasi, bila keuangan meminta. Perhitungan rupiahnya mengikuti Phillips L5, diambil bila perlu.
Format Program
Pilihan Format Program
Dipilih sesuai populasi manajer, kedalaman praktik, dan ambisi pelembagaan, final ditetapkan setelah TNA. Satu rombongan manajer mendapat jam praktik yang memadai dalam empat hari itu. Perusahaan yang ingin coaching menjadi kebiasaan lintas unit menyambungnya sebagai program budaya coaching empat sampai enam bulan berisi sesi supervisi berkala.
Coaching Conversation Workshop (2 hari)
Workshop terfokus: ICF mindset, GROW model, praktik percakapan coaching dasar dengan role-play intensif dan peer feedback.
Manager-as-Coach Intensive (4-5 hari)
Pendalaman 8 ICF Core Competencies, GROW + CLEAR, integrasi dengan IDP & performance review, plus boundary coaching vs mentoring vs konseling.
Coaching Bootcamp Modular (8-10 sesi)
Sesi mingguan/dwi-mingguan dengan jeda praktik di antaranya: peserta menjalankan sesi coaching nyata dan membawa rekaman / refleksi untuk peer review.
Coaching Culture Program (4-6 bulan)
Program berkelanjutan dengan supervision coaching, peer coaching circle, dan sertifikat internal, sampai budaya coaching hidup lintas tim dengan ritme yang berkelanjutan.
Konsultasi Gratis
Bangun manajer yang menumbuhkan, bukan yang menghambat
Kami petakan populasi manajer, baseline percakapan, dan ambisi budaya coaching, lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.
Kurikulum
Kerangka Kurikulum
Disusun dengan ADDIE; modul final dikurasi sesuai hasil TNA. Cakupan di bawah adalah penuh, bisa diaktifkan sebagian sesuai populasi peserta.
- Apa itu coaching menurut ICF, definisi profesional, bukan istilah pop
- ICF Code of Ethics 2020: empat domain (responsibility to clients, practice & performance, professionalism, society)
- Coaching mindset: keingintahuan, kehadiran, klien-centered, judgement-aware
- Boundary tegas: coaching vs mentoring vs training vs manajemen kinerja vs konseling
- Tantangan manager-as-coach: konflik peran (atasan vs coach), confidentiality, dan power dynamic
- A. Foundation: Demonstrates Ethical Practice; Embodies a Coaching Mindset
- B. Co-creating the Relationship: Establishes & Maintains Agreements; Cultivates Trust & Safety; Maintains Presence
- C. Communicating Effectively: Listens Actively; Evokes Awareness
- D. Cultivating Learning & Growth: Facilitates Client Growth
- Setiap kompetensi: definisi ICF, perilaku terobservasi, anti-pattern, dan rubrik praktik
- GROW (Whitmore 1992): Goal, Reality, Options, Will/Way forward, model paling dipakai manajer
- CLEAR (Hawkins): Contracting, Listening, Exploring, Action, Review, sesi lebih dalam
- STAR coaching untuk percakapan kinerja: Situation, Task, Action, Result
- Solution-focused coaching (de Shazer), pertanyaan skala, miracle question
- Cognitive coaching & GIVE (Goal, Information, Vision, Engagement) untuk konteks teknis
- Active listening: level 1-2-3, paraphrase, summary, silence
- Powerful questioning: open vs closed, double-loop, possibility questions
- Reflective feedback: SBI (Situation-Behavior-Impact), pivot dari evaluatif
- Acknowledging dan championing: beda dengan pujian dangkal
- Mengelola emosi dalam sesi: trigger awareness manajer, regulating presence
- Individual Development Plan (IDP) yang aktif lewat coaching, bukan formulir mati
- Coaching dalam siklus performance management: kapan formal, kapan informal
- 9-box grid & succession planning: kapan coaching mendukung mobility
- Coaching saat performance issue: kapan coaching tepat, kapan PIP/Performance Improvement Plan
- Engagement & retention: riset Gallup & Hayes (2018) tentang manager impact
- Coaching supervision: model 7-eyed (Hawkins), meta-konteks coaching organisasi
- Peer coaching circle: protokol, rubrik, dan governance
- Internal coaching cadre: kriteria seleksi, jam praktik, sertifikasi internal
- Boundary etika: ketika harus refer ke konselor profesional / EAP
- Pengukuran: rubrik ICF, coaching effectiveness survey, dan ritme review
Perbandingan
Memilih Format Program Coaching
Matriks keputusan ringkas, final ditetapkan setelah training needs analysis.
| Aspek | Coaching Workshop (2 hari) | Manager-as-Coach Intensive (4-5 hari) | Coaching Bootcamp Modular (8-10 sesi) | Coaching Culture Program (4-6 bln) |
|---|---|---|---|---|
| Tujuan utama | Disiplin GROW dasar | Penguasaan 8 ICF Competencies | Praktik paralel operasional | Pelembagaan budaya coaching |
| Peserta ideal | Manajer aktif | Manajer senior & champion | Manajer padat operasional | Lintas peran organisasi |
| Kedalaman supervision | Peer feedback dasar | Supervision singkat | Supervision bertahap | Full supervision + sertifikat |
| Level evaluasi training | Kirkpatrick L1-L2 | Kirkpatrick L1-L3 | Kirkpatrick L1-L3 | Kirkpatrick L1-L4 (+Phillips L5) |
| Paling cocok untuk | Quick win disiplin baru | Bangun champion coach | Manajer padat operasional | Org dengan target budaya |
Untuk Siapa
Untuk Siapa Program Ini?
Manajer aktif yang ingin tim mereka tumbuh mandiri. TNA memetakan baseline & target.
Manajer lini pertama (first-line manager)
Memimpin tim individual contributor langsung dan butuh coaching skill agar tidak menjadi bottleneck keputusan.
Tantangan umum
- Anggota tim datang dengan masalah, selalu menunggu jawaban manajer
- Tidak punya bahasa untuk menumbuhkan, hanya untuk menugaskan
- Performance conversation menjadi konfrontasi karena tanpa rangka coaching
Manajer menengah & people leader
Memimpin manajer lain dan butuh coaching skill untuk mengembangkan kapabilitas bawahan langsung & tidak langsung.
Tantangan umum
- Sulit memisahkan peran direktif vs developmental
- Tim kehilangan motivasi karena pertumbuhan stagnan
- Pengembangan talenta tergantung program HR pusat saja
HR Business Partner & L&D
Mendukung pelembagaan budaya coaching dan butuh literasi coaching untuk advice yang kredibel ke pemimpin.
Tantangan umum
- Program coaching one-off tidak berlanjut menjadi budaya
- Tidak ada cara mengukur kualitas coaching manajer
- Coaching seringkali dijalankan dengan mindset training, bukan coaching
Internal coach champion & people leader senior
Calon coach internal yang akan menjadi pilar pelembagaan budaya coaching.
Tantangan umum
- Belum punya jam praktik terdokumentasi untuk kredibilitas internal
- Belum mengenal supervision coaching
- Belum punya boundary yang jelas saat coaching karyawan dari unit lain
Konteks Industri
Penerapan per Industri
Setiap industri punya hirarki, ritme, dan tantangan budaya berbeda, coaching for managers didesain mengikutinya.
Coaching manajer cabang & relationship manager: percakapan pengembangan untuk frontliner di tengah target produktivitas ketat, dengan boundary jelas antara coaching dan target sales, selaras Permenpan / POJK terkait SDM bank.
Lihat di konteks Perbankan & Jasa Keuangan โCoaching engineering manager & tech lead: percakapan pengembangan teknis & karir di tengah kompleksitas product dan kerja remote/hybrid, dengan boundary tegas terhadap technical mentoring.
Lihat di konteks Teknologi & Startup โCoaching pejabat & manajer BUMN: integrasi coaching dengan AKHLAK behaviour development, knowledge management, dan succession planning di tengah hirarki direksi-divisi-bagian, selaras Permen BUMN.
Coaching kepala unit & supervisor rumah sakit / farmasi: pengembangan tim klinis (kepala perawat, koordinator) dan non-klinis di tengah jadwal shift dan kepatuhan SNARS / KARS, dengan boundary tegas terhadap pendampingan klinis.
Lihat di konteks Kesehatan & Farmasi โCoaching store manager & area manager ritel: pengembangan tim store dengan turnover tinggi dan target sales musiman, coaching ringkas terstruktur yang muat di ritme harian/mingguan toko.
Lihat di konteks Ritel & FMCG โCoaching supervisor pabrik & kepala bagian produksi: pengembangan tim shift dengan tekanan target produksi dan disiplin K3LL, sesi coaching ringkas di awal/akhir shift, terintegrasi briefing harian.
Lihat di konteks Manufaktur โMetode Pengiriman
Cara Pelaksanaan
Praktik intensif: role-play, recording self-review, peer feedback dengan rubrik ICF, fishbowl coaching. Bukan ceramah teori.
In-house tatap muka
Fasilitator datang ke kantor; praktik role-play intensif, fishbowl coaching, dan peer feedback dengan rubrik ICF. Cocok untuk intensif 3-5 hari.
Live online
Kelas interaktif via Zoom/Teams dengan breakout role-play, recording praktik (dengan persetujuan) untuk self-review, dan supervision virtual.
Hybrid
Tatap muka untuk angkatan champion & supervision; online untuk peer coaching circle dan office hours berkelanjutan.
Alur Pelaksanaan
Alur Kerja Sama (Engagement Path)
Dari kebutuhan ke budaya coaching yang hidup, durasi kualitatif, disesuaikan skala.
Training Needs Analysis (TNA)
Pemetaan populasi manajer, baseline percakapan (rasio listening:speaking, frekuensi 1:1), engagement & turnover, budaya organisasi. Output: profil kebutuhan + baseline.
Tahap awalDesain Program (ADDIE)
Penyusunan tujuan pembelajaran selaras ICF, silabus, rubrik praktik, template IDP, dan integrasi dengan sistem performance management.
Sebelum deliveryDelivery, Praktik Intensif
Role-play, fishbowl coaching, recording self-review (dengan persetujuan), peer feedback dengan rubrik ICF. Peserta menjalankan praktik coaching nyata di antara sesi.
Inti programSupervision & Peer Circle
Sesi supervision oleh fasilitator senior, peer coaching circle berkelanjutan, dan kalibrasi etika lintas peserta.
Pasca-intensifInternal Coach Pool & Champion Network
Pembentukan internal coach pool untuk angkatan champion, sertifikat internal coach, dan rencana supervision berkelanjutan.
BerkelanjutanEvaluasi Kirkpatrick & Roadmap Budaya
Pengukuran Level 1-4 (reaksi, pembelajaran, perilaku/adopsi, hasil pada engagement & retensi). Phillips ROI L5 bila keuangan meminta. Roadmap budaya coaching 12-18 bulan.
Pasca programStudi Kasus
Pola Hasil Tipikal
Ilustrasi pola dampak dari struktur program serupa; tanpa nama klien atau angka yang dijanjikan.
Manajer cabang & relationship manager bank dengan target produktivitas tinggi
Intervensi
Intensif 4 hari + supervision 3 bulan + integrasi dengan IDP frontliner
Hasil
Frekuensi 1:1 mingguan tercapai di mayoritas cabang; engagement frontliner meningkat di survey berikutnya
Engineering manager baru promosi di organisasi teknologi
Intervensi
Program berkelanjutan 6 bulan + peer coaching circle + supervision EM senior
Hasil
Retensi engineer mid-level di tim manajer coached lebih baik vs tim kontrol; konsistensi IDP aktif tercapai
Pejabat & manajer mid-level BUMN dengan pipeline succession aktif
Intervensi
Bootcamp modular + internal coach pool + integrasi AKHLAK + supervision lintas anak perusahaan
Hasil
IDP pejabat mid-level hidup; rasio kandidat pipeline succession dengan progress tercatat tumbuh nyata
Informasi Pengadaan
Informasi untuk Procurement & Vendor Management
Kelengkapan untuk tim pengadaan, keuangan, hukum, dan HR/L&D.
Proposal terstruktur: tujuan pembelajaran selaras 8 ICF Core Competencies, silabus, profil fasilitator senior (praktisi coaching berpengalaman), jadwal, rincian biaya berbasis TNA.
Berbasis TNA, flat per program, per sesi, per peserta, tiered, atau custom. Estimasi diberikan setelah TNA.
Termin fleksibel (DP + pelunasan / termin per batch); faktur pajak (PPN) dan dukungan dokumen PO tersedia.
Terbiasa pengadaan BUMN/instansi: dokumen vendor, e-procurement, HPS/penawaran, klausul kepatuhan.
Laporan evaluasi Kirkpatrick Level 1-3 (kehadiran, asesmen, hasil latihan); engagement & retention sebagai L4 indikator; Phillips ROI L5 atas permintaan keuangan.
Pelatihan ini selaras ICF Core Competencies & Code of Ethics, bukan sertifikasi ACC/PCC ICF (dikeluarkan ICF dengan jam coaching terdokumentasi). Sertifikat internal coach champion dikeluarkan Neksus.
Template IDP, rubrik coaching internal, dan playbook coaching yang dibangun untuk perusahaan menjadi milik perusahaan; hak pakai materi pelatihan disepakati di kontrak.
FAQ
Pertanyaan Umum
Langkah Berikutnya
Bangun manajer yang menumbuhkan, bukan yang menghambat
Kami petakan populasi manajer, baseline percakapan, dan ambisi budaya coaching, lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.
- Proposal, silabus, dan rubrik ICF
- Dokumen siap procurement (company profile, NPWP, NDA, faktur PPN)
- Pengukuran dampak Kirkpatrick (Phillips ROI atas permintaan)
Jelajahi Lebih Lanjut
Topik Terkait
Pelatihan Coaching untuk Manajer untuk tim BUMN Anda
Kami petakan populasi manajer, baseline percakapan, dan ambisi budaya coaching, lalu susun proposal & estimasi anggaran berbasis kebutuhan nyata.
- Proposal, silabus, dan rubrik ICF
- Dokumen siap procurement (company profile, NPWP, NDA, faktur PPN)
- Pengukuran dampak Kirkpatrick (Phillips ROI atas permintaan)